• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Selasa, 6 April 2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Selasa, 6 April 2021 )

Data ekonomi kuat angkat Wall Street, Dow dan S&P raih rekor tertinggi

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan indeks Dow dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi, karena putaran data ekonomi yang kuat mendukung optimisme investor untuk pembukaan kembali ekonomi dan jeda kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun membuat kekhawatiran inflasi terkendali.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 373,98 poin atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada 33.527,19 poin. Indeks S&P 500 meningkat 58,04 poin atau 1,44 persen, menjadi berakhir di 4.077,91 poin. Indeks Komposit Nasdaq melesat 225,49 poin atau 1,67 persen menjadi menetap di 13.705,59 poin.

Indeks 30 saham unggulan atau Dow dan S&P 500 masing-masing mencatat rekor penutupan tertinggi.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary dan jasa-jasa komunikasi masing-masing terangkat 2,28 persen dan 2,27 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor energi tergelincir 2,41 persen, satu-satunya kelompok yang melemah menyusul penurunan tajam harga minyak..

Sebuah survei ISM (Institute for Supply Management) untuk Maret menunjukkan ukuran aktivitas industri jasa AS melonjak ke rekor tertinggi. Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa ISM melonjak ke rekor tertinggi 63,7 persen bulan lalu, dari 55,3 persen pada Februari.

Data tersebut mengikuti laporan Jumat (2/4/2021) yang menunjukkan data penggajian (payrolls) non-pertanian AS melonjak 916.000 pekerjaan pada Maret, mengalahkan perkiraan.

Investor bertaruh pada sektor-sektor siklikal yang siap memimpin ketika pembukaan kembali ekonomi, dengan energi, keuangan, dan material di antara yang berkinerja terbaik tahun ini. Imbal hasil yang meningkat pada obligasi pemerintah AS 10-tahun telah mengurangi minat terhadap saham-saham teknologi.

Terlepas dari data ekonomi yang kuat, kenaikan dipimpin oleh sektor-sektor yang telah berkinerja buruk baru-baru ini, termasuk layanan komunikasi, consumer discretionary, dan teknologi, saat imbal hasil 10-tahun tetap di bawah level tertinggi 14-bulan yang dicapai minggu lalu.

“Bagian dari hari ini adalah imbal hasil tidak bergerak dan itu membantu (saham) teknologi, setidaknya ada beberapa rotasi kembali ke teknologi oleh seseorang yang membantu sektor ini,” kata Tim Ghriskey, Kepala Strategi Investasi di Inverness Counsel di New York, New York.

"Pada titik tertentu, pergerakan siklikal didiskon, saham-saham ini, banyak dari mereka memiliki pergerakan besar dan dihargai di atas tempat mereka pada awal Februari 2020."

Dengan vaksinasi cepat dan stimulus pemerintah tambahan yang membantu S&P 500 dan Dow meraih posisi tertinggi sepanjang masa, fokus beralih ke kemajuan pada rencana infrastruktur besar-besaran dan musim laporan keuangan perusahaan yang akan datang.

Nasdaq yang padat teknologi masih sekitar 3,0 persen di bawah tertinggi Februari karena lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini memicu kekhawatiran inflasi dan membuat saham-saham pertumbuhan kurang menarik. Tetapi meningkatnya kasus COVID-19 dan berlanjutnya penguncian di negara-negara seperti Prancis baru-baru ini telah membantu daya tarik saham-saham teknologi ternama akhir-akhir ini.

Saham sektor energi ditutup 2,4 persen lebih rendah, sebagai satu-satunya penurunan di antara sektor utama S&P, menyusul penurunan tajam harga minyak. Sedangkan indeks maskapai penerbangan S&P 1500 melonjak 2,54 persen setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan orang yang divaksinasi penuh dapat dengan aman bepergian dengan "risiko rendah".

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan dia sedang bekerja dengan negara-negara G20 untuk menyetujui tarif pajak minimum perusahaan global guna mengakhiri "perlombaan 30 tahun pada tarif pajak perusahaan yang rendah."

Saham Tesla Inc melonjak 4,43 persen sebagai salah satu pendorong terbesar untuk S&P setelah pembuat mobil paling berharga di dunia itu membukukan rekor pengiriman.

Saham Asia diprediksi naik setelah S&P 500, Dow capai rekor tertinggi

Pasar saham Asia diprediksi naik pada perdagangan Selasa, setelah indeks S&P 500 dan Dow mencatat rekor karena data ekonomi AS yang kuat memicu optimisme bahkan ketika kenaikan yang lebih kecil dari perkiraan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun meredakan kekhawatiran inflasi.

