• Blog
  • News  Forex,  Index & Komoditi ( Jum’at, 23 April  2021 )

News  Forex,  Index & Komoditi ( Jum’at, 23 April  2021 )

Wall Street jatuh, Indeks Dow Jones anjlok hingga 321,41 poin

Saham-saham di Wall Street jatuh pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB), karena laporan bahwa Presiden Joe Biden berencana melipatgandakan pajak capital gain, memberikan alasan untuk mengambil keuntungan di pasar tanpa arah menjelang laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar minggu depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 321,41 poin atau 0,94 persen, menjadi menetap di 33.815,90 poin. Indeks S&P 500 berkurang 38,44 poin atau 0,92 persen, menjadi berakhir di 4.134,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 131,81 poin atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 13.818,41 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan energi masing-masing merosot 1,75 persen dan 1,41 persen, memimpin kerugian.

Tiga indeks utama di Wall Street juga jatuh karena laporan bahwa Biden berencana menaikkan pajak penghasilan pada orang kaya, sebuah proposal yang menurut beberapa orang akan sulit untuk disahkan di Kongres.

"Jika ada peluang untuk lolos, kami akan turun 2.000 poin," kata Ketua dan Anggota Pengelola Hedge Fund Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes.

Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Investment Management di Chicago, mengatakan ketika sebuah proposal diajukan tentang menaikkan pajak atau capital gain, semua orang menjadi bersemangat, menjual lebih dulu dan mengajukan pertanyaan kemudian.

"Ini lebih merupakan reaksi spontan jangka pendek," katanya.

Biden akan mengusulkan untuk menaikkan tarif pajak pendapatan marjinal menjadi 39,6 persen dari 37 persen dan hampir menggandakan pajak capital gain menjadi 39,6 persen untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari satu juta dolar, sumber mengatakan kepada Reuters.

Proposal tersebut menargetkan sekitar satu triliun dolar untuk penitipan anak, pendidikan pra-taman kanak-kanak universal dan cuti berbayar untuk pekerja, kata sumber tersebut.

Pasar lesu setelah Indeks Dow Jones dan S&P 500 baru-baru ini mencapai tertinggi sepanjang masa karena investor menunggu panduan dari Microsoft Corp, induk Google Alphabet Inc dan Facebook Inc, ketika mereka menyampaikan laporan keuangannya minggu depan.

"Sampai kita keluar dari kekosongan informasi ini, pasar pada umumnya akan menjadi tanpa arah," katanya. "Yang terpenting untuk bergerak maju adalah berapa penghasilan teknologi besar itu minggu depan?"

American Airlines Group Inc dan Southwest Airlines Co melaporkan kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan, menandakan kebangkitan dalam permintaan perjalanan. Kedua saham itu jatuh, dengan American anjlok 4,5 persen dan Southwest turun 1,6 persen.

Investor menyambut baik data yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu turun ke level terendah baru satu tahun. Laporan Departemen Tenaga Kerja menyatakan PHK mereda dan ekspektasi meningkat untuk pertumbuhan pekerjaan kuat pada April.

Peluncuran vaksinasi AS yang cepat telah meningkatkan prospek ekonomi ketika orang-orang merencanakan liburan musim panas dan belanja rekreasi, tetapi lonjakan kasus COVID-19 di India dan tempat lain di Asia telah membuat investor cemas, kata Hayes.

Ekuitas kemungkinan telah mencapai puncak jangka pendek karena ekspektasi terlalu tinggi, kata Randy Frederick, wakil presiden perdagangan dan derivatif di Charles Schwab.

“Akan ada pergerakan positif yang berkelanjutan sepanjang sisa tahun ini, tetapi kami akan mengalami semacam kemunduran dalam waktu yang sangat singkat,” katanya. "Kemudian pembeli (saham) murah akan masuk kembali."

Laba kuartal pertama emiten diperkirakan meningkat 31,9 persen dari setahun lalu, tingkat tertinggi sejak kuartal keempat, menurut data IBES Refinitiv.

