• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 1 April  2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 1 April  2021 )

News Forex, Index & Komoditi

( Kamis, 1 April  2021 )

Wall Street ditutup beragam, S&P 500 dan Nasdaq terangkat teknologi

Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq terangkat kenaikan kuat saham-saham teknologi, dan tiga indeks utama mencatatkan kenaikan kuartalan keempat berturut-turut ketika investor memposisikan diri mereka untuk rencana infrastruktur besar-besaran Presiden Joe Biden.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,41 poin atau 0,26 persen menjadi ditutup di 32.981,55 poin. Indeks S&P 500 bertambah 14,34 poin atau 0,36 persen, menjadi menetap di 3.972,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 201,48 poin atau 1,54 persen menjadi ditutup pada 13.246,87 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan energi dan keuangan masing-masing turun 0,93 persen dan 0,9 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor teknologi terangkat 1,5 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Untuk kuartal ini, indeks Dow melonjak 7,8 persen, indeks S&P 500 terdongkrak 5,8 persen dan Nasdaq meningkat 2,8 persen. Untuk bulan ini, indeks Dow menambahkan sekitar 6,6 persen, S&P 500 melonjak 4,2 persen dan Nasdaq naik hanya 0,4 persen.

Spekulasi pada rebound ekonomi yang kuat mendukung Wall Street selama kuartal pertama, bahkan ketika kegelisahan muncul atas GameStop dan hiruk-pikuk perdagangan ritel, lonjakan imbal hasil surat utang negara AS dan hedge fund AS bangkrut.

Pada Rabu (31/3/2021), indeks acuan S&P 500 mencapai rekor tertinggi harian tetapi berhenti untuk mencapai 4.000 dan mengupas kenaikan di sore hari. Indeks teknologi S&P 500 memimpin kenaikan sektoral, sementara sektor energi turun dan merupakan sektor terlemah pada hari itu.

"Tren yang kita lihat hari ini adalah investor berputar kembali ke saham-saham yang berorientasi pada pertumbuhan yang telah sedikit terpukul selama beberapa minggu terakhir ini karena rotasi ke saham-saham yang akan diuntungkan oleh pembukaan kembali ekonomi," kata Michael Sheldon, kepala investas pada RDM Financial Group di Hightower di Westport, Connecticut.

Beberapa sektor siklikal juga bisa berhenti sejenak dari kenaikannya karena penguatan dolar baru-baru ini, katanya.

Untuk kuartal tersebut, Nasdaq berkinerja buruk di dua indeks utama lainnya karena investor bertukar saham berorientasi pertumbuhan dengan saham underpriced yang dianggap paling diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi penuh. Saham-saham perusahaan teknologi tinggi telah terpukul oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun.

Biden memberikan pidato yang sangat dinantikan di sore hari yang menyerukan penggunaan kekuasaan pemerintah untuk membentuk kembali ekonomi terbesar di dunia dan melawan kenaikan China dalam proposal 2 triliun dolar AS lebih yang telah disambut dengan perlawanan politik yang cepat.

Apple Inc naik 1,9 persen setelah pialang UBS meningkatkan peringkat sahamnya menjadi "beli" karena permintaan stabil jangka panjang untuk iPhone dengan penyedia layanan resmi yang lebih baik.

Walgreens Boots Alliance melonjak 3,6 persen setelah menaikkan perkiraan laba 2021 pada penjualan yang lebih tinggi di toko apotek ritel AS.

Di bidang ekonomi, perusahaan swasta AS meningkatkan perekrutan pada Maret ketika lebih banyak orang Amerika yang divaksinasi COVID-19. Laporan penggajian sejalan dengan tanda-tanda perbaikan baru-baru ini di pasar tenaga kerja dan muncul menjelang laporan pekerjaan bulanan yang lebih komprehensif pada Jumat (2/3/2021).

Pasar saham Asia diprediksi naik tipis

Pasar saham Asia diprediksi menguat tipis pada perdagangan Kamis, setelah perusahaan-perusahaan teknologi besar reli di Wall Street dan Presiden Joe Biden mengumumkan rencana investasi infrastruktur multi triliun dolar AS.

