• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Senin, 5 April  2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Senin, 5 April  2021 )

Mayoritas Bursa Asia Hijau, Saat Bursa China Libur

 Bursa Asia dibuka positif pada perdagangan Senin (5/4/2021), seiring tidak dibukanya bursa saham China dan Hong Kong pada hari ini karena sedang libur nasional memperingati hari Qīngmíng jié

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka melesat 0,81%, Straits Times Index (STI) Singapura melonjak 0,88%, dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,43%.

Dari data ekonomi, Jepang telah merilis data indeks manajer pembelian (Purchasing Manager' Index) Jasa versi Jibun Bank (Markit) untuk periode Maret 2021. Tercatat PMI Jasa Jepang kembali tumbuh dan berekspansi ke angka 48,3 dari sebelumnya pada Februari 2021 di angka 46,3.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, dan di atas 50 berarti ekspansi.

Beralih ke Amerika Serikat (AS), data ketenagakerjaan melaporkan bahwa jumlah pekerja baru semakin meningkat.

Rilis data tenaga kerja Jumat lalu menunjukkan ada 916.000 pekerja baru yang mendapatkan slip gaji pada Maret, atau jauh lebih baik dari ekspektasi ekonom sebanyak 675.000 slip gaji.

Sementara itu, tingkat pengangguran juga turun menjadi 6%, sejalan dengan ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones.

Pelaku pasar pada masih mencermati panel diskusi yang digelar Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada Kamis, di mana bos bank sentral AS Jerome Powell dijadwalkan hadir di panel diskusi tersebut.

Pasar perlu memantau apakah ada pernyataan The Fed yang menyinggung mengenai valuasi pasar yang terus meninggi, dan juga kestabilan keuangan global akibat kebijakannya yang nekad mempertahankan suku bunga sekalipun inflasi AS melebihi angka 2%.

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi, Nikkei 225 terangkat 215,49 poin

Saham-saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada perdagangan pada Senin pagi, karena sentimen investor didukung oleh data akhir pekan lalu yang menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja terbanyak dalam tujuh bulan pada Maret, mendukung harapan pemulihan ekonomi global yang lebih luas.

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) bertambah 215,49 poin atau 0,72 persen, dari penutupan Jumat (2/4/2021), menjadi diperdagangkan di 30.069,49 poin. Pada akhir pekan lalu, indeks Nikkei 225 melonjak 465,13 poin atau 1,58 persen menjadi 29.854,00 poin, level penutupan tertinggi dua minggu.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo, menguat 4,88 poin atau 0,25 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.976,50 poin. Indeks Topix naik 13,98 poin atau 0,71 persen menjadi 1.971,62 poin pada penutupan perdagangan Jumat (2/4/2021).

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan transportasi laut, bank, dan real estat termasuk yang paling maju pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

Perang Eropa diprediksi bisa berkobar, ini penyebabnya

Siaga, perang Eropa bisa terjadi dalam waktu dekat. Perang Eropa bisa berkobar karena konflik Rusia dengan Ukraina.

Kedatangan 4.000 tentara Rusia di wilayah perbatasan dengan Ukraina dapat memicu perang Eropa. Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang ahli militer sekaligus analis militer Rusia, Pavel Felgenhauer.

Felgenhauer menyampaikan pernyataannya ketika tensi antara Rusia dan Ukraina semakin menegang sebagaimana dilansir New York Post, Sabtu (3/4/2021). "Krisis ini berpotensi meningkat menjadi perang pan-Eropa, bisa juga jadi perang dunia," kata Felgenhauer.

Felgenhauer mengatakan hal tersebut dalam wawancara terbarunya dengan outlet berita Rosbalt di Rusia. “Akankah itu terjadi atau tidak? Kita lihat saja. Di Barat, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan," sambung Felgenhauer.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung Ukraina dalam jika negara tersebut benar-benar berperang dengan Rusia. Hal itu diungkapkan Biden dalam panggilan teleponnya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat (2/4/2021).

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia semakin memanas setelah Moskwa mengerahkan pasukannya di dekat perbatasan. "Presiden Biden menegaskan dukungan tak tergoyahkan dari AS untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina dalam menghadapi agresi berkelanjutan Rusia di Donbass dan Krimea," bunyi pernyataan dari AS.

Pekan ini, Rusia mengancam bahwa eskalasi di Donbass dapat mencapa skala yang “menghancurkan” jika NATO campur tangan sebagaimana dilansir Reuters. Ukraina, negara-negara Barat, dan NATO menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata berat untuk menopang proksinya di Donbass.

