• Blog
  • Dolar AS Terus Merosot, Simak Penyebabnya

Dolar AS Terus Merosot, Simak Penyebabnya

News Forex, Index &  Komoditi

( Jum’at, 24  Juli  2020 )

Dolar AS Terus Merosot, Simak Penyebabnya

Dolar Amerika Serikat (AS) turun ke level terendah pada Kamis, karena investor terus menjual greenback. Lonjakan kasus corona membuat ekonomi AS sulit.

Dalam perdagangan indeks dolar turun 0,3% atau mencapai level terendah sejak akhir September 2018. Tercatat dolar telah turun 8% sejak mengalami lonjakan permintaan ketika krisis pendanaan.

Sebaliknya, euro naik ke level tertinggi sejak awal Oktober 2018 setelah menembus level USD1,16. Ini merupakan kenaikan dalam lima hari berturut-turut terhadap dolar. Euro menguat usai dana untuk pemulihan ekonomi disetujui.

Kenaikan klaim pengangguran AS pekan lalu menambah tekanan pada dolar. Permintaan dolar pun berkurang karena peningkatan dalam kasus Covid-19 membuat pemulihan ekonomi menjadi lambat. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (24/7/2020).

Meski demikian, dolar sempat menguat. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pemerintah AS akan melindungi stabilitas mata uang. Kemudian, Pejabat Gedung Putih dan para pemimpin Republik Senat AS sedang membahas proposal untuk putaran baru bantuan.

Terhadap yen Jepang, dolar turun 0,37%. Mata uang AS juga turun 0,46% terhadap franc Swiss di 0,9252 franc.

 

 

Bursa Asia Turun Jumat Pagi, Moderna Kalah Gugatan Paten Teknologi Vaksin Covid-19

Mayoritas bursa saham Asia beranjak turun pada Jumat (24/07) pagi kala Cina berjanji akan membalas perintah Amerika Serikat untuk menutup salah satu konsulatnya dan pasar ekuitas di AS jatuh akibat rilis data buruk pasar tenaga kerja.

Indeks Hang Seng turun 0,88% ke 25.040,50 pukul 09.01 WIB dan KOSPI naik tipis 0,09% di 2.218,25 menurut data Investing.com. Selanjutnya, IHSG dibuka melemah 0,30% atau 15,56 poin di 5.129,46 pukul 09.03 WIB dan S&P/ASX 200 turun 1,07% ke 6.029,00.

Selain itu, Shanghai Composite melemah 0,95% di 3.293,48 dan SZSE Shenzhen di Cina turun 0,62% ke 13.576,32 sampai pukul 08.35 WIB.

Melansir Reuters Jumat (24/07) pagi, Cina mengatakan langkah AS menutup konsulatnya di Houston minggu ini telah "sangat merusak hubungan" dan memperingatkannya "harus" membalas tindakan itu, setelah Washington memerintahkan kantornya ditutup kemarin di tengah eskalasi ketegangan yang dramatis antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran tanpa diduga naik 1,416 juta minggu lalu untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan. Ini menunjukkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat terhenti di tengah meningkatnya jumlah kasus-kasus covid-19.

Akibatnya Dow Jones turun 1,31% ke 26,652.33, S&P 500 melemah 1,23% di 3,235.66 dan Nasdaq jatuh 2,29% di 10,461.42 pada penutupan Kamis di Wall Street.

Sementara itu, harga saham Moderna Inc anjlok hampir 10% setelah kalah dalam pengadilan untuk membatalkan hak paten di AS yang dimiliki oleh Arbutus Biopharma yang berpotensi menjadi penghalang bagi upaya Moderna untuk mengembangkan vaksin generasi berikutnya, termasuk vaksin covid-19.

Pengadilan administratif yang dilakukan oleh Kantor Paten dan Merek Dagang AS menolak argumen Moderna bahwa paten Arbutus yang dikenal sebagai paten ‘069 harus dicabut karena menjelaskan konsep yang jelas.

Paten ‘069 berkaitan dengan teknologi nanopartikel lipid (LNP) yang memungkinkan tubuh manusia membuat protein terapeutik sendiri.

Teknologi LNP sangat penting untuk upaya pengembangan vaksin Moderna, dan putusan paten ini dapat menambah tekanan pada perusahaan yang berbasis di Cambridge, Massachusetts itu untuk membayar lisensi atas portofolio paten Arbutus, kata Zachary Silbersher, seorang pengacara paten di New York yang tidak terlibat dalam kasus tersebut.

