• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Senin, 26 April 2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Senin, 26 April 2021 )

Wall Street naik didukung data ekonomi, Nasdaq melonjak 198,40 poin

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mendorong S&P 500 mendekati rekor penutupan tertinggi, setelah data pabrik dan penjualan rumah baru menggarisbawahi ekonomi yang sedang booming sementara saham-saham megacap naik mengantisipasi laporan keuangan yang kuat minggu depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 227,59 poin atau 0,67 persen, menjadi menetap di 34.043,49 poin. Indeks S&P 500 bertambah 45,19 poin atau 1,09 persen, menjadi berakhir di 4.180,17 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 198,40 poin atau 1,44 persen, menjadi ditutup pada 14.016,81 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor keuangan dan teknologi masing-masing terdongkrak 1,85 persen dan 1,44 persen, berada di antara kelompok dengan kinerja terbaik. Sementara itu, sektor utilitas dan kebutuhan pokok konsumen merosot.

Saham-saham berbalik naik menyusul aksi jual pada Kamis (22/4/2021) ketika laporan bahwa Presiden AS Joe Biden berencana untuk melipatgandakan pajak capital gain membuat takut investor. Analis membantah penurunan sebagai reaksi spontan dan menunjuk ke prospek yang kuat.

Ketika tiga indeks utama Wall Street melonjak, volatilitas pasar CBOE atau indeks "ketakutan" jatuh hampir 10 persen sebagai tanda merosotnya kecemasan investor tentang risiko di masa depan.

Perusahaan-perusahaan memberikan panduan setelah tetap diam selama pandemi, sementara imbal hasil obligasi yang lebih rendah dan hasil keuangan yang mengalahkan perkiraan mendorong reli, kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

“Ada banyak antisipasi tentang apa yang akan datang,” katanya. “Kami telah melihat laporan aktual mengalahkan ekspektasi yang sangat tinggi ini. Imbal hasil obligasi kembali turun, itu sangat positif bagi teknologi."

Laba-laba emiten menjadi pusat perhatian minggu depan ketika 40 persen dari laporan kapitalisasi pasar S&P 500 pada Selasa (27/4/2021) hingga Kamis (29/4/2021), termasuk teknologi dan kelas berat terkait seperti Microsoft Corp, induk Google Alphabet Inc, Apple Inc dan Facebook Inc.

Nama-nama itu, termasuk Amazon.com Inc, memasok kenaikan terbesar untuk reli berbasis luas di mana kenaikan saham dengan mudah melampaui penurunan.

Harapan untuk hasil perusahaan terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir dibandingkan dengan penurunan yang biasa terjadi saat musim laporan keuangan mendekat. Laba kuartal pertama diperkirakan melonjak 33,9 persen dari setahun lalu, tingkat kuartalan tertinggi sejak kuartal keempat 2010, menurut data IBES Refinitiv.

Aktivitas pabrik AS semakin meningkat pada awal April. PMI manufaktur AS dari IHS Markit meningkat menjadi 60,6 pada paruh pertama bulan ini, angka tertinggi sejak seri tersebut dimulai pada Mei 2007.

Dalam tanda lain dari permintaan konsumen yang kuat, penjualan rumah baru keluarga tunggal AS rebound lebih dari yang diharapkan pada Maret, kemungkinan didorong oleh kekurangan akut rumah yang sebelumnya dimiliki di pasar.

Ron Temple, kepala ekuitas AS di Lazard Asset Management, mengatakan ekonomi AS akan membukukan pertumbuhan terkuat dalam 50 tahun, dengan pertumbuhan lebih dari 6,0 persen tahun ini maupun tahun depan.

Federal Reserve akan membiarkan ekonomi berjalan lebih panas daripada di masa lalu, menambah prospek pertumbuhan tinggi.

"Investor secara bertahap mulai menyadari besarnya simpanan yang berlebihan, permintaan yang terpendam dan implikasi dari gelombang besar stimulus fiskal," kata Temple.

Penjualan rumah baru di AS meningkat, bukti ekonomi AS mulai menggeliat

Aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) semakin menggeliat pada awal April 2021, meskipun produsen semakin berjuang untuk mendapatkan bahan baku dan input lainnya.  Ekonomi AS yang dibuka kembali menyebabkan lonjakan permintaan domestik.

Data ekonomi AS yang makin menguat juga datang dari penjualan rumah baru yang melesat ke level tertinggi lebih dari 14 tahun di bulan Maret 2021. Peningkatan tersebut didorong oleh paket penyelamatan pandemi Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun dan peningkatan vaksinasi Covid-19.

IHS Markit mencatat indeks manufaktur atau PMI AS meningkat menjadi 60,6 pada paruh pertama bulan April 2021. Hasil tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2007 dan lebih tinggi dari level 59,1 pada Maret 2021.

