• Blog
  • News  Forex,  Index & Komoditi ( Kamis, 22 April  2021 )

News  Forex,  Index & Komoditi ( Kamis, 22 April  2021 )

Harga emas melonjak 14,7 dolar, dipicu lemahnya dolar dan obligasi AS

Harga emas menguat untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan dolar yang lebih lemah mengangkat daya tarik logam mulia di tengah kekhawatiran investor atas peningkatan kasus COVID-19 secara global.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 14,7 dolar AS atau 0,83 persen menjadi ditutup pada 1.793,10 dolar AS per ounce, setelah mencapai tertinggi sesi di 1.798,25 dolar AS. Ini adalah penyelesaian tertinggi untuk emas sejak 25 Februari ketika menyentuh puncak 1.805 dolar AS.

Sehari sebelumnya, Selasa (20/4/2021), harga emas berjangka terangkat 7,8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.778,40 dolar AS, setelah terpangkas 9,6 dolar AS atau 0,54 persen menjadi 1.770,60 dolar AS, per ounce pada Senin (19/4/2021), dan menguat 13,4 dolar AS atau 0,76 persen menjadi 1.780,20 dolar AS pada Jumat (16/4/2021).

"Tekanan terhadap emas selama beberapa bulan terakhir adalah meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan sekarang sudah cukup banyak berkurang," kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

"Prospek ekonomi global saat ini masih beragam ... Anda akan melihat pendekatan yang jauh lebih hati-hati di kuartal berikutnya dan itu mungkin akan membuat emas mulai melihat aliran safe haven," tambah Moya.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan melemah di bawah 1,6 persen, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tanpa suku bunga. Imbal hasil surat utang AS 10-tahun berada di level tertinggi 14 bulan di 1,77 persen pada 30 Maret.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap euro dan lima mata uang utama lainnya berada di 91,13, turun tipis 0,1 persen, juga memberikan dukungan terhadap emas.

Investor juga berbondong-bondong ke emas sebagai tempat berlindung sebagai reaksi terhadap lonjakan kasus COVID-19 di India, di mana lebih dari 250.000 infeksi baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir, serta di Brazi dan Jepang, di mana ada wabah besar.

"Prospek emas menjadi sangat bullish karena terlalu banyak risiko yang meresap secara global," kata Moya. Virus yang menyebar ke seluruh Asia membebani sentimen.

Permintaan fisik emas dari Asia dan Eropa tetap kuat, juga mendukung emas. Pelaku pasar menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis waktu setempat dan pertemuan kebijakan Federal Reserve AS minggu depan.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 73 sen atau 2,83 persen menjadi ditutup pada 26,57 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 18,4 dolar AS atau 1,54 persen menjadi ditutup pada 1.214,7 dolar AS per ounce.

Jutaan Orang di AS Menganggur Karena Takut Kembali Kerja

Setelah lebih dari satu tahun bertahan dari pandemi corona, jutaan orang Amerika Serikat (AS) masih menganggur. Padahal, ekonomi mulai dibuka kembali.

Ternyata pengusaha masih memiliki tantangan lain, yakni kesulitan untuk mencari pegawai. Dilansir dari AFP, pasalnya sebagian orang Amerika yang menganggur menahan diri untuk masuk kembali ke dunia kerja.

"Ini adalah paradoks untuk krisis covid. Kami melihat beberapa bulan mendatang ada ketidakseimbangan antara pembukaan pekerjaan dan permintaan," Gregory Daco, Kepala ekonom AS dari Oxford Economics, Rabu (21/4).

Ekonomi AS telah mulai pulih karena vaksin covid-19 yang memungkinkan bisnis kembali normal. Perusahaan mulai merekrut untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Sayangnya, analis melihat tidak semua pekerja yang menganggur siap untuk kembali ke pekerjaan mereka.

"Masalah utamanya adalah saat ini masih pandemi, dan ada kekhawatiran besar di antara pencari kerja tentang kesehatan dan keselamatan di tempat kerja," kata Julia Pollak, ekonom situs pencari kerja ZipRecruiter.