Sentimen investor didukung oleh survei dari Institute for Supply Management (ISM) pada Senin (5/4/2021) yang menunjukkan aktivitas di industri jasa AS mencapai rekor tertingginya pada Maret. Data tersebut muncul setelah laporan pekerjaan pada Jumat (2/4/2021) mengalahkan perkiraan dengan 916.000 pekerjaan ditambahkan ke ekonomi AS bulan lalu.

“Laporan pekerjaan mengatur panggung untuk apa yang kita lihat hari ini,” kata Thomas Hayes, ketua Great Hill Capital LLC di New York. “Laporan tersebut tidak hanya menghancurkan ekspektasi tetapi juga menunjukkan bahwa inflasi upah terkendali karena orang-orang bersaing untuk mendapatkan tenaga kerja.”

Kontrak berjangka S&P/ASX 200 Australia naik 0,34 persen pada awal perdagangan, sementara indeks berjangka Hang Seng Hong Kong naik 0,40 persen.

S&P 500 dan Dow - tolok ukur indeks Wall Street - telah menguat dalam beberapa sesi terakhir karena vaksinasi yang meluas dan stimulus pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya meningkatkan kepercayaan investor dalam rebound ekonomi dan mendorong permintaan untuk sektor-sektor, termasuk energi, keuangan dan material, yang menjadi primadona keuntungan dari pembukaan kembali ekonomi.

Pada Senin (5/4/2021), kenaikan dipimpin oleh sektor-sektor yang berkinerja buruk baru-baru ini, termasuk layanan komunikasi, consumer discretionary, dan teknologi, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun tetap di bawah level tertinggi 14-bulan yang dicapai minggu lalu.

"Tingkat perubahan imbal hasil 10-tahun telah melambat dan itu telah menciptakan landasan bagi beberapa sektor tertinggal dalam beberapa pekan terakhir seperti teknologi dan area sensitif hasil lainnya seperti utilitas," kata Hayes.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 1,13 persen ke rekor tertinggi 33.527,19 poin, S&P 500 naik 1,44 persen ke rekor 4.077,91 poin dan Komposit Nasdaq naik 1,67 persen menjadi 13.705,59 poin.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tipis pada Senin (5/4/2021), karena investor menghentikan penjualan obligasi pemerintah baru-baru ini dan mengambil untung dari posisi jangka pendek, meskipun tren naik suku bunga tetap utuh setelah laporan pekerjaan yang kuat pada Jumat (2/4/2021).
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun terakhir 1,7127 persen, turun dari 1,72 persen pada akhir Jumat (2/4/2021). Kurva imbal hasil menanjak pada Senin (5/4/2021), setelah mendatar sesi sebelumnya karena selisih antara imbal hasil AS 2-tahun dan 10-tahun naik menjadi 154 basis poin.

Harga emas sedikit berubah di tengah kenaikan harga ekuitas global. Spot emas turun 0,1 persen menjadi 1,727,98 dolar AS per ounce. Emas berjangka AS menetap sedikit lebih tinggi di 1.728,80 dolar AS.

Harga minyak turun karena peningkatan pasokan OPEC+ dan peningkatan produksi Iran, bersama dengan ancaman gelombang baru infeksi COVID-19, mengimbangi harapan untuk rebound permintaan yang didorong oleh kebangkitan ekonomi.

Minyak mentah AS menetap di 58,65 dolar AS per barel, anjlok 4,6 persen, sementara Brent merosot 4,18 persen menjadi berakhir pada 62,15 dolar AS per barel.

Eropa Kritisi Penambahan Tentara Rusia di Perbatasan Ukraina

Uni Eropa Kritisi Rusia atas upaya-upaya 'mengganggu' kedaulatan wilayah di dekat perbatasan Ukraina. Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrel mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran Ukraina, atas penambahan penempatan militer di sekitar perbatasan dua negara tersebut.

Hal tersebut dilontrakan Borrel usai menelepon Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.

"Dukungan Uni Eropa yang tak tergoyahkan untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," tegas Borrel.

Borrel mengatakan bakal berbicara dengan sejumlah pejabat tinggi kebijakan di Ukraina dan para menlu negara-negara Eropa lainnya dalam sebuah pertemuan bulan ini.

Sebelumnya, Ukraina menuding Rusia sengaja menumpuk belasan ribu personel militer di perbatasan dengan negara tersebut. Itupun mengingatkan Ukraina pada masa pencaplokan krimea oleh Rusia.

Pemerintah Ukraina sedang waspada dan bersiap menghadapi peperangan setelah mendapat laporan Rusia mengerahkan pasukan ke perbatasan sebelah timur negara itu.
Kondisi itu bisa membuat peperangan antara kedua negara pada 2014 silam kembali terulang.

