• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Kamis,  18 Februari 2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Kamis,  18 Februari 2021 )

Pasar Asia pertimbangkan harapan pemulihan ekonomi, ketakutan pandemi

Pasar Asia diperkirakan akan menghadapi perdagangan yang bergerak menyamping pada Kamis, karena kekhawatiran pandemi berkepanjangan mendorong balik data ekonomi yang lebih kuat, dan dengan sedikit arahan kuat dari Wall Street.

Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia turun 0,1 persen pada awal perdagangan, sementara indeks berjangka Nikkei 225 Jepang naik 0,05 persen, dan indeks berjangka Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen. Sementara itu, indeks saham global MSCI naik tipis 0,04 persen.

Penjualan ritel yang kuat di Amerika Serikat, ditambah dengan indikasi baru bahwa Federal Reserve akan mempertahankan sikap akomodatifnya dan dorongan untuk stimulus AS lebih lanjut, membantu mendorong ekspektasi bahwa ekonomi terbesar di dunia akan terus pulih dari pandemi.

Namun kekhawatiran akan penyebaran varian baru yang cepat memperlemah antusiasme.

“Dengan paket stimulus yang lebih besar kemungkinan akan disahkan oleh Kongres sebelum akhir Maret, pemulihan ekonomi AS dapat memperoleh lebih banyak momentum pada 2021,” tulis analis mata uang Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong.

"Meskipun perkembangan vaksin positif baru-baru ini, prospek ekonomi global tetap tidak pasti sebagian karena penyebaran varian baru virus."

Di Wall Street, saham teknologi menghadapi beberapa tekanan karena kekhawatiran inflasi, menurunkan Nasdaq sementara perusahaan-perusahaan lain naik karena optimisme ekonomi yang lebih luas.

Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,03 persen dan Nasdaq turun 0,58 persen.

Tetapi, sementara investor mengamati inflasi, risalah dari pertemuan Fed Januari menunjukkan pembuat kebijakan bersedia untuk mendorong kebijakan akomodatif lebih lanjut guna meningkatkan ekonomi AS yang dilanda pandemi.

Optimisme terus-menerus menyebar ke dolar AS, yang menguat terhadap mata uang lainnya. Indeks dolar, ukuran kekuatan mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir 0,25 persen lebih tinggi.

Selera risk-on (pengambilan risiko) juga terlihat dalam bitcoin, yang terus naik hingga melebihi 52.000 dolar AS di tengah tanda-tanda mata uang kripto itu mungkin mendapatkan penerimaan yang lebih umum.

Suku beku ekstrem yang sedang berlangsung di Texas terus menaikkan harga minyak, karena cuaca dingin yang tidak biasa menghambat produksi di negara bagian penghasil minyak mentah terbesar AS. Minyak mentah Brent naik 1,6 persen, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik 1,8 persen, kedua level tersebut tidak terlihat sejak Januari 2020.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun sedikit pada Rabu (17/2/2021) di tengah data ekonomi yang lebih kuat. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun, yang menyentuh 1,333 persen level tertinggi sejak 27 Februari 2020, terakhir turun menjadi 1,2720 persen. Imbal hasil obligasi AS 30 tahun juga turun.

Harga spot emas turun 0,2 persen menjadi 1,815,80 dolar AS per ounce, tertekan oleh imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi. Emas berjangka AS turun 0,4 persen menjadi 1,815,70 dolar AS per ounce.