"Ekonomi AS menikmati awal yang kuat untuk kuartal kedua 2021, karena melonggarnya pembatasan, peluncuran vaksin, prospek yang lebih cerah dan langkah-langkah stimulus, semuanya membantu meningkatkan permintaan," kata Chris Williamson, Kepala Ekonom bisnis di IHS Markit seperti dikutip dari Reuters.

Namun permintaan yang kuat membuat kendala pada pasokan. Pandemi telah mengganggu tenaga kerja di pabrik dan pemasok sehingga menyebabkan kelangkaan yang meningkatkan harga bahan dan input lainnya. Pengukuran harga yang dibayarkan oleh produsen dalam survei IHS Markit melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2008.

Ketua The Fed Jerome Powell telah menyatakan keyakinannya bahwa rantai pasokan akan beradaptasi dan menjadi lebih efisien serta mencegah harga lebih tinggi untuk periode yang berkelanjutan.

Menurut IHS, tantangan pasokan juga telah meluas ke pasar perumahan karena para developer harus berjuang dengan rekor harga kayu yang tinggi. Hal ini akan memperburuk kekurangan pasokan rumah yang sebelumnya banyak tersedia untuk dijual.

Sebuah laporan dari Departemen Perdagangan pada hari Jumat menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal melonjak 20,7% menjadi 1,021 juta unit bulan lalu dan tertinggi sejak Agustus 2006.

Pandemi mendorong permintaan akan akomodasi yang lebih besar dan lebih mahal karena jutaan orang Amerika terus bekerja dari rumah dan menghadiri kelas dari jarak jauh. Namun, para pengembang perumahan juga bergulat dengan kekurangan tanah dan pekerja.

Penjualan rumah baru diambil dari sampel rumah yang dipilih dari izin bangunan, melonjak 66,8% yoy di bulan Maret. Ada 307.000 rumah baru di pasar bulan lalu, tidak berubah dari Februari.

Harga rumah baru rata-rata naik 0,8% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 330.800 di Maret 2021. Sekitar 74% rumah yang terjual bulan lalu sedang dalam pembangunan atau belum dibangun.

Peringatan Warren Buffett kepada investor Bitcoin: Itu akan berakhir dengan buruk

Investor kenamaan dunia Warren Buffett memperingatkan orang-orang untuk tidak berinvestasi dalam Bitcoin.Dia menganggap, mata uang kripto itu mungkin mengandung racun tikus yang berbahaya.

Melansir Express.co.uk, setelah sempat mencapai rekor beberapa hari yang lalu, harga Bitcoin turun, bersama dengan mata uang kripto populer lainnya.

Harga Bitcoin turun 10,1% menjadi US$ 54.743,57 pada pukul 7.30 pagi di New York pada hari Minggu, setelah sebelumnya turun sebanyak 15,1% menjadi US$ 51.707,51  di pasar Asia pada hari yang sama.

Laporan online mengaitkan penurunan tersebut dengan spekulasi bahwa Departemen Keuangan AS dapat menindak pencucian uang yang dilakukan melalui aset digital.

Co-founder dan mantan CEO Microsoft, Bill Gates, dilaporkan meyakini segala sesuatu terkait Bitcoin akan semakin buruk seiring berjalannya waktu.

“Gates telah berbicara tentang cryptocurrency cukup lama.Jelas sekali dia bukan penggemar," jelas Analisis pasar saham, saluran YouTube MHFIN.

Gates bukan satu-satunya miliarder Amerika yang menentang cryptocurrency.

Warren Buffett, pimpinan dan CEO Berkshire Hathaway, berulang kali mengatakan Bitcoin adalah investasi yang buruk.

Sebelum pertemuan tahunan Berkshire 2018, dia membandingkan cryptocurrency dengan kemungkinan kotak racun tikus.

"Bitcoin itu sendiri tidak menciptakan apa-apa. Saat Anda membeli aset nonproduktif, yang Anda andalkan adalah orang berikutnya akan membayar Anda lebih banyak karena mereka bahkan lebih bersemangat jika ada orang lain yang datang," jelasnya kepada CNBC.

Buffet memang sudah beberapa kali menyinggung soal cryptocurrency.

Beberapa minggu sebelumnya, Buffett yang dijuluki sebagai "Oracle of Omaha" berpendapat bahwa berinvestasi di Bitcoin adalah perjudian.

"Jika Anda ingin berjudi, orang lain akan datang dan membayar lebih banyak uang besok, itu salah satu jenis permainan. Itu bukan investasi," jelasnya seperti yang dilansir Express.co.uk.

Dia juga memperingatkan investor bahwa Bitcoin dan cryptocurrency lainnya "hampir pasti" akan mendatangkan akhir yang buruk.

Dan, tahun sebelumnya, dia menyatakan bahwa pasar Bitcoin adalah sebuah bubble atau gelembung."Anda tidak dapat menilai Bitcoin karena itu bukan aset penghasil nilai," kata Buffett.

CEO Tesla Elon Musk memiliki pendapat berbeda tentang Bitcoin.