"Pengerahan kekuatan dalam bentuk latihan militer yang diduga sebagai aksi provokasi di sepanjang perbatasan adalah permainan lama Rusia," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, saat memberikan keterangan di Kiev, seperti dilansir AFP, Jumat (2/4).

Pasukan Rusia dilaporkan mendekati wilayah Donetsk dan Lugansk di timur Ukraina. Menurut laporan intelijen Ukraina, pasukan Rusia dan pemberontak memperkuat koordinasi dan diperkirakan bakal menggelar serangan pada pertengahan April.

Kekerasan di kawasan timur Ukraina yang dikuasai pemberontak yang didukung Rusia kembali meletup pada pekan ini. Dilaporkan 20 tentara Ukraina meninggal dan 57 lainnya terluka dalam kontak senjata dengan pemberontak sejak awal 2021.

Padahal, kedua belah pihak sudah meneken perjanjian gencatan senjata. Namun, kesepakatan itu dinilai rapuh.

Zelensky lantas meminta bantuan kepada sekutunya, Amerika Serikat, untuk menghadapi Rusia.

UE Mengaku Khawatir dengan Pergerakan Pasukan Rusia di Sekitar Ukraina

 Uni Eropa (UE) menyatakan kekhawatirkan serius atas pergerakan pasukan Rusia di sekitar Ukraina . Brussels kemudian menegaskan dukungan penuh kepada Kiev.

"Kami memiliki keprihatinan besar aktivitas militer Rusia di sekitar Ukraina," kata kepala Kebijakan Luar NegeriUE, Josep Borrell paska melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba.

"Menyusul hal ini, UE tegaskan dukungan yang tak tergoyahkan untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (5/4/2021).

Borrell mengatakan, dia akan mengadakan pembicaraan lebih lanjut tentang masalah ini dengan para Menteri Luar Negeri UE dan juga Ukraina pada akhir bulan ini.

Ukraina pekan ini menuduh Rusia mengerahkan ribuan personel militer di perbatasan utara dan timurnya, serta di semenanjung Crimea yang dianeksasi oleh Moskow pada 2014.

Kremlin tidak menyangkal pergerakan pasukan baru-baru ini, tetapi bersikeras bahwa Moskow tidak mengancam siapa pun.

Laporan pengerahan pasukan ini muncul di tengah eskalasi bentrokan bersenjata di sepanjang garis depan antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Rusia di timur Ukraina.

China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas

 Para pakar keamanan Inggris cemas karena China menguasai 95 persen produksi rare earth atau logam tanah jarang yang kerap dijuluki sebagai "emas industri". Logam tanah jarang sangat penting untuk produksi jet tempur—termasuk F-35—, ponsel pintar hingga mobil listrik.

Surat kabar The Times yang berbasis di London melaporkan di tengah persaingan global yang semakin kompetitif untuk mengamankan elemen rare earth, para pakar keamanan telah memperingatkan bahwa ketergantungan pada China dapat semakin merusak keamanan Inggris.

China saat ini menyumbang lebih dari 95 persen produksi logam rare earth di dunia, di mana badan-badan keamanan Inggris meningkatkan kekhawatiran bahwa di tengah meningkatnya persaingan untuk sumber daya alam yang langka, Beijing mungkin menggunakan pengaruh yang dimilikinya dalam industri sebagai "senjata" dalam perselisihan.

"Risikonya adalah bahwa China menggunakan posisinya dalam rantai pasokan untuk menekan ekonomi lain, dan bahwa Inggris tidak memiliki alternatif yang dapat diandalkan," kata Chris Williams, direktur pelaksana UK Seabed Resources, yang dilansir Senin (5/4/2021).

Mayoritas unsur rare earth, juga dijuluki "emas industri" karena aplikasinya yang beragam dalam industri pertahanan dan teknologi, relatif berlimpah di kerak bumi.

Namun, proses penambangan kelompok 17 logam yang terbentuk di bawah permukaan bumi dan mengubahnya menjadi bahan yang dapat digunakan itu mahal.

Kelompok rare earth, termasuk cerium, neodymium, terbium, dan erbium, sulit ditambang karena tidak ditemukan dalam jumlah besar layaknya mineral lain seperti emas.

Menurut para ahli keamanan, elemen rare earth yang digunakan oleh industri Inggris telah diproses di China, sehingga betapa rentannya terhadap rantai pasokan keamanan dan ekonomi Inggris secara keseluruhan.

Dalam tinjauan terintegrasi kebijakan luar negeri dan pertahanan Inggris, yang diterbitkan pada 16 Maret, ketergantungan pada logam rare earth dipilih sebagai masalah keamanan, dengan penekanan dibuat pada pentingnya diversifikasi pasokan untuk menjaga perdagangan barang-barang penting tetap terbuka pada saat krisis.

