• Blog
  • Dolar AS Melemah Dipicu Optimisme Stimulus Eropa & Perkembangan Vaksin Covid-19

Dolar AS Melemah Dipicu Optimisme Stimulus Eropa & Perkembangan Vaksin Covid-19

News Forex, Index &  Komoditi

( Selasa, 21  Juli  2020 )

Dolar AS Melemah Dipicu Optimisme Stimulus Eropa & Perkembangan Vaksin Covid-19

Dolar Amerika Serikat melemah pada Selasa (21/07) pagi akibat ditekan katalis positif pasar dari kemajuan perkembangan vaksin covid-19 dan paket penyelamatan fiskal di Eropa.

Mengutip Reuters Selasa (21/07) pagi, para pemimpin Uni Eropa tampaknya hampir mencapai kesepakatan mengenai rencana stimulus masif untuk blok tersebut saat pertemuan puncak yang berlangsung di luar hari keempat.

Harapan terobosan baru dari uji coba tiga vaksin covid-19 potensial, termasuk calon vaksin dari Universitas Oxford, juga mendukung sentimen dan ini malah membebani pergerakan safe haven greenback.

Pada pukul 09.18 WIB, indeks dolar AS melemah 0,15% di 95,627 menurut data Investing.com. EUR/USD menguat 0,15% di 1,1462, GBP/USD naik 0,14% ke 1,2678 dan USD/JPY turun 0,05% di 107,19.

Sedangkan, rupiah pun bergerak naik 0,41% di 14.725,0 per dolar AS sampai pukul 09.17 WIB

Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel mengatakan ia yakin kompromi yang ia tawarkan kepada 27 pemimpin Eropa akan mencapai kesepakatan soal dana yang banyak orang katakan sangat penting untuk menghilangkan keraguan tentang masa depan blok itu.

Michel mengusulkan bahwa dalam dana pemulihan 750 miliar euro, 390 miliar harus berupa hibah yang tidak dibayar kembali, turun dari 500 miliar yang semula diusulkan, dan sisanya dalam bentuk pinjaman yang harus dibayar kembali.

Terkait vaksin, obat-obatan yang dikembangkan oleh AstraZeneca dari Inggris bekerjasama dengan Universitas Oxford dan juga CanSino Biologics dengan unit penelitian militer Cina menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut aman dan menghasilkan respons kekebalan pada uji coba awal.

 

 

Ekonomi Suram Harapan, Negara-negara G20 Rapatkan Barisan

Negara-negara G20 sepakat untuk meningkatkan kerja sama dan melanjutkan implementasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan untuk melindungi nyawa, menjaga lapangan pekerjaan, membantu masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan, dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan sebagai respons terhadap penyebaran pandemi Covid-19.

Peningkatan kerja sama tersebut dilakukan untuk mengatasi penyebaran virus dan memperkuat respons kebijakan untuk pemulihan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan virtual para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo pada Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga: Mulut-mulut Warganet Kasar, Sri Mulyani Balas Menohok Bawa Agama!

Dalam pertemuan tersebut, IMF menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 diprakirakan berskala lebih besar dan berdurasi lebih lama dari prakiraan. Hal itu menyebabkan perekonomian global akan terkontraksi pada 2020.

"Perbaikan indikator ekonomi akibat pembukaan kembali kegiatan ekonomi dan besarnya dukungan kebijakan stimulus moneter dan fiskal di berbagai negara masih relatif lemah. Dengan perkembangan tersebut, perekonomian global diprakirakan baru akan kembali tumbuh positif pada 2021," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Oleh karena itu, dalam kondisi belum ditemukannya solusi medis untuk menangani Covid-19, penguatan kerja sama G20 diperlukan untuk mencegah terjadinya dampak negatif yang lebih dalam pada perekonomian global.

Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 menyepakati pentingnya perluasan akses ekonomi, pendidikan, dan lapangan kerja bagi perempuan, pemuda, dan UMKM, pemanfaatan teknologi dalam pembangunan infrastruktur (infratech), dan penguatan resiliensi sektor keuangan.

