• Blog
  • News  Forex,  Index & Komoditi ( Rabu, 21 April  2021 )

News  Forex,  Index & Komoditi ( Rabu, 21 April  2021 )

Wall Street melemah, lonjakan virus pukul saham perjalanan dan energy

Wall Street melemah untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena lonjakan global dalam kasus virus corona memukul saham-saham terkait perjalanan dan energi, serta investor berubah pikiran tentang laba bank-bank besar AS yang tampak luar biasa minggu lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergerus 256,33 poin atau 0,75 persen, menjadi ditutup di 33.821,30 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 28,32 poin atau 0,68 persen, menjadi menetap di 4.134,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir merosot 128,50 poin atau 0,92 persen, menjadi 13.786,27 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing merosot 2,66 persen dan 1,81 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor utilitas terangkat 1,32 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Kansas City Southern melejit 15,2 persen karena prospek perang penawaran setelah Canadian National menawarkan sekitar 30 miliar dolar AS untuk jalan kereta api AS, sekitar lima miliar dolar AS lebih banyak daripada tawaran sebelumnya yang diberikan Canadian Pacific.

Boeing Co jatuh 4,1 persen karena kepergian tak terduga dari kepala keuangannya, kejutan terbaru yang menghantam pembuat pesawat saat berjuang untuk pulih dari pandemi dan krisis 737 MAX.

Investor masuk ke sektor-sektor defensif yang dianggap relatif aman selama masa ketidakpastian ekonomi, mengangkat real estat, utilitas, kebutuhan pokok konsumen dan perawatan kesehatan ketika saham-saham keuangan dan energi turun tajam.

Saham operator penerbangan dan kapal pesiar termasuk JetBlue Airways, American Airlines, Norwegian Cruise Line dan Carnival Corp, yang terpukul tahun lalu selama lockdown tetapi baru-baru ini naik karena harapan pembukaan kembali, turun lebih dari 4,0 persen.

JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp, Citigroup Inc dan Wells Fargo & Co memimpin penurunan saham keuangan karena analis menilai kembali laporan laba mereka, kata Dick Bove, analis riset senior di Odeon Capital Group.

Perubahan akuntansi tentang bagaimana melaporkan jumlah cadangan pinjaman membengkakan angka-angka jika dibandingkan dengan tahun lalu, katanya.

"Orang-orang berasumsi bahwa ini adalah kuartal gangbuster untuk industri perbankan, padahal itu jauh dari kebenaran," kata Bove, menambahkan keuntungan paruh kedua diperkirakan akan sangat kuat.

Beberapa optimisme baru-baru ini tentang industri perjalanan juga telah memudar karena pembukaan kembali mungkin memakan waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan, kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles.

“Kami belum keluar dari masalah dalam hal virus COVID dan menuju ke tempat ekonomi global dibuka kembali,” katanya. Beberapa dari antusiasme itu telah berkurang.

Seorang ahli epidemiologi terkemuka di Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada Senin (19/4/2021), kenaikan terbaru infeksi COVID-19 di seluruh dunia mencerminkan peningkatan di antara semua kelompok umur.

United Airlines Holdings Inc mencatat penurunan terbesar, jatuh 8,5 persen pada S&P 500 setelah melaporkan kerugian bersih yang disesuaikan lebih besar dari perkiraan dan mendorong indeks maskapai S&P 1500 anjlok 4,6 persen.

Saham penyedia layanan streaming video Netflix Inc, yang berkembang pesat selama penguncian tahun lalu, turun 0,9 persen menjelang laporan keuangannya setelah bel penutupan.

Analis memperkirakan laba kuartal pertama dari perusahaan S&P 500 melonjak 31,5 persen dari setahun sebelumnya, menurut data Refinitiv IBES.

Wall Street mencapai rekor tertinggi pekan lalu karena investor bertaruh pada saham-saham seperti industri dan penambang yang dipandang mendapat manfaat dari rebound ekonomi, sementara saham teknologi bernilai tinggi mendapatkan kembali dukungannya setelah penurunan imbal hasil obligasi.