 

 

Kenaikan harga minyak masih tertahan corona dan konflik geopolitik

 

. Harga minyak menguat tipis di awal perdagangan hari ini setelah kemarin tergelincir. Jumat (24/7) pukul 7.31 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2020 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 41,12 per barel, naik 0,13% dari harga penutupan kemarin.

Harga minyak WTI kemarin merosot 1,98% dari harga US$ 41,90 per barel. Dalam sepekan terakhir, harga minyak WTI tercatat naik 0,91%.

Sejalan, harga minyak Brent pun masih menguat 0,51% dalam sepekan terakhir. Harga minyak Brent untuk pengiriman September 2020 di ICE Futures pagi ini berada di US$ 43,36 per barel, menguat 0,11% dari harga kemarin yang tergerus 2,21%.

Sejumlah katalis negatif menjadi menyebabkan harga minyak sulit naik dari sekitar level saat ini. Kongres Amerika Serikat (AS) masih membahas kesepakatan stimulus. Pembahasan yang dimulai awal pekan ini belum juga membuahkan hasil.

Apalagi, data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran AS masih tinggi dengan klaim pengangguran yang meningkat pada pekan lalu. Ini adalah peningkatan klaim tunjangan pengangguran pertama dalam hampir empat bulan terakhir.

Pada Kamis (23/7), kasus virus corona di AS mendekati 4 juta kasus. "Tren kasus corona kemungkinan akan menghasilkan revisi prediksi pertumbuhan permintaan minyak dari pengamat dalam waktu dekat, termasuk kami, terutama untuk kuartal keempat," kata Bjonar Tonhaugen, head of markets Rystad Energy kepada Reuters.

Permintaan minyak pun bisa tertekan dengan kenaikan tensi geopolitik AS-China. AS memberi waktu 72 jam bagi China untuk menutup konsulat di Houston dengan tuduhan mata-mata. Sementara Kementerian Luar Negeri China mengungkapkan bahwa langkah AS merusak hubungan dan China akan membalas.

 

 

Wall Street Loyo Usai Aksi Jual Saham Teknologi

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berada di zona merah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Investor meninggalkan saham perusahaan teknologi terkemuka, karena laporan pendapatan yang beragam dan tanda meningkatnya pandemi corona dapat memperburuk resesi ekonomi yang dalam.

Aksi jual saham meningkat setelah kelompok pengawas teknologi melaporkan bahwa Apple Inc (AAPL.O) sedang menghadapi penyelidikan perlindungan konsumen di berbagai negara. Indeks S&P 500 pun tergelincir lebih dari 1%, sehingga menghentikan kenaikan beruntun dalam empat hari ini.

Dow Jones Industrial Average turun 353,51 poin atau 1,31% menjadi 26.652,33. S&P 500 kehilangan 40,36 poin atau 1,23% menjadi 3.235,66. Sedangkan Nasdaq Composite turun 244,71 poin atau 2,29% menjadi 10.461,42.

Rata-rata melemahnya saham utama AS tersebut karena jatuhnya saham Apple, Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon (AMZN.O). Apple mengakhiri sesi turun 4,6%. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (24/5/2020).

Dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500, delapan ditutup di zona merah, dengan saham teknologi mencatat penurunan terbesar. Musim pelaporan kuartal kedua berjalan lancar, dengan 113 konstituen S&P 500 telah melaporkan bahwa 77% telah mengalahkan ekspektasi yang sangat rendah.

Microsoft Corp (MSFT.O) turun 4,3%, setelah bisnis cloud computing Azure mengalami penurunan untuk pertama kalinya hingga 50%. Selain itu, saham Tesla Inc (TSLA.O) turun 5,0% karena analis mempertanyakan apakah harga saham produsen mobil listrik cocok dengan kinerjanya.

American Airlines Group Inc (AAL.O) melonjak 3,7% setelah mengumumkan akan kembali menambah jumlah penerbangan pada Agustus dan September. Juga melaporkan kerugian yang disesuaikan per saham sebesar USD7,82.

Twitter Inc (TWTR.N) naik 4,1% setelah melaporkan pertumbuhan pengguna harian tahunan tertinggi..