Wall Street bervariasi, Nasdaq jatuh ditutup di bawah 14.000 poin

Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Nasdaq jatuh ditutup di bawah 14.000 poin sementara S&P 500 sedikit berubah, karena investor keluar dari saham sektor teknologi dan kekhawatiran tentang inflasi menambah beberapa tekanan pada saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 90,27 poin atau 0,29 persen, menjadi ditutup di 31.613,02 poin. Indeks S&P 500 turun tipis 1,26 poin atau 0,03 persen, menjadi menetap di 3.931,33 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 82,00 poin atau 0,58 persen, menjadi berakhir di 13.965,49 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan energi terangkat 1,45 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor teknologi tergelincir 1,03 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Dow Jones Industrial Average naik dibantu oleh keuntungan saham Verizon Communications Inc dan Chevron Corp. Saham-saham tersebut menguat setelah Berkshire Hathaway Inc dari Warren Buffett mengungkapkan investasi besar di perusahaan-perusahaan tersebut pada Selasa (16/2/2021). Saham Verizon melonjak 5,2 persen dan saham Chevron naik 3,0 persen.

Saham-saham teknologi memimpin kerugian pada S&P 500 dan Nasdaq. Apple Inc, PayPal Holdings Inc dan Nvidia Corp membebani kedua indeks tersebut. Indeks teknologi S&P 500 berakhir 1,0 persen lebih rendah.

Sebaliknya, sektor energi naik 1,5 persen memimpin kenaikan di antara sektor S&P 500 karena penghentian produksi minyak Texas mendorong harga minyak mentah. Rebound yang kuat dalam penjualan ritel AS membantu saham-saham consumer discretionary naik 0,7 persen.

S&P 500 dan Nasdaq mengurangi kerugian sementara Dow menambah keuntungan setelah rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Januari.

Semua peserta rapat mendukung keputusan untuk mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif. The Fed telah berjanji untuk menahan suku bunga mendekati nol sampai inflasi naik menjadi 2,0 persen dan tampaknya akan melebihi target itu.

“Pasar secara akurat mencerminkan kombinasi suku bunga rendah yang berkelanjutan dan Fed akomodatif yang berkelanjutan,” kata Oliver Pursche, presiden Bronson Meadows Capital Management di Fairfield, Connecticut.

Namun sikap akomodatif The Fed, ditambah dengan usulan paket 1,9 triliun dolar AS Presiden Joe Biden untuk bantuan pandemi, membuat beberapa analis memperingatkan akan datangnya lonjakan inflasi. Akibatnya, beberapa investor khawatir bahwa Fed mungkin harus mengubah arah lebih cepat dari yang diharapkan.

Ketakutan tersebut, yang telah didukung oleh kenaikan tajam dalam imbal hasil acuan obligasi pemerintah, telah berkontribusi pada penurunan pasar baru-baru ini, dengan investor mengambil keuntungan dari saham-saham teknologi terkemuka di pasar.

Tekanan inflasi dapat memaksa Fed untuk merevisi kebijakannya di masa depan, kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Stamford, Connecticut. Tapi, dia menambahkan, "Ini adalah ambang batas tinggi yang harus kita lewati agar mereka bereaksi."

Saham Wells Fargo & Co melonjak 5,2 persen setelah sebuah laporan mengatakan pemberi pinjaman itu memperoleh persetujuan Fed atas proposalnya untuk merombak manajemen risiko dan tata kelola.

Saham Shopify Inc yang tercatat di AS turun 3,3 persen setelah raksasa perangkat lunak e-commerce Kanada itu mengisyaratkan pertumbuhan pendapatan yang lebih lambat pada 2021 karena peluncuran vaksin mendorong orang untuk kembali ke toko setelah setahun yang ditandai dengan peningkatan belanja daring.

Harga Minyak Makin Meroket Akibat Badai Musim Dingin Texas

Harga minyak mentah dunia kembali naik pada perdagangan Rabu (17/2) waktu AS. Cuaca dingin ekstrem di Texas, AS, masih menjadi sentimen positif untuk harga minyak.

Mengutip Antara, Kamis (18/2), cuaca dingin di Texas diperkirakan menghambat produksi minyak selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 99 sen atau 1,6 persen ke level US$64,34 per barel.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret naik 1,8 persen atau US$1,09 ke level US$61,14 per barel.

Texas selama ini menjadi wilayah yang memasok sebagian besar minyak di AS. Wilayah itu juga menjadi bagian dari pusat penyulingan utama di AS.

"Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya. Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai maksimal mendekati US$65 per barel," terang Direktur Energi Berjangka di di New York Mizuho.

Sejauh ini, cuaca dingin di Texas menutup produksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari. Hal itu diprediksi terjadi beberapa hari atau minggu ke depan.

Secara total, seperlima dari produksi penyulingan AS telah dihentikan. Dengan kondisi ini, jumlah produksi akan sejalan dengan penurunan permintaan yang sedang terjadi.

"Ada sedikit tarik ulur karena meskipun pasokan telah ditutup, penyulingan juga sedang turun, sehingga tidak banyak permintaan," terang Mitra di Again Capital di New York John Kilduff.

Sebagai informasi, harga minyak Brent sebelumnya naik 58 sen atau 1 persen menjadi US$60,05 per barel. Lalu, harga minyak WTI AS naik 5 sen atau 0,1 persen ke level US$63,35 per barel.

Biden Sebut China Akan Sulit Pimpin Dunia Jika HAM Bermasalah

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan China akan menanggung konsekuensi terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang selama ini terjadi di negara tersebut.

Hal itu diutarakan Biden ketika menjawab pertanyaan dalam wawancara CNN Town Hall terkait tanggapannya soal sikap China dalam menangani etnis minoritas Uighur dan etnis Muslim lainnya di Xinjiang pada Selasa (16/2).

Menurut Biden, Xi Jinping menyadari konsekuensi yang harus ditanggung China terkait isu HAM tersebut.

"Akan ada dampaknya bagi China dan dia (Xi) menyadarinya," kata Biden.

Biden mengatakan Amerika Serikat akan menegaskan kembali perannya di kancah global, terutama dalam menyuarakan hak asasi manusia. Ia menambahkan bahwa dirinya akan menggandeng komunitas internasional agar membuat China melindungi kelompok minoritas.

"China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia. Untuk mendapatkan julukan itu dan mampu melakukan itu, mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain," kata Biden.

"Selama mereka (China) terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu," tambahnya.

Biden juga telah berbicara langsung dengan Xi melalui telepon beberapa waktu terakhir. Dalam panggilan telepon selama dua jam itu, Biden menekankan prioritas AS untuk melestarikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Dikutip Reuters, kawasan Indo-Pasifik kerap menjadi "arena" utama persaingnan AS dan China dalam berebut pengaruh.

Selain soal Uighur, Biden juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan dan masalah hak asasi yang "memaksa dan tidak adil" China, seperti tindakan keras terhadap Hong Kong, penahanan etnis Uighur di Xinjiang, hingga isu Taiwan dan Laut China Selatan.

Badai Musim Dingin Landa Texas, Listrik Padam dan 20 Tewas

Jutaan orang di Texas, Amerika Serikat mengalami pemadaman listrik saat badai musim dingin melanda, Rabu (17/2).

Warga dilaporkan mengalami kekurangan air.

Sementara lebih dari 20 orang meninggal terkait badai, sebagian besar akibat kecelakaan lalu lintas.

 

Menurut situs pelacakan Poweroutage.us, lebih dari tiga juta pelanggan perumahan, komersial dan industri hidup tanpa listrik di Texas pada Selasa malam.

Pemadaman diberlakukan di beberapa daerah untuk menghemat listrik bagi rumah sakit, polisi, dan stasiun pemadam kebakaran.

Kondisi makin parah karena hampir setengah dari pembangkit listrik tenaga angin di negara bagian itu mati disapu badai.

Layanan Cuaca Nasional (NWS) telah mengeluarkan peringatan badai musim dingin untuk wilayah Texas timur hingga negara bagian Maryland di Pantai Timur.

NWS mengatakan beberapa wilayah, Texas, Louisiana, Arkansas dan Mississippi akan menghadapi hujan es dan salju tebal. Badai kemudian akan bergerak ke timur laut.

"Suhu masih akan tetap 20 sampai 35 derajat (Fahrenheit) di bawah normal," kata NWS seperti dikutip dari AFP.