Seperempat populasi AS telah divaksinasi penuh, jauh di atas Eropa dan banyak negara ekonomi besar lainnya. Namun, tiga perempat warga tetap berisiko tertular covid-19.

Pandemi corona menghilangkan 22 juta pekerjaan di ekonomi terbesar dunia. Namun, lebih dari setengahnya yakni 14 juta telah kembali.

Sayangnya, hampir 17 juta orang masih menerima bantuan pengangguran dari pemerintah, termasuk pekerja mandiri, dan banyak yang bekerja paruh waktu karena mereka tidak dapat mendapatkan pekerjaan penuh waktu.

Daco mengatakan kekurangan pekerja terlihat di berbagai sektor, termasuk beberapa yang paling terpukul oleh gelombang PHK, seperti ritel, layanan makanan, perhotelan, dan hiburan.

Dalam survei bisnis AS yang dilakukan antara akhir Februari dan awal April, Federal Reserve mencatat perekrutan karyawan tetap menjadi tantangan, terutama untuk pekerja dengan upah rendah atau per jam.

Pollak pun mengatakan beberapa pekerja juga takut jika mereka mengambil pekerjaan, mereka akan dipecat lagi.

"Banyak orang mengalami PHK sebagai pukulan yang sangat berat. Mereka tidak terburu-buru untuk kembali ke posisi rentan, terutama karena manfaat yang diperpanjang dan diperluas memberi mereka sedikit waktu," kata Pollak.

Militer AS: Korea Utara tetap jadi tantangan keamanan bagi Amerika Serikat

Karena itu, Dickinson menekankan, AS harus terus berinvestasi dan mengembangkan kemampuan untuk tetap berada di depan musuh seperti Korea Utara.

"Salah satu cara musuh yang kurang berkembang ini berusaha untuk melompati atau meniadakan keunggulan kami adalah dengan memanfaatkan kemampuan yang tersedia secara komersial," ungkapnya.

"Kemampuan ini memberi mereka dukungan militer yang sebagian efektif membantu mereka menavigasi, mengumpulkan intelijen, berkomunikasi, dan sebaliknya mencapai kompetensi yang hingga saat ini merupakan bidang eksklusif dari kekuatan luar angkasa yang lebih maju," imbuh dia.

Richard menambahkan, AS akan terus bekerja dengan sekutu untuk melakukan denuklirisasi Korea Utara secara diplomatis.

"USSTRATCOM mendukung upaya Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri AS untuk berkoordinasi dengan mitra regional, mengurangi ketegangan militer, dan melakukan upaya diplomatik untuk mencapai denuklirisasi lengkap Korea Utara," katanya.

Polisi AS Tembak Mati Gadis Kulit Hitam

Polisi Colombus, Ohio, Amerika Serikat menembak seorang gadis remaja kulit hitam hingga meninggal dunia pada Selasa (20/4).

Pihak berwenang dan keluarga gadis tersebut menuturkan polisi terpaksa menembak setelah mendapat laporan terkait upaya penikaman.

Setelah merilis video CCTV petugas, Kepala Kepolisian Colombus, Michael Woods, mengatakan personelnya melontarkan tembakan setelah menerima panggilan darurat 911 dari seseorang yang melaporkan percobaan penikaman.

 

Video menunjukkan bahwa ketika polisi tiba di sebuah rumah keadaan sudah kacau. Beberapa orang berada di halaman depan dan seorang perempuan remaja terlihat mengacungkan apa yang tampak seperti pisau sedang berupaya menyerang seorang perempuan lainnya.

Dikutip Reuters, pihak berwenang menggambarkan remaja yang ditembak mati itu sebagai gadis berusia 15 tahun. Sementara itu, anggota keluarga remaja itu menyebutkan gadis tersebut bernama Makiyah Bryant berusia 16 tahun.

Sementara itu, perempuan yang bertengkar dengan Makiyah dikabarkan merupakan bibinya, Hazel Bryant.