Presiden China Xi Jinping Minta AS Setop Bertingkah Kayak Bos

Presiden China Xi Jinping menyerukan Amerika Serikat agar tidak bertingkah layaknya bos yang kerap memerintah dan mendikte negara lain.

Hal itu diutarakan Xi saat menyerukan kerja sama global di tengah sentimen anti-China yang meningkat.

"Kita tidak boleh membiarkan aturan ya g ditetapkan oleh suatu atau beberapa negara dipaksakan pada negara lain atau membiarkan unilateralisme ditetapkan oleh negara-negara tertentu untuk mengatur langkah bagi seluruh dunia," kata Xi dalam pidatonya di Forum Boao untuk Asia melalui video, Selasa (20/4).

Menurut Xi, negara besar harus berperilaku sesuai dengan status mereka dan dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar.

"Memerintah dan mendikte negara lain atau mencampuri urusan dalam negeri negara lain hanya akan merugikan kepentingan sendiri dan membuat orang lain tak berempati," ucap Xi menambahkan.

Pernyataan itu disebut ditujukan China bagi AS meski tak secara tegas dan langsung menyebut Negeri Paman Sam dalam pidatonya.

Namun, pernyataan Xi itu muncul ketika relasi Beijing dan Washington terus merenggang akibat tekanan AS yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Bulan lalu, AS dan sekutunya mengutuk Beijing dan menjatuhkan sanksi terkoordinasi terhadap sejumlah pejabat China atas dugaan penindasan terhadap Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya di provinsi Xinjiang.

Relasi AS-Chiba memang terus merenggang terutama sejak kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump. Sebagian besar sanksi keras yang dijatuhkan oleh pemerintahan Trump terhadap beberapa perusahaan teknologi paling terkemuka di China tetap berlaku hingga kini.

Ketegangan perdagangan antara Beijing dan Washington juga terus berlanjut di bawah pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Dalam pidatonya, Xi memperingatkan bahwa kebijakan ekonomi terbuka adalah salah satu jalan memulihkan negara dari dampak pandemi virus corona.

"Upaya mendirikan batas atau memisahkan diri bertentangan dengan hukum ekonomi dan prinsip pasar. Itu akan merugikan kepentingan orang lain tanpa menguntungkan diri sendiri," ujar Xi seperti dikutip CNN.

Xi juga mengumumkan langkah-langkah China memperkuat kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk rencana Konferensi Kedua tentang Dialog Peradaban Asia (CDAC).

CDAC pertama, yang berlangsung di Beijing pada 2019, dihadiri oleh perwakilan lebih dari 40 negara Asia.

China juga baru-baru ini melakukan manuver untuk lebih dekat dengan Rusia dan Iran. Bulan lalu, menteri luar negeri China dan Rusia berjanji untuk memperkuat "kemitraan strategis yang komprehensif".

Kedua negara juga mengusulkan mengadakan dialog regional untuk mengatasi masalah keamanan di wilayah mereka.

Secara terpisah, China juga baru-baru ini menandatangani kemitraan ekonomi dan keamanan dengan Iran untuk 25 tahun ke depan.

"Pandemi Covid-19 telah membuat semakin jelas untuk orang-orang di seluruh dunia bahwa kita harus menolak perang dingin dan mentalitas zero-sum serta menentang 'Perang Dingin' baru dan konfrontasi ideologis dalam bentuk apa pun," kata Xi.

Putin Peringatkan Barat Tidak Lewati Garis Merah Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara Barat untuk tidak "melewati garis merah" negaranya.

Peringatan tersebut dilontarkan Putin ketika hubungan Rusia dengan negara Barat terus memanas akibat ketegangan dengan Ukraina dan perlakuan Moskow terhadap pemimpin oposisi Alexei Navalny.

"Saya berharap tidak ada yang akan berpikir untuk melewati garis merah dalam hubungannya dengan Rusia, dan kami bisa menentukan sendiri di mana garis itu," kata Putin.

Dia mengatakan Rusia akan menanggapi dengan cepat dan mematikan setiap tindakan yang mengganggu kepentingannya.