Untuk meningkatkan kemandiriannya terkait pasokan mineral rare earth, pemerintah Inggris mendanai proyek penambangan laut dalam di Pasifik.

Dioperasikan oleh UK Seabed Resources, anak perusahaan divisi Inggris di perusahaan pertahanan Lockheed Martin, proyek ini bertujuan untuk mempelajari potensi pemanenan nodul polimetalik yang kaya mineral.

Ditemukan sekitar 4 kilometer di bawah permukaan dasar laut, mereka dapat menyediakan jutaan ton tembaga, nikel, kobalt, serta mineral mangan dan rare earth yang digunakan dalam industri konstruksi, ruang angkasa, energi alternatif, dan komunikasi.

"Rekayasa baru diperlukan di setiap area rantai nilai. Mekanika mengangkat nodul dari dasar laut, sistem penggerak, sensor dan rangkaian komando dan kontrol, serta ROV tambahan yang akan memantau aktivitas tersebut dan memberikan dukungan," kata Christopher Williams, pakar dari UK Seabed Resources.

Karena cadangan deposit mineral ditemukan di sedimen di dasar Pasifik, proyek serupa dilakukan oleh negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Belgia, Jerman, dan Prancis.

Ketika Inggris mempublikasikan tinjauan terintegrasi tentang kebijakan luar negeri, pertahanan dan keamanan pasca-Brexit berjudul "Global Britain in a Competitive Age", Inggris menjabarkan visi pemerintah untuk peran bangsa di kancah global selama dekade berikutnya.

Telah digarisbawahi bahwa ketika negara Eropa itu berusaha untuk menunjukkan kemampuan ofensif dan defensifnya, investasi semakin disalurkan ke kecerdasan buatan dan "komando luar angkasa" untuk menangkal ancaman yang muncul.

Pasar Rare Earth Menguntungkan

Pasar logam rare earth semakin menguntungkan, di mana perkiraan oleh Global Market Insights memperkirakan akan bernilai USD20 miliar pada tahun 2024.

Pada tahun 2020, tambang China menghasilkan 110.000 ton rare earth, yang merupakan lebih dari 55 persen dari total hasil penambangan global. Data ini dipaparkan David Merriman, seorang ahli rare earth di Roskill.

Rare earth digunakan sebagai magnet untuk speaker dan hard drive di ponsel, televisi, dan komputer.

Setiap iPhone Apple mengandalkan beberapa elemen rare earth. Misalnya, neodymium digunakan untuk membuat magnet kecil namun kuat yang memungkinkan speaker iPhone berfungsi.

Lebih dari 90 persen kendaraan hibrida dan listrik, seperti yang diproduksi oleh Ford dan Tesla, menggunakan magnet rare earth di motor dan sistem pengeremannya.

Unsur rare earth merupakan komponen vital dalam produksi turbin angin, panel surya, kabel serat optik, dan sistem pemandu senjata.

Kapal Induk dan 5 Kapal Perang China Dekati Jepang lalu ke Pasifik

 Kapal induk Liaoning dan lima kapal perang China yang mengawalnya mendekati wilayah Jepang saat dalam perjalanan ke Samudra Pasifik.

Kantor Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang pada Minggu (4/4/2021) yang dilansir Asia Nikkei mengonfirmasi pergerakan kelompok tempur kapal induk Beijing tersebut.

Kelompok tempur kapal induk Liaoning terlihat sekitar pukul 08.00 pagi Sabtu pekan lalu di perairan yang berjarak sekitar 470 km barat daya Kepulauan Danjo di Prefektur Nagasaki.

Konvoi kapal tersebut kemudian melewati Selat Miyako, jalur air selebar 250 km antara Pulau Okinawa dan Pulau Miyako.

Ini adalah pertama kalinya sejak April 2020 kapal induk Liaoning diketahui melewati jalur air ini, dan itu terjadi hanya beberapa hari setelah latihan perang gabungan antara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan Australia di Pasifik Timur.

Kapal induk Liaoning dikawal satu kapal perusak berpeluru kendali siluman kelas Renhai, dua kapal perusak berpeluru kendali kelas Luyang III, satu fregat multi-peran Jiangkai II dan satu kapal pendukung tempur cepat kelas Fuyu.

Militer Jepang merespons dengan mengerahkan kapal perusak JS Suzutsuki, pesawat patroli maritim P-1 dan pesawat patroli perang anti-kapal selam P-3C untuk mengumpulkan informasi dan memantau pergerakan kapal-kapal perang China.

Sebuah foto yang disediakan oleh Staf Gabungan Jepang menunjukkan kapal induk Liaoning membawa helikopter dan apa yang tampaknya seperti jet tempur J-15.