Seorang petugas polisi kemudian menembak remaja tersebut dan jatuh di dekat mobil yang terparkir di halaman rumah. Video memperlihatkan benda seperti pisau dapur tergeletak di trotoar dekat remaja itu tertembak dan jatuh.

Di sisi lain, kepolisian tidak merilis identitas petugas yang menembak mati remaja tersebut. Namun, Woods mengatakan sang petugas akan "di bawa keluar dari tempat kejadian" dan menunggu penyelidikan.

Woods mengatakan Biro Investigasi Kriminal Ohio (BCI) telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut.

Dia dan direktur keselamatan publik Colombus, Ned Pettus, Jr., meminta warga untuk tetap tenang menanggapi kejadian itu di saat penyelidikan berlanjut dan fakta terungkap.

Woods menuturkan kejadian yang menimpa remaja tersebut sebagai hilangnya nyawa yang "menghancurkan".

"Tanggapan yang cepat dan segera tidak dapat mengorbankan jawaban yang akurat," kata Pettus dalam konferensi pers dengan Woods dan Wali Kota Andrew Ginther.

"BCI akan melakukan penyelidikan independen sepenuhnya, yang akan dipublikasikan. Jika ada pejabat yang melanggar kebijakan atau hukum, jika ada, mereka akan dimintai pertanggungjawaban," ujarnya menambahkan

Sementara itu Ginther mengatakan dari tinjauan awal rekaman CCTV, petugas yang melepaskan tembakan "mengambil tindakan untuk melindungi gadis muda lain di komunitas kami."

"Tapi gadis muda lain masih belum pulang malam ini," katanya menambahkan.

"Saya meminta semua orang untuk berdoa untuk perdamaian. Malam ini kami berdoa untuk keluarga ini, kami berdoa untuk kota ini, dan kami berdoa untuk tetangga kami, "kata Ginther.

Penembakan ini terjadi bertepatan dengan keputusan pengadilan AS yang menyatakan Derek Chauvin, mantan perwira polisi Minneapolis, divonis bersalah atas pembunuhan pria kulit hitam, George Floyd.

Chauvin terancam hukuman hingga 40 tahun penjara.

Chauvin didakwa atas kematian Floyd pada 25 Mei 2020 karena mencekik leher Floyd hingga sesak napas dan meninggal dunia.

Iran Ingatkan Eropa dan AS Tidak Buat Permintaan Aneh Soal Kesepakatan Nuklir

 Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, pembicaraan di Wina, Austria untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran berjalan mulus. Namun, Araqchi mengingatkan Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk tidak membuat permintaan tidak masuk akal, yang bisa membuat pembicaraan itu berakhir seketika.

Araqchi mengatakan, bahwa dia menilai tren pembicaraan saat ini di Wina sebagai sebuah kemajuan, terlepas dari kesulitan dan tantangan yang ada.

"Delegasi Iran akan menghentikan pembicaraan setiap kali proses negosiasi mengarah pada tuntutan yang tidak masuk akal, membuang waktu dan tawar-menawar yang tidak rasional," kata Araqchi.

"Terlalu dini untuk menilai hasil atau untuk mengatakan apakah kami optimis atau pesimis, tapi kami pikir kami berada di jalur yang benar," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (21/4/2021).

Sebelumnya, Presiden AS, Joe Biden juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengetahui apakah pembicaraan Winaakan berhasil menghidupkan kembali kesepakatan nuklir.

Biden mengatakan, AS tidak berpikir bahwa pembicaraan itu sama sekali membantu, karena Iran terus meningkatkan pengayaan uranium. Ini adalah sebuah langkah yang diambil sebagai tanggapan terhadap sabotase pada fasilitas nuklir yang diyakini telah dilakukan oleh Israel.

"Meski demikian, kami tetap senang bahwa Iran terus setuju untuk terlibat dalam diskusi. Saya pikir itu terlalu dini untuk membuat penilaian seperti apa hasilnya nanti, tapi saya pikir kita masih berbicara," ucapnya.