Pada bulan Februari, dia mengumumkan perusahaannya telah membeli US$ 1,5 miliar dari koin kripto.

Pengumuman tersebut menyebabkan terjadinya lonjakan pada harga cryptocurrency yang kontroversial.

Admiral Nakhimov, kapal perang Rusia siap menjelma jadi yang terkuat di dunia

Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir Admiral Nakhimov akan berubah menjadi kombatan permukaan terkuat di dunia setelah menjalani modernisasi, CEO Severnoye Design Bureau Andrei Dyachkov mengatakan.

"Potensi modernisasi tinggi yang terintegrasi melengkapi Admiral Nakhimov dengan senjata paling canggih, yang menjadikannya kapal tempur permukaan terkuat di dunia," katanya, Kamis (22/4), kepada TASS.

Sementara "kapal-kapal abad ke-21" baru yang canggih telah muncul, dia menegaskan, kapal penjelajah pembawa rudal bertenaga nuklir seperti Admiral Nakhimov masih merupakan merek terkenal dan simbol Angkatan Laut Rusia.

Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir Admiral Nakhimov telah menjalani perbaikan di Sevmash Shipyard sejak 1999.Sementara peningkatan atas kapal perang tersebut baru berlangsung mulai 2013.

Modernisasi ini secara substansial telah meningkatkan kemampuan serang kapal penjelajah itu, memberikan kemampuan untuk menembakkan senjata presisi tinggi, termasuk rudal hipersonik Tsirkon serta rudal jelajah Oniks dan Kalibr.

Lalu, sistem pertahanan udara kapal paling mematikan di era Perang Dingin itu akan terdiri dari sistem rudal permukaan-ke-udara Fort-M dan sistem rudal anti-pesawat Pantsir-M.

Battlecruiser tersebut juga akan membawa senjata anti-kapal selam Paket-NK dan Otvet yang berkekuatan tinggi.

Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir Admiral Nakhimov, yang bernama Kalinin sebelum 1992, merupakan buatan Baltik Shipyard yang dibangun mulai 17 Mei 1983.Kapal perang itu pertama kali mengapung pada 25 April 1986.

Kemudian, Kapal penjelajah rudal bertenaga nuklir tersebut resmi bergabung dengan Angkatan Laut Uni Soviet pada 30 Desember 1988.Kapal perang itu dinamai Admiral Nakhimov pada 22 April 1992.

Rusia dan China punya senjata yang lebih murah dan sulit dilacak daripada nuklir

Seorang ilmuwan AS terkemuka mengatakan kepada Express.co.uk, Rusia dan China memiliki senjata yang lebih murah dan lebih sulit dilacak daripada nuklir.

Presiden AS Joe Biden saat ini menjadi tuan rumah pertemuan puncak perubahan iklim selama dua hari yang dihadiri oleh China, Jepang, Rusia, Kanada, India, Australia, Inggris dan Uni Eropa.

Biden, dan sekutu baratnya, akan memiliki kesempatan untuk bertatap muka dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin karena para ahli terus memperingatkan bahwa Beijing dapat menyerang Taiwan dan Moskow dapat menyerang Ukraina.

Pada hari Senin, Komando Strategis AS mengatakan Amerika harus bersiap untuk perang nuklir karena konflik saat ini dapat meningkat sangat cepat. AS menghadapi dua musuh strategis yang berkemampuan nuklir pada saat yang sama.

Express.co.uk memberitakan, Profesor Bruce Cameron Reed telah menerbitkan lima buku dan lebih dari 50 makalah jurnal tentang Proyek Manhattan - sebuah proyek penelitian dan pengembangan rahasia antara AS, Inggris dan Kanada, yang menghasilkan senjata atom pertama.

Dia menceritakan bagaimana hal itu benar-benar mengubah hubungan antara sains dan kebijakan politik yang kita lihat hingga hari ini.

“Tiba-tiba, setelah perang, kekuatan suatu negara akan didasarkan pada kekuatan laboratorium, universitas, dan ilmuwannya - yang secara tradisional adalah kekuatan militer.Ini benar-benar mengubah jalannya sejarah dan mendorong para ilmuwan ke ranah publik tidak seperti sebelumnya," jelas Prof Reed.

Prof Reed kini telah menerbitkan buku barunya 'Proyek Manhattan: Kisah Abad Ini' untuk menjawab pertanyaan penting tentang proyek tersebut.

Buku tersebut tidak hanya menggambarkan sejarah dan implikasi ilmiah tetapi juga memberikan biografi singkat dari tokoh-tokoh kunci seperti kepala Laboratorium Los Alamos Robert Oppenheimer.

Melalui berbagai ilustrasi dan diagram, buku tersebut mengisahkan sejarah senjata nuklir dari penemuan sinar-X hingga jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Dan dia menjelaskan kepada Express.co.uk bagaimana hal-hal berkembang setelah perang.