"Provokator yang mengancam kepentingan mendasar keamanan kami akan menyesal," ucap Putin, Rabu (21/4) seperti dikutip dari AFP.

Barat telah mendukung seruan agar Navalny dibebaskan dan diberikan perawatan medis.

Rusia beberapa hari lalu akhirnya memindahkan Alexei Navalny ke rumah sakit penjara setelah didesak Uni Eropa mengingat kondisi sang pengkritik itu memburuk.

Rusia menuai kecaman negara-negara Eropa karena dianggap tak mengacuhkan peringatan dokter Navalny pada akhir pekan lalu.

Saat itu, sang dokter menyatakan bahwa kondisi kesehatan aktivis yang sedang mogok makan itu kian memprihatinkan, bahkan "dapat meninggal kapan pun."

Navalny sendiri dijebloskan ke penjara setelah ia kembali dari perawatan di Jerman, akibat diduga diracun oleh agen intelijen Rusia. Kala itu, Navalny dituduh melanggar aturan pembebasan bersyarat dari kasus pidana sebelumnya.

Mereka juga berselisih mengenai peningkatan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina dan serangkaian skandal spionase yang mengakibatkan pengusiran para diplomat.

Putin mengatakan Moskow telah menjadi "semacam olahraga baru" di mana mereka selalu disalahkan atas apa pun.

Dia mengatakan Rusia menginginkan hubungan baik dengan semua pihak. Tetapi Putin memperingatkan mereka untuk tidak mengartikan niat baik itu sebagai kelemahan.

Ancaman militer China meningkat, Taiwan pastikan beli lebih banyak rudal Amerika

Pemerintah Taiwan berjanji untuk membeli lebih banyak rudal jarak jauh dari Amerika Serikat (AS) seiring peningkatan aktivitas militer China di daerah tersebut.

Melansir Express.co.uk, Kementerian Pertahanan Taiwan menegaskan bahwa negaranya akan membeli lebih banyak senjata militer dari AS. Koresponden DW News William Yang menjelaskan kepada pembawa acara DW News Biresh Banerjee, terkait ketegangan tinggi di wilayah Laut China Selatan. Dia juga merefleksikan Taiwan yang beradaptasi dengan potensi ancaman dari China dengan menyesuaikan strategi yang diambil.

Banerjee sempat menanyakan kepada Yang, tentang bagaimana Taiwan menanggapi aktivitas militer China baru-baru ini di sekitar pulau tersebut.

"Sore ini kami mengetahui bahwa Kementerian Pertahanan Taiwan berencana untuk membeli lebih banyak rudal jarak jauh dari AS. Dalam beberapa pekan terakhir kami mengetahui bahwa Taiwan juga meluncurkan program pertahanannya sendiri dan mengembangkan senjatanya sendiri," papar Yang seperti yang dikutip Express.co.uk.

Dia menambahkan, "Kami melihat aksi China yang meningkatkan jumlah pengiriman pesawat militer mereka ke ADIZ (zona identifikasi pertahanan udara) Taiwan di bagian barat daya."

Yang juga menyoroti bagaimana Taiwan menyesuaikan strategi militernya sendiri. "Taiwan juga telah mengubah strateginya sendiri," imbuhnya.

"Daripada mengirim jet tempur dan mencegat jet tempur China sepanjang waktu, mereka menggunakan rudal jarak jauh mereka untuk mencoba melacak dan melihat apakah pesawat militer China telah melakukan sesuatu yang mengancam keamanan secara keseluruhan," tambahnya.

Tentang strategi China dan Taiwan, Yang melihat bahwa  China telah benar-benar mengubah strateginya. "Ini menjadi jauh lebih ambigu tentang niat atau motif di balik gerakan militer China. Para ahli telah berulang kali memperingatkan Taiwan bahwa jika Taiwan terus menggunakan kekuatan penuhnya untuk menanggapi, itu akan membebani keuangan angkatan udara dan angkatan laut," urai Yang.

Padahal di saat yang sama, dibutuhkan waktu bagi tentara untuk berlatih senjata baru dan jenis strategi lain yang dapat mereka gunakan dalam pertempuran nyata.