"Hal tersebut untuk mewujudkan pemulihan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif," katanya.

Forum tersebut juga menyepakati untuk melanjutkan pemberian keringanan pembayaran utang luar negeri (Debt Service Suspension Initiative) kepada negara-negara miskin yang terdampak Covid-19, serta menegaskan komitmen untuk mencapai konsensus global terkait perpajakan di era ekonomi digital pada akhir 2020.

Pada kesempatan tersebut, BI menyampaikan pentingnya peran bauran kebijakan dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 serta dukungan komunikasi kebijakan untuk menjaga kepercayaan para pelaku di pasar keuangan.

"Lebih lanjut, BI menekankan peran penting lembaga keuangan internasional dalam mendukung upaya peningkatan resiliensi ekonomi dan stabilitas sistem keuangan global," terang Onny.

BI bersama dengan pemerintah dan lembaga/instansi terkait akan terus berupaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi Covid-19.

 

 

Brazil umumkan dua menteri lagi yang positif corona

Dua menteri lagi dalam pemerintah Brazil mengatakan  pada Senin mereka positif  terinfeksi virus corona, yang memperlihatkan perlunya perjuangan membatasi wabah terburuk kedua di dunia bahkan di kalangan elite politik. 
 
Menteri Kewarganegaraan Onyx Lorenzoni dan Menteri Pendidikan yang baru ditunjuk Milton Ribeiro, keduanya mengumumkan diagnosa mereka dan langkah karantina baru di media sosial.

Lorenzoni, sekutu dekat Presiden Jair Bolsonaro, mengaitkan gejala yang relatif ringan dengan obat antimalaria yang digembar-gemborkan presiden di medis sosial dan di hadapan publik.

"Saya sudah merasakan efek positif," cuit sang  menteri di Twitter soal resep chloroquine, bersama dengan azithromycin dan ivermectin, sebagai pengobatan melawan virus tersebut.

Bolsonaro, yang sedang menjalani karantina usai dinyatakan positif COVID-19, mengonsumsi hydroxychloroquine, obat terkait. Keduanya digunakan untuk mengobati malaria, dan Bolsonaro menjadi pendukung fanatik pengguna hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 meski kurangnya bukti kuat bahwa obat itu manjur untuk melawan COVID-19.

"Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat "tanpa label" sudah mapan dalam pengobatan, tentunya selama pasien setuju," cuit Bolsonaro pada Senin pagi, membela penggunaan hydroxychloroquine untuk pengobatan yang belum terbukti.

Sementara itu, penasihat keamanan nasional Bolsonaro, Augusto Heleno, dan Menteri Pertambangan dan Energi Bento Albuquerque juga terinfeksi virus corona.

 

 

 

 

Sehari 73 kasus baru di Hong Kong, timbul kekhawatiran "lockdown"

Otoritas kesehatan di Hong Kong, Senin (20/7), melaporkan 73 kasus baru, lebih sedikit dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 108, namun masyarakat setempat khawatir kotanya akan ditutup total  jika situasi tersebut tidak segera dikendalikan.

Hingga Senin, kasus positif COVID-19 di Hong Kong telah mencapai angka 1.959.

Pakar mikrobiologi Hong Kong Yeun Kwok Yung kepada radio setempat mengatakan bahwa jika kasus COVID-19 terus bertambah secara geometris dalam tujuh hingga 14 hari kemudian, maka pemerintah kota perlu membatasi mobilitas masyarakat yang lebih mirip lockdown, meskipun saat ini sudah ada peningkatan upaya pencegahan.

Saat ini masyarakat yang keluar-masuk Hong Kong harus menjalani karantina dan tindakan-tindakan pencegahan lainnya.

Sangat mungkin pemerintah Hong Kong akan membatasi pergerakan masyarakat kalau situasi seperti ini terus memburuk, demikian pernyataan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam kepada pers, Minggu (19/7).

Sementara itu, para pakar masih percaya pemerintah setempat mampu mengontrol wabah tersebut setelah ada pengetatan kebijakan, termasuk mewajibkan masyarakat mengenakan masker di dalam angkutan umum untuk mencegah penyebaran virus.