Sementara dolar mencapai tertinggi satu tahun terhadap yen dan puncak multi bulan terhadap mata uang lainnya karena investor bertaruh stimulus fiskal AS dan vaksinasi agresif akan membantu Amerika Serikat memimpin pemulihan pandemi global.

Saham-saham teknologi kemungkinan akan mendorong saham Australia lebih tinggi setidaknya pada awal perdagangan Kamis di Asia, tetapi optimisme dapat didinginkan oleh kekhawatiran tentang inflasi dan suku bunga.

Indeks berjangka S&P/ASX 200 Australia naik 0,28 persen pada awal perdagangan, sementara indeks berjangka Hang Seng Hong Kong naik 0,81 persen dan indeks berjangka Nikkei 225 Jepang turun 0,10 persen.

Saham-saham teknologi besar melonjak di Wall Street saat Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc, Tesla Inc dan Facebook Inc naik.

Indeks Komposit Nasdaq melonjak 201,48 poin atau 1,54 persen, menjadi 13.246,87 poin. S&P 500 naik 14,34 poin atau 0,36 persen ke puncak baru 3.972,89 poin. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,41 poin atau 0,26 persen menjadi 32.981,55 poin

Rencana Biden senilai 2 triliun dolar AS untuk menciptakan perumahan yang lebih terjangkau, membangun kembali jalan, jembatan, dan rel kereta api serta memberikan insentif untuk kendaraan listrik, yang diluncurkan pada Rabu (31/3/2021), menghadapi kesulitan berat di Kongres AS, di mana Partai Demokrat memegang mayoritas tipis.

Ukuran stimulus lebih lanjut ini mungkin sudah diperkirakan, kata Mark Hampton, penasihat investasi di Hamilton Hindin Greene di Wellington.

Penguatan ekonomi adalah "sedikit kabar baik yang menjadi berita buruk ... membuat orang bertanya-tanya berapa lama kita akan hidup di lingkungan dengan tingkat suku bunga rendah dan inflasi rendah," katanya.

Meskipun imbal hasil obligasi menurun dalam perdagangan AS, perubahan tersebut terutama terjadi pada penyeimbangan kembali portofolio. Imbal hasil telah jauh lebih tinggi, dengan imbal hasil 10 tahun di jalur untuk kenaikan kuartalan terbesar sejak kuartal keempat 2016.

Indeks dolar turun 0,038 persen, dengan euro turun 0,03 persen menjadi 1,1725 dolar AS. Yen Jepang melemah 0,01 persen versus greenback di 110,71 yen per dolar

Taiwan: Perang Dagang AS-China Meningkatkan Upaya Beijing Mencuri Teknologi

 Pemerintah Taiwan melaporkan bahwa kebangkitan perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China telah menyebabkan peningkatan upaya oleh Beijing untuk mencuri teknologi Taipei.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) adalah pengecoran semikonduktor terbesar dan paling berteknologi maju di dunia yang menguasai setengah dari pasar global untuk pembuatan chip kontrak. Taipei menuduh Beijing telah menyusup ke industri chip Taiwan yang berkembang pesat dan terkemuka di dunia.

"Komunis China mencuri kekayaan intelektual negara lain untuk meningkatkan kekuatan mereka sendiri," kata Wakil Kepala Biro Keamanan Nasional Taiwan, Hu Mu Yuan.

Dia menyoroti bahwa upaya tersebut tidak hanya memengaruhi Taiwan, tetapi juga Jepang dan Korea Selatan.

Pejabat pemerintah tersebut memperingatkan bahwa China telah berusaha untuk menghindari hukum pencegahan Taiwan dengan mendirikan perusahaan di negara pulau itu. Taiwan percaya bahwa upaya ini dalam upaya untuk mencuri teknologi dan mencari bakat.

Pada pertemuan komite parlemen, Menteri Ekonomi Taiwan Wang Mei Hua menyatakan bahwa karena sengketa perdagangan AS-China yang sedang berlangsung telah menghalangi perkembangan industri semikonduktor China. Menurutnya, pejabat di China menggunakan taktik perburuan dan infiltrasi secara berurutan untuk mencapai swasembada dalam rantai pasokan.

"Upaya semacam itu adalah cara tercepat bagi China daratan untuk meningkatkan industrinya," kata Wang.