"Taiwan telah belajar menjadi lebih sabar dan cerdas. Mereka juga menjadi lebih ambigu dalam hal bagaimana menanggapi ancaman dan agresi militer China yang sering terjadi," katanya.

Pada tahun 2020 Taiwan adalah pembeli senjata dan peralatan buatan AS terbesar.

Taipei membeli barang-barang militer senilai US$ 11,8 miliar pada tahun 2020.

Presiden Korea Selatan: Trump bertele-tele dengan Korea Utara dan gagal!

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengkritik upaya mantan Presiden AS Donald Trump dalam upaya denuklirisasi di Semenanjung Korea. Dia mengatakan kepada New York Times bahwa Trump tampak bertele-tele dengan Korea Utara dan pada akhirnya gagal.

"Dia bertele-tele dan pada akhirnya gagal menembusnya," katanya tentang Trump. “Titik awal terpenting bagi kedua pemerintah adalah memiliki kemauan untuk berdialog dan duduk bertatap muka sejak dini.”

Melansir Axios, Moon -yang sekarang berada di tahun terakhir masa jabatannya- menyebut denuklirisasi sebagai masalah kelangsungan hidup bagi Korea Selatan. Dia lantas mendesak Presiden AS Joe Biden untuk melanjutkan negosiasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un setelah terhenti hampir dua tahun.

"Saya berharap Biden akan keluar sebagai presiden bersejarah yang telah mencapai kemajuan substantif dan tidak dapat diubah untuk denuklirisasi lengkap dan penyelesaian perdamaian di Semenanjung Korea," kata Moon kepada Times seperti yang dilansir Axios.

Moon juga meminta AS untuk bekerja sama dengan China mengenai Korea Utara dan masalah lainnya. Dia memperingatkan bahwa jika ketegangan antara Amerika Serikat dan China meningkat, Korea Utara dapat memanfaatkannya momen tersebut.

Mengingatkan saja, pembicaraan antara AS dan Korea Utara dan keterlibatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Trump dan Kim, memburuk dengan cepat setelah kedua negara tidak dapat mencapai kesepakatan substantif tentang denuklirisasi dan penarikan sanksi ekonomi.

Tak lama setelah Biden menjabat, Korea Utara dengan cepat menolak upayanya untuk memulai kembali negosiasi dan memperingatkan AS untuk menahan diri agar tidak menimbulkan masalah jika ingin tidur dengan damai selama empat tahun mendatang.

Korea Utara juga melakukan uji senjata besar pertamanya sejak Biden menjabat pada Maret lalu dengan menembakkan dua rudal balistik ke Laut Timur.

Akan keluar dari ISS, Rusia berencana luncurkan stasiun luar angkasa sendiri

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan bahwa pihaknya siap meluncurkan stasiun luar angkasa sendiri. Jika, izin dari presiden didapat, stasiun luar angkasa Rusia ini diharapkan bisa berada di orbit Bumi pada tahun 2030.

Proyek besar Roscosmos ini sekaligus menandai babak baru dalam upaya eksplorasi luar angkasa Rusia yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Rusia juga akan mengakhiri kerja sama yang terjalin selama dua dekade dengan AS (NASA) dan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Jika pada 2030, sesuai dengan rencana kami, kami bisa meletakkannya di orbit, itu akan menjadi terobosan besar. Keinginan kami dalam eksplorasi ruang angkasa tetap ada," ungkap kepala Roscosmos, Dmitry Rogozin, seperi dikutip Reuters dari Interfax.

Interfax, dari sumber yang tidak disebutkan, mengutip bahwa Rusia berencana menghabiskan hingga US$ 6 miliar untuk meluncurkan proyek tersebut.

Kosmonot Rusia telah bekerja bersama astronot dari 17 negara lain, termasuk AS, di ISS sejak 1998. Hubungan Rusia dan AS kini sedang dalam krisi terkait hak asasi manusia, serangan siber, dan masalah lainnya.