Direktur Jurusan Kesehatan Masyarakat pada University of Hong Kong Prof Keiji Fukuda justru tidak yakin situasi saat ini akan memicu terjadinya lockdown.

Di kota-kota besar seperti Hong Kong, memang ada kemungkinan naiknya kasus penularan yang tidak dikenal, ujarnya dikutip Global Times.

Namun menurut dia, jika tindakan pencegahan, seperti jaga jarak, pemakaian masker, dan cuci tangan masih dilaksanakan dalam level tertentu, maka sangat mungkin jumlah kasusnya akan turun.

Ia menilai Hong Kong mampu melakukannya karena pencegahan di pos-pos perbatasan sangat ketat.

Senada dengan Fukuda, Prof Jin Dongyan dari Jurusan Sains Biomedika di University of Hong Kong, mengatakan bahwa Hong Kong tidak akan terpuruk dalam situasi yang sangat parah.

Menurut dia, tingginya kasus belakangan ini dipicu oleh jangkauan tes COVID-19 yang makin meluas.

"Gelombang baru ini sebagai dampak dari kejenuhan masyarakat dalam menerapkan pencegahan. Kalau mematuhi kebijakan yang sangat ketat, nanti bisa diketahui hasilnya. Sebagai pusat keuangan internasional, Hong Kong memiliki interaksi yang sangat tinggi dengan dunia luar. Jadi tidak realistis bagi Hong Kong untuk di-lockdown," ujarnya.

Jin yakin sejumlah rumah sakit di Hong Kong mampu menangani 100 pasien baru per hari.

Beberapa orang tua penghuni panti jompo mungkin akan menjadi beban tersendiri bagi rumah sakit karena membutuhkan perawatan yang lebih lama.

Namun, lanjut dia, bagi pasien bergejala ringan bisa dipindahkan ke bangsal darurat untuk mengurangi beban rumah sakit.

Jika memang tidak mampu mengatasi wabah COVID-19, Jin menyarankan Hong Kong meminta bantuan pemerintah pusat di Beijing.

 

 

KTT Uni Eropa Belum Temukan Solusi untuk Pembagian Dana Stimulus Pandemi

Pemimpin Uni Eropa belum menemukan solusi untuk kesepakatan dana stimulus virus corona. Menyadur DW pada Senin (20/07/2020), KTT ini berjalan alot hingga memakan waktu sehari lebih lama dari yang diagendakan.

Para pemimpin UE berselisih saat menyelesaikan pembagian dana stimulus senilai USD 2,1 triliun atau setara Rp 29.600 triliun. Dana stimulus ini bkl dipakai untuk pemulihan ekonomi negara anggota Uni Eropa pasca pandemi.

KTT yang dilaksanakan di Brussels ini dimulai pada hari Jumat dan rencananya akan dilangsungkan selama dua hari. Namun pertemuan berjalan alot sehingga KTT diperpanjang hingga Senin sore.

"Kadang-kadang malam tidak berjalan baik tapi saya merasa secara keseluruhan, kami membuat kemajuan," ujar Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. "Kami sangat dekat dengan kegagalan," tambahnya. "Segalanya masih bisa berantakan."

Sementara itu, Kanselir Austria Sebastian Kurz mengatakan puas dengan putaran diskusi. "Negosiasi yang sulit baru saja berakhir dan kami sangat puas dengan hasil hari ini. Kami akan melanjutkan pada sore hari," katanya.

Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan pada hari Minggu bahwa para pemimpin Uni Eropa mungkin tidak mencapai kesepakatan tentang paket pemulihan ini.

Ini adalah hal baru bagi mereka karena anggaran jangka panjang untuk ekonomi Uni Eropa hancur terkena pandemi.

Para pemimpin belum sepakat tentang jumlah bantuan yang diberikan dalam bentuk hibah dan jumlah yang ditawarkan sebagai pinjaman.