Tahun lalu, raksasa teknologi global terkemuka China, Huawei Technologies Ltd., menderita secara ekonomi karena sanksi AS. TSMC, yang menerima 14% pendapatannya dari semikonduktor milik Huawei, berhenti berbisnis dengan perusahaan tersebut di bawah tekanan pemerintah AS.

Pada 2019, tujuh perusahaan Amerika menyumbang lebih dari setengah pendapatan global TSMC.

Pada konferensi industri, Richard Yu, presiden unit konsumen Huawei, mengatakan; "Sayangnya, pada putaran kedua sanksi AS, produsen chip kami hanya menerima pesanan hingga 15 Mei, dan karena ketidakmampuan Huawei untuk memproduksi sendiri, tidak ada chip dan tidak ada pasokan sehingga produksi dihentikan pada bulan September tahun yang sama."

Awal bulan ini, pemerintahan Joe Biden menyebut Huawei dan empat perusahaan teknologi China lainnya sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS. Huawei terus membantah tuduhan bahwa produknya memfasilitasi mata-mata China, dan malah menuduh Washington menggunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk menghentikan persaingan di industri teknologi.

Laporan Oktober 2020 dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional menyatakan bahwa AS mempertahankan minat bahwa Taiwan tetap terintegrasi ke dalam ekonomi global, dan terus melayani sebagai penyedia barang publik global. Akibatnya, hubungan AS-Taiwan meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, yang pada gilirannya memicu ketegangan yang sudah tinggi antara pulau itu dengan China.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/4/2021), Hu percaya bahwa mencegah teknologi kunci Taiwan dan personel berteknologi tinggi agar tidak disusupi oleh "rantai pasokan merah" telah menjadi tugas penting untuk melindungi daya saing industri Taiwan dan memastikan keamanan ekonomi pulau itu.

Istilah "rantai pasokan merah" adalah referensi warna partai yang berkuasa di China, yakni Partai Komunis China.

Tidak jelas bagaimana China dapat menanggapi tuduhan yang disuarakan oleh pejabat Taiwan bahwa mereka telah terlibat dalam perburuan yang disengaja oleh orang dalam teknologi negara pulau itu. Awal pekan ini, negara itu mengumumkan keringanan pajak untuk meningkatkan pengembangan semikonduktor sebagai tanggapan atas sanksi AS.

Ledek Sanksi AS, Iran Makin Gila-gilaan Jual Minyak ke China

 China semakin gila-gilaan minyak mentah dari Iran , hampir satu juta barel per hari (bph) pada bulan Maret. Impor minyak oleh Beijing ini menjadi ledekan terhadap sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.

Jumlah pembelian minyak itu hampir setengah dari jumlah ekspor minyak Arab Saudi ke China.

Laporan sebelumnya oleh Reuters pada awal bulan Maret lalu mengatakan bahwa China membeli minyak mentah Iran dalam volume tertinggi untuk mengantisipasi pencabutan sanksi Administrasi Biden terhadap Teheran.

Data Reuters yang mengutipRefinitiv Oil Research—unit yang fokus pada energi dari penyedia global data pasar keuangan dan infrastruktur di Asia juga menyebutkan bahwaRepublik Islam Iran telah mengirimkan sekitar 17,8 juta ton minyak mentah ke pelabuhan China selama 14 bulan terakhir, dengan volume mencapai tertinggi dalam sejarah pada Januari dan Februari.

Bahkan India, lanjut laporan itu, mulai merencanakan pembelian minyak Iran.

Kemudian pada bulan Maret, Washington memperingatkan China untuk berhenti membeli minyak dari Iran.



"Kami telah memberi tahu China bahwa kami akan terus menegakkan sanksi kami," kata pejabat senior pemerintah AS yang tidak disebutkan namanya kepada Financial Times. "Tidak akan ada lampu hijau diam-diam."

Sanksi era Presiden Donald Trump dapat dicabut jika Iran dan AS berhasil mencapai meja perundingan, tetapi itu masih belum pasti.

“Pada akhirnya, tujuan kami bukanlah untuk menegakkan sanksi; itu untuk mencapai titik di mana kami mencabut sanksi dan Iran membalikkan langkah nuklirnya," lanjut pejabat tersebut.