Investor juga mencerna data Departemen Tenaga Kerja, di mana tercatat kenaikan klaim pengangguran AS yang tak terduga sebanyak 1,416 juta. Jumlah tersebut tidak termasuk penerima Pandemi Unemployment Assistance, yang akan berakhir pada 31 Juli.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul terhadap total kasus virus korona AS yang mencapai 4 juta pada Kamis, dengan rata-rata hampir 2.600 kasus setiap jam.

 

 

 

Yuan melemah lagi, turun 17 basis poin terhadap dolar AS

Yuan China melemah lagi, turun tipis 17 basis poin menjadi 6,9938 terhadap dolar AS pada Jumat, setelah jatuh 203 basis poin menjadi 6,9921 sehari sebelumnya, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS).

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

 

 

 

Saham Hong Kong berbalik turun, indeks HSI dibuka melemah 0,88 persen

Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, berbalik keuntungan sehari sebelumnya, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) melemah 0,88 persen atau 222,24, menjadi diperdagangkan di 25.040,76 poin.

Indeks Hang Seng terangkat 0,82 persen atau 205,06 poin menjadi 25.235,9 poin pada penutupan perdagangan Kamis (23/7), dengan nilai transaksi mencapai 140,57 miliar dolar Hong Kong (sekitar 18,14 miliar dolar AS).

 

 

 

 

Saham Korsel terus melemah, Indeks KOSPI dibuka jatuh 0,44 persen

Saham-saham Korea Selatan (Korsel) dibuka melemah pada Jumat pagi, meneruskan penurunan dua hari sebelumnya dengan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,44 persen atau 9,73 poin, menjadi 2.206,46 poin dalam 15 menit pertama perdagangan. Indeks KOSPI kehilangan 0,56 persen atau 12,47 poin menjadi 2.216,19 poin pada akhir perdagangan Kamis (23/7/2020), dengan volume transaksi mencapai 920 juta saham senilai 16,1 triliun won (13,4 miliar dolar AS).

 

 

AS Tuding China Makin Agresif dan Otoriter

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuding Pemerintah China semakin otoriter di negaranya sendiri. Pernyataan Pompeo membuat ketegangan kedua negara semakin meninggi.

Mengutip AFP, Pompeo mengatakan pemerintah China saat ini adalah tirani baru.

"Hari ini China semakin otoriter di negaranya sendiri," kata Pompeo mengutip AFP, Jumat (24/7).

 

Tak hanya itu, Pompeo pun menuding China semakin agresif terhadap kebebasan yang ada di negara lain. Pemerintah Amerika Serikat sejauh ini belum memberikan penjelasan lebih jauh mengenai pernyataan Pompeo tersebut

"Dan lebih agresif dalam memusuhi kebebasan di mana pun," kata Pompeo.

Ketegangan antara AS dan China semakin meninggi sejak keduanya menyatakan perang dagang. Termutakhir, AS meminta China menutup konsulatnya di Houston.

AS menuding Konsulat China di Houston dijadikan tempat untuk melakukan akitvitas intelijen dan melakukan aktivitas pencurian kekayaan intelektual.

"Bukan hanya kekayaan intelektual Amerika yang dicuri, tetapi juga kekayaan intelektual Eropa yang harus dibayar dengan hilangnya ribuan pekerjaan bagi para pekerja keras di seluruh Eropa dan Amerika, yang dicuri oleh Partai Komunis China," kata Pompeo.

Pemerintah China juga mengklaim kantor kedutaan besar mereka di Washington DC mendapat ancaman teror bom pada Senin lalu.

Seperti dilansir surat kabar Global Times, Kamis (23/7), teror bom dan pembunuhan itu terjadi di kantor biro visa Kedutaan China di Washington. Menurut sumber, kantor itu berkali-kali menerima telepon misterius.

Kedubes China pun sempat menerima surat ancaman pembunuhan, serta sejumlah surat yang ditulis tangan dan dicetak yang berisi penghinaan kepada Partai Komunis China, wabah Covid-19 dan berbagai isu lain.

Akibat kejadian itu, Kedubes China memutuskan memperketat pengamanan.

 

Telepon Putin, Trump Bahas Lomba Senjata dengan Rusia-China

Presiden Donald Trump mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Amerika Serikat ingin menghindari perlombaan senjata dengan Rusia dan China.

Hal itu diungkapkan Trump saat berbicara lewat telepon dengan Putin seperti diungkapkan Gedung Putih.