Seorang diplomat yang tidak ingin disebutkan namanya membocorkan jumlah maksimum yang dapat diterima untuk negara-negara utara Eropa, yaitu Rp 5.600 triliun.

Sedangkan negara-negara selatan Eropa, termasuk Jerman dan Perancis mengajukan Rp 6.400 triliun.

Empat negara Eropa yang terkenal berhemat atau disebut 'Frugal Four' Belanda, Austria, Denmark, dan Swedia ngotot agar paket stimulus ini ditetapkan sebagi utang dan persayaratan diperketat agar anggota melakukan reformasi besar di pasar tenaga kerja.

Sementara itu, Jerman dan Perancis telah mendorong paket pinjaman dan subsidi yang ambisius kepada negara-negara anggota, dan telah berulang kali meminta kompromi.

Ketegangan memuncak saat Merkel dan Macron melakukan kasi walkout pada hari Sabtu. Macron bahkan mengulang aksi yang sama keesokan harinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aksi Penembakan di Kawasan Tersibuk Washington, Satu Orang Tewas

Sebuah penembakan terjadi di kawasan tersibuk Washington, Columbia Heights di Northwest Washington pada Minggu (19/07/2020) sore. Satu orang tewas akibat insiden ini dan 8 lainnya luka-luka.

Menyadur Washington Post, polisi sedang mendalami kasus dan mencari tiga orang yang diduga terkait dengan aksi ini. Menurut Kepala Polisi Peter Newsham, dua diantaranya membawa senjata panjang dan satu dengan pistol.

"Ini adalah jenis kegiatan mengagetkan di blok yang sangat, sangat sibuk. Saya yakin ini menakutkan bagi warga. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan orang," kata Newsham, yang bergabung dengan Walikota DC Muriel E. Bowser di lokasi kejadian.

Newsham mengatakan, pelaku nekat membelah keramaian di blok yang padat dan memulai aksinya hingga 9 orang tertembak. 8 orang adalah pria dan satu sisanya wanita.

Satu orang tewas setelah dilarikan ke rumah sakit sedangkan 8 lainnya mengalami luka serius hingga ringan.

Newsham menduga, aksi penembakan ini berawal dari perselisihan kru dan pihaknya mengaku hapal dengan beberapa pemain yang terlibat.

Sementara itu, Wali Kota Washington DC, Muriel E Bowser mengataka pihaknya terkejut dengan penembakan itu, terlebih terjadi dia kawasan yang sibuk dan padat dengan toko, restoran dan pemukiman warga.

"Semua orang pastinya marah karena serangan itu dapat terjadi di area komersial pada hari ini," kata Bowser.

Menurut situs web kepolisian DC, penembakan ini adalah yang pertama dalam satu bulan terakhir. Sebelumnya ada 103 kasus pembunuhan di kota itu dalam kurun waktu enam bulan.

Newsham mengatakan sekitar 90  % diantaranya adalah korban aksi  penembakan.

 

 

Beredar Selentingan, Kim Yo Jong Bakal Kudeta Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un harus lebih waspada dengan orang terdekatnya, Kim Yo Jong. Menyadur Express pada Senin (20/07/2020), pakar sekaligus jurnalis Roy Calley memprediksi adik penguasa Korea Utara itu akan melakukan kudeta.

Daily NK mengabarkan Kim Yo Jong menghadiri pertemuan politbiro pada 2 juli sebagai anggota tetap dan hal ini memperkuat posisinya sebagai orang terkuat nomor dua di Korea Utara, setelah kakaknya.

"Kabar ini meyakinkan saya bahwa saat ini dia tengah beranjak menuju ke posisi yang memberikannya kekuasaan tak terbatas," ungkap Roy Calley.

Jurnalis yang kerap wara-wiri di Korea Utara ini mengakui politik di sana tak bisa ditebak. Menurut prediksinya, pendekatan yang terlalu lembut dari Kim Jong Un tak akan membuahkan hasil.

Atas dasar itu juga, Kim Yo jong maju dengan pendekatan yang lebih keras, termasuk ketika akan berhadapan dengan Amerika.