Rusia Berencana Bangun Stasiun Antariksa Sendiri pada 2025

 Ketika ketegangan meningkat antara Rusia dan sejumlah negara Barat di darat, kepala badan antariksa Rusia mengumumkan pekerjaan telah dimulai di stasiun antariksa miliknya.

Stasiun Antariksa Internasional (ISS) diluncurkan pada 1998 oleh badan antariksa Rusia dan Amerika Serikat (AS). ISS telah dipuji atas kerja sama yang melibatkan banyak negara.

Tetapi pejabat Rusia telah mengindikasikan bahwa mereka dapat menarik diri dari ISS pada 2025.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos mengatakan perjanjiannya dengan mitra internasional akan habis pada 2024.

Keputusan tentang masa depan ISS kemudian akan dibuat terkait kondisi modul teknisnya yang telah "mencapai akhir masa kerja mereka" dan tentang rencana Rusia membangun stasiun antariksanya sendiri.

"Kita tidak bisa mempertaruhkan nyawa (para kosmonot kita). Kondisi saat ini terkait struktur dan logam yang menjadi tua, dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah menuju malapetaka. Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi," ujar Deputi Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov.



“Moskow akan memberikan peringatan yang jujur kepada mitra internasionalnya tentang kepergian kami dari ISS pada 2025," tutur dia.

Muncul sebagai persiapan keputusan itu, Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin memposting video di aplikasi Telegram, menjelaskan, "Modul inti pertama dari stasiun orbital Rusia yang baru sedang dalam pengerjaan, dengan tujuan menyiapkannya untuk diluncurkan pada 2025.”

Rusia baru-baru ini merayakan sejarah kebanggaannya di luar angkasa, menandai peringatan 60 tahun Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang pergi ke orbit.

Selama bertahun-tahun, Rusia memonopoli penerbangan luar angkasa berawak tetapi tahun lalu astronot NASA dibawa ke ISS melalui kapsul SpaceX milik Elon Musk.

Hubungan antara Rusia dan AS serta beberapa negara Eropa juga tegang baru-baru ini.

Duta Besar AS John Sullivan akan kembali ke Washington untuk konsultasi pekan ini, setelah Moskow "merekomendasikan" dia pergi sementara.

Penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan timur Ukraina dan perlakuannya terhadap kritikus terkemuka Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny, telah meningkatkan ketegangan dengan Barat.

“Modul antariksa Rusia, yang sedang dirakit perusahaan Energia, akan menelan biaya sekitar USD5 miliar,” ungkap laporan kantor berita Interfax.

Joe Biden Dilaporkan Setuju Jual Senjata ke Taiwan di Tengah Ancaman China

 Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dilaporkan menyetujui penjualan senjata ke Taiwan , pertama sejak ia menduduki Gedung Putih. Kebijakan ini akan memberikan Taiwan artileri self-propelled sendiri dalam kesepakatan yang diharapkan akan dipenuhi dalam tiga tahun.

Kedutaan de facto AS di Taiwan, Institut Amerika, mengatakan kepada pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen pada bulan Maret bahwa Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) Pentagon akan segera memberi tahu Kongres tentang kesepakatan tersebut, United Daily News melaporkan pada hari Minggu.

"Perjanjian tersebut diharapkan mencakup 40 meriam howitzer self-propelled M109A6 "Paladin" dan peralatan terkait, dengan pengiriman diharapkan secara bertahap antara 2023 dan 2025," kata surat kabar itu, mengutip sumber senior pemerintah yang dinukil Newsweek, Rabu (21/4/2021).

Menjelang sidang legislatif pada hari Senin, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng mengonfirmasi bahwa permintaan negara untuk membeli M109A6 telah berlangsung selama beberapa waktu, menambahkan bahwa Taipei belum menerima pemberitahuan resmi terkait persetujuan dari Washington.