China menimbun banyak minyak mentah Iran yang murah, yang terakhir mengamankan pasokan jangka panjang dengan kesepakatan senilai USD400 miliar. Dalam kesepakatan itu, China akan berinvestasi besar-besaran di berbagai sektor ekonomi Iran selama 25 tahun ke depan dan sebagai gantinya akan menerima akses ke aliran minyak murah yang stabil.

Saat ini, Iran menyembunyikan minyak mentah yang dijualnya ke China karena berasal dari negara lain untuk menghindari sanksi AS. Itu juga merusak upaya sesama anggotanya untuk menjaga harga lebih kuat.

"Lonjakan baru-baru ini dalam ekspor minyak mentah Iran, terutama ke China, dan minyak mentah yang keluar dari persediaan berkontribusi pada kelemahan pasar minyak, merusak upaya OPEC+ untuk membatasi pasokan dan menetapkan harga untuk penurunan mingguan ketiga," kata Rystad Energy, perusahaan riset energi dan intelijen bisnis independen yang berkantor pusat di Oslo, Norwegia, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (31/3/2021).

Bebaskan Kapal Ever Given, Otoritas Terusan Suez Habiskan Rp14,5 Triliun

 Otoritas Terusan Suez , Mesir, mengatakan total biaya yang dihabiskan untuk membebaskan perairan itu dari kapal kontainer raksasa Ever Given mencapai USD1 miliar (lebih dari Rp14,5 triliun). Kapal itu tersangkut dan menyebabkan kemacetan lalu lintas kapal di Terusan Suez hingga enam hari.

"Kami akan melanjutkan penghitungan, menghitung semua dana yang telah kami gunakan sejak hari pertama insiden, biaya penggunaan kapal tunda dan kapal keruk, yang bekerja sepanjang waktu," kata kepala Administrasi Terusan Suez Osama Rabia kepada media Mesir, Sada el-Balad TV pada hari Rabu yang dilansir Sputniknews, Kamis (1/4/2021).

Rabia sebelumnya menyatakan macetnya lalu lintas Terusan Suez telah merugikan pemerintah Mesir sebesar USD14 juta (lebih dari Rp203 miliar) per hari.

Untuk saat ini, kapal berbendera Panama milik Jepang yang dioperasikan oleh Taiwan telah ditarik ke Great Bitter Lake, yang berada sekitar setengah jalan melalui kanal yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah.

Kapal Ever Given akan tinggal di sana sampai penyelidikan lengkap atas insiden tersebut selesai, termasuk pemeriksaan keselamatan lambungnya, yang bagian depannya bersarang di tepi timur kanal. Kapal itu telah melakukan perjalanan dari China ke Belanda sebelum insiden di Terusan Suez terjadi.

Rabia mengatakan kru Ever Given belum menyerahkan kotak hitam kapal dan dokumen lainnya ke Kairo sebagai bagian dari penyelidikannya.

Kapal itu panjangnya sekitar 400 meter, lebih panjang dari lebar jalur air di Terusan Suez. Saat tersangkuat, lambungnya yang besar benar-benar menghalangi jalur perairan tersebut, menyebabkan ratusan kapal antre menumpuk di kedua ujung kanal.

Terusan Suez dibangun antara 1859 hingga 1869 dan dibiayai oleh pemerintah Prancis dan Mesir. Dari 1,5 juta pekerja Mesir yang menggali kanal, diperkirakan 120.000 tewas.

Kairo kehilangan semua kendali atas kanal tersebut setelah pemerintah Mesir yang berutang banyak terpaksa menjual sahamnya di perusahaan pengelola ke Inggris pada tahun 1875, tetapi pada tahun 1956, ketika masa sewa 99 tahun perusahaan berakhir, Presiden Mesir Gamel abd al-Nasser melakukan nasionalisasi Terusan Suez.

Pasukan gabungan Inggris-Prancis-Israel kala itu menyerbu dan menduduki zona kanal, menutupnya selama hampir setahun sebelum tekanan Amerika Serikat dan Uni Soviet memaksa pasukan gabungan itu mundur.