Staf Gabungan Jepang juga mengatakan bahwa pesawat angkut militer Y-9 China melewati Selat Miyako pada hari Minggu dan Jepang telah mengirim jet tempur sebagai respons.

Pergerakan tersebut terjadi saat Angkatan Laut AS mengintensifkan kerjasama dengan mitra Quad-nya; Jepang, India, dan Australia di Indo-Pasifik.

Setelah kunjungan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin ke India, Kelompok Tempur Kapal Induk Theodore Roosevelt melakukan operasi multi-domain bersama dengan Angkatan Laut dan Angkatan Udara India di Samudra Hindia pada 28 dan 29 Maret.

Kapal induk USS Theodore Roosevelt, kapal penjelajah berpeluru kendali USS Bunker Hill dan kapal perusak USS Russell beroperasi dengan fregat India INS Shivalik dan pesawat Angkatan Udara India dari Skuadron Nomor 222, yang dikenal sebagai "The Tigersharks."

Komando Indo-Pasifik AS telah menekankan penguatan operasi multi-domain bersama—konvergensi kemampuan dari darat, laut, udara, luar angkasa, dan dunia maya—dan penyertaan Angkatan Udara India dalam latihan memajukan arahan itu.

USS Blue Ridge, kapal utama Armada ke-7 AS, sebelumnya juga beroperasi dengan kapal perusak Angkatan Laut Pasukann Bela Diri Jepang JS Kongo pada 29 Maret untuk menguji gabungan keterampilan maritim dan kemampuan interkomunikasi mereka.
"Yang unik dari latihan ini adalah partisipasi pesawat yang naik ke atas Blue Ridge, ditugaskan ke Skuadron Tempur Laut Helikopter 12, yang terbang dalam formasi dengan kapal dan memindahkan [perwira komandan Blue Ridge] Kapten [Tim] Waits dari Blue Ridge ke Kongo selama manuver untuk terlibat dengan kepemimpinan dan mengunjungi awak kapal," kata Angkatan Laut AS.

Manuver itu segera diikuti dengan latihan bersama selama dua hari yang melibatkan Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Australia di Pasifik Timur.

Kapal perusak berpeluru kendali USS John Finn dan kapal perusak perang udara kelas Hobart Australia HMAS Sydney ikut serta dalam latihan Group Sail di perairan lepas pantai California Selatan pada Rabu dan Kamis untuk meningkatkan interoperabilitas.

Mesir Perkirakan Kerugian Akibat Penyumbatan Terusan Suez Capai Rp14,5 Triliun

 Otoritas Terusan Suez Mesir memperkirakan kerugian akibat kandasnya sebuah tanker selama hampir seminggu di Terusan Suez mencapai USD1 miliar atau setara dengan Rp14,5 triliun Pejabat terkait memperingatkan kapal Ever Given dan muatannya tidak akan diizinkan meninggalkan Mesir jika masalah kerusakan tersebut sampai ke ranah hukum.

Associated Press, Jumat (2/4/2021), mengutip TV pro-pemerintah, melaporkan bahwa Kepala Otoritas Terusan Suez Letnan Jenderal Ossama Rabei mengatakan jumlah tersebut memperhitungkan operasi penyelamatan, biaya lalu lintas yang macet, dan hilangnya biaya transit selama seminggu akibat kapal Ever Given memblokir kanal itu.

BACA JUGA: 200 Ribu Hewan Kemungkinan Mati Dampak Kapal Raksasa Sumbat Terusan Suez

"Ini adalah hak negara," kata Rabei, tanpa menyebutkan siapa yang akan bertanggung jawab untuk membayar kompensasi. Dia menambahkan bahwa sebelumnya otoritas kanal dan pemilik kapal memiliki hubungan yang baik.

Kapal kargo itu saat ini berada di salah satu danau penampungan kanal, di mana pihak berwenang dan manajer kapal mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Pada Kamis (1/4/2021), manajer teknis kapal, Bernard Schulte Shipmanagement, mengatakan dalam email kepada Associated Press bahwa awak kapal bekerja sama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan mengenai penyebab kapal kandas. Mereka mengatakan bahwa penyelidik Otoritas Terusan Suez telah diberi akses ke Perekam Data Pelayaran, juga dikenal sebagai kotak hitam kapal.

BACA JUGA: Penyelidikan Terkait Penyumbatan Terusan Suez oleh Kapal Kontainer Raksasa Dimulai

Rabie juga mengatakan, jika penyelidikan berjalan lancar dan besaran ganti rugi telah disepakati, maka kapal bisa melaju tanpa masalah.

Namun, kata Ossama Rabei, jika masalah kompensasi melibatkan litigasi, maka Ever Given dan kargo senilai USD3,5 miliar tidak akan diizinkan untuk meninggalkan Mesir.