Chiu termasuk di antara pejabat senior Taiwan yang bertemu dengan delegasi AS yang dikirim ke Taipei oleh Presiden Biden pekan lalu. Ia mengatakan diskusi berpusat pada keamanan regional dan kerja sama pasca-pandemi, tetapi kesepakatan senjata tidak disebutkan.

Jika dikonfirmasi, itu akan menjadi penjualan senjata pertama pemerintahan Biden ke Taiwan yang diperintah secara demokratis, setelah mantan Presiden Donald Trump memberikan sanksi 11 kesepakatan senjata ke pulau itu dalam empat tahun masa jabatannya, termasuk enam di tengah peningkatan yang ditandai dalam ketegangan militer di Selat Taiwan.

Menurut United Daily News, diskusi seputar pengadaan M109A6 dimulai selama pemerintahan Trump, tetapi kesepakatan itu ditunda karena komplikasi dalam pengadaan peluru artileri berpemandu M982 Excalibur.

"Swedia, yang mengambil bagian dalam penelitian dan pengembangan senjata presisi 155 mm, menentang penjualan tersebut," tulis surat kabar itu.

Pejabat pemerintahan Tsai yang dikutip dalam laporan itu tidak mengatakan apakah Taiwan akan dapat memperoleh proyektil M982 Excalibur, hanya saja proses pengadaannya sedang berlangsung.

Senjata pendukung M109A6 yang masuk akan ditugaskan ke Angkatan Darat Taiwan dan melengkapi senjata self-propelled M109A2 dan M109A5 yang sudah tua, yang termuda telah beroperasi selama 21 tahun, menurut Central News Agency (CNA) yang didanai pemerintah Taiwan.

Analis militer di pulau itu telah mencatat sistem pengendalian tembakan otomatis superior Paladin, yang memungkinkannya untuk menembakkan peluru pertamanya dalam waktu 60 detik setelah menyiapkan rata-rata delapan peluru per menit.

"M109A6 memiliki jarak tembak efektif antara 15 dan 18 mil tergantung pada muatannya. Sementara itu, proyektil M982 Excalibur yang dipandu GPS dapat menyerang target pada jarak hingga 25 mil," CNA melaporkan.

Menyusul kemenangannya Biden dalam pemilu presiden November lalu, para analis baik di Taipei dan Beijing mengharapkan penurunan yang signifikan dalam penjualan senjata ke Taiwan saat pemerintahan baru AS meninjau kebijakan China.

Meskipun belum dikonfirmasi oleh Pentagon, laporan minggu ini telah menimbulkan respons dari tabloid nasionalistik China, Global Times, yang mengatakan kesepakatan senjata itu akan "menambah bahan bakar ke api" hubungan lintas selat dan AS-China yang sudah tegang.

Desember lalu, DSCA menerbitkan angka yang menunjukkan penjualan militer asing tahunan sebesar USD50,78 miliar untuk tahun fiskal. Taiwan adalah penerima terbesar senjata dan peralatan buatan AS, membeli barang-barang militer senilai USD11,8 miliar pada tahun 2020 — lebih dari dua kali lipat penerima tertinggi kedua, Polandia.

Pejabat pertahanan Taiwan Lee Shih-chiang, yang merupakan kepala perencanaan strategis, mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Senin bahwa negara itu masih dalam proses memperoleh rudal jelajah jarak jauh AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM).

Dengan perubahan melebihi 600 mil, JASSM juga dapat dipasang pada pesawat seperti armada F-16 Taiwan.

Sementara Taiwan melanjutkan pengadaan dan pengembangan senjata konvensionalnya, pemerintah telah menekankan pada kemampuan perang asimetris negara itu, termasuk kapal rudal serang cepat yang lebih kecil dan lebih mobile.

PM India: Gelombang kedua infeksi virus corona datang seperti badai

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, negaranya menghadapi "badai" virus corona baru yang membanjiri sistem kesehatan, dengan rumahsakit di New Delhi akan mulai kehabisan oksigen medis pada Rabu (21/4).