Ratusan ribu penduduk kota metropolitan Houston mengalami pemadaman listrik dan kesulitan air. "Tekanan air sangat rendah," kata Wali Kota Houston Sylvester Turner.

Badai musim dingin menyebabkan sedikitnya empat tornado, termasuk satu di pesisir North Carolina pada Senin malam yang menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 10 lainnya.

Foto dan video yang disiarkan oleh media AS menunjukkan pohon tumbang, rumah rata dan mobil-mobil hancur.

Seorang warga bernama David Hernandez terpaksa menginap di sebuah gereja di Houston bersama orang-orang yang telah meninggalkan rumah.

"Mobil saya terdampar dan saya mencoba untuk tidur di dalam mobil tapi terlalu dingin," kata Hernandez. "Cairan di mobil saya benar-benar berubah menjadi es jadi seperti tidur di kotak es.

"Saya harus datang ke sini," katanya. "Tidak ada pilihan."

Biden: China Akan Membayar Atas Pelanggaran HAM Muslim Uighur

 Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan China akan membayar harga atas pelanggaran hak asasi manusianya (HAM). Hal itu diungkapkannya menanggapi pertanyaan di acara televisi tentang penanganan minoritas Muslim oleh negara Asia di wilayah paling barat Xinjiang.

Presiden China Xi Jinping telah menuai kritik global karena menahan minoritas Muslim Uighur di kamp-kamp interniran dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya.

"Yah, akan ada dampaknya bagi China dan dia tahu itu," kata Biden tentang Xi Jinping, ketika didesak tentang masalah itu di acara The Town Hall yang disiarkan stasiun televisi CNN.

 

Dalam kesempatan itu, Biden mengatakan, Amerika Serikat akan menegaskan kembali peran globalnya dalam menyuarakan hak asasi manusia, seraya menambahkan bahwa dia akan bekerja dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi mereka.

"China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan itu serta mampu melakukan itu mereka harus mendapatkan kepercayaan dari negara lain," kata Biden dalam perjalanan resmi pertamanya sejak menjabat sebagai presiden pada Januari.

“Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan hak asasi manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu,” tambahnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Rabu (17/2/2021).

Dalam pembicaraan via telepon selama dua jam dengan Xi Jinping bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana Amerika Serikat dan China adalah saingan strategis utama.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan dan masalah hak asasi yang memaksa dan tidak adil di Beijing, seperti tindakan keras di Hong Kong, penahanan Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di Asia, termasuk terhadap Taiwan, yang diklaim China sebagai miliknya.

China Bantah Terlibat Kudeta Militer Myanmar: 'Benar-benar Tak Masuk Akal!'

 Pemerintah China membantah rumor di media sosial yang menyebut bahwa Beijing terlibat dalam kudeta militer Myanmar terhadap pemerintah Aung San Suu Kyi 1 Februari lalu. Beijing membantah rumor tentang pesawat yang membawa personel teknis dan pasukan China ke negara Asia Tenggara tersebut.

Bantahan itu disampaikan Duta Besar China untuk Myanmar Chen Hai dalam wawancaranya dengan media lokal yang di-posting di halaman Facebook Kedutaan China.

Dubes Chen mengatakan rumor yang viral di media sosial tentang pesawat yang membawa personel teknis dan pasukan China ke Myanmar sebagai hal yang "benar-benar tidak masuk akal". Menurutnya, pesawat tersebut adalah penerbangan kargo reguler yang mengekspor barang-barang seperti makanan laut.

Diplomat China itu mengatakan Beijing mempertahankan hubungan persahabatan dengan tentara dan mantan pemerintah sipil yang berkuasa di negara tersebut.

Ketika negara-negara Barat mengutuk keras kudeta 1 Februari, China lebih berhati-hati dengan menekankan pentingnya stabilitas.

China tetap menyetujui pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan tahanan lainnya dan menyuarakan keprihatinan atas keadaan darurat.