Bursa Asia tergelincir akibat lonjakan kasus corona, saham Jepang jatuh hampir 2%

Bursa saham Asia-Pasifik turun pada perdagangan Rabu (21/4) pagi. Lonjakan kasus virus corona di negara-negara seperti India membebani prospek ekonomi dan sentimen investor.

Di Jepang, Nikkei 225 turun 1,69% pada awal perdagangan dan indeks Topix tergelincir 1,71%. Kospi Korea Selatan merosot 0,7%.

Saham di Australia juga turun karena S & P / ASX 200 turun 0,59%. Data penjualan ritel awal Australia untuk Maret diharapkan pada pukul 9:30 pagi HK / SIN.

Melansir CNBC, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,33% lebih rendah.

Saham maskapai penerbangan turun, dengan Qantas Airways di Australia turun 1,8% dan Japan Airlines dan ANA Holdings di Jepang masing-masing turun 0,89% dan 1,08%.

Kerugian terjadi setelah saham penerbangan di Amerika Serikat (AS) jatuh semalam. Saham United Airlines anjlok lebih dari 8% setelah perusahaan melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut. CEO Scott Kirby mengatakan masih belum jelas kapan perjalanan internasional dan bisnis akan pulih.

Pasar saham India tutup pada hari Rabu untuk hari libur. Situasi virus corona di negara itu tetap parah, dengan 259.170 infeksi harian baru terdaftar pada hari Selasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa tingkat infeksi Covid global mendekati level tertinggi yang pernah ada.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average turun 256,33 poin menjadi 33.821,30 sedangkan S&P 500 turun 0,68% menjadi 4.134,94. Indeks Nasdaq merosot 0,92% menjadi 13.786,27.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap rekan-rekannya, berada di 91,21 menyusul penurunan dari atas 91,6 awal pekan ini.

Yen Jepang diperdagangkan pada 108,08 per dolar, masih lebih kuat dari level di atas 109,2 melawan greenback yang terlihat minggu lalu.

Dolar Australia berpindah tangan pada US$ 0,7723, lebih rendah dari level di atas US$ 0,777 yang terlihat kemarin.

Harga minyak tergelincir pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan harga minyak mentah Brent turun 0,44% menjadi US$ 66,28 per barel. Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 0,49% menjadi $ 62,36 per barel.

Xi Jinping: Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni

Presiden China, XI Jinping, mencoba menegaskan kembali pentingnya keadilan bagi seluruh umat manusia dalam pidatonya di Boao Forum for Asia hari Selasa (20/4).

Dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip Reuters, Xi mengatakan bahwa sistem pemerintahan global harus dibuat lebih adil. Ia berharap aturan yang ditetapkan oleh satu negara atau beberapa negara tidak dapat diterapkan pada negara lain.

"Membangun penghalang dan mendorong pemisaan akan merugikan orang lain dan tidak menguntungkan siapa pun," kata Xi.

China telah sejak lama menginginkan reformasi pemerintahan global, di mana perspektif dan nilai dari banyak negara tercermin, bukan hanya beberapa negara besar saja.

China yang saat ini bisa dibilang sebagai salah satu kekuatan besar global, telah berulang kali pula terlibat perselisihan dengan rivalnya, Amerika Serikat. Bagi China, AS dianggap terlalu sering ikut campur dalam masalah negara lain, mulai dari urusan ekonomi, pertahanan, hingga hak asasi manusia.

Beberapa tahun belakangan China merasa jadi korban dari upaya AS untuk memperluas hegemoninya. Perang dagang, sengketa Laut China Selatan, hingga kasus HAM di Xinjiang merupakan beberapa titik singgungan kedua negara.

Secara tegas Xi mengatakan bahwa dunia saat ini membutuhkan keadilan, bukan hegemoni dari satu atau beberapa negara berkuasa.