“Perkembangan besar sejak Proyek Manhattan terjadi pada tahun 50-an, dengan senjata fusi-bom hidrogen.Itu sudah diantisipasi selama perang, orang-orang telah memikirkannya, tapi Anda membutuhkan generasi pertama untuk bertindak sebagai pemicu," jelasnya.

“Ini adalah senjata yang sangat kuat, tetapi ironi historisnya adalah senjata ini sangat kuat sehingga tidak memiliki misi militer yang kredibel," tambahnya.

Tapi Prof Reed tidak berpikir perang nuklir adalah tujuan dunia ini. “Sekarang kita memiliki setidaknya lima negara dengan senjata fusi, tetapi saya ragu India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara perlu menempuh jalur itu sekarang," urainya.

Prof Reed juga bilang, “Jika saya adalah seorang ahli strategi yang mencoba mengantisipasi konflik di masa depan, saya akan bertanya apakah bahaya saat ini lebih banyak di bidang peperangan elektronik."

Dia menyontohkan lewat kasus yang telah terjadi di Iran dan dengan ancaman keamanan dunia maya Rusia, seseorang dapat melakukan banyak kerusakan di masyarakat dengan mematikan elektron.

“Ini adalah seorang fisikawan yang berspekulasi tentang strategi militer, tetapi pasti jauh lebih murah dan lebih sulit untuk dilacak.Sepertinya ini adalah kesempatan yang sangat menarik bagi negara yang ingin membuat kekacauan,” urai Prof Reed.

Begini nasib orang kaya di China jika punya masalah dengan pemerintah

Orang kaya di China harus berhati-hati dalam bertindak. Pasalnya, semakin banyak orang kaya di China, akan mendatangkan risiko menjadi perhatian pemerintah atas berbagai tindakan yang mereka lakukan.

Salah seorang di antaranya adalah Jack Ma, yang memiliki kekayaan sekitar US$ 50 miliar (lebih dari Rp 65 triliun), yang tiba-tiba menghilang tahun lalu.Padahal, pendiri usaha bernama Alibaba ini sebelumnya hendak meluncurkan sebuah usaha baru lagi.

Jack Ma yang sebelumnya sudah memiliki perusahaan teknologi keuangan Alipay akan meluncurkan Ant Group yang akan go public di Bursa Saham Hong Kong dan Shanghai. Ini akan menjadi peluncuran perusahaan terbesar dalam sejarah dengan perkiraan dana baru yang masuk sebesar US$ 34,5 miliar (sekitar Rp 501 triliun) dan membuat nilai perusahaan Ant ini menjadi US$ 300 miliar (sekitar Rp 4,3 kuadriliun).

Namun, dua hari menjelang Ant go public pada tanggal 5 November lalu, Jack Ma kemudian menghilang. Selama tiga bulan lamanya rumor yang beredar mengatakan bahwa Jack Ma menjalani tahanan rumah dan bahkan ada yang mengatakan dia meninggal dunia.

Akhirnya pada Januari 2021, Jack Ma muncul dalam rekaman sebuah video saat ia berbicara dalam sebuah acara amal. Sejak kemunculannya itu, dia kemudian terlihat sedang bermain golf di pulau Hainan. Tampaknya Jack Ma yang sebelumnya sering tampil di depan umum sekarang berusaha untuk tidak banyak tampil.

Jack Ma bukanlah satu-satunya orang terkenal yang kemudian menjadi perhatian Partai Komunis China.Menjadi orang yang super kaya di China juga mendatangkan risiko berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.

Biarkan mereka kaya dulu

Pada 1960-an, terjadi Revolusi Kebudayaan di China, di mana pemimpin negara tersebut, Mao Zedong, melancarkan serangan terhadap para intelektual dan orang-orang kaya di sana, sehingga menimbulkan banyak kekacauan.

Pada 1978, dua tahun setelah Mao Zedong meninggal dunia, Deng Xiaoping yang menggantikannya mengatakan bahwa China tidak lagi memiliki plihan, dan harus "membiarkan beberapa orang menjadi kaya dulu".

Sejak itu pertumbuhan ekonomi China menjadi luar biasa pesat, sehingga menciptakan lebih banyak miliarder dibandingkan negara-negara lainnya.Beijing sendiri sekarang telah menjadi rumah untuk banyak miliarder di dunia, melebihi kota-kota lainnya, termasuk New York.

Bahkan masa pandemi Covid-19 pun tidak memperlambat laju kekayaan, dengan para orang kaya di China menambah kekayaan mereka sebanyak A$ 1,94 triliun (Rp 21,7 kuadiriliun). Ini sangat berbeda dari 1970-an, ketika menjadi kaya malah mendapat sorotan tajam saat 88% warga China ketika itu hidup dengan uang A$ 2,59 sehari (sekitar Rp 29 ribu).