Rusia Latihan Perang di Kutub Utara demi Bersaing dengan AS

Angkatan Bersenjata Rusia tengah menggelar latihan perang di Kutub Utara. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah penting bagi Rusia dalam mendominasi persaingan di kawasan dengan Amerika Serikat.

Latihan militer yang digelar pekan ini dilakukan Rusia ketika hubungan mereka dan negara Barat, terutama AS, terus merenggang. Kedua belah pihak bahkan terus memperkuat militer masing-masing di kawasan High North, kawasan terpencil yang diyakini kaya akan sumber daya alam.

Akibat dampak pemanasan global, kawasan High North yang selama ini diselimuti es mulai mencair sehingga membuka jalur laut yang berpotensi menjadi rute perdagangan baru.

Kementerian Pertahanan Rusia pada awal pekan ini mengumumkan latihan komando Armada Utara dimulai dan akan digelar selama beberapa hari.

Simulasi perang tersebut meliputi pengujian sistem rudal anti-pesawat Pantsir-S1, latihan pengisian bahan bakar jet tempur MiG-31 saat dalam penerbangan, serta latihan mencegat drone musuh.

Sementara itu, pada 20 Maret lalu militer Rusia juga meluncurkan manuver Arktika besar-besaran di dekat Alexandra Land, bagian dari Kepulauan Franz Josef Land yang diperkirakan akan mencakup lebih dari 40 latihan militer terpisah.

Pada Jumat pekan lalu, Rusia mengerahkan tiga kapal selam bertenaga nuklir untuk memecahkan es dan permukaan secara bersamaan. Salah satu kapal selam nuklir itu juga sempat menembakkan torpedo dari bawah permukaan es.

Dikutip AFP, Presiden Vladimir Putin memuji latihan tersebut dengan mengatakan bahwa militer Rusia telah membuktikan kemampuannya beroperasi bahkan "di lingkungan Kutub Utara yang keras".

Veteran Laksamana Rusia, Viktor Kravchenko mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa latihan militer ini ditujukan untuk mengirimkan isyarat kemampuan militer mereka kepada AS.

Rusia adalah satu dari lima negara Arktika yang mempertaruhkan klaim mereka di wilayah tersebut. Mereka terus memperkuat militer di kawasan itu dengan membuka kembali serta memperbarui beberapa pangkalan militer warisan Uni Soviet.

Rusia membangun pangkalan militer di Pulau Kontelny yang terpencil, bagian dari Kepulauan Serbia Baru di Arktika Timur. Pangkalan serupa juga dibangun di Kepulauan Franz Joseph Land.

Rusia bahkan menempatkan sistem rudal pertahanan udara S-400 di kawasan tersebut.

Sementara itu, AS pada Februari lalu mengerahkan pesawat pengebom untuk berlatih di Norwegia sebagai bagian dari upaya Barat meningkatkan kehadiran militer di kawasan Kutub Utara.

Untuk pertama kalinya sejak 1980-an, Angkatan Laut AS juga mengerahkan kapal induk di Laut Norwegia pada 2018 dan beberapa kapal lain di ZEE Rusia di Laut Barents pada 2019.

Prancis Lockdown Lagi Mulai 3 April, Sekolah Ditutup 3 Pekan

Prancis kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) secara nasional untuk ketiga kalinya mulai Sabtu (3/4). Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19 yang tengah menanjak.

"Kami akan kehilangan kendali jika tidak bergerak sekarang," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron saat mengumumkan kebijakan itu seperti dilansir dari Reuters, Kamis (1/4).

Macron mengungkapkan lockdown akan berlangsung selama sebulan. Sebagai bagian dari kebijakan itu, sekolah akan ditutup selama tiga minggu mulai Senin (6/4). Pada pekan pertama, aktivitas belajar dilakukan secara daring. Lalu, dua pekan setelahnya sekolah diliburkan.

Setelah itu, siswa taman-kanak-kanak dan sekolah dasar bisa kembali belajar di sekolah. Sementara, siswa sekolah menengah pertama dan atas melanjutkan pembelajaran jarak jauh selama sepekan.

"Ini adalah solusi terbaik untuk memperlambat virus," ujarnya.