Rusia mengatakan, pihaknya hanya memberikan dukungan politik dan kemanusiaan kepada pejuang separatis. Kremlin sendiri menganggap masalahnya dengan Ukraina sebagai konflik internal.

China laporkan lonjakan kasus Covid-19 harian terbesar dalam dua bulan terakhir

China melaporkan lonjakan harian terbesarnya dalam kasus Covid-19 baru dalam lebih dari dua bulan. Melansir Reuters, sebuah kota di perbatasan dengan Myanmar di provinsi Yunnan barat daya menyumbang semua kasus corona lokal baru.

Setelah melaporkan adanya pasien Covid-19, pemerintah lokal Ruili menempatkan penduduk di daerah perkotaan di bawah karantina rumah, meluncurkan uji coba besar-besaran, serta mulai membatasi orang untuk pergi dan memasuki kota sejak minggu lalu.

Kota ini menyumbang semua dari 15 kasus lokal baru yang dilaporkan pada 4 April. Jumlah total infeksi Covid-19 baru, termasuk infeksi impor yang berasal dari luar negeri, mencapai 32 kasus. Hal ini menandai angka tertinggi sejak 31 Januari.

Reuters yang mengutip media lokal memberitakan, analisis genetik dari kasus yang ditemukan di Ruili menunjukkan infeksi lokal baru berasal dari virus yang diimpor dari Myanmar. Dari pasien baru yang dilaporkan di kota tersebut, 11 di antaranya diidentifikasi sebagai warga negara Myanmar.

Ruili adalah titik transit utama untuk provinsi Yunnan, yang telah berjuang untuk memantau perbatasannya sepanjang 4.000 km (2.500 mil) dengan Laos, Myanmar dan Vietnam untuk imigrasi ilegal di tengah gelombang penyeberangan tidak sah tahun lalu oleh orang-orang yang mencari tempat berlindung dari pandemi.

Otoritas lokal juga telah memulai upaya vaksinasi di Ruili dalam upaya untuk menahan penyebaran Covid-19 dan membangun kekebalan komunitas di kota.

Jumlah kasus asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan oleh China sebagai kasus yang dikonfirmasi, mencapai 18, cocok dengan total dari sehari sebelumnya.

Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daratan China sekarang mencapai 90.305, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di 4.636.

Boris Johnson akan tetapkan rencana perjalanan di Inggris setelah vaksinasi dimulai

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menetapkan rencana pembukaan kembali ekonomi dan meluncurkan kembali perjalanan internasional pada Senin (5/4) ketika dia memperbarui roadmap virus corona, dibantu oleh salah satu peluncuran vaksin tercepat di dunia.

Ketika sebagian besar Eropa memasuki lockdown baru untuk menangani lonjakan kasus, Johnson akan memberikan pembaruan tentang rencananya untuk melonggarkan pembatasan dalam beberapa bulan mendatang.

Mengutip Reuters, Johnson diharapkan mengonfirmasi bahwa sektor ritel non esensial, pelayanan di luar ruangan dan penata rambut dapat dibuka kembali pada 12 April di Inggris, sementara ia juga akan memberikan perincian lebih lanjut tentang paspor vaksin dan perjalanan internasional.

Maskapai penerbangan berjuang untuk bertahan hidup setelah setahun hampir tidak melakukan perjalanan, dan rencana pemerintah untuk menggunakan sistem lampu lalu lintas untuk negara-negara berdasarkan tingkat infeksi dan vaksinasi memberikan secercah harapan bahwa liburan bisa dilakukan.

Berdasarkan rencana saat ini, perjalanan internasional tidak akan dilanjutkan paling cepat hingga 17 Mei. Financial Times mengatakan Johnson tidak diharapkan untuk menetapkan jangka waktu tertentu.

Pelonggaran aturan secara bertahap juga akan dibantu oleh peningkatan ketersediaan pengujian, dimana semua orang di Inggris berhak melakukan tes Covid-19 cepat dua kali seminggu untuk mencegah wabah dan menemukan orang-orang yang tidak menunjukkan gejala.

"Karena kami terus membuat kemajuan yang baik dalam program vaksin kami dan dengan peta jalan kami untuk mengurangi pembatasan secara hati-hati, pengujian cepat secara teratur bahkan lebih penting untuk memastikan upaya tersebut tidak sia-sia," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mengikuti jalan mereka sendiri yang serupa dari penguncian ketat yang diberlakukan pada awal tahun ini.

Inggris dapat mengejar pemulihan setelah memberikan vaksinasi AstraZeneca dan Pfizer kepada lebih dari setengah populasi orang dewasa. Pembukaan kembali sekolah pada bulan Maret juga belum menyebabkan lonjakan kasus, meskipun ada peningkatan dalam lebih banyak pengujian.