Beberapa protes terhadap kudeta yang telah menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir telah terjadi di luar Kedutaan Besar China di Yangon, di mana para pengunjuk rasa menuduh Beijing mendukung junta militer.

"China tidak diberi tahu sebelumnya tentang perubahan politik di Myanmar dan berharap semua hal berjalan baik di Myanmar, daripada menjadi tidak stabil atau bahkan jatuh ke dalam kekacauan," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/2/2021).

“Banyak negara dalam transisi mengatasi kesulitan dan tantangan melalui upaya mereka sendiri, dan mengeksplorasi jalur pembangunan yang sesuai dengan keadaan mereka sendiri,” imbuh Dubes Chen.

China secara tradisional dipandang dengan kecurigaan di Myanmar, di mana negara itu memiliki kepentingan ekonomi dan strategis yang signifikan dan sering mendukung posisi Myanmar terhadap kritik Barat.

'Menghilang' Setahun Lebih, Istri Kim Jong-un Muncul Tersenyum

 Ri Sol-ju , istri diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un , muncul lagi di depan publik setelah "menghilang" setahun lebih. Sebelum ini, penampilan terakhirnya adalah saat merayakan Hari Tahun Baru Imlek bersama suaminya di Teater Samjiyon di Pyongyang pada Januari 2020.

Foto-foto kemunculan Ibu Negara Korut ini dipublikasikan media pemerintah; KCNA, hari Selasa. Foto-foto itu memperlihatkan Kim dan Ri tersenyum saat melihat pertunjukan teater untuk memperingati mendiang ayah Kim Jong-un, mantan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-il.

Pertunjukan itu digelar di Mansudae Art Theater di Pyongyang pada 16 Februari 2021.

Badan Intelijen Nasional Korea Selatan, seperti dikutip Yonhap, percaya Ri Sol-ju telah memutar kembali penampilan publiknya karena virus corona baru (COVID-19).

Badan intelijen itu juga menyatakan bahwa "tidak ada tanda-tanda luar biasa yang terdeteksi" dan mengatakan Ri tampaknya menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya. Kim dan Ri memiliki setidaknya satu anak bersama.

Hong Min, direktur divisi penelitian Korea Utara di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional, mengatakan kepada Daily Star akhir bulan lalu bahwa COVID-19 mungkin menjadi motivasi di balik menghilangnya Ri dari mata publik.

"[Hilangnya] bisa jadi karena COVID-19...Sebagai seorang Ibu dengan anak kecil, berpartisipasi dalam kegiatan publik berisiko berpotensi menularkan," ujarnya.

Biden Akan Ubah Hubungan AS dengan Arab Saudi

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berencana mengubah hubungan AS dengan Arab Saudi.

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan nantinya Biden akan berdiplomasi langsung dengan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, bukan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Sikap itu berbeda dengan mantan presiden Donald Trump di mana menantu dan penasihat seniornya Jared Kushner menjaga hubungan dengan Saudi lewat MbS.

 

Trump diketahui telah menjalin komunikasi dengan MbS dan bekerja sama di berbagai bidang, seperti menyelesaikan konflik Qatar dan negara-negara Teluk.

"Kami telah menjelaskan sejak awal bahwa kami akan menyesuaikan kembali hubungan dengan Arab Saudi," kata Psaki, Selasa (16/2) seperti dikutip dari Reuters.

MbS selama ini dianggap pemimpin de facto Arab Saudi dan penerus takhta kerajaan. Namun namanya tercoreng setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018.

Khashoggi tewas di tangan personel keamanan Saudi yang dianggap dekat dengan putra mahkota.

Menurut Psaki, Arab Saudi sangat membutuhkan pertahanan diri dan AS akan bekerja sama dalam hal tersebut.

"Kami memperjelas area di mana kami memiliki ketidaksepakatan dan di mana kami memiliki kekhawatiran. Dan itu tentu saja merupakan perubahan dari pemerintahan sebelumnya."