"Selalu sulit untuk mengetahui cara kerja di Pyongyang, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa pendekatan lunak dari pemimpin tertinggi tidak lagi menguntungkan.

"Sikapnya garis keras dan sulit membayangkan menikmati percakapan hangat dengan Presiden AS Donald Trump," kata dia.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Gambar ini diambil pada 2 Maret 2020. [AFP]

Asumsi ini diperkuat dengan opini pribadi Yo Jong yang mengatakan pertemuan lain dengan Donald Trump tak akan memuaskan mereka, kecuali AS berubah dan mengakhiri kebijakan bermusuhan.

Calley menambahkan, mungkin saja Kim Jong Un kini tengah berjuang dengan kesehatannya sehingga Kim Yo Jong bisa mendekati kekuatan tertinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inggris Batalkan Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong

Pemerintah Inggris akan menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong "segera dan tanpa batas waktu". Langkah itu dipastikan akan semakin meningkatkan ketegangan antara Inggris dengan China.

Langkah itu diumumkan Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang juga mengatakan bahwa Inggris menginginkan “hubungan yang positif” dengan China. Meski begitu, Raab mengatakan bahwa pemberlakuan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong oleh Beijing adalah pelanggaran serius terhadap kewajiban internasional Tiongkok.

Beijing memperkenalkan undang-undang keamanan pada akhir Juni, menambahkan pelanggaran baru yang bisa membuat penduduk Hong Kong dikirim ke China daratan untuk diadili. Para kritikus mengatakan undang-undang itu bisa melihat para demonstran pro-demokrasi di wilayah itu dijatuhi hukuman seumur hidup.

Mereka juga mengatakan undang-undang itu melanggar perjanjian yang dibuat dengan Inggris sebelum Hong Kong, bekas koloni Inggris, diserahkan ke China pada 1997.

Perjanjian ekstradisi berarti bahwa, jika seseorang di Hong Kong dicurigai melakukan kejahatan di Inggris, maka pihak berwenang Inggris dapat meminta Hong Kong untuk menyerahkan mereka untuk diadili, begitu juga sebaliknya.

Inggris khawatir pengaturan itu, yang telah berlaku selama lebih dari 30 tahun, dapat menyebabkan siapa pun yang diekstradisi ke Hong Kong dikirim ke Tiongkok.

"Kami tidak akan mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali pengaturan itu, kecuali dan sampai ada perlindungan yang jelas dan kuat, yang dapat mencegah ekstradisi dari Inggris disalahgunakan di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru," kata Raab sebagaimana dilansir Reuters.

Raab juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperpanjang embargo senjata, yang telah diberlakukan dengan China sejak 1989, ke Hong Kong, menghentikan ekspor peralatan Inggris, seperti senjata api, granat asap dan belenggu, ke wilayah tersebut.

Langkah Inggris itu telah memicu kemarahan China yang menyebutnya sebagai “campur tangan brutal”. Beijing berjanji akan merespon dengan tegas jika Inggris menarik diri dari pengaturan ekstradisi tersebut.

Hubungan politik dan ekonomi antara Inggris dan China menjadi tegang dalam beberapa bulan terakhir.

Raab merujuk sejumlah ketegangan selama pidatonya, termasuk keputusan pemerintah Inggris untuk melarang perusahaan China, Huawei untuk mengoperasikan jaringan 5G negara itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ribut Masalah Virus Corona, Donald Trump Sebut Fauci Gelisah Berlebihan

Presiden AS Donald Trump selalu memiliki pendapat berbeda dengan dokter top ahli penyakit menular, Anthony Fauci terkait virus corona. Terakhir, pada hari Minggu (19/07/2020), Trump menyebut Fauci sebagai orang yang gelisah berlebihan alias alarmist.

"Yah, aku tidak tahu kalau dia seorang leaker. Dia sedikit gelisah. Tidak apa-apa. Hanya sedikit alarmist," ujar Trump ketika pembawa acara Fox News Sunday, Chris Wallace meminta komentarnya.