Kerja sama Rusia dan AS di luar angkasa merupakan salah satu bidang kerja sama terdekat yang dilakukan kedua negara. Jangka waktu kerja samanya pun terbilang panjang. Beragam krisis hubungan belakangan ini kemungkinan membuat Rusia angkat kaki dari ISS.

Wakil Perdana Menteri Yuri Borisov mengatakan kepada Russian TV akhir pekan lalu bahwa Rusia akan segera mengabarkan kepada para mitranya di luar angkasa bahwa mereka akan meninggalkan proyek ISS mulai tahun 2025.

Soal teknis, Rogozin membocorkan bahwa stasiun luar angkasa Rusia kemungkinan besar tidak akan diawaki secara permanen karena jalur orbitnya akan memaparkannya ke radiasi yang lebih tinggi.

Kosmonot Rusia tetap akan mengunjungi stasiun tersebut dan segala operasionalnya akan dilakukan oleh kecerdasan buatan (AI) dan sistem robotika.

Rogozin juga mengindikasikan bahwa Rusia akan memberikan izin kepada astronot asing untuk mampir ke stasiun luar angkasa Rusia tersebut.

AS tambahkan 116 negara dalam daftar Jangan Bepergian, Indonesia termasuk

Departemen Luar Negeri AS telah menambahkan 116 negara pada minggu ini ke dalam daftar "Tingkat Empat: Jangan Bepergian". Daftar baru tersebut memasukkan Inggris, Kanada, Prancis, Israel, Meksiko, Jerman, dan lainnya, dengan alasan tingkat Covid-19 yang sangat tinggi.

Melansir Reuters, pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS memang mengatakan akan meningkatkan jumlah negara yang akan dilabeli Jangan Bepergian menjadi sekitar 80% negara di seluruh dunia.

Kemudian, pada Selasa, Departemen Luar Negeri AS mendaftarkan 34 dari sekitar 200 negara sebagai negara dengan label "Jangan Bepergian." Dengan demikian, ada 150 negara yang masuk daftar Tingkat Empat Departemen Luar Negeri AS.

Reuters memberitakan, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa langkah tersebut tidak menyiratkan penilaian ulang situasi kesehatan saat ini di beberapa negara, tetapi lebih mencerminkan penyesuaian dalam sistem Penasihat Perjalanan Departemen Luar Negeri untuk lebih mengandalkan penilaian (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) epidemiologis yang ada.

Rekomendasi tersebut tidak wajib dan tidak melarang warga Amerika bepergian.

Negara lain yang masuk dalam daftar "Jangan Bepergian" termasuk Indonesia, Finlandia, Mesir, Belgia, Turki, Italia, Swedia, Swiss, dan Spanyol.

Beberapa negara seperti China dan Jepang tetap berada di Level 3: Pertimbangkan Kembali Bepergian.

Sebagian besar warga Amerika sudah dianjurkan agar tidak bepergian ke sebagian besar negara Eropa karena pembatasan Covid-19.

AS juga telah melarang hampir semua warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di sebagian besar Eropa, China, Brasil, Iran, dan Afrika Selatan.

Pada Selasa (20/4/2021), AS memperpanjang pembatasan 30 hari lebih lanjut yang melarang perjalanan tidak penting di perbatasan Kanada dan Meksiko.

Nick Calio, yang mengepalai Airlines for America, sebuah kelompok perdagangan yang mewakili maskapai penerbangan utama AS, mengatakan kepada panel Senat AS pada hari Rabu bahwa pembuat kebijakan perlu menemukan peta jalan untuk membuka kembali perjalanan internasional.

Bom mobil meledak di hotel mewah Pakistan tempat Dubes China menginap

Ledakan bom mobil pada Rabu malam memporakporandakan area parkir hotel mewah di kota Quetta, Pakistan barat daya. Ledakan tersebut menewaskan empat orang dan melukai 11 lainnya.

Reuters memberitakan, Duta Besar China untuk Pakistan menginap di hotel tersebut. Akan tetapi, menurut Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmad, saat ledakan terjadi, dia tidak ada di sana.