Menurut Modi, pemerintah pusat bekerja dengan otoritas lokal di seluruh negeri untuk memastikan pasokan tempat tidur rumahsakit, oksigen, dan obat anti-virus yang memadai untuk memerangi gelombang besar kedua pandemi virus corona.

“Situasinya bisa dikendalikan sampai beberapa minggu lalu. Gelombang kedua infeksi datang seperti badai," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa, mendesak warga untuk tetap di dalam rumah dan tidak panik.

“Pemerintah pusat dan negara bagian serta sektor swasta bersama-sama berusaha memastikan pasokan oksigen bagi mereka yang membutuhkan. Kami mencoba meningkatkan produksi dan pasokan oksigen di seluruh negeri," ujar Modi, seperti dikutip Al Jazeera.

India saat ini mencatat lebih banyak kasus baru virus korona dibanding negara lain. Pada Senin (19/1), rata-rata tujuh hari untuk infeksi harian baru mencapai 233.000 kasus, menurut Our World in Data.

India melaporkan jumlah kematian harian tertinggi pada Selasa (20/4), dengan sebagian besar negeri Sungai Gangga sekarang memberlakukan lockdown di tengah gelombang penularan kedua yang meningkat pesat.

Kementerian Kesehatan mengatakan, 1.761 orang meninggal dalam satu hari terakhir, meningkatkan angka kematian di India menjadi 180.530, meskipun para ahli percaya jumlah korban sebenarnya di negara itu jauh melebihi statistik resmi.

Penguncian sebagai upaya terakhir

Dalam pidatonya kepada bangsa, Modi mendesak pemerintah negara bagian untuk menggunakan penguncian sebagai upaya terakhir guna menahan penyebaran gelombang kedua infeksi virus corona, bahkan ketika kasus dan kematian melonjak ke rekor tertinggi.

Bela Kim Jong Un, Donald Trump: Saya suka dia dan dia suka saya

Mantan Presiden AS Donald Trump membela hubungan pribadinya yang dekat dengan para pemimpin Rusia dan Korea Utara. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa hubungannya dengan kedua tokoh tersebut sebagai presiden adalah hal yang baik dan bukan hal yang buruk.

Melansir Business Insider, minggu lalu pemerintahan Joe Biden merilis informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Rusia memperoleh data kampanye Trump pada tahun 2016. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang hubungan antara Trump, rekan-rekannya, dan Moskow.

Gedung Putih pada minggu ini juga mengancam untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia jika pemimpin oposisi Alexei Navalny, yang diracuni dengan Novichok tahun lalu, meninggal di penjara.

Namun, Trump menggunakan wawancara berdurasi satu jam dengan Sean Hannity di Fox News untuk menolak semua kritik atas kedekatannya dengan Rusia dan pemimpinnya.

Tentang hubungan pribadinya yang hangat dengan pemimpin Rusia, dia mengatakan kepada Hannity bahwa: "Saya cocok dengan Presiden Putin. Saya menyukainya, dia menyukai saya. Itu hal yang baik, bukan hal yang buruk."

Kelompok hak asasi manusia pada bulan ini memperingatkan bahwa Korea Utara akan segera menghadapi kelaparan di bawah kepemimpinan diktator Kim Jong Un.

Namun, Trump menggunakan wawancaranya dengan Hannity untuk memujinya, mengutip korespondensi pribadi mereka bersama.

"Ketika saya datang, Presiden Obama berkata ... 'masalah terbesar yang kami miliki adalah Korea Utara. Akan ada perang'. Tidak ada perang, kami akur," katanya kepada Hannity.

Dia menambahkan: "(Kim Jong Un) menulis surat untukku. Saya menyukainya, dia menyukai saya. Tidak ada yang salah dengan itu."

Xi Jinping: Dunia harus bekerja sama untuk memerangi pandemi

Di tengah ketegangan antara China dan Amerika Serikat, Xi Jinping mengatakan negara-negara perlu bersatu untuk mengatasi tantangan global, dan menyebutnya sebagai "zaman harapan".