"Dunia menginginkan keadilan, bukan hegemoni. Sebuah negara besar harus terlihat seperti negara besar dengan menunjukkan bahwa ia memikul lebih banyak tanggung jawab," ungkap Xi, seperti dikutip Reuters.

Dilansir dari Xinhua, Xi juga mengatakan bahwa China tidak akan pernah mencari hegemoni, ekspansi, atau perluasan pengaruh, tidak peduli seberapa kuatnya mereka bertumbuh. Sejalan dengan itu, China juga tidak akan ikut serta dalam perlombaan senjata.

Pernyataan tegas Xi ini keluar setelah Presiden AS, Joe Biden, dan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, melakukan pertemuan tatap muka di Gedung Putih. Dalam pertemuan langsung pertama kedua pemimpin negara tersebut, China jadi salah satu agenda pembahasan terpenting.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin prihatin tentang situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan wilayah Xinjiang China. AS yakin China telah melakukan genosida terhadap Muslim Uighur. Tentunya, pernyataan tersebut dibantah dengan keras oleh China.

Kasus mingguan Covid-19 global tembus 5,2 juta, tertinggi sejak pandemi

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, kasus baru Covid-19 meningkat selama delapan minggu berturut-turut, dengan lebih dari 5,2 juta infeksi.

"Terbanyak dalam satu minggu sejauh ini (sejak pandemi bergulir)," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (19/4), seperti dikutip dari laman resmi WHO.

Sementara kematian akibat Covid-19, dia bilang, meningkat selama lima minggu berturut-turut, dan total lebih dari 3 juta kematian kini telah dilaporkan ke WHO.

Menurut Tedros, butuh waktu sembilan bulan untuk mencapai satu juta kematian akibat Covid-19, lalu empat bulan mencapai dua juta, dan tiga bulan mencapai tiga juta.

"Angka yang besar bisa membuat kita mati rasa. Tapi, masing-masing dari kematian ini adalah tragedi bagi keluarga, komunitas, dan bangsa," ujarnya.

Tedros mengungkapkan, infeksi dan rawat inap di antara orang berusia 25 hingga 59 tahun meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan.

"Mungkin sebagai akibat dari varian yang sangat mudah menular dan peningkatan pembauran sosial di antara orang dewasa yang lebih muda," sebut dia.

Hanya sejatinya, Tedros mengatakan, kita memiliki alat untuk mengendalikan pandemi Covid-19 dalam hitungan bulan, jika  menerapkannya secara konsisten dan adil.

Yakni, langkah-langkah protokol kesehatan, termasuk memakai masker, menjaga jarak fisik, menghindari keramaian, dan rajin mencuci tangan.

Semakin tegang, 150.000 pasukan Rusia berjaga di perbatasan Ukraina

Pengerahan pasukan Rusia tahun ini disebut jadi yang terbanyak sejak tahun 2014 saat Rusia menginvasi Krimea. Kepala urusan luar negeri Uni Eropa melaporkan ada 150.000 pasukan Rusia telah bersiap di perbatasan.

Berbicara dalam konferensi pers, Josep Borell mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan semua jenis perlengkapan di perbatasan, termasuk layanan kesehatan dan urusan peperangan.

Untuk saat ini Borell tidak bisa merinci dengan pasti jumlah pasukan yang ada di perbatasan, namun ia menyebut bahwa angka 150.000 adalah jumlah yang masuk akal.

"Ini adalah penyebaran pasukan tertinggi yang dilakukan militer Rusia di perbatasan Ukraina yang pernah ada. Jelas, ini adalah masalah yang memprihatinkan. Saat Anda mengerahkan banyak pasukan, percikan api bisa melompat ke sana-sini," ungkap Borell, seperti dikutip Euronews.

Hubungan antara Rusia dan Ukraina semakin memburuk setelah Rusia mengusir seorang diplomat Ukraina yang dituduh menerima informasi rahasia.