Tetapi Inggris telah dilanda pandemi parah. Dengan hampir 127.000 kematian, itu memiliki jumlah korban tertinggi kelima di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan India.

Pada tahun 2020, produk domestik bruto turun 9,8%, terbesar dalam lebih dari tiga abad dan salah satu kontraksi terdalam di dunia. Namun rumah tangga telah menabung, dan sterling telah menguat terhadap euro menjelang pembukaan kembali.

PBB: Masih ada ketidakadilan dalam distribusi vaksin Covid-19 secara global

Lahirnya beragam jenis vaksin Covid-19 berhasil mendorong banyak negara untuk memulai program vaksinasi. Sayangnya, PBB menilai bahwa distribusi vaksin global masih tidak adil, terutama bagi negara dengan penghasilan rendah.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, kembali mengkritik para negara kaya yang diduga menimbun pasokan vaksin Covid-19 dan tidak memberikan bantuan kepada negara yang kekurangan.

Guterres memang telah sejak lama mengkhawatirkan adanya monopoli persediaan vaksin Covid-19 yang dilakukan negara kaya. Hal ini akan berujung pada sulitnya negara-negara dengan penghasilan rendah untuk bisa memvaksin warganya.

Berbicara dengan kanal televisi CBC (28/3), Guterres mengaku prihatin karena saat ini pasokan vaksin Covid-19 terasa tidak adil. Ia berharap semua orang di dunia bisa segera mendapatkan vaksin dengan adil.

"Saya sangat prihatin dengan distribusi vaksin yang sangat tidak adil ini di dunia. Semua orang berkepentingan untuk memastikan bahwa sesegera mungkin dan dengan cara yang adil," ungkap Guterres, seperti dikutip Channel News Asia.

Lebih lanjut, Guterres mengkritik adanya kepentingan lain negara-negara kaya yang sengaja menimbun vaksin melebihi kebutuhan penduduk mereka.

Sejak sejumlah vaksin mulai terdaftar dan aman untuk digunakan, Guterres telah menghimbau negara-negara maju untuk membagikan beberapa vaksin ke negara-negara lain yang membutuhkan.

Atas dasar inilah inisiasi COVAX dibentuk oleh WHO dan beberapa lembaga kesehatan lainnya.

"Pertama, jangan menimbun vaksin. Itu tidak masuk akal. Kami telah menghimbau negara-negara maju untuk membagikan beberapa vaksin, dalam banyak situasi mereka telah membeli lebih dari yang mereka butuhkan." sambung Guterres.

Menurutnya, berakhirnya pandemi sangat bergantung pada program vaksinasi yang dilakukan secepat mungkin, merata, dan tentunya adil. Ia juga memohon semua pihak untuk mendukung mekanisme vaksinasi global yang dicanangkan oleh G20.

Terkait penggunaan paspor vaksinasi, Guterres mengatakan masih perlu ada diskusi lebih lanjut untuk menilai apakah hal tersebut adil dan semua negara mau bekerja sama di bawah aturan yang sama.

Guterres mengkhawatirkan negara-negara miskin dan berkembang yang tingkat vaksinasinya masih rendah akan sulit beraktivitas secara global jika paspor diterapkan. Di sisi lain, negara maju akan semakin mendominasi dunia.

China berhasil jadi negara dengan bank sentral paling ramah lingkungan di dunia

Berkat sejumlah ketat terkait proyek-proyek penanggulangan polusi, Bank Sentral China berhasil menjadi bank sentral paling ramah lingkungan di dunia oleh kelompok advokasi Positive Money.

China dan Brasil dinobatkan sebagai negara dengan bank sentral paling ramah lingkungan di dunia. Dua negara ini berhasil mengalahkan negara-negara kaya berkat langkah-langkah konkret seperti menurunkan suku bunga pinjaman untuk proyek-proyek penanggulangan polusi.

Kelompok advokasi nirlaba Positive Money yang berbasis di Inggris merilis penelitian mereka ini pada hari Rabu (31/3). Mereka memeringkat bank sentral dan pengawas keuangan negara-negara G20 berdasarkan seberapa banyak yang mereka lakukan untuk memerangi perubahan iklim.

Berdasarkan pengamatannya, hanya ada tiga negara yang berhasil lolos dari sejumlah penilaian, yakni China, Brasil, dan Prancis.

Penilaian dari Positive Money ini mungkin sedikit mengejutkan banyak pihak, mengingat China adalah salah satu negara penghasil polusi terbesar di dunia dan Brasil terus dihujani kritik karena menghancurkan sebagian hutan hujan Amazon.