Proses pengadilan bisa jadi rumit, karena kapal itu dimiliki oleh perusahaan Jepang, dioperasikan oleh perusahaan Taiwan, dan berbendera Panama.

Bernhard Schulte sebelumnya mengatakan bahwa dua pengemudi kanal Mesir berada di dalam kapal ketika kapal tersebut terjebak. Pengaturan seperti itu lazim untuk memandu kapal melalui jalur air yang sempit, tetapi kapten kapal tetap memegang otoritas tertinggi, menurut para ahli.

Pada Senin (29/3/2021), armada kapal tunda yang terbantu gelombang pasang, menarik bulbous bow atau bagian depan yang menonjol dari tepi kanal berpasir, tempat ia terjebak. Kapal tunda kemudian membimbing Ever Given melalui air setelah berhari-hari gagal.

Ever Given telah menabrak tepi kanal satu jalur sekitar 6 kilometer di utara pintu masuk selatan, dekat kota Suez. Hal itu memaksa beberapa kapal terpaksa mengambil rute alternatif yang panjang di sekitar Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika atau mengambil jalan memutar sejauh 5.000 kilometer yang menghabiskan biaya bahan bakar dan biaya lainnya yang jumlah mencapai ratusan ribu dollar. Sementara kapal yang lain menunggu di tempat sampai kemacetan usai.

Kemacetan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menimbulkan kekhawatiran penundaan yang berkepanjangan, kekurangan barang dan kenaikan biaya bagi konsumen, menambah tekanan pada industri perkapalan, yang sudah berada di bawah tekanan akibat pandemi virus corona.

Seteru Rusia dan Ukraina Bisa Berubah Jadi Perang Dunia

 Analis militer Moskow, Pavel Felgenhauer, memperingatkan bahwa perseteruan antara Rusia dan Ukraina di wilayah perbatasan bisa berubah menjadi perang pan-Eropa atau bahkan perang dunia jika tidak dihentikan. Dia khawatir konflik militer bisa pecah dalam beberapa minggu ke depan.

Krisis yang berkembang di perbatasan Rusia-Ukraina telah membuat Eropa waspada.

Sebuah rekaman yang dilansir media-media Barat menunjukkan tank, artileri dan sekitar 4.000 tentara Rusia dimobilisasi di perbatasan yang disengketakan.

Perbatasan itu telah menjadi titik konflik sejak 2014 ketika Rusia menganeksasi Crimea yang secara internasional diakui sebagai bagian dari Ukraina. Versi Moskow, Crimea telah memerdekakan diri melalui referendum 2014 dan memilih bergabung dengan Federasi Rusia.
Rekaman yang baru-baru ini muncul menunjukkan militer Rusia bermunculan di wilayah Voronezh, Rostov dan Krasnodar, di perbatasan timur Ukraina. Kremlin menegaskan pengerahan pasukan Rusia di wilayahnya sendiri adalah hak mereka dan itu tidak ditujukan untuk mengancam negara lain.
Berbicara kepada organisasi media Rosbalt yang berbasis di Rusia, analis militer Pavel Felgenhauer mengatakan situasi yang tidak dapat diprediksi dapat menyebabkan keprihatinan ekstra.


"Krisis ini berpotensi meningkat menjadi perang pan-Eropa, bahkan perang dunia," kata Felgenhauer.

“Untuk saat ini, (baru) potensi. Akankah itu terjadi atau tidak? Kita lihat saja. Di Barat, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan," ujarnya, yang dikutip news.com.au, Senin (5/4/2021).

Dia menambahkan bahwa Rusia sedang membangun parade Hari Kemenangan tahunan pada 9 Mei ketika contoh persenjataan negara adidaya nuklir akan diarak melalui jalan-jalan Moskow dan Presiden Vladimir Putin akan memberikan pidato utama.

Felgenhauer mengatakan penutupan saluran televisi pro-Rusia di Ukraina, ancaman penangkapan dan persidangan politisi Ukraina Viktor Medvedchyuk, penangkapan tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny, dan fakta Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut Putin sebagai "pembunuh" adalah bagian dari teka-teki dalam tampilan kekuatan terbaru Rusia.

“Ancaman berkembang, dan dengan cepat. Banyak yang tidak dibahas di media, tapi kami melihat tanda-tanda yang sangat buruk," katanya. "Faktanya ada di sana, semuanya sudah terjadi."

Sebelumnya, Kremlin mengatakan bahwa penempatan pasukan NATO ke Ukraina akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut di dekat perbatasan Rusia. Situasi seperti itu akan memaksa Moskow untuk mengambil tindakan ekstra guna memastikan keamanannya sendiri.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa situasi di garis kontak di timur Ukraina antara pasukan pemerintah Ukraina dan pasukan separatis pro-Rusia cukup menakutkan dan beberapa "provokasi" sedang terjadi di sana.