Menyadur The Hill, dalam kesempatan yang sama, Trump mengaku punya hubungan yang baik dengan Fauci tapi dalam menit berikutnya, ia berkata Fauci memiliki banyak kesalahan terkait pandemi.

"Dr. Fauci pada mulanya berkata, 'Ini akan berlalu. Jangan khawatir tentang itu. Ini akan berlalu'," ujar Trump meniru kata-kata yang ia yakini sebagai pendapat Fauci.

"Dia salah," kata Trump. "Dr. Fauci berkata, 'jangan melarang China. Jangan melarang China' tapi aku melakukannya. Dia kemudian mengakui bahwa aku adalah yang benar," lanjut Trump.

Wallace kemudian bertanya, mengapa pemerintahan Trump menyudutkan Fauci, tapi Trump buru-buru mengelak dan berkata ia tidak melakukannya.

"Dr. Fauci membuat beberapa kesalahan, tapi aku punya yang sangat bagus, aku berbicara dengannya panjang lebar kemarin. Aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Dr. Fauci," tegasnya lagi.

Ketika Wallace bertanya tentang kesalahan Trump dalam penanggulangan pandemi, ia menjawab bahwa semua orang pernah membuat kesalahan.

Trump mengakui klaim sebelumnya bahwa virus itu akan hilang begitu saja, dengan mengatakan "aku akan benar pada waktunya".

Sementara itu, Fauci mengkritik aksi Trump dan menyebutnya sebagai serangan Gedung Putih. Ia mengaku tak paham, mengapa serangan itu terjadi padanya dan berdalih itu akan jadi bumerang bagi Trump.

"Pada akhirnya, ini menyakitkan presiden karena sudah berbuat seperti itu," kata Fauci dalam sebuah wawancara dengan Atlantik awal pekan ini.

"Ketika staf mengeluarkan sesuatu seperti itu dan seluruh komunitas ilmiah dan pers mendorongnya kembali, itu akhirnya melukai presiden."

 

 

Iran Eksekusi Mati Warganya yang Dituduh Jadi Mata-mata Israel dan AS

Seorang warga Iran, yang diduga menjadi mata-mata badan intelijen Amerika Serikat dan Israel, dieksekusi mati, Senin, demikian laporan kantor berita IRIB.

Pengadilan di Iran pada bulan lalu memutuskan Mahmoud Mousavi-Majd, yang ditangkap pada 2018, telah memata-matai mantan komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani. Majelis hakim menyebut aksi mata-mata itu tidak terhubung dengan insiden tewasnya Soleimani pada awal 2020.

Soleimani, pemimpin pasukan khusus Quds, Garda Revolusi Iran, tewas akibat serangan pesawat nir-awak (drone) di Irak pada 3 Januari. Amerika Serikat menuduh Soleimani mendalangi serangan sejumlah milisi di kawasan.

Eksekusi itu dilakukan saat jutaan warga Iran memprotes hukuman mati yang dijatuhkan terhadap tiga pria karena mereka diduga terlibat pada aksi protes anti-pemerintah November 2019.

Hukuman mati terhadap tiga pria itu telah ditunda, kata salah satu pengacara mereka, Babak Paknia, Minggu (19/7).

Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengatakan vonis mati itu bertujuan mengintimidasi pengunjuk rasa lain di masa depan.

Sejumlah saksi mengatakan aparat keamanan menembakkan gas air mata, Kamis (16/7), untuk membubarkan massa aksi di Kota Behbahan di wilayah barat daya Iran. Massa memprotes kesulitan ekonomi yang mereka hadapi dan menolak vonis mati terhadap tiga pengunjuk rasa.

Sebuah slogan dalam Bahasa Farsi yang berbunyi "Jangan Eksekusi Mati" telah diunggah sebanyak jutaan kali minggu lalu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China Marah-marah Usai Inggris Ikut Campur Urusannya dengan AS

Hubungan China dan Inggris mulai memanas. Hal itu dipicu sikap Inggris yang nyata-nyata tak lagi berimbang dalam konflik China dan Amerika Serikat.