"Trump menegaskan kembali harapannya untuk menghindari perlombaan senjata antara China, Rusia, dan Amerika Serikat, juga berharap tercapai negosiasi pengendalian senjata yang akan datang di Wina," kata juru bicara Gedung Putih, Kamis (23/7) seperti dikutip dari AFP.

Washington dan Moskow tengah mempersiapkan negosiasi baru pengganti perjanjian START yang mengatur persenjataan nuklir kedua negara.

Trump sebelumnya berkeras melibatkan China dalam diskusi New START, perjanjian pembatasan penggunaan hulu ledak nuklir di Wina. Namun upaya itu gagal dilakukan.

China menolak bergabung dalam pembicaraan karena menganggap persenjataannya jauh lebih kecil daripada AS dan Rusia.

Sementara itu Kremlin mengungkapkan kedua pemimpin mengakui pentingnya dilakukan pembicaraan bilateral tentang stabilitas strategis dan kontrol senjata.

Mereka juga membahas perkembangan program nuklir Iran dan menggarisbawahi perlunya tindakan kolektif untuk menghadapi masalah tersebut.

AS menarik diri secara sepihak dari perjanjian nuklir dengan Iran yang ditandatangani pada 2015.

Trump berkilah bahwa kesepakatan yang dibuat pada era Barack Obama itu tidak menyinggung soal program misil, aktivitas nuklir melampaui 2025, maupun terkait konflik Yaman dan Suriah.

AS menduga Iran memanfaatkan program nuklir untuk meningkatkan kemampuan senjata.

 

WHO Sebut Vaksin Covid-19 Tak Akan Tersedia hingga Awal 2021

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin virus corona belum bisa digunakan setidaknya hingga awal 2021.

Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO, Mike Ryan mengungkapkan vaksin virus corona belum bisa tersedia secara massal hingga awal tahun meski pengembangan vaksin menunjukkan kemajuan.
  
"Kita bisa mempersingkat waktu, tapi secara realistis (pengujian vaksin membutuhkan waktu hingga) awal tahun depan sebelum orang-orang bisa divaksinasi," kata Ryan, Rabu (22/7) seperti dikutip dari situs resmi WHO.

Selain itu, Ryan menyebut WHO harus memastikan bahwa vaksin harus terbukti aman dan efektif sebelum didistribusikan kepada khalayak umum.
 
Jika nantinya vaksin tersedia, dia menilai efektivitasnya tidak akan mencapai 100 persen.
 
"Vaksin tidak pernah 100 persen efektif (menangkal virus). Kita harus menunggu dan melihat seberapa efektif vaksin (yang ditemukan) dan berapa lama (durasi) perlindungannya," ucap dia.

Sebelumnya dalam media briefing WHO pada Senin (20/7), Ryan mengatakan hingga kini pengembangan vaksin menunjukkan kemajuan yang baik. Sejauh ini sudah ada 23 calon vaksin sedang dalam tahap pengembangan klinis.
 
Dia juga mengapresiasi vaksin yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca. Sejauh ini, vaksin tersebut telah diuji kepada seribu sukarelawan berusia 18-55 tahun dan tidak menunjukkan efek samping yang serius.

"Ini kabar bagus. Secara efektif, kami memiliki 23 calon vaksin dan 23 pengembangan klinis," ujar Ryan.

Virus corona mulai merebak sejak akhir 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Diduga virus itu berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.

Hingga kini Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia dan 631.005 kematian. Sementara lebih dari 9 juta orang dinyatakan sembuh dari Covid-19

 

Capres AS Joe Biden Sebut Trump Presiden Rasis

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, menyebut lawannya, Donald Trump, sebagai presiden pertama yang memperlihatkan sikap rasisme.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (23/7), dalam kampanye virtual yang diorganisir oleh Service Employees International Union.

"Cara dia (Trump) menangani orang-orang berdasarkan warna kulit, asal negara, dan tempat kedatangan mereka adalah hal yang memuakkan," kata Biden.

"Belum pernah ada presiden yang melakukan ini. Belum pernah ada presiden dari Partai Republik yang melakukannya. Tidak ada presiden dari Partai Demokrat yang melakukannya. Kita memiliki seorang rasis dan dia nyata. Mereka mencoba membuatnya terpilih sebagai presiden. Dan dia yang pertama terpilih," lanjut Biden.