Biden telah menekan Arab Saudi untuk memperbaiki catatan tentang hak asasi manusia, salah satunya pembebasan tahanan politik pembela hak perempuan.

Psaki mengatakan dalam waktu dekat Biden akan menghubungi Raja Salman.

"Yang setara dengan presiden adalah Raja Salman. Pada waktu yang tepat dia akan berbicara dengannya. Tapi saya tidak bisa menentukan kapan waktunya," ujar Psaki.

Sebelumnya Biden juga menyatakan akan meninjau ulang kerja sama militer dengan Arab Saudi terkait perang Yaman.

Termasuk meninjau kembali keputusan menetapkan kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai kelompok teroris.

Pemerintahan Trump menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris pada 11 Januari lalu. Selama ini Trump juga selalu mendukung Saudi untuk berperang dengan kelompok Houthi, dengan menjual beragam persenjataan.

Keputusan menetapkan Houthi masuk ke dalam daftar kelompok teroris dinilai akan mempersulit upaya perundingan damai. Bahkan, hal itu juga bisa memperburuk situasi di negara itu, dan menyulitkan masuknya arus bantuan logistik bagi rakyat sipil.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bersekutu untuk menggempur kelompok Houthi, walau akhirnya mereka pecah kongsi. Sebab, UEA juga mendukung kelompok pemberontak lain di selatan Yaman.

Serangan udara Arab Saudi menggunakan pesawat tempur buatan AS dilaporkan turut menewaskan warga sipil di samping kelompok pemberontak Houthi.

Lumpuhkan Produksi F-35 AS, China Pertimbangkan 'Opsi Nuklir' Rare Earth

 China sedang mempertimbangakan untuk mengambil "opsi nuklir" dengan melarang ekspor logam rare earth (tanah jarang) ke Amerika Serikat (AS). Opsi ini diyakini bisa melumpuhkan industri pertahanan Amerika, terutama produksi jet tempur siluman F-35 , yang sangat membutuhkan bahan logam langka tersebut.

China, yang menjadi pemilik tambang rare earth terbesar di dunia, sedang mencoba menghitung kerusakan kontraktor pertahanan AS jika bergerak untuk melarang ekspor logam tersebut.

Seorang penasihat pemerintah Beijing yang diajak konsultasi terkait opsi itu mengungkapkannya kepada Financial Times. Menurutnya, pemerintah juga menanyakan berapa lama waktu yang dibutuhkan AS untuk meningkatkan produksi elemen vitalnya sendiri atau mencari sumber alternatif selain China.

"Pemerintah ingin tahu apakah AS mungkin kesulitan membuat jet tempur F-35 jika China memberlakukan larangan ekspor," kata penasihat pemerintah China tersebut kepada Financial Times, tanpa bersedia diidentifikasi, Selasa (16/2/2021).

Konsultasi itu terjadi setelah Beijing memperkenalkan rancangan aturan untuk lebih memperkuat regulasi atas industri logam rare earth bulan lalu.

Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, dokumen rancangan aturan tersebut mencakup pengelolaan kuota produksi rare earth dalam negeri, pengelolaan investasi, dan pengawasan.

Undang-undang China lainnya, yang diperkenalkan pada bulan Desember, bertujuan untuk membatasi pasokan barang-barang yang dikendalikan, termasuk rare earth. Pembatasan tersebut dapat menargetkan negara-negara yang menyalahgunakan langkah-langkah pengendalian ekspor dan merugikan kepentingan China, dan dapat ditujukan ke AS, yang telah meningkatkan tekanan pada perusahaan teknologi China dalam beberapa bulan terakhir.

Logam rare earth—sekelompok 17 elemen yang sangat penting untuk berbagai industri mulai dari elektronik konsumen hingga perangkat keras militer—telah lama menjadi pusat perang perdagangan AS-China.