"Federasi Rusia memindahkan angkatan bersenjatanya di dalam wilayahnya atas kebijakannya sendiri," kata Peskov seperti dikutip dari BBC.

Dia menambahkan bahwa hal itu tidak perlu mengkhawatirkan siapa pun dan tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun. Menurutnya, Rusia mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan perbatasannya sendiri.

“Ada peningkatan aktivitas di perimeter perbatasan Rusia oleh NATO, aliansi lain, masing-masing negara—semuanya mewajibkan kami untuk waspada,” ujar Peskov.

Memanas lagi, 10 pesawat tempur China masuki zona pertahanan Taiwan

Kementerian Pertahanan Taiwan pada Senin (5 April) melaporkan serangan baru oleh Angkatan Udara China ke zona identifikasi pertahanan udara mereka, yang terdiri dari delapan jet tempur dan dua pesawat militer lainnya.

Pesawat militer China juga terbang melalui Selat Bashi yang strategis.

Taiwan selama beberapa bulan terakhir melaporkan tentang misi berulang oleh Angkatan Udara China di dekat wilayah mereka, yang terkonsentrasi di bagian Barat Daya dari zona pertahanan udaranya dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Akhir bulan lalu, Taiwan menyebutkan, 20 pesawat militer China memasuki zona pertahanan udaranya, yang terbanyak sejauh ini.

Dalam insiden terbaru, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, empat jet tempur J-16 dan empat jet tempur J-10 serta sebuah pesawat peringatan dini dan pesawat anti-kapal selam China masuk zona pertahanan udara mereka.

Pesawat peringatan dini dan pesawat anti-kapal selam China terbang ke Selatan Taiwan melalui Selat Bashi, yang menghubungkan Samudra Pasifik dengan Laut China Selatan.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan seperti dikutip Reuters, Angkatan Udara mereka mengirim patroli udara tempur dan memperingatkan pesawat militer China pergi.

Tidak ada tanggapan segera dari Kementerian Pertahanan China, tetapi penerbangan tersebut bertepatan dengan aktivitas militer China lainnya ke Utara Taiwan.

Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan pada Minggu (4/4), kapal induk China Liaoning, ditemani lima kapal pengawal, melakukan transit di Selat Miyako dalam perjalanan mereka ke Samudra Pasifik.

Meskipun Angkatan Udara China belum terbang di atas wilayah Taiwan, penerbangan tersebut telah meningkatkan tekanan, baik finansial maupun fisik, pada Angkatan Udara pulau itu.

Sebab, Taiwan harus memastikan pesawatnya siap terbang kapan saja dalam apa yang oleh pejabat keamanan mereka digambarkan sebagai "perang gesekan".

Kasus virus Covid-19 harian di India menembus 100.000 untuk pertama kalinya

 India melaporkan lonjakan terbesar dalam satu hari terkait kasus virus corona yang dikonfirmasi sejak pandemi dimulai. Para pejabat di negara bagian yang terkena dampak paling parah di Mumbai kembali ke penutupan beberapa bisnis dan tempat ibadah dalam upaya untuk memperlambat sebaran.

Kementerian Kesehatan melaporkan 103.558 infeksi COVID-19 baru dalam 24 jam terakhir, melampaui puncak sebelumnya 97.894 kasus harian yang tercatat pada akhir September. Kematian meningkat 478, meningkatkan jumlah kematian di negara itu menjadi 165.101.

India sekarang memiliki rata-rata tujuh hari lebih dari 73.000 kasus per hari dan infeksi di negara itu dilaporkan lebih cepat daripada di tempat lain di dunia. Kontributor terbesar lonjakan tersebut adalah negara bagian barat Maharashtra, menyumbang lebih dari 55 persen dari total kasus di India dalam dua pekan terakhir.

Negara bagian akan mulai menutup bioskop, restoran, pusat perbelanjaan, dan tempat ibadah mulai Senin malam. Pihak berwenang juga akan memberlakukan penguncian total di akhir pekan. Infeksi telah surut di India selama beberapa bulan tetapi mulai meningkat lagi pada akhir Februari. Sejak itu, kasus baru meningkat lebih dari sepuluh kali lipat.

India telah mengonfirmasi varian virus baru dan berpotensi merepotkan, tetapi para pejabat telah memperingatkan agar tidak mengaitkan itu atau varian lain dengan lonjakan tersebut.

Para ahli mengatakan lonjakan itu disalahkan sebagian karena semakin mengabaikan jarak sosial dan pemakaian masker di ruang publik, termasuk pertemuan publik. Beberapa mengatakan pemerintah telah mengirimkan pesan yang beragam.