Menteri Dalam Negeri Provinsi Ziaullah Lango mengatakan saat ini kondisi dubes tersebut baik-baik saja.

"Sebuah ledakan mengguncang area parkir Hotel Serena," kata pejabat polisi Nasir Malik kepada Reuters.

Dia mengatakan, 11 orang terluka akibat kejadian itu. Seorang pejabat di rumah sakit sipil setempat, Waseem Baig, mengatakan empat orang tewas, dan beberapa lainnya dalam kondisi kritis.

"Sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak meledak di hotel," kata Ahmad kepada ARY News TV setempat.

Kelompok Taliban di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu.

"Itu adalah serangan bunuh diri di mana pembom bunuh diri kami menggunakan mobilnya yang berisi bahan peledak di hotel," seorang juru bicara kelompok militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) menulis dalam pesan teks kepada seorang wartawan Reuters.

Menurut tweet dari juru bicara pemerintah provinsi, Liaquat Shahwani, Duta Besar China Nong Rong pada hari sebelumnya bertemu dengan Kepala Menteri provinsi Jam Kamal di kota itu.

"Saya baru saja bertemu dengannya. Dia sangat bersemangat," kata Lango. Dia menambahkan, Dubes China itu akan menyelesaikan kunjungannya ke Quetta pada hari Kamis.

Kedutaan Besar China tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Hotel yang dibentengi dengan baik ini terletak di sebelah Konsulat Iran dan gedung parlemen provinsi. Quetta adalah ibu kota provinsi Balochistan barat daya yang kaya mineral yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan.

Lokasi ini telah lama menjadi tempat pemberontakan tingkat rendah oleh kaum nasionalis lokal, yang menginginkan lebih banyak bagian dalam sumber daya regional.

Provinsi ini adalah rumah bagi pelabuhan laut dalam Gwadar yang baru diperluas, yang merupakan kunci dari investasi senilai US$ 65 miliar yang direncanakan di koridor ekonomi Belt and Road Initiative China.

Tidak jelas apakah utusan atau anggota delegasi China menjadi sasaran serangan itu. Akan tetapi, warga negara China dan kepentingan mereka di wilayah tersebut sebelumnya telah diserang oleh militan Taliban dan pemberontak nasionalis

Australia Batalkan Kesepakatan Belt and Road dengan China

Pemerintah federal Australia pada Rabu (21/4) membatalkan dua kesepakatan Belt and Road Initiative yang dicapai oleh negara bagian Victoria dengan China. Hal ini membuat China geram dan memperingatkan bahwa hubungan bilateral dengan Australia yang sebelumnya sudah tegang akan memburuk.

Di bawah proses baru di Australia, Menteri Luar Negeri Marise Payne memiliki kekuasaan untuk meninjau kesepakatan yang dicapai oleh negara bagian dan universitas dengan negara lain. Payne mengatakan, dia telah memutuskan untuk membatalkan empat kesepakatan, termasuk dua kesepakatan Belt and Road Initiative yang disetujui Victoria dengan China pada 2018 dan 2019. Belt and Road Initiative merupakan skema perdagangan dan infrastruktur yang diusung oleh Presiden Cina Xi Jinping.

"Saya menganggap empat pengaturan ini tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Australia atau merugikan hubungan luar negeri kita," kata Payne dalam sebuah pernyataan.

Payne mengatakan, negara bagian, pemerintah daerah, dan universitas yang didanai publik secara keseluruhan telah membuat lebih dari 1.000 kesepakatan dengan negara asing. Parlemen federal Australia memberikan hak veto atas kesepakatan asing oleh negara bagian pada Desember, di tengah perselisihan diplomatik yang semakin dalam dengan Cina. Pemerintahan Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah membantah bahwa hak veto barunya  ditujukan ke China.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan pendahulunya Malcolm Turnbull telah menolak untuk menyetujui MOU tingkat negara dengan China dalam skema Belt and Road Initiative. Namun, Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Dan Andrews, menandatangani perjanjian dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China untuk mempromosikan inisiatif tersebut pada 2018 dan 2019. Beberapa negara khawatir pinjaman skema Belt and Road dapat menyebabkan tingkat utang yang tidak berkelanjutan di negara-negara berkembang, termasuk wilayah kepulauan Pasifik.