Namun, menjadi kaya di negeri yang masih menyebut diri sebagai negara sosialis juga mendatangkan risiko. Pada 2018, bintang film yang mendapat bayaran tertinggi di China, Fan Bingbing menghilang selama beberapa bulan setelah seorang presenter televisi membocorkan di media sosial China Weibo, bahwa Bingbing memiliki dua versi kontrak dalam pembuatan film Cell Phone 2.

Kontrak pertama mengatakan dia mendapatkan bayaran US$ 10,8 juta (Rp 157 miliar), sementara kontrak satunya lagi menyebutkan ia hanya mendapat bayaran AS$ 1,9 juta (Rp 21,3 miliar). Muncul tuduhan bahwa Fan Bingbing menggunakan dua kontrak berbeda yang disebut sebagai "yin-yang" untuk mengurangi pembayaran pajak.

Sejak itu, dia menghilang dari publik dan tidak seorang pun yang tahu apa yang terjadi dengannya. Namun dia kemudian muncul kembali dan menulis pernyataan panjang di media sosial atas tindakannya dan setuju untuk membayar denda sebanyak US$ 167 juta.

"Tanpa kebijakan yang bagus dari partai dan negara, tanpa ada dukungan dari warga, tidak akan ada Fan Bingbing," tulisnya.

Bunuhlah ayam untuk menakuti monyet

Ada pepatah kuno di China yang mengatakan "bunuhlah ayam untuk menakuti monyet".Ini berdasarkan cerita mengenai seorang seniman jalanan yang mendapatkan uang dari pertunjukan topeng monyet. Ketika monyet itu berhenti menari, seniman ini akan membunuh ayam untuk menakuti monyet agar mau menari lagi.

Pihak berwenang China sebelumnya jarang menggunakan contoh orang kaya di sana untuk menakut-nakuti warga lainnya. Namun di tahun 2021, tekanan terhadap para elit dan orang kaya di China meningkat ketika Xi Jinping yang ketika itu menjabat Sekretaris Jenderal Partai Komunis China melancarkan kampanye untuk memberantas korupsi.

Sejak itu para taipan dikenai tuduhan penyuapan, bermain curang dalam saham dan yang lainnya. Beberapa menjalani hukuman penjara, dan malah ada juga yang tewas.

Menurut Duncan Clark yang menulis buku berjudul, Alibaba: The House Jack Ma Built, menjadi orang kaya di China tidaklah mudah karena mereka harus melakukan berbagai hal.

"Mereka harus bekerja sama dengan Partai Komunis, mereka harus bekerja sama dengan pemerintah, dan mereka harus menjadi seperti obat sakit kepala yang dialami partai," katanya.

"Ada berbagai bentuk kerja sama yang harus dilakukan antara pengusaha dan partai.Kuncinya adalah bagaimana untuk tidak terlalu dekat dan kemudian membuat kesal pemerintah," lanjutnya.

Beberapa pengamat mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Jack Ma bukanlah karena dia membuat kesal pemerintah, namun karena gagal memiliki koneksi yang tepat ketika dia menghadapi masalah.

Keadaan berubah di bawah kepemimpinan sekarang

Jack Ma bukanlah orang pertama yang menjadi kaya raya di bawah kekuasaan Partai Komunis di China, namun dia menjadi orang yang paling terkenal karenanya.

Dia mendirikan Alibaba pada 1999 yang membuatnya menjadi kaya dan juga orang-orang lain yang kemudian membeli saham Alibaba.Namun Jack Ma tidak puas dengan Alibaba saja dan terus memperluas jaringan usahanya untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi.

Pada 2004 , dia menciptakan Alipay masuk ke dunia keuangan yang biasanya dikuasai oleh pemerintah. Bank tradisional tidak mampu bersaing.Pemakai Alipay dengan cepat meningkat menjadi 730 juta orang dan menjadikannya sistem pembayaran paling populer di China.

Di saat dia hendak meluncurkan Ant Group ke bursa saham, Jack Ma sedang berada di titik puncak dan bersedia memberikan pendapat apa saja, baik diminta atau tidak, ke publik. Dia begitu percaya diri sampai berani mengkritik kalangan keuangan di China dengan mengkritik pihak regulator yang dianggap mengekang inovasi dan juga menyerang pihak perbankan yang disebutnya memiliki budaya "rumah gadai".

Kritikan inilah yang tampaknya membuat kesal pemerintah yang biasanya memang tidak suka menerima kritikan.

Menurut akademisi China Wu Qiang, Jack Ma sudah melampaui "garis merah" yang ada dalam sistem Partai Komunis."Pengusaha tidak bisa terlibat dalam soal politik," kata Wu Qiang yang pernah menjadi dosen di Tsinghua University tersebut."Yang dikhawatirkan Beijing adalah bahwa pengusaha, dengan berbagai caranya akan terlibat atau berusaha mempengaruhi keputusan politik yang diambil Partai Komunis China."