Sebagai balasan, Ukraina juga mengusir seorang diplomat Rusia. Aktivitas saling usir ini juga terjadi bersamaan dengan penambahan jumlah pasukan Rusia di perbatasan timur Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengklaim peningkatan militer adalah tanggapan atas adanya ancaman dari NATO. Pekan lalu Shoigu mengatakan bahwa penempatan pasukan di wilayah tersebut dalah bagian dari latihan selama dua minggu.

DI sisi lain, Kepala NATO, Jens Stoltenberg, secara tegas menggambarkan pengerahan itu sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan sangat mengkhawatirkan.

Penambahan pasukan juga terjadi di laut

Pada hari Sabtu (17/4), dua kapal pendarat kelas Ropucha Rusia dari Armada Utara Rusia, yang mampu membawa tank dan mengirimkan baju besi dan pasukan selama serangan pantai, melakukan transit di Bosphorus.

Bala bantuan angkatan laut Rusia dalam bentuk dua kapal pendarat lagi, kali ini dari Armada Baltik Rusia, diperkirakan akan segera transit di Bosphorus.

Kantor berita RIA pada hari Sabtu juga melaporkan bahwa 15 kapal kecil dari armada Kaspia Rusia telah menyelesaikan transfer mereka ke Laut Hitam sebagai bagian dari latihan.

Reuters mengabarkan, sebuah kapal yang membawa truk logistik dan peralatan untuk pasukan NATO di Rumania transit di Bosphorus pada Jumat (16/4) malam.

Hari Senin (19/4), Korps marinir Armada Laut Hitam Rusia mengadakan latihan instensif. Korps yang ditempatkan di Krimea dan Wilayah Krasnodar menggunakan perangkat keras militer dan kapal serbu amfibi besar untuk latihan tempur.

"Pada tahap awal latihan, infanteri marinir membentuk konvoi perangkat keras tempur dan melakukan pawai ke daerah pemberangkatan kapal serbu amfibi besar Tsezar Kunikov, Azov, dan Saratov," kata Korps Marinir Armada Laut Hitam Rusia.

Pada tahap latihan berikutnya, tim tempur dari kapal serbu amfibi besar akan mengirimkan tembakan artileri terhadap target pesisir musuh yang akan mendahului serangan laut di pantai tempat latihan tempur Armada Laut Hitam.

Rusia Dituduh Siapkan Serangan Besar-besaran untuk Rebut Pasokan Air Ukraina

 Rusia dituduh sedang menyiapkan serangan besar-besaran dari darat dan laut di perbatasan wilayah selatan. Menurut orang dalam militer Kiev, serangan akan diluncurkan dari Crimea untuk merebut pasokan air Ukraina .

"Militer Ukraina menangani kapal-kapal ini dengan sangat serius," kata seorang sumber militer senior Ukraina kepada The Mirror yang dilansir Selasa (20/4/2021).

"Kami memperkirakan salah satu skenario Rusia bisa menjadi serangan amfibi dan udara dari Crimea yang diduduki untuk merebut fasilitas pasokan air di Ukraina selatan untuk menyediakan air ke Crimea," ujarnya.

Laporan media Ukraina mengatakan krisis air terjadi di Crimea sejak Rusia secara ilegal menduduki semenanjung itu pada tahun 2014. Selama berbulan-bulan, Ukraina memasok air ke kota-kota di Crimea.

Untuk sebagian besar wilayah, penduduk setempat hanya bisa mendapatkan air selama enam jam sehari—tiga jam di pagi hari dan tiga jam di malam hari.

Krisis terjadi pada tahun 2014 ketika otoritas Ukraina memblokir Terusan Crimea Utara yang telah memasok lebih dari 85 persen air di kawasan itu.

Pemerintah Rusia belum berkomentar terkait tuduhan merencanakan serangan besar-besaran dan krisis air di Crimea.

Sementara itu, diplomat utama Uni Eropa mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengerahkan lebih dari 150.000 tentara di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina.