Saat ini, Prancis tengah menghadapi gelombang ketiga pandemi. Rata-rata kasus covid-19 Prancis mencapai 40 ribu kasus per hari, atau melonjak dua kali lipat dibandingkan Februari lalu. Sebanyak 5 ribu pasien dirawat intensif.

Sebelumnya, Macron sempat yakin bahwa Prancis bisa menghadapi pandemi tanpa harus menerapkan kebijakan lockdown. Harapannya, ia bisa memberikan ruang untuk pemulihan ekonomi.

Namun, varian corona yang lebih menular kian menyebar di Eropa. Kapasitas rumah sakit juga kian terbatas dalam menghadapi lonjakan pasien. Jumlah kematian akibat covid-19 terus menanjak hingga hampir mendekati 100 ribu.

Menurut Macron, Prancis perlu mempercepat pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi masih berjalan lambat di mana baru 12 persen populasi yang menerima suntikan setelah tiga bulan berjalan.

Utusan PBB Peringatkan Myanmar Bisa Perang Saudara

Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar Christine Schraner Burgener meminta Dewan Keamanan segera mengambil tindakan untuk mengatasi krisis yang semakin parah di sana.

Burgener memperingatkan risiko perang saudara dan pertumpahan darah yang akan segera terjadi bila junta militer terus menghadapi demonstran dengan kekerasan.

Lebih dari 520 orang tewas dalam demonstrasi

"Saya menghimbau kepada Dewan untuk mempertimbangkan semua alat yang tersedia untuk mengambil tindakan kolektif dan melakukan apa yang benar, apa yang layak diterima rakyat Myanmar dan mencegah bencana multi-dimensi," kata utusan khusus Christine Schraner Burgener pada sesi tertutup, menurut pernyataan yang diperoleh AFP, Rabu (31/3).

Kata dia, PBB akan tetap terbuka untuk berdialog dengan junta militer, namun tetap diperlukan tindakan tegas.

"Jika kita menunggu hanya ketika mereka siap untuk berbicara, situasi di lapangan hanya akan memburuk. Pertumpahan darah akan segera terjadi," ujarnya.

Utusan PBB dari Inggris Barbara Woodward mengatakan kepada wartawan bahwa Dewan Keamanan berunding untuk membuat kecaman dan sedang membahas serangkaian tindakan yang akan dilakukan.

Akan tetapi, China yang dianggap sebagai sekutu utama Myanmar, menolak menjatuhkan sanksi.

"Tekanan sepihak dan menyerukan sanksi atau tindakan koersif lainnya hanya akan memperburuk ketegangan dan konfrontasi dan semakin memperumit situasi, yang sama sekali tidak konstruktif," kata Duta Besar China, Zhang Jun, dalam pertemuan tersebut, menurut sebuah pernyataan.

Sebelumnya sejumlah kelompok milisi etnis diMyanmar menyatakan siap bersatu untuk menghadapi pasukanjunta militer yang melakukan kudeta.

Hal itu membuat perang saudara yang sangat dikhawatirkan banyak pihak bisa kembali pecah sewaktu-waktu.

Menurut kelompok milisi Persatuan Nasional Karen (KNU) yang bergerilya di kawasan perbatasan dekat Thailand, mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi serbuan dari Angkatan Darat Myanmar.

Pada akhir pekan lalu jet tempur militer Myanmar menggempur desa-desa di dekat perbatasan yang dikuasai pasukan kelompok etnis Karen. Akibat serangan itu, sejumlah warga Myanmar dilaporkan tewas, termasuk anak-anak.

Covid-19 Jadi Penyebab Kematian Ketiga di AS pada 2020

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) mencatat covid-19 merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi di negeri Paman Sam pada 2020.

Dilansir AFP, berdasarkan laporan yang dirilis Rabu (31/3), penyakit jantung menduduki peringkat pertama dengan 690 ribu kematian. Berikutnya, kanker mengekor dengan 598 ribu kematian dan covid-19 345 ribu kematian.

Selain itu, penyebab kematian lain di antaranya luka yang tidak disengaja, stroke, penyakit pernafasan bawah kronis, Alzheimer, diabetes, influenza, pneumonia, dan ginjal.