China menuding Inggris tak independen malah terbukti ikut bersekutu dengan Amerika untuk memerangi Negeri Tirai Bambu.

China kesal karena ternyata Inggris juga ikut campur dalam masalah dalam negeri China dan Hong Kong dengan melayangkan protes tak berdasar.

Apalagi  dilansir dari Al Jazeera News Senin (20/7/2020), kini Inggris berencama menunda pengaturan ekstradisi Inggris dengan Hong Kong.

Belum lagi Inggris mencampuri masalah China dan etnis Uighur dan akan menjatuhi sanksi sepihak kepada pejabat Beijing.

Duta besar China untuk Inggris memperingatkan, bahwa China akan memberikan respons tegas terhadap sikap tak netral Inggris itu.

Yang paling membuat China jengkel ialah, Angkatan Bersenjata Inggris ikut bersekutu dengan Amerika dalam operasi militer di Indo-Pasifik.

Bahkan Inggris mengerahkan armada kapal induk terbesarnya, HMS Queen Elizabeth untuk ikut dalam latihan perang bersama Amerika dan sekutu di Indo-Pasifik.

HMS Queen Elizabeth dikawal dua kapal perusak Tipe 45, dua fregat Tipe 23, dua kapal tanker dan helikopter menuju lokasi latihan perang.

 

 

AS Sanksi 11 Perusahaan China Terkait Pelanggaran HAM Uighur

Amerika Serikat mengumumkan menjatuhkan sanksi terhadap 11 perusahaan China karena diduga terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang.

Sanksi tersebut menjadikan 11 perusahaan tersebut tak dapat lagi mengakses barang-barang Negeri Paman Sam.

"11 perusahaan yang terkena sanksi terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelecehan berbentuk kebijakan represi pemerintah China, penahanan massal sewenang-wenang, kerja paksa, pengumpulan data biometrik serta analisis genetik secara paksa," kata Kementerian Perdagangan AS melalui sebuah pernyataan pada Senin (20/7).

 

Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari Changji Esquel Textile, Hefei Bitland Information Technology, Hefei Meiling, Hetian Haolin Hair Accessories, Hetian Taida Apparel, KTK Group, Nanjing Synergy Textiles, Nanchang O-Film Tech, dan Tanyuan Technology.

Dikutip AFP, sembilan perusahaan itu diduga terlibat praktik kerja paksa dengan mempekerjakan etnis Uighur secara paksa.

Sementara itu, Xinjiang Silk Road dan Beijing Liuhe disanksi AS karena "melakukan analisis genetik yang digunakan untuk penindasan terhadap etnis Uighur".

Sanksi ini dijatuhkan AS tak lama setelah laporan investigasi New York Times mengungkap sejumlah perusahaan China mempekerjakan etnis Uighur dan minoritas lainnya sebagai buruh untuk meningkatkan produksi masker, di tengah lonjakan permintaan selama pandemi virus corona (Covid-19).

Investigasi visual New York Times memperlihatkan beberapa perusahaan itu merekrut para orang Uighur dan juga etnis minoritas lainnya sebagai tenaga kerja mereka, melalui program yang disponsori pemerintah China.

Sejumlah pihak menilai program perekrutan buruh itu kerap memaksa warga Uighur dan etnis minoritas lainnya bekerja di luar kehendak mereka.

Program tersebut kerap mengirimkan orang Uighur dan etnis minoritas lain untuk dipekerjakan di pabrik dan bentuk pekerjaan jasa lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jinping Akui Palestina Saudara Baik, Abbas: China Bisa Dipercaya

Presiden China Xi Jinping menegaskan kembali komitmen negaranya atas solusi terhadap masalah yang dialami Palestina agar konflik Timur Tengah bisa diselesaikan. Xi menyampaikan, persoalan yang dihadapi Palestina adalah inti permasalahan yang terjadi di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Xi dalam percakapan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (20/7/2020) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari CGTN, Selasa (21/7/2020).