Biden juga mengkritik Trump menggunakan isu rasial untuk mengalihkan perhatian dari kegagalannya menangani pandemi Covid-19.

Trump lantas membalas kritik Biden dalam jumpa pers di Gedung Putih pada Rabu kemarin. Dia justru membanggakan pemerintahannya berupaya mengesahkan rancangan undang-undang reformasi sistem hukum dan memperluas lapangan kerja, serta berhasil menekan tingkat pengangguran di kalangan etnis minoritas sebelum pandemi Covid-19.

"Justru saya telah melakukan banyak hal kepada masyarakat kulit hitam AS dari presiden lain, kecuali dari Abraham Lincoln. Tidak ada yang mendekati saya," ujar Trump.

Biden kemarin menjanjikan dia akan langsung membenahi persoalan rasisme di hari pertama menjabat jika terpilih menjadi presiden.

Akan tetapi, klaim Biden soal Trump sebagai presiden AS yang pertama kali memperlihatkan sikap rasis kurang tepat.

Sejumlah presiden AS, termasuk George Washington yang pertama menduduki jabatan itu, mempunyai sejumlah budak.

Presiden ke-28 AS, Woodrow Wilson, yang berkuasa pada awal abad ke-20 bahkan mendukung kebijakan pemisahan rasial dan menerapkannya di sejumlah lembaga pemerintah federal.

Pemungutan suara pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Sampai saat ini ada tiga kandidat yang akan bertarung, yakni Joe Biden, Donald Trump yang didukung Partai Republik, dan Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

 

Hukum China atas Pandemi Corona, Trump Ingin Larang TikTok

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah mempertimbangkan melarang penggunaan aplikasi TikTok di Negeri Paman Sam untuk menghukum China atas penyebaran virus corona (Covid-19)

"Ini adalah sesuatu yang sedang kita lihat sekarang. Ini (TikTok) bisnis besar. Lihat, apa yang terjadi pada China dengan virus ini, apa yang telah mereka lakukan terhadap negara ini dan dunia adalah sangat memalukan," kata Trump dalam wawancara dengan Bloomberg pada Kamis (23/7).

Trump mengatakan larangan penggunaan TikTok merupakan "salah satu dari banyak cara" yang tengah ia pertimbangkan untuk menghukum China.

TikTok terperangkap dalam perselisihan AS-China. Trump menganggap aplikasi populer itu sebagai alat mata-mata pemerintahan Presiden Xi Jinping.

Sebelum Trump, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah lebih dulu mengungkapkan rencana pelarangan TikTok dan sejumlah aplikasi China lainnya.

Pompeo khawatir TikTok dan sejumlah aplikasi asal Negeri Tirai Bambu berisiko memunculkan ancaman spionase.

TikTok hingga saat ini diperkirakan memiliki hampir satu miliar pengguna di seluruh dunia. Terlepas dari popularitasnya yang sangat besar, aplikasi buatan perusahaan China, ByteDance, itu telah beberapa kali dituduh sebagai aplikasi mata-mata dan mencuri data para pengguna.

Namun, TikTok menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyebarkan informasi pengguna kepada pemerintah China.

"TikTok dipimpin oleh CEO yang merupakan orang Amerika, dengan ratusan karyawan dan patuh terhadap kebijakan keamanan, keselamatan, produk, dan kebijakan publik AS," ujar seorang juru bicara TikTok seperti dilansir AFP.

"Kami tidak pernah memberikan data pengguna kepada pemerintah Tiongkok. Kami tidak akan melakukannya," ucap dia.

Sementara itu, pemerintah China mengecam rencana Trump melarang TIkTok yang dianggap merupakan langkah jahat.

"Pernyataan yang dibuat oleh beberapa politikus AS benar-benar tidak berdasar dan jahat. Pemerintah China selalu meminta perusahaan China untuk melakukan kerja sama di luar negeri berdasarkan hukum dan kepatuhan yang berlaku," kata juru bicara Kemlu China, Zhao Lijian, dalam jumpa pers di Beijing.

 

Tensi Meninggi, Diplomat-diplomat AS Terbang ke China

Sejumlah diplomat Amerika Serikat (AS) terbang ke Shanghai, China, ketika Washington menjalankan rencananya untuk memulai kembali misi diplomatiknya di Negeri Tirai Bambu. Ini terjadi di tengah ketegangan kedua negara setelah AS memerintahkan agar kantor kosulat China di Houston, Texas, ditutup.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters, Jumat (24/7/2020), bahwa penerbangan yang membawa sejumlah diplomat AS telah meninggalkan Washington pada Rabu malam. Sumber itu mengatakan penerbangan ini telah berangkat lebih awal dari yang direncanakan.