Tingkat kematian akibat covid-19 tertinggi terjadi pada kelompok usia 85 tahun ke atas, warga kulit hitam, penduduk asli, dan laki-laki.

Secara keseluruhan, 3.358.814 warga AS meninggal dunia pada 2020. Data itu termasuk tidak termasuk kematian penduduk wilayah AS dan negara asing.

Tingkat kematian yang disesuaikan umur (age-adjusted) naik 15,9 persen dari 715,2 menjadi 828,7 kematian per 100 ribu.

Age-adjusted merupakan metode statistik yang digunakan agar memungkinkan populasi dengan perbedaan struktur usia untuk dibandingkan.

Pada kelompok usia 1 hingga 14 tahun tingkat kematian akibat covid-19 hanya 0,2 per 100 ribu. Namun, jumlahnya meningkat menjadi 1.797,8 per 100 ribu warga kelompok 85 tahun ke atas.

Tingkat kematian covid-19 115 per 100 ribu warga laki-laki dan 72,5 per 100 ribu perempuan.

Berdasarkan ras, tingkat kematian covid-19 terendah terjadi pada kelompok Asia 66,7 per 100 ribu. Sedangkan tertinggi terjadi pada warga Hispanik 164,3 per 100 ribu.

Selanjutnya tingkat kematian warga kulit putih 72,5 per 100 ribu dan warga kulit hitam 151,1 per 100 ribu.

Mengutip data Universitas John Hopkins, per Kamis (1/4), jumlah kasus covid-19 di seluruh dunia mencapai 128,55 juta. AS menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, lebih dari 30 juta kasus.

Empat Belas Negara Kritik Laporan WHO-China soal Asal Corona

Amerika Serikat dan 13 negara lain mengkritik laporan hasil penelitian WHO dan China mengenai asal-usul virus corona yang dianggap bias dan tak transparan dalam mengungkap penyebab pandemi Covid-19 global tersebut.

Melalui situs resmi pemerintahan, AS merilis surat bersama ketiga belas negara lainnya yang terdiri dari Australia, Kanada, Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lithuania, Norwegia, Korea Selatan, Slovenia, dan Inggris.

Di awal pernyataan bersama itu, keempat belas negara tersebut menegaskan bahwa mereka mendukung analisis dan evaluasi yang transparan, independen, dan bebas intervensi terkait asal virus corona.

"Untuk itu, kami menyampaikan kekhawatiran bersama terkait studi WHO di China, sambil menekankan kepentingan untuk bekerja sama untuk mengembangkan proses independen, efektif, transparan, dan berbasis ilmu untuk evaluasi pandemi yang belum diketahui di kemudian hari," tulis mereka.

Keempat belas negara ini menyampaikan kekhawatiran mereka atas laporan WHO yang baru dirilis pada Selasa (30/3) waktu setempat. Laporan WHO itu memang dianggap bias karena melibatkan pihak China dalam penelitiannya.

Dalam laporan akhir yang ditulis bersama dengan para ilmuwan China, tim pimpinan WHO menyatakan bahwa virus itu kemungkinan ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain

Laporan itu juga menegaskan bahwa kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin menjadi penyebab penyebaran virus corona.

Sejumlah pihak dan ahli kesehatan menyayangkan hasil penyelidikan WHO ini karena dianggap tidak banyak menjawab pertanyaan terkait asal muasal kemunculan dan penyebaran virus corona.

Setelah laporan ini dirilis, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sendiri mengatakan bahwa China merahasiakan data terkait asal-usul virus corona kepada tim penyelidik yang datang ke Wuhan.

Menurut Tedron, China menolak memberikan data mentah tentang kasus awal Covid-19 sehingga mempersulit tim memahami pandemi global bermula.

"Saya berharap studi kolaboratif di masa mendatang mencakup berbagi data yang lebih tepat waktu dan komprehensif," ujar Tedros, sebagaimana dikutip Reuters.

Tedros pun mengatakan bahwa pihaknya perlu menggelar penyelidikan lebih lanjut dan mengirim lebih banyak misi ke China untuk menguak misteri corona.

"Saya tidak percaya bahwa penilaian ini cukup ekstensif. Data dan studi lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk mencapai kesimpulan yang lebih kuat," katanya.