Ada alasan yang jelas mengapa pemerintah di berbagai negara berusaha membatasi kuasa yang dimiliki oleh perusahaan teknologi raksasa sekarang ini.

Di Eropa, denda besar dikenakan terhadap perusahaan teknologi yang dianggap melanggar aturan. Sekarang ini di Amerika Serikat ada debat politik mengenai apakah perusahaan teknologi harus diatur sedemikian rupa seperti perusahaan yang menyediakan kebutuhan dasar, seperti listrik dan air.

Menurut Duncan Clark, penulis buku Alibaba: The House Jack Ma Built, ada berbagai peraturan khusus di China dan Jack Ma sudah salah langkah.

"Memang sebagai pengusaha mereka harus melakukan sesuatu yang berisiko. Menjadi pengusaha adalah melakukan sesuatu di luar norma," kata Clark. "Namun keadaan sudah berubah di bawah kepemimpinan sekarang dan partai lebih agresif."

Menurut Wu Qiang, Jack Ma sebenarnya memiliki beberapa koneksi politik namun lebih ke bekas Presiden Jiang Zemin. Hal itu tidaklah banyak membantu dalam urusan dengan pemerintahan sekarang di bawah Presiden Xi Jinping.

Wu Qiang mengatakan Jack Ma kesulitan untuk menemui para elit politik di masa-masa dia 'menghilang' selama beberapa bulan.

"Jack Ma berulang kali ke Beijing, berusaha bertemu dengan pejabat Bank Sentral dan Politbiro, namun dia tidak memiliki akses masuk," kata Wu Qiang.

Jack Ma tidak dipenjara namun mendapat hukuman

Kita sekarang melihat bagaimana pemerintah China menghukum orang seperti Jack Ma, yang selama sekian lama sebelumnya seperti tidak tersentuh.China sekarang dengan agresif berusaha menghentikan laju berbagai perusahaan milik Jack Ma.

Awal bulan ini Alibaba "menerima" denda US$ 3,6 miliar (sekitar Rp 52,3 triliun) yang dijatuhkan karena perilaku anti monopoli.

"Untuk melaksanakan tanggung jawabnya kepada masyarakat, Alibaba akan beroperasi sesuai dengan hukum yang berlaku dan tumbuh lewat inovasi," kata Alibaba dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu Ant Group sudah dikenai aturan lebih ketat sehingga membuatnya menjadi perusahaan yang tidak sebesar sebelumnya.Dan Jack Ma masih memiliki kebebasan, paling tidak sampai sekarang.

Hengkang dari 13 negara, Citigroup bisa kumpulkan US$ 6 miliar dari penjualan aset

Citigroup Inc tengah memuluskan upaya hengkang dari bisnis perbankan ritel kawasan Asia-Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah. Seorang sumber menyebut Citigroup bakal memperoleh dana senilai US$ 6 miliar dari penjualan aset perbankan digital dari 13 negara di kawasan tersebut, mengutip Bloomberg pada Jumat (23/4).

Hingga saat ini, penjualan aset ritel di Australia yang berjalan paling jauh.Sumber yang mengetahui hal ini menyatakan perbankan lokal menyatakan minat terhadap aset-aset ritel Citigroup tersebut.

Sedangkan upaya keluar dari pasar lain, seperti Asia Tenggara dan Polandia, berada pada tahap lebih awal. Timeline dan penilaian terhadap aset-aset itu masih bisa berubah ke depannya.

“Dalam hal waktu, kita sudah memulai dan tidak ada waktu luang di sini. Kami sudah mulai bekerja,” ujar  analis Chief Executive Officer Citigroup Jane Frasertold.

Citigroup pada akhirnya berencana untuk keluar dari operasi perbankan ritel di Australia, Bahrain, Cina, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Meskipun pemberi pinjaman akan terus melayani perusahaan dan perbankan swasta.

Langkah tersebut merupakan bagian dari penyegaran yang lebih besar dari strategi Citigroup di bawah Fraser, yang mulai memimpin pada bulan Maret lalu.Situs Citigroup Inc. Cabang Citibank yang kosong di Sydney di Australia, pada 16 April.

Citigroup menyatakan ke-13 pasar tersebut menyumbang pendapatan US$ 4,2 miliar pada tahun 2020.  Namun, biaya operasional dan penyisihan kerugian kredit mengikis perolehan laba sehingga unit gabungan tersebut tidak memperoleh keuntungan.

Setelah keluar, Citigroup akan mengoperasikan waralaba perbankan konsumen di kawasan Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah dan Afrika dari empat pusat perekonomian di Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab dan London.

“Keputusan untuk keluar dari bisnis konsumen lain di kawasan ini tentu saja sulit - masing-masing merupakan sumber kebanggaan, dengan tim berbakat yang bersemangat tentang Citi dan pelanggan kami,” Peter Babej, CEO Citigroup wilayah Asia-Pasifik, mengatakan di posting LinkedIn.