Dalam percakapan tersebut, Xi menyerukan adanya dialog dan negosiasi dengan landasan yang sepadan. China, kata dia, akan terus mempromosikan penyelesaian masalah Palestina yang komprehensif, adil dan berkelanjutan. Ia menggambarkan persoalan Palestina sebagai masalah inti di Timur Tengah.

China telah berulang kali menyuarakan keprihatinan terhadap rencana Israel mencaplok bagian-bagian Tepi Barat. Xi menegaskan kembali dukungannya kepada Palestina dalam membangun negara yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Dalam kesempatan itu, Xi juga memuji hubungan kedua negara. Baginya, Palestina dan China selalu saling percaya dan saling mendukung secara tegas dalam persoalan yang melibatkan masalah inti mereka masing-masing.

"(China dan Palestina) adalah saudara yang baik, teman yang baik, dan mitra yang baik," kata Xi.

Xi mengatakan, negaranya telah mengirim pasokan bantuan medis dan mengirim tim ahli ke Palestina untuk memerangi pandemi Covid-19. China, lanjutnya, akan terus berbagi pengalaman dengan Palestina dan menyediakan pasokan serta dukungan teknologi.

Presiden Abbas pun mengucapkan terima kasih kepada China karena telah membantu Palestina memerangi pandemi dan menegakkan keadilan dalam masalah Palestina.

Dia juga menyebut China sebagai teman baik bagi warga Palestina. "China adalah teman yang paling bisa dipercaya," kata Abbas.

Abbas juga memberikan dukungan kepada China terhadap sejumlah permasalahan. Palestina, kata Abbas, akan selalu mendukung posisi sah China di Hong Kong, Xinjiang, dan juga masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kepentingan utama negeri Tirai Bambu itu.

 

 

Dolar turun ketika euro menguat didukung harapan dana pemulihan UE

Euro naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah harapan untuk kesepakatan segera mengenai dana pemulihan untuk ekonomi Uni Eropa yang terkena pandemi COVID-19.

Dana tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 750 miliar euro (857,93 miliar dolar AS), di mana 390 miliar euro dapat diberikan sebagai hibah.

Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel mengatakan dia yakin proposal barunya kepada 27 pemimpin, yang termasuk 390 miliar euro hibah dan 360 miliar euro pinjaman, sebuah dokumen menunjukkan, bisa menjadi dasar untuk kesepakatan yang banyak dikatakan penting untuk menghilangkan keraguan tentang masa depan blok.

"Ini adalah cerita utama sekarang dan ada tanda-tanda kemajuan dan itu sangat positif untuk selera risiko dan itulah sebabnya kami melihat euro tetap dekat tertinggi baru-baru ini," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda di New York.

Berita positif tentang vaksin COVID-19 yang potensial dari trio uji coba awal, termasuk vaksin virus corona eksperimental yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford juga menambah optimisme pasar secara keseluruhan dan mengangkat mata uang yang berkembang pada saat selera risiko meningkat, seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru.

Dalam perdagangan sore, euro naik 0,12 persen pada 1,1441 dolar, setelah mencapai tertinggi lebih dari empat bulan di 1,14675 dolar. Analis mengatakan semakin kecil jumlah hibah dari dana Uni Eropa, semakin banyak euro akan jatuh.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,1 persen menjadi 95,826 setelah meluncur ke level terendah enam minggu di awal sesi.

Presiden AS Donald Trump menandatangani upaya untuk mencari tambahan satu triliun dolar AS dalam bantuan ekonomi virus corona, Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan pada Senin (20/7/2020), ketika Partai Republik mengemukakan proposal awal mereka untuk pembicaraan dengan Demokrat.

Meski demikian, Kongres AS bersiap untuk menghadapi usulan RUU stimulus yang dapat meningkatkan permintaan safe-haven untuk dolar.

Dolar naik 0,29 persen terhadap yen Jepang menjadi 107,30 yen dan naik 0,1persen terhadap franc Swiss menjadi 0,9393 franc.

Dolar Australia dan Selandia Baru menguat terhadap greenback menjadi 0,7011 dolar AS dan 0,6571 dolar AS.