Setelah pidato Xi Jinping, 22 pemimpin dan kepala organisasi internasional berpidato di forum tersebut, banyak yang melakukannya secara virtual. Beberapa di antaranya adalah Pimpinan Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Ngozi Okonjo-Iweala dan Kepala Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia Daren Tang.

Dalam pesan videonya, Halimah mengatakan Covid-19 telah menggarisbawahi pentingnya multilateralisme, dan telah memberi dunia tujuan bersama untuk bersatu.

Adapun Joko Widodo mengatakan, pandemi global adalah ujian apakah negara-negara dapat bekerja sama untuk memenuhi proklamasi yang dibuat selama platform multilateral dan KTT global, terutama di bidang-bidang seperti akses yang setara terhadap vaksin.

Jokowi juga bilang, Asia perlu meningkatkan anggaran kesehatan publiknya, membuat sistem peringatan dan berinvestasi lebih banyak dalam industri farmasi dan biosains.

Ardern dari Selandia Baru juga menyentuh tema desa global, mencatat bahwa perlu untuk memulihkan dan membangun kepercayaan pada lembaga-lembaga internasional yang memungkinkan negara-negara kecil untuk bersuara.

Situasi mencekam! Rusia tembakkan rudal dalam latihan perang di Laut Hitam

Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden membatalkan rencana untuk mengirim dua kapal perang AS ke Laut Hitam ketika Vladimir Putin mengumumkan Selat Kerch akan ditutup untuk kapal perang asing.

AS dan Rusia telah terlibat dalam tindakan balas dendam atas sanksi dan perselisihan diplomatik lainnya.

Pada 15 April, Biden mengumumkan keadaan darurat nasional, dengan mengusir 10 diplomat Rusia dan menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Rusia.

Kanselir Jerman Angela Merkel menganjurkan dialog dengan Rusia pada hari Selasa, menggambarkan situasi dengan Ukraina sebagai situasi yang tegang dan mengkhawatirkan.

Express.co.uk memberitakan, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memperingatkan situasi yang penuh ketidakpastian dengan Moskow dan meminta para pemimpin Barat untuk mempertimbangkan serangkaian sanksi baru.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengirimkan undangan kepada Putin, mendesaknya untuk terlibat dalam pembicaraan damai di wilayah Donbass yang bermasalah di negara itu.

Dalam pesan video singkat, Zelensky berkata: "Tuan Putin, saya siap melangkah lebih jauh dan mengundang Anda untuk bertemu di mana saja di Donbass Ukraina, lokasi di mana sedang terjadi perang."

Bernard Arnault geser Elon Musk dari peringkat kedua terkaya dunia

Tapi itu tidak bertahan lama. Ketika pandemi COVID-19 pecah di China, saham perusahaan yang masuk dalam kelompok barang mewah turun, menjatuhkan Arnault dari peringkat teratas.

Namun permintaan dari konsumen China telah bangkit kembali, dengan penjualan LVMH di Asia, tidak termasuk Jepang, melonjak 86% lebih tinggi pada kuartal pertama dibandingkan dengan tahun lalu.

Secara keseluruhan, pendapatan LVMH naik 32% dari periode yang sama di tahun 2020 dan 8% lebih tinggi dari tahun 2019, didorong oleh permintaan di Asia dan AS.

Pendapatan di Eropa masih merah karena negara-negara di kawasan itu bergulat dengan perintah penguncian yang diperbarui dan kurangnya langkah turis. Jika sebagian besar Eropa keluar dari penguncian dan toko dibuka kembali, kekayaan Arnault mungkin masih terus bertambah. Perhatikan ruang ini.

Masuk gelombang keempat pandemi, Tokyo dan Osaka minta deklarasi keadaan darurat

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan keadaan darurat pada wilayah Tokyo dan Osaka. Berdasarkan laporan NHK yang dikutip Reuters, hal ini dilakukan karena jumlah kasus baru Covid-19 melonjak.