Media China telah berulang kali memperingatkan bahwa Beijing siap untuk melarang pasokan rare earth, tetapi rencana tersebut belum dilaksanakan—sebuah langkah yang dianggap sebagai salah satu "opsi nuklir" Beijing dalam perang dagang yang membara dengan Washington, karena China menyumbang sekitar 80 persen dari produksi rare-earth global dan memiliki cadangan terbesar.

AS dulunya adalah produsen logam rare earth nomor satu di dunia, tetapi sekarang sangat bergantung pada ekspor China. Ketika perang dagang mengekspos titik lemah ini, Washington telah mencoba untuk meningkatkan investasi di sektor kritis, mencari cara
untuk meningkatkan produksinya sendiri.

Pada 2019, Gedung Putih memerintahkan Pentagon untuk memacu produksi magnet rare earth yang digunakan untuk membuat motor sipil dan militer. Pada bulan September, mantanPresiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan keadaan darurat nasional di industri pertambangan, dan meminta Departemen Dalam Negeri untuk mengeksplorasi Undang-Undang Produksi Pertahanan yang berusia 70 tahun untuk mempercepat pengembangan pertambangan.

Militer Rusia dan Iran Latihan Perang Gabungan di Samudra Hindia

 Militer Angkatan Laut Rusia dan Iran telah memulai latihan perang gabungan di Samudra Hindia sejak Selasa (16/2/2021) kemarin. Teheran semakin gencar mendekati Moskow dan Beijing ketika perseteruan dengan Amerika Serikat (AS) semakin memanas.

Kedutaan Besar Rusia di Teheran mengonfirmasi latihan perang gabungan tersebut sedang berlangsung. "Latihan itu telah dimulai hari ini (Selasa kemarin)," kata juru bicara kedutaan, Maxim Suslov, kepada Sputniknews.

Televisi pemerintah Iran juga menyiarkan manuver militer gabungan tersebut. Menuru laporan itu, unit-unit dari Angkatan Laut Iran dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengambil bagian dalam latihan yang dijuluki "Iran-Russia Maritime Security Belt 2021” di bagian utara Samudra Hindia, yang membentang sekitar 17.000 kilometer (10.600 mil).

Juru bicara latihan perang dari pihak Iran, Laksamana Gholamreza Tahani, mengatakan kapal perusak Rusia, kapal logistik dan helikopter ikut serta dalam latihan tersebut.

Ini adalah latihan gabungan Rusia-Iran yang kedua sejak 2019, ketika kedua negara ditambah China menggelar latihan empat hari.

Teheran telah berusaha untuk meningkatkan kerjasama militer dengan Beijing dan Moskow di tengah ketegangan regional dengan Amerika Serikat. Kunjungan perwakilan Angkatan Laut Rusia dan China ke Iran juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah meningkatkan latihan militer ketika negara itu mencoba menekan Presiden AS Joe Biden atas kesepakatan nuklir JCPOA 2015. Biden ingin memasukkan kembali AS ke dalam perjanjian JCPOA setelah Amerika dikeluarkan Donald Trump dari perjanjian tersebut pada 2018.

Kamis pekan lalu, IRGC Iran menggelar latihan perang Angkatan Darat di dekat perbatasan dengan Irak, di mana drone, helikopter, dan tank militer dikerahkan.

Pada bulan Januari, IRGC Iran melakukan latihan tempur dan meluncurkan rudal balistik anti-kapal perang ke sasaran simulasi di Samudra Hindia.

Cara Biden Turunkan Kasus Infeksi Virus Corona di AS

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sejak masa kampanye hingga resmi dilantik pada 20 Januari membuat sejumlah gebrakan untuk menunjukkan keseriusannya menangani penyebaran virus corona. Biden membuat sejumlah kebijakan lantaran setahun terakhir mantan presiden Donald Trump kerap meremehkan penyebarannya yang dianggap sebagai sebuah kegagalan dalam menangani pandemi.

Selain mengeluarkan stimulus ekonomi, Biden juga dituntut untuk menurunkan kasus penyebaran virus corona di AS melalui program pengetesan massal dan vaksinasi. Data statistik mencatat hingga saat ini AS memiliki 27.695.000 kasus dan 486.332 kematian akibat Covid-19.