Email internal Departemen Luar Negeri AS tertanggal 17 Juli, dilihat oleh Reuters, mengatakan departemen itu sedang bekerja untuk mengatur penerbangan charter ke Shanghai dari Bandara Internasional Dulles Washington yang berangkat pada hari Kamis.

Email itu mengatakan penerbangan sementara 29 Juli ke Tianjin dan Beijing sedang dalam tahap perencanaan awal dan tanggal target untuk penerbangan lain, ke Guangzhou, masih akan ditentukan.

Memo itu mengatakan prioritas diberikan untuk menyatukan kembali keluarga yang terpisah dan kepala seksi/agen yang kembali.

Saat dimintai komentar terkait laporan ini Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapinya.

AS sedang berupaya untuk sepenuhnya memulihkan misinya di China, salah satu yang terbesar di dunia, yang dievakuasi pada Februari lalu karena Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona baru.

Penerbangan Kamis berjalan meskipun ada langkah dramatis Washington untuk menutup konsulat China di Houston di tengah tuduhan spionase.

China memperingatkan bahwa mereka akan dipaksa untuk menanggapi langkah AS, yang telah "sangat merusak hubungan".

Beijing tidak memberikan rincian, tetapi South China Morning Post melaporkan bahwa China dapat menutup konsulat AS di Chengdu, sementara sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu bahwa mereka mempertimbangkan untuk menutup konsulat di Wuhan, di mana AS menarik stafnya pada awal wabah virus Corona.

Dua penerbangan sejauh ini telah dilakukan untuk mengembalikan lebih dari 1.200 diplomat AS dengan keluarga mereka ke China sejak negosiasi untuk pengembalian menemui jalan buntu pada awal Juli atas kondisi China ingin memaksakan pada Amerika.

Washington dan Beijing telah melakukan negosiasi selama berminggu-minggu mengenai persyaratan bagaimana mengembalikan diplomat AS di tengah ketidaksepakatan mengenai prosedur pengujian Covid-19 dan karantina serta frekuensi penerbangan dan berapa banyak yang masing-masing dapat bawa kembali.

Kebuntuan menyebabkan Departemen Luar Negeri AS menunda penerbangan sementara dijadwalkan untuk 10 hari pertama bulan Juli.

Hubungan AS-China telah memburuk tahun ini ke level terendah dalam beberapa dekade karena berbagai masalah, termasuk penanganan China terhadap pandemi virus Corona, perdagangan bilateral dan undang-undang keamanan baru untuk Hong Kong.

 

Meski Beri Lampu Hijau ke Huawei, Prancis Ternyata Pilih Kasih

Prancis baru saja memberi lampu hijau kepada Huawei, tak seperti Inggris yang tegas meminta pencabutan peralatan pada akhir 2027. Namun, kini beredar isu baru soal keputusan Prancis itu.

Mengutip Reuters, Kamis (23/7/2020), Prancis kabarnya tak bakal memperbarui lisensi peralatan Huawei jika sudah kedaluwarsa.

"Secara efektif, Prancis juga akan menghapuskan komponen teknologi Huawei dari jaringan 5G-nya," kata tiga narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sama seperti negara lain di Eropa, Prancis juga membutuhkan dasar bagi pasar ponsel 5G; di tengah gempuran badai geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China. AS berulang kali menuduh teknologi 5G Huawei berisiko menjadi alat spionase China, namun Huawei membantahnya berkali-kali.

Badan keamanan Siber Prancis, ANSSI mengatakan, "kami akan mengizinkan operator untuk menggunakan peralatan beragam vendor, termasuk Huawei, dengan lisensi tiga-delapan tahun." Namun, ANSSI juga menyarankan agar operator tak menggunakan peralatan perusahaan China.

Tiap operator juga perlu mengajukan lusinan lisensi untuk memasang komponen teknologi di berbagai negara bagian. Menurut narasumber, ANSSI telah menginformasikan keputusan lisensi di kota-kota besar.

"Sebagian besar otorisasi peralatan Huawei berlaku tiga-lima tahun, sedangkan mayoritas lisensi bagi Ericsson (ST:ERICb) dan Nokia berdurasi delapan tahun," kata sumber yang sama.