Klaim itu muncul setelah gambar satelit menunjukkan ribuan tentara Rusia dan kendaraan lapis baja bersiap untuk menyerang dari pangkalan di Crimea.



Perwakilan tinggi urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memperingatkan "percikan api" dapat memicu perselisihan menjadi perang skala penuh.

"Ini adalah penempatan militer tertinggi tentara Rusia di perbatasan Ukraina yang pernah ada," katanya dalam pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa.

"Sudah jelas bahwa ini menjadi masalah ketika kamu mengerahkan banyak pasukan. Nah, 'percikan api' bisa melompat ke sana-sini."

"Lebih dari 150.000 tentara Rusia berkumpul di perbatasan Ukraina dan di Crimea. Risiko eskalasi lebih lanjut terbukti," paparnya.

Borrell mengatakan penumpukan pasukan itu termasuk rumah sakit lapangan dan berbagai persenjataan.

Dia menolak mengatakan dari mana dia mendapatkan data jumlah 150.000 tentara Rusia, yang lebih tinggi dari 110.000 yang diperkirakan oleh Menteri Pertahanan Ukraina Andriy Taran pekan lalu.

Pemimpin Baru Partai Komunis Kuba Pewaris Castro

 Pergeseran kekuasaan Kuba dari Raul Castro akhirnya terjadi. Hirarki Partai Komunis negara itu pada hari Senin memilih Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel sebagai Sekretaris Pertama partai, menggantikan Raul Castro yang mengundurkan diri pekan lalu.

Sebagai kepala negara dan pemimpin satu-satunya partai politik yang diizinkan oleh undang-undang di negara itu, Diaz-Canel harus memetakan jalan ke depan untuk revolusi Kuba, setelah para komandan gerilya yang merebut kekuasaan pada tahun 1959 meninggal atau pun lanjut usia.

"Kamerad Raul akan dikonsultasikan tentang keputusan strategis terpenting yang paling berpengaruh bagi nasib bangsa kita. Dia akan selalu hadir," kata Diaz-Canal tentang Raul Castro, saat menerima posisi baru sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba, seperti dikutip CNN, Selasa (20/4/2021).

Lahir pada tahun 1960, tahun yang sama saat keluarga Castro menasionalisasi semua properti milik Amerika Serikat (AS) di Kuba, Diaz-Canel tidak memancarkan karisma Fidel maupun otoritas Raul.

Sementara dia melakukan tugas tiga tahun di ketentaraan, tidak seperti duo Castro, Diaz-Canel adalah birokrat yang mendorong pensil daripada seorang revolusioner berseragam hijau zaitun.

Dia dilaporkan akan membuat sejarah sebagai orang Kuba pertama yang memimpin pemerintahan dan partai komunis yang tidak bernama Castro.

Dia mengetahui bagaimana menavigasi birokrasi disfungsional Kuba, dan mungkin terbukti menjadi keterampilan yang lebih penting daripada memimpin sebuah batalion karena banyak dari proposal tanda tangan Raul Castro—mengubah pelabuhan Mariel menjadi pusat manufaktur dan menyatukan dua mata uang Kuba—menjadi terjerat dalam rawa birokrasi yang tampaknya mengganggu setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kuba.

Pemimpin Kuba yang baru telah menjadikan pendakian pangkat dalam sistem yang dijalankan komunis hidupnya bekerja, sambil menikmati dukungan sepenuh hati Raul Castro.

"Diaz-Canel bukanlah buah dari improvisasi tetapi pemilihan revolusioner muda yang dipikirkan matang dengan syarat untuk dipromosikan ke kantor-kantor atasan," kata Raul Castro dalam pidatonya pada hari Jumat di Kongres Partai Komunis, yang diadakan untuk memilih pengganti revolusioner yang menua.

Warisan Castro

Sejak mengambil alih kepresidenan Kuba pada 2018, Diaz-Canel telah mengedepankan citra pemimpin yang lebih muda dan lebih dinamis, yang mem-posting pesan di media sosial dan membaca dari tablet pada pertemuan pemerintah. Kebijakannya, bagaimanapun, sama konservatifnya jika tidak lebih dari kebijakan Raul Castro.