Terlepas dari itu, para peneliti di Positive Money menilai bahwa China dan Brasil justru berhasil mengeluarkan kebijakan lingkungan lebih cepat karena sadar mereka menghadapi ancaman lingkungan yang lebih besar.

Sebagai contoh, inisiatif ramah lingkungan Bank Rakyat China dimulai dari tahun 1995 dan semua bank sekarang diminta untuk menawarkan pinjaman yang lebih murah untuk proyek-proyek ramah lingkungan.

"Hal ini membuat dampak dan risiko lingkungan lebih segera terlihat dan relevan bagi para bankir sentral dan pengawas mereka, dan dapat menghasilkan dorongan yang lebih besar untuk menghijaukan proses pembuatan kebijakan mereka," ungkap Positive Money, seperti dikutip Reuters.

Sejalan dengan itu, bank sentral Brasil juga membatasi pembiayaan untuk upaya perluasan lahan yang memangkas wilayah hutan Amazon.

Prancis yang ada di posisi ketiga juga terlihat sangat unggul dari rekan-rekannya di Uni Eropa. Positive Money memberikan poin ekstra kepada Prancis berkat uji tekanan iklimnya sendiri terhadap bank-bank besar dan perusahaan asuransi.

Saat ini Bank Sentral Eropa telah mulai menuntut agar bank-bank mempertimbangkan perubahan iklim saat memberikan pinjaman dan sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi penilaian ramah lingkungan dalam pembelian obligasi.

Hingga saat ini peran bank sentral dalam memerangi perubahan iklim adalah sesuatu yang masih diperdebatkan secara global dan belum ada kesepakatan pasti soal hal ini.

Melansir Reuters, sebuah laporan oleh 89 institusi yang diterbitkan minggu lalu menemukan bahwa semua opsi kebijakan yang terkait dengan lingkungan memiliki kelemahan.

Beberapa kebijakan yang umum diterapkan seperti membengkokkan pendanaan bank sentral untuk menguntungkan emiten hijau atau menghukum para pencemar.

Namun Positive Money menganjurkan semua pihak untuk membuang keraguan seperti itu karena kondisi lingkungan saat ini sudah semakin parah. Secara khusus, mereka meminta semua bank untuk menghentikan pendanaan bagi para pencemar.

Iran menolak pencabutan sanksi secara bertahap terkait pelanggaran nuklir

Pemerintah Iran ingin Amerika Serikat mencabut semua sanksi terhadap negaranya dan menolak pelonggaran langkah demi langkah (step-by-step) apa pun dari pembatasan. Press TV melaporkan pada hari Sabtu.

Kedua negara mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan mengadakan pembicaraan tidak langsung di Wina mulai minggu depan sebagai bagian dari negosiasi yang lebih luas untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan global.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan fokusnya adalah pada "langkah-langkah nuklir yang perlu diambil Iran untuk kembali ke kepatuhan" dengan perjanjian itu.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan pada hari Sabtu bahwa Teheran menentang pelonggaran sanksi secara bertahap. "Tidak ada rencana langkah demi langkah yang sedang dipertimbangkan," kata Khatibzadeh kepada Press TV.

“Kebijakan definitif Republik Islam Iran adalah mencabut semua sanksi AS,” tambahnya.

Tujuan pembicaraan di ibu kota Austria itu adalah untuk mencapai kesepakatan dalam dua bulan, menurut seorang pejabat senior Uni Eropa, koordinator kesepakatan itu.

Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari pakta nuklir pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, yang mendorong Teheran untuk melanggar beberapa pembatasan nuklir perjanjian tersebut.

Pengganti Trump Joe Biden ingin menghidupkan kembali perjanjian tersebut, tetapi Washington dan Teheran berselisih tentang siapa yang harus mengambil langkah pertama.

Iran, China, Rusia, Prancis, Jerman dan Inggris mengadakan pembicaraan virtual pada hari Jumat untuk membahas kemungkinan kembalinya Amerika Serikat ke kesepakatan tersebut.

Bisa bikin China marah, Taiwan ungkap negara-negara Eropa membantu proyek kapal selam

Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan, negara-negara Eropa memberikan bantuan untuk proyek kapal selam asli Taiwan. Ini merupakan pengakuan yang jarang terjadi bahwa program sensitif pulau tersebut tidak hanya mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat.

Reuters mewartakan, Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri, telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mengubah kekuatan kapal selamnya, beberapa di antaranya berasal dari Perang Dunia Kedua. Tentu saja, kapal selam ini bukan tandingan armada China, yang memiliki kapal yang mampu meluncurkan senjata nuklir.