Wajibkan pakai masker

Hanya berselang dua hari setelah dilantik, Biden menandatangani kebijakan yang mengharuskan pemakaian masker dan karantina bagi pelancong yang menggunakan pesawat, bus, dan kereta domestik untuk melakukan karantina.

Biden menyebut upaya itu dilakukan 'di masa perang' untuk memerangi infeksi virus corona yang telah menewaskan lebih dari 408 ribu jiwa.

"Selain memakai masker, semua orang yang terbang ke Amerika Serikat dari negara lain perlu melakukan tes sebelum mereka naik pesawat, sebelum berangkat, dan dikarantina ketika mereka tiba di Amerika," kata Biden kepada awak media di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (21/1).

Biden juga mewajibkan penduduk AS berusia 2 tahun atau lebih untuk menyertakan hasil pemeriksaan yang menyatakan mereka negatif Covid-19 tiga hari sebelum berangkat. Selain itu, warga asing yang berkunjung ke AS harus melakukan tes sebelum berangkat, sebelum naik pesawat dan harus melakukan karantina ketika tiba di Amerika.

Penduduk Afrika Selatan juga dilarang berkunjung oleh pemerintah Biden untuk sementara waktu, karena di negara tersebut muncul penyebaran virus corona jenis baru.

Testing dan vaksinasi

Bukan hanya mewajibkan pemakaian masker, Biden juga menambah vaksinasi selama 100 hari pertama ia menjabat. Biden juga turut memperluas pengetesan melalui layanan drive thru di seluruh negeri, membuka kembali sekolah, dan membangun kepercayaan publik lewat serangkaian program lainnya.

Pemerintahan baru AS juga berencana menerapkan undang-undang darurat untuk meningkatkan hasil industri vaksin dan pasokan medis lainnya. Di bawah Undang-Undang Produksi Pertahanan, pemerintahan Biden sementara ini menyiapkan ribuan lokasi tes dan vaksinasi massal.

Sejauh ini pemerintah federal telah mendistribusikan lebih dari 35,9 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna ke negara bagian.

Pemulihan ekonomi

Sehari sebelum pelantikan, Biden mengusulkan pencairan paket stimulus tambahan sebesar US$ 1,9 triliun untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi. Stimulus yang ditawarkan berupa tunjangan pengangguran, rumah tangga, dan bantuan tambahan untuk usaha mikro.

Mengutip CNN, Biden pernah menelpon seorang perempuan dari California, Michele untuk dijanjikan pekerjaan. Diketahui, perempuan tersebut kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Biden mengaku prihatin atas perjuangan ekonomi yang dihadapi banyak orang Amerika sebagai motivasi pendorong dibalik undang-undang bantuan yang yang dipandang tak hanya sebagai upaya mendorong angka pertumbuhan ekonomi, namun juga membantu memulihkan rasa bangga dan tujuan bagi orang Amerika.

Presiden AS itu berencana menciptakan setidaknya 5 juta lapangan pekerjaan di sektor manufaktur. Ia juga akan menginvestasikan US$400 untuk proses pengadaan sehingga diharapkan mampu mendorong permintaan produk dan jasa layanan AS.

Lolos Pemakzulan, Trump Kini Hadapi Gugatan Kerusuhan Capitol

Anggota senior Kongres dari Partai Demokrat, Bennie Thompson, menuntut mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kerusuhan di Gedung Capitol Hill pada awal Januari lalu.

Gugatan itu diajukan ke pengadilan federal di Washington tiga hari setelah Trump lolos dari persidangan pemakzulan di Senat.

Thompson menuding Trump melanggar Third Enforcement 1871 atau Undang-Undang Anti-Kelompok Supremasi Kulit Putih "Ku Klux Klan Act" dengan mendukung massa pendukungnya merangsek Capitol Hill demi menghalangi