Pemberlakuan keadaan darurat akan memungkinkan otoritas di kedua prefektur tersebut untuk memberlakukan pembatasan guna menghentikan penyebaran infeksi Covid-19.

Dengan ribuan kasus baru yang disebabkan oleh jenis virus yang sangat menular, pemerintah Negeri Matahari Terbit itu diperkirakan akan mengumumkan keadaan darurat di minggu ini untuk ibu kota dan prefektur Osaka, serta prefektur Hyogo dan Kyoto yang berdekatan.

Jika diterapkan di keempat wilayah, tindakan darurat akan mencakup hampir seperempat dari populasi Jepang yang berjumlah 126 juta.

Jepang sejauh ini telah menghindari jenis penyebaran eksplosif dari pandemi yang telah melanda banyak negara Barat, dengan total kasus sejauh ini sekitar 540.000 dan korban tewas sebanyak 9.707.

Tetapi peningkatan infeksi terbaru telah memicu kekhawatiran. Terlebih hal ini terjadi hanya tiga bulan sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo yang direncanakan dan di tengah peluncuran vaksinasi yang lambat.

Pada hari Rabu, Tokyo melaporkan 843 infeksi baru, terbesar sejak 29 Januari ketika keadaan darurat sebelumnya diberlakukan. Jumlah kasus di Osaka telah melampaui kasus di Tokyo dalam beberapa hari terakhir, mencapai rekor 1.351 pada 13 April.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike sedang mempersiapkan untuk meminta periode darurat diumumkan dari 29 April hingga 9 Mei, yang mencakup periode liburan tahunan Jepang atawa 'Golden Week'.

Osaka, yang menjadi episentrum gelombang keempat pandemi, meminta keadaan darurat baru pada Selasa, berusaha membatalkan atau menunda semua acara besar untuk membatasi pergerakan orang.

Prefektur Hyogo, yang menjadi rumah bagi kota Kobe, melaporkan rekor 563 kasus baru Covid-19 baru hari ini dan membuat status permintaan darurat-nya sendiri secara resmi. Tindakan kuasi darurat sudah diberlakukan di 10 dari 47 prefektur Jepang, termasuk wilayah Tokyo dan Osaka.

Pemerintah prefektur Kyoto di Jepang barat juga bersiap untuk meminta deklarasi darurat, lapor kantor berita Jiji.

Deklarasi baru akan menandai keadaan darurat penuh ketiga di Jepang sejak epidemi dimulai. Total kerugian ekonomi dari keadaan darurat baru di tiga wilayah akan menjadi mencapai 1,156 triliun yen setara US$ 10,71 miliar, kata Institut Riset Nomura dalam sebuah laporan.

Kekhawatiran tentang langkah-langkah penguncian yang diperluas - dan lambatnya vaksinasi - menyebar ke investor, dengan saham Jepang diperdagangkan melemah tajam dan indeks acuan Nikkei ambles 2%.

Pada hari Rabu, juru bicara utama pemerintah Jepang, Katsunobu Kato, mengulangi sikap pemerintah bahwa mereka akan mempertimbangkan setiap permintaan untuk deklarasi keadaan darurat "dengan cepat", tanpa merinci kerangka waktu.

Sementara itu, Pfizer Inc akan menandatangani kontrak bulan ini untuk memasok tambahan 50 juta dosis vaksin ke Jepang pada bulan September mendatang.

Perdana Menteri Yoshihide Suga sedang dalam pembicaraan dengan CEO Pfizer Sabtu lalu untuk mendapatkan lebih banyak dosis vaksin selama kunjungan ke Amerika Serikat.

Seiring dengan kontrak yang ada dengan Pfizer dan Moderna Inc, yang vaksin Covid-19-nya sedang ditinjau oleh regulator domestik, itu akan cukup untuk semua populasi orang dewasa Jepang.

Juru bicara pemerintah Kato menolak berkomentar tentang jumlah dosis tambahan Pfizer. Perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.