Ketika pejabat kesehatan terus memperingatkan pertemuan di tempat umum, Perdana Menteri Narendra Modi dan para pemimpin partainya terus mengadakan kampanye besar-besaran di beberapa negara bagian di mana pemilihan lokal sedang berlangsung.

Pemerintah Modi juga mengizinkan festival besar Hindu selama sebulan berlangsung di tepi Sungai Gangga di negara bagian Uttarakhand utara. Festival ini menarik puluhan ribu peminat setiap hari.

India telah mengintensifkan upaya vaksinasi dalam beberapa pekan terakhir, sekarang memberikan lebih dari 3 juta suntikan sehari. Tapi vaksinasi itu lambat untuk menjangkau hampir 1,4 miliar orang India.

Lebih dari 76 juta orang India telah menerima setidaknya satu suntikan, tetapi hanya 9,5 juta dari mereka yang menerima keduanya. Pejabat kesehatan ingin melindungi 300 juta orang pada Agustus, tetapi para ahli mengatakan vaksinasi perlu bergerak lebih cepat untuk menghentikan penyebaran.

Negara itu telah meluncurkan fase ketiga dari upaya vaksinasi virus korona dengan mereka yang berusia lebih dari 45 tahun memenuhi syarat untuk suntikan. Dalam dua fase pertama, pekerja garis depan dan orang-orang yang berusia di atas 60 tahun memenuhi syarat. India telah melaporkan 12,6 juta kasus virus sejak pandemi dimulai, tertinggi setelah Amerika Serikat dan Brasil.

China makin berbahaya, perang dikhawatirkan pecah di Laut China Selatan

Seorang analis terkemuka Asia mengatakan, Beijing menggunakan kebijakan paksaan dan tekanan yang "berbahaya" untuk menegaskan kontrolnya atas Laut China Selatan. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat situasi di wilayah tersebut semakin memanas.

Melansir Express.co.id, China telah lama mengklaim kedaulatan atas perairan yang disengketakan, dengan mengatakan bahwa seluruh jalur air hingga pantai Filipina, Malaysia, dan Taiwan adalah miliknya.

Klaim Beijing didasarkan pada garis sembilan-putus berbentuk U yang terukir di peta pada tahun 1940-an oleh seorang ahli geografi Tiongkok. Pada 2016, pengadilan arbitrase internasional menolak klaim teritorial China.

Terlepas dari keputusan itu, China dalam beberapa tahun terakhir telah membangun pulau-pulau buatan di perairan yang diklaim oleh Vietnam, Filipina, dan Malaysia serta mengirimkan unit militer ke wilayah tersebut.

Saat ini, Beijing menerapkan taktik lain untuk memperkuat kehadirannya di wilayah tersebut dan menegaskan kontrolnya.

Pemerintah China selama beberapa minggu terakhir telah mengirim ratusan kapal penangkap ikan untuk menekan tetangganya.

"Beijing dengan jelas berpikir bahwa jika mereka menggunakan cukup paksaan dan tekanan dalam jangka waktu yang cukup lama, hal itu akan menekan negara-negara Asia Tenggara. Ini berbahaya," jelas Greg Poling, Direktur Asia Maritime Transparency Initiative, mengatakan kepada New York Times seperti yang dikutip Express.co.uk.

Pada akhir Maret, 245 kapal Tiongkok serta empat kapal perang terlihat di perairan dekat Spratly, sebuah kepulauan dengan lebih dari 100 pulau yang terletak di antara Filipina dan Vietnam.

Analis dari Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat membantah pernyataan Beijing bahwa kapal itu merupakan milik nelayan yang ingin meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Mereka mengatakan bahwa kapal-kapal itu adalah bagian dari milisi maritim China, kekuatan sipil yang seolah-olah dikerahkan oleh Beijing untuk mengimplementasikan tujuan strategisnya di Laut China Selatan.

Meskipun diyakini tidak bersenjata, kapal-kapal tersebut sebagian besar diawaki oleh pasukan cadangan yang beroperasi di bawah perintah Penjaga Pantai dan Tentara Pembebasan Rakyat.

Kehadiran mereka dikhawatirkan untuk mengintimidasi nelayan lokal dan mengusir mereka dari daerah tersebut.

"Dengan menempatkan mereka di sana, dan menyebarkannya ke seluruh hamparan air di sekitar terumbu karang yang ditempati orang lain, atau di sekitar ladang minyak dan gas atau daerah penangkapan ikan, mereka terus mendorong orang Filipina dan Vietnam keluar. Jika Anda seorang nelayan Filipina, Anda selalu dilecehkan oleh orang-orang ini," jelas Poling.

"Pada titik tertentu Anda menyerah begitu saja dan berhenti memancing di sana,” tambahnya.