Lanjutnya, tinjauan komprehensif menyimpulkan bahwa melakukan yang benar untuk jangka panjang membutuhkan pengalokasian sumber daya tambahan ke tempat yang lebih prospektif.

Kendati demikian, penjualan beberapa bisnis ritel ini mungkin cukup rumit.Di Polandia misalnya, Citigroup memiliki sekitar 75% saham di Bank Handlowy SA.Bisnis tersebut dapat menghasilkan lebih dari US$ 360 juta, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Sementara penjualan itu akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang, penjualan bisnis ritel harus diukir dari Bank Handlowy.

Di Taiwan, pejabat pemerintah telah memperingatkan bahwa mereka akan memantau dan mencegah Citigroup mentransfer klien-klien bernilai tinggi di Taiwan ke unit-unitnya di Hong Kong dan Singapura.

Namun, bank tersebut mengatakan sudah mulai mengajukan tawaran dari beberapa pembeli yang tertarik untuk bisnisnya di Australia. Untuk saat ini, Citigroup menggunakan tim merger dan akuisisi internalnya sendiri untuk menangani penjualan.

“Bank konsumen Citi di Australia adalah bisnis yang menarik dan menguntungkan, mempekerjakan anggota tim yang sangat terampil dan berdedikasi. Citi berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik bagi karyawan dan pelanggan kami,” Marc Luet, CEO unit Australia.

Di Asia, bank seperti DBS Group Holdings Ltd. Singapura dan Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) mungkin tertarik untuk membeli beberapa bagian dari operasi Citigroup. Lantaran mereka sudah memiliki izin perbankan, menurut orang yang mengetahui masalah tersebut.

Untuk DBS, pemberi pinjaman terbesar di Asia Tenggara, artinya China, India, Indonesia dan Taiwan, kata salah satu orang. “Kami selalu terbuka untuk mengeksplorasi peluang bolt-on yang masuk akal di pasar di mana kami memiliki waralaba perbankan konsumen dan di mana kami dapat menutupi kemampuan digital kami untuk melayani pelanggan kami dengan lebih baik,” kata perwakilan DBS.

OCBC dapat mempertimbangkan aset di Indonesia dan Malaysia, yang juga merupakan pasar utama bagi bank, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut.Seorang juru bicara OCBC menolak berkomentar.

Di India, proses penjualan resmi Citigroup akan dimulai bulan depan, menurut pejabat yang mengetahui masalah tersebut. Citigroup sedang berusaha untuk menjual seluruh portofolio konsumen dalam sekali jalan ke satu pemain, kata pejabat tersebut. Perusahaan tersebut merupakan bank asing terbesar di India.

Unit, yang didirikan Citigroup di Kolkata pada tahun 1902, telah mengeluarkan 2,65 juta kartu kredit dan membanggakan bahwa pelanggan membelanjakan lebih banyak untuk kartunya daripada penerbit besar lainnya di negara itu.

Rencana penjualan perusahaan datang karena banyak pesaing globalnya mencari pijakan yang lebih besar dalam perbankan ritel di seluruh Asia dan Eropa.BNP Paribas SA dan HSBC Holdings Plc telah mengumumkan tentang ekspansi di Asia.Pemberi pinjaman Jepang termasuk Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. juga telah menyatakan minatnya untuk berekspansi di India.

“Meskipun ini adalah waralaba yang sangat bagus, kami tidak memiliki skala yang kami butuhkan untuk bersaing.Dan kami memutuskan bahwa kami bukanlah pemilik terbaik dalam jangka panjang,” pungkas Fraser.

China bakal pangkas penggunaan batu bara, ini alasannya

Presiden China Xi Jinping pada Kamis (22/4/2021) berjanji untuk membatasi proyek-proyek pembangkit listrik dengan tenaga batu bara yang sangat berpolusi, dan mulai mengurangi ketergantungan pada sumber energi ini dalam lima tahun.

Melansir Straits Times, Xi Jinping juga menegaskan kembali rencana China untuk emisi karbon puncak sebelum tahun 2030 dan untuk mencapai status nol bersih pada tahun 2060.

Saat menghadiri KTT virtual yang khusus membahas perubahan iklim yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Xi Jinping hanya mengulangi tujuan sebelumnya yang telah ditetapkan China, meskipun ada ekspektasi pengumuman kebijakan perubahan iklim baru.

“Kita harus berkomitmen untuk pembangunan hijau.Pegunungan hijau adalah gunung emas, melindungi lingkungan berarti melindungi produktivitas,” kata Xi Jinping seperti yang dilansir Straits Times.

KTT tersebut dihadiri 40 kepala negara termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Acara virtual dua hari itu juga menghadirkan para eksekutif perusahaan, ketua serikat, Paus Francis dan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Xi Jinping berjanji untuk mengurangi konsumsi batu bara antara tahun 2026 dan 2030.