Hingga akhirnya, pemerintah AS pada tahun 2018 memberikan lampu hijau bagi produsen AS untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Ini merupakan sebuah langkah yang secara luas dianggap membantu Taiwan mengamankan komponen utama, meskipun tidak jelas perusahaan AS mana yang terlibat.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam, Kementerian Pertahanan Taiwan membantah laporan dalam publikasi yang berbasis di AS The National Interest, yang mengutip laporan berita Taiwan dari 2019, bahwa Korea Utara telah membahas membantu Taiwan dengan kapal selam.

"Dalam pengembangan kapal selam kami belum pernah ada, tidak ada sekarang dan tidak akan pernah ada kontak dengan Korea Utara; bantuan semuanya diberikan oleh negara-negara penting di Eropa dan Amerika Serikat," demikian bantahan Kemenhan Taiwan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Negara-negara Eropa umumnya berhati-hati dalam mengizinkan penjualan senjata ke Taiwan karena takut membuat marah China, meskipun pada 2018 Taiwan mengatakan sedang berbicara dengan perusahaan yang berbasis di wilayah Inggris di Gibraltar tentang desain armada kapal selam baru.

Dua dari empat kapal selam aktif Taiwan dibangun di Belanda pada 1980-an, meskipun negara itu kemudian menolak untuk menjual lebih banyak lagi ke pulau itu.

Prancis juga telah menjual fregat dan jet tempur Taiwan. Taiwan mengatakan tahun lalu sedang berusaha membeli peralatan dari Prancis untuk meningkatkan sistem interferensi rudal kapal.

CSBC Corporation Taiwan yang didukung negara mulai membangun kapal selam baru tahun lalu, yang bertujuan untuk mengirimkan yang pertama dari delapan kapal yang direncanakan pada tahun 2025.

Menteri pertahanan Taiwan bulan lalu mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyetujui ekspor teknologi sensitif untuk melengkapi armadanya.

Menhan Filipina: China ingin menduduki lebih banyak wilayah Laut China Selatan

Menteri Pertahanan Filipina mengatakan bahwa China ingin menduduki lebih banyak wilayah di Laut China Selatan. Dia mengutip berlanjutnya kehadiran kapal China yang diyakini Manila diawaki oleh milisi di bagian-bagian yang disengketakan di jalur perairan strategis.

"Kehadiran terus menerus milisi maritim China di daerah itu mengungkapkan niat mereka untuk menduduki lebih lanjut (wilayah) di Laut Filipina Barat," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan, Minggu (4/4/2021), menggunakan nama lokal untuk Laut China Selatan.

Melansir Reuters, itu adalah pernyataan bermusuhan kedua oleh Lorenzana dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, dia mengulangi seruan Filipina agar kapal-kapal China meninggalkan Whitsun Reef, yang disebut Manila sebagai Julian Felipe Reef, yang terletak di dalam zona ekonomi eksklusif 200 milnya.

Diplomat China mengatakan kapal-kapal yang berlabuh di dekat terumbu karang -berjumlah lebih dari 200 berdasarkan data intelijen awal yang dikumpulkan oleh patroli Filipina- berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya.

Pada hari Sabtu, Lorenzana mengatakan masih ada 44 kapal China di Whitsun Reef meskipun kondisi cuaca membaik.

"Saya tidak bodoh. Sejauh ini cuaca bagus, jadi mereka tidak punya alasan untuk tinggal di sana," katanya.

Kedutaan Besar China di Manila menanggapi komentar Lorenzana, dengan mengatakan bahwa "sangat normal" bagi kapal China untuk menangkap ikan di daerah tersebut dan berlindung di dekat terumbu selama kondisi laut yang buruk. "Tidak ada yang berhak membuat pernyataan ceroboh tentang kegiatan seperti itu," kata Kedubes China.

Reuters memberitakan, pengadilan internasional membatalkan klaim China atas 90% Laut China Selatan pada tahun 2016, tetapi Beijing tidak mengakui keputusan tersebut dan telah membangun pulau-pulau buatan di perairan sengketa yang dilengkapi dengan radar, baterai rudal, dan hanggar untuk jet tempur.

"Mereka telah melakukan ini (menempati wilayah yang disengketakan) sebelumnya di Panatag Shoal atau Bajo de Masinloc dan di Panganiban Reef, dengan berani melanggar kedaulatan dan hak kedaulatan Filipina di bawah hukum internasional," kata Lorenzana dalam pernyataannya hari Minggu.