Sekadar informasi, keputusan ANSSI belum mengudara ke publik. Namun, para operator telah menerima informasi itu dalam bentuk percakapan informal dalam beberapa bulan terakhir; menyebut kalau lisensi Huawei tak akan mendapat perpanjangan di masa depan.

 

 

 

Pantang Mundur! Sasaran Balas Dendam China ke AS Adalah....

Keputusan Amerika Serikat (AS) yang menutup paksa konsulat China di Houston langsung dibayar kontan oleh negara pimpinan Xi Jinping itu. Seorang sumber mengatakan, China menetapkan kantor konsulat AS di Kota Chendu, China Barat, sebagai sasaran balas dendam kepada AS.

Dilansir dari South China Morning Post, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengakui adanya rencana pembalasan dendam tersebut. Namun, ia enggan menyebut konsulat AS mana yang akan menjadi sasarannya.

"Menanggapi tindakan tidak masuk akal AS, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya yang saha," tegas Wang dikutip pada Jumat, 24 Juli 2020.

Lebih lanjut, Wang menolak pernyataan bahwa keterlambatan diplomat AS diizinkan kembali ke kantor kedutaan di China karena pembatasan perjalanan dan aturan karantina untuk mencegah penyebaran Covid-19. Wang mengatakan beberapa diplomat AS telah kembali pada Juni ke konsulat mereka di Wuhan, yang telah ditutup sementara pada 23 Januari ketika kota itu melakukan penguncian ketat sebagai langkah pengamanan.

"China selalu memfasilitasi operasi konsulat AS yang sah," sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, Washington memiliki lima konsulat di daratan China, yakni Guangzhou, Shanghai, Shenyang, Chengdu, Wuhan, serta konsulat jenderal untuk Hong Kong dan Makau.

Sementara itu, Konsulat China di Houston menjadi yang pertama dari lima kantor yang dibuka China di negara Paman Sam itu. Keempat konsulat China lainnya berada di San Farnsisco, New York, Chicago, dan Los Angeles.

 

 

Jet Temput Israel Diduga Cegat Pesawat Sipil Iran

Jet tempur Israel dilaporkan mencegat pesawat penumpang Iran Mahan Air saat terbang di langit Suriah, Kamis (23/7) waktu setempat.

Pesawat tersebut dalam perjalanan menuju Beirut, dan akhirnya menghindar dengan mengubah jalur hingga mengakibatkan sejumlah penumpang luka.

Stasiun televisi pemerintah Iran IRIB menayangkan cuplikan video amatir dari penumpang. Penumpang terlihat berteriak ketika pesawat yang mereka tumpangi tiba-tiba berubah arah.

Video lain yang kemungkinan diambil dari ponsel menunjukkan setidaknya dua jet tempur terbang di samping pesawat komersial itu.

"Ketika pesawat (Iran) berada di langit Suriah, jet tempur rezim Zionis mendekati pesawat Mahan Airlines," tulis situs web media Iran seperti dikutip dari AFP.

"Setelah tindakan berbahaya oleh pesawat tempur Israel, pilot pesawat komersial dengan cepat mengurangi ketinggian penerbangan untuk menghindari bertabrakan hingga melukai beberapa penumpang di pesawat."

Laporan IRIB mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan insiden itu provokatif dan sangat berbahaya.

Televisi Suriah dan kantor berita resmi SANA, mengutip sumber penerbangan sipil, meyakini jet-jet tempur itu milik pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Mereka mencegat pesawat sipil Iran di wilayah udara Suriah di Tanaf, yang memaksa pilot menurunkan ketinggian drastis hingga menyebabkan penumpang cedera ringan.

Pesawat yang berangkat dari Teheran itu akhirnya melanjutkan perjalanan ke Beirut sesuai jadwal setelah insiden tersebut.

Israel telah melancarkan ratusan serangan ke Suriah sejak perang saudara pecah pada 2011 dengan target utama pasukan pemerintah dan Iran, juga kelompok Hizbullah.

Iran memang musuh bebuyutan Israel dan kerap saling mengancam untuk menyerang. Israel mengatakan kehadiran Iran dalam mendukung Assad adalah ancaman bagi negara Yahudi.

Konflik sembilan tahun di Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan menelantarkan lebih dari setengah populasi negara itu.