Regulator energi negara itu sebelumnya mengatakan akan menargetkan pengurangan pangsa batubara dalam total bauran energinya menjadi kurang dari 56% tahun ini.

China dan AS adalah dua penyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

“Kami perlu memberikan pengakuan penuh atas kontribusi negara-negara berkembang terhadap aksi iklim dan mengakomodasi kesulitan dan perhatian khusus mereka,” kata Xi Jinping.

“Negara maju perlu meningkatkan ambisi dan tindakan iklim serta melakukan upaya konkret untuk membantu negara berkembang mempercepat transisi menuju pembangunan hijau dan rendah karbon,” tambahnya.

Dalam konferensi pers larut malam setelah pidato Xi, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu, mengatakan partisipasi Xi Jinping dalam KTT tersebut menunjukkan pentingnya China untuk terlibat dalam kebijakan perubahan iklim, serta rasa tanggung jawab negara sebagai negara utama dalam tata kelola lingkungan.

"Jangka waktu komitmen China untuk beralih dari puncak karbon ke netralitas karbon jauh lebih pendek daripada yang dibutuhkan negara-negara maju, (tetapi) China akan melakukan upaya yang luar biasa keras," kata Ma.

Dia menambahkan bahwa China sekarang membuat rencana aksi dan mengambil tindakan untuk mencapai puncak emisi karbonnya.

"China akan secara ketat mengontrol proyek pembangkit listrik tenaga batu bara, dan secara ketat membatasi peningkatan konsumsi batu bara selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 dan menghentikannya secara bertahap dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15," katanya.

Elon Musk siapkan hadiah US$ 100 juta sayembara menghapus emisi karbon

Miliarder Elon Musk pada hari Kamis (22/4) menawarkan hadiah senilai US$ 100 juta bagi orang yang mampu menemukan cara-cara memerangi pemanasan global, terutama untuk menghilangkan emisi karbon dari muka bumi.

Pengumuman Musk ini disampaikan bertepatan pada peringatan Hari Bumi. Program sayembara ini akan berlangsung selama empat tahun hingga Hari Bumi tahun 2025.

"Saat ini kita hanya punya satu planet. Ada peluang bencana 0,1%, mengapa harus menanggung risiko itu? Itu gila," ungkap Musk, seperti dikutip Reuters.

Musk juga mengumumkan bahwa nominal hadiah bisa bertambah seiring berjalannya waktu nanti, dengan harapan akan ada banyak pihak yang berusaha lebih keras untuk memerangi penyakit Bumi ini.

Program bertajuk XPRIZE Carbon Removal oleh Elon Musk ini bertujuan untuk menemukan solusi yang layak untuk mengeluarkan 1.000 ton karbon dari atmosfer setiap tahun.

Para pesertanya diharapkan bisa menunjukkan metode yang mampu menyerap karbon setidaknya selama seratus tahun. Pihak penyelenggara kabarnya akan memberi tahu teknis sayembara ini pada bulan Mei nanti.

Pada hari Senin (19/4), XPRIZE mengumumkan dua pemenang dari kompetisi lain terkait teknologi untuk menyembunyikan emisi dari pembangkit listrik menjadi beton. Hadiah senilai US$ 20 juta telah diberikan, salah satunya kepada CarbonCure Technologies, yang berbasis di Kanada dan didukung oleh dana terpisah oleh Bill Gates hingga Amazon.com.

Proyek penangkapan karbon

Iklim Bumi yang semakin panas membuat banyak pihak kini semakin fokus mencari cara untuk menangkap dan mengolah emisi karbon dengan baik. Pemanasan global mengakibatkan gletser di kutub mencair, meningkatkan potensi badai tropis, hingga banjir besar di banyak wilayah pesisir.

Para ilmuwan yang ahli di bidang ini mengatakan bahwa teknologi penghilangan karbon juga akan sangat penting untuk tujuan mencapai nol emisi pada tahun 2050.

Melansir Reuters, proyek penangkapan karbon skala besar telah menjadi perhatian khusus dari banyak perusahaan rintisan di Silicon Valley, para pejabat publik, hingga perusahaan penghasil emisi seperti perusahaan minyak.

Sayangnya, teknologi penangkap karbon belum layak digunakan secara komersial.Penghapusan karbon ditaksir membutuhkan biaya lebih dari US$ 300 per metrik ton.Bumi saat ini, mengeluarkan gas rumah kaca yang setara dengan sekitar 50 miliar ton karbon dioksida.

Elon Musk yang kini semakin perhatian terhadap lingkungan mengakui bahwa proyek ini bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkannya.

Sebagai pengusaha, ia juga menyoroti upaya-upaya ekonomi yang tepat untuk menghapus emisi karbon dari muka Bumi.

"Saya pikir ini adalah salah satu hal yang akan memakan waktu cukup lama untuk mencari tahu apa solusi yang tepat.Terutama untuk mencari tahu ekonomi terbaik untuk menghilangkan CO2," ungkap Musk.