Ini adalah strategi yang bertujuan untuk meyakinkan generasi tua yang masih menduduki posisi politik kunci bahwa dia tidak akan merusak revolusi mereka.

Dia akan membutuhkan dukungan politik untuk mengatasi ketidakpuasan yang meluas atas ekonomi yang merosot, sanksi AS yang meningkat dan kelompok pembangkang anti-pemerintah yang semakin paham teknologi.

Berbicara kepada aktivis oposisi yang dia sebut "lumpen bayaran," Diaz-Called memperingatkan bahwa "kesabaran rakyat ada batasnya."

Beberapa kritikus pemerintah Kuba mengatakan transisi itu benar-benar tabir asap.

"Rezim Castro mencoba membodohi komunitas internasional dengan mengatakan, 'Oh, sekarang Castro tidak lagi berkuasa, sekarang orang baru memegang kendali negara dan benar-benar akan menjalankan negara dengan cara yang berbeda. BS!," kata Maria Elvira Salazar, seorang anggota Kongres Amerika keturunan Kuba yang memenangkan kursi parlemen pada tahun 2020 yang menjanjikan sanksi yang lebih keras terhadap Kuba.

"Castro masih berkuasa," katanya.

Bahkan jika tidak ada anggota keluarga mereka yang memegang posisi kepemimpinan puncak, ada sedikit keraguan bahwa Castro akan terus memiliki pengaruh besar selama pemerintah yang dijalankan komunis dan militer kuat yang mereka bangun tetap utuh.

Pada hari Senin, Jenderal Luis Alberto Rodríguez López-Calleja, menantu Raul Castro, yang mengepalai perusahaan militer besar yang mengontrol hotel milik negara, marina dan proyek infrastruktur, untuk pertama kalinya ditunjuk sebagai Politbiro, eksekutif komite Partai Komunis Kuba.

Raul Castro mengatakan selama bertahun-tahun masa pensiunnya sedang dalam proses.

Tidak seperti kakak laki-lakinya Fidel, yang menjadi kepala negara selama 49 tahun dan berencana untuk tetap menjabat sampai dia meninggal, Raul Castro menerapkan langkah-langkah untuk membatasi presiden Kuba menjadi dua masa jabatan lima tahun dan mengharuskan mereka berusia di bawah 60 tahun pada awal istilah pertama mereka.

Dia akan berusia 90 pada bulan Juni, usia yang sama dengan kakak laki-laki dan mentornya; Fidel Castro, yang meninggal pada 2016.

Setelah penyakit misterius yang memaksa Fidel Castro lengser dari kekuasaan pada tahun 2008, dia terus menulis artikel dan mempertimbangkan setiap kejadian terkini. Sebaliknya, Raul Castro diharapkan tidak menonjolkan diri di masa pensiun.

Sejak mundur dari kursi kepresidenan pada 2018, Raul Castro jarang tampil di depan umum. Selama mereka bersama Miguel Diaz-Canel, dia membiarkan penggantinya yang berbicara.

Dia menghabiskan lebih banyak waktunya di sebuah rumah besar yang dijaga ketat, di lingkungan kelas atas sebelum revolusi Kuba, di kota timur Santiago de Cuba, dekat tempat Fidel Castro dimakamkan.

Ketika CNN mengunjungi Santiago pada tahun 2020, penduduk kota menyebut rumah itu sebagai "punto cero" atau "titik nol", julukan yang sama yang diberikan kepada kediaman kepala negara, tempat Fidel Castro menjalani tahun-tahun terakhirnya di Havana.

Sementara rencana pemakaman untuk Fidel Castro adalah, sebelum kematiannya, menjadi rahasia negara, Raul Castro telah mendirikan sebuah makam atas namanya di samping makam istrinya Vilma Espín, sesama pejuang gerilya yang meninggal pada tahun 2007, dalam panteon untuk kaum revolusioner yang bertarung bersama mereka.

Raul Castro, yang jarang berpidato panjang lebar seperti yang pernah dilakukan kakaknya, memberikan pidato panjang di hari Jumat yang berlangsung lebih dari dua jam.

"Saya akan terus melanjutkan tentara sebagai satu lagi pejuang revolusioner," katanya. "Siap memberikan kontribusi sederhana saya sampai akhir hidup saya."

Eks Jenderal Israel Akui Sulit Menghancurkan Program Nuklir Iran

 - Seorang mantan jenderal Israel pernah membantu menghancurkan program nuklir Irak dan Suriah telah mengakui bahwa menghancurkan program nuklir Iran lebih sulit.

Pensiunan jenderal Amos Yadlin adalah salah satu pilot yang berpartisipasi dalam pemboman pembangkit listrik tenaga nuklir Irak pada bulan Juni 1981 sebagai bagian dari "Operasi Opera".

Saat menjabat sebagai kepala intelijen militer Israel 16 tahun kemudian pada tahun 2007, dia juga membantu merancang "Operasi Orchard", yang menargetkan dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Suriah.

Namun, dalam wawancara dengan CNBC, dia menjelaskan bahwa menangani program nuklir Iran sangat berbeda. Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah elemen kejutan.

"Saddam dan Assad terkejut," katanya. "Iran telah menunggu serangan ini selama 20 tahun," katanya lagi.

Selain itu, program Irak dan Suriah terletak di satu wilayah sementara Iran jauh lebih dibentengi dan tersebar di lusinan situs di seluruh negeri, yang akan membuat upaya serangan terhadap program nuklirnya menjadi jauh lebih kompleks.

Lebih lanjut, Yadlin menekankan bahwa badan-badan intelijen tidak memiliki data intelijen yang memadai mengenai semua situs, beberapa di antaranya dilaporkan tersembunyi di bawah tanah dan di daerah pegunungan.

"Iran telah belajar dari apa yang telah kami lakukan tetapi kami juga telah belajar dari apa yang telah kami lakukan dan sekarang kami memiliki lebih banyak kemampuan," paparnya, yang dilansir kemarin (19/4/2021).

Pernyataan Yadlin muncul ketika pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden terus mempertimbangkan pilihannya dengan Iran untuk kembali ke kesepakatan nuklir 2015 yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Saat ini, Washington dan Teheran menunggu satu sama lain untuk membuat langkah dan konsesi pertama.

"Kesepakatan pertama terbukti menjadi masalah, lihat seberapa cepat mereka bergerak," kata Yadlin, mengacu pada langkah Iran baru-baru ini untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen yang signifikan, yang merayap menuju tingkat kelas militer 90 persen.

"Mereka bisa memiliki cukup uranium yang diperkaya untuk menghasilkan dua atau tiga bom dengan cepat."

Sebuah rencana untuk menyerang dan menghancurkan program nuklir Iran, tampaknya hanya satu opsi yang tersedia untuk Israel.

Menurut CNBC, yang mengutip ahli strategi militer Israel, opsi lain termasuk mendorong perjanjian yang lebih kuat antara Iran dan penandatangan kesepakatan nuklir, menggunakan sanksi dan diplomasi untuk terus menekan Iran, serta menggunakan serangan rahasia dan tindakan klandestin seperti serangan siber.

Bahkan dilaporkan ada opsi untuk mencoba perubahan rezim di Iran dengan memicu sentimen anti-pemerintah dan memanfaatkan elemen oposisi. Namun, itu dilaporkan sebagai strategi yang paling sulit karena besarnya kekuatan dan pengaruh yang dimiliki ulama Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di dalam negeri.

AS: Rencana Rusia Memblokir Laut Hitam adalah Eskalasi Tanpa Alasan

 Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) menuding rencana Rusia memblokir sebagian Laut Hitam adalah "eskalasi tanpa alasan".

Tindakan Rusia itu dapat memengaruhi akses ke berbagai pelabuhan Ukraina.

Media pemerintah Rusia melaporkan Moskow bermaksud menutup sebagian Laut Hitam untuk militer asing dan kapal resmi asing selama enam bulan.

Langkah seperti itu dapat memengaruhi akses ke berbagai pelabuhan Ukraina di Laut Azov, yang terhubung ke Laut Hitam melalui Selat Kerch, di ujung timur semenanjung Krimea yang dicaplok Rusia pada 2014.

"Ini mewakili eskalasi lain yang tidak beralasan dalam kampanye berkelanjutan Moskow untuk merusak dan mengguncang Ukraina," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

“Perkembangan ini sangat meresahkan di tengah laporan yang kredibel tentang penumpukan pasukan Rusia di Krimea yang diduduki dan di sekitar perbatasan Ukraina, sekarang pada tingkat yang tidak terlihat sejak invasi Rusia pada tahun 2014,” papar dia.

Ketegangan antara Rusia dan Barat telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul peningkatan pertempuran antara tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Moskow telah mengumpulkan puluhan ribu tentara di sepanjang perbatasan utara dan timur Ukraina, serta di Krimea, memicu peringatan dari NATO.

Hubungan Panas, Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Patroli AS

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa jet tempur mereka, MiG-31 berhasil mencegat pesawat patroli Amerika Serikat di atas Laut Barents.

Kantor berita RIA, Senin (19/4) sebagaimana dikutip Reuters melaporkan jet tempur pencegat itu juga menghalau dan mengawal pesawat patroli Norwegia.

Kemhan Rusia mengatakan insiden itu terjadi di perairan utara Swedia, Norwegia, Finlandia dan Rusia.

 

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada The Hill bahwa Departemen Pertahanan telah "mengetahui laporan tersebut".

"Aktivitas mencegat bukanlah hal yang aneh. Sebagian besar dianggap aman. Namun, kami tidak membahas detail interaksi itu sendiri," kata pejabat Pentagon tersebut.

Kantor berita Rusia, Tass, mengatakan pekan lalu jet tempur MiG-31 juga mencegat pesawat pengintai AS di sepanjang timur laut jauh Semenanjung Kamchatka di atas Samudra Pasifik.

Insiden ini terjadi kurang dari sepekan setelah pemerintahan Joe Biden menjatuhkan sanksi dan mengusir 10 diplomat Rusia sebagai balasan atas intervensi Kremlin dalam pemilu 2020 dan serangan siber terhadap Washington. Sebagai balasan, Moskow juga mengusir 10 diplomat AS dari Rusia.

Moskow dalam sebulan terakhir telah meningkatkan kehadiran militernya di wilayah tersebut, terutama di perbatasan dengan Ukraina dan di Laut Hitam. Jet tempur beserta pesawat bomber Rusia terbang di dekat wilayah udara negara itu.

Hubungan Rusia dan Ukraina terus memanas akhir-akhir ini.

Ukraina menuding Rusia mengerahkan banyak pasukan ke dekat perbatasan. Pejabat Ukraina mengatakan setidaknya 41 ribu pasukan telah dikerahkan Moskow ke timur perbatasan dan 42 ribu ke Krimea.

Kondisi itu bisa membuat peperangan antara kedua negara pada 2014 silam kembali terulang.

Perang di kawasan timur Ukraina pecah pada 2014 setelah Presiden Ukraina saat itu, Viktor Yanukovych, yang dekat dengan Rusia tumbang akibat gelombang demo.

Konflik itu dilaporkan menelan korban jiwa lebih dari 13 ribu orang, dan Ukraina juga kehilangan Krimea yang kini diduduki oleh Rusia.

Ukraina lantas meminta bantuan kepada blok Barat melalui Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Amerika Serikat sebagai salah satu sekutu Ukraina menyatakan akan tetap mendukung negara itu menghadapi Rusia.