Kedutaan Besar China di Australia menyuarakan ketidaksenangan yang kuat dan penentangan yang tegas atas pembatalan itu pada Rabu malam. Kedutaan Besar Cina mengatakan, pembatalan tersebut menunjukkan bahwa Australia tidak memiliki kesungguhan dalam meningkatkan hubungan bilateral.

"Ini adalah langkah tidak masuk akal dan provokatif lainnya yang diambil oleh pihak Australia terhadap China. Ini lebih jauh menunjukkan bahwa Pemerintah Australia tidak memiliki kesungguhan dalam meningkatkan hubungan China-Australia," ujar pernyataan Kedutaan Besar Cina di Australia.

Hubungan bilateral China dan Australia mulai tegang pada 2018, ketika Australia menjadi negara pertama yang secara terbuka melarang raksasa teknologi Cina Huawei dari jaringan 5G.  Hubungan kedua negara memburuk pada tahun lalu ketika Canberra menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul wabah virus korona.

"Langkah terbaru Australia pasti akan membawa kerusakan lebih lanjut pada hubungan bilateral, dan hanya akan merugikan dirinya sendiri," kata Kedutaan Besar China.

AS Masukkan Inggris ke Daftar 116 Negara tak Dikunjungi

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menambahkan setidaknya 116 negara ke dalam daftar rekomendasi 'Tingkat Empat: Jangan Bepergian' pada pekan ini. Anjuran ini menempatkan Inggris, Kanada, Prancis, Israel, Meksiko, Jerman, dan lainnya dalam daftar tingkat yang sangat tinggi Covid-19.

Negara lain dalam daftar 'Jangan Bepergian', termasuk Finlandia, Mesir, Belgia, Turki, Italia, Swedia, Swiss, dan Spanyol. Beberapa negara, seperti China dan Jepang, tetap berada di Level 3: Mempertimbangkan Kembali untuk Pergi.

Menurut Departemen Luar Negeri sebelumnya, Washington akan meningkatkan jumlah negara yang menerima peringkat penasihat tertinggi menjadi sekitar 80 persen negara di seluruh dunia. Lembaga itu pun mendaftarkan 34 dari sekitar 200 negara sebagai 'Jangan Bepergian' dan sekarang mendaftar 150 negara di Tingkat Empat.

Departemen Luar Negeri mengatakan, langkah tersebut tidak menyiratkan penilaian ulang situasi kesehatan saat ini di beberapa negara. "Mencerminkan penyesuaian dalam sistem Penasihat Perjalanan Departemen Luar Negeri untuk lebih mengandalkan (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) penilaian epidemiologis yang ada," katanya.

Tapi, rekomendasi tersebut tidak wajib dan tidak melarang orang Amerika bepergian. Sebagian besar orang Amerika sudah dilarang bepergian ke sebagian besar Eropa karena pembatasan Covid-19. Washington telah melarang hampir semua warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di sebagian besar Eropa, China, Brasil, Iran, dan Afrika Selatan.

AS pun sejak Selasa (20/4) memperpanjang dengan pembatasan 30 hari lebih lanjut yang diberlakukan selama 13 bulan yang melarang perjalanan yang tidak penting di perbatasan Kanada dan Meksiko. Kepala kelompok perdagangan yang mewakili maskapai penerbangan utama AS Airlines for America, Nick Calio, mengatakan kepada panel Senat pada Rabu (21/4), bahwa pembuat kebijakan perlu menemukan peta jalan untuk membuka kembali perjalanan internasional.

Awal bulan ini, CDC mengatakan orang yang divaksinasi penuh dapat bepergian dengan aman di wilayah AS dengan risiko rendah. Namun, direktur badan kesehatan itu, Rochelle Walensky, mengecilkan kemungkinan untuk melakukannya karena kasus virus corona yang tinggi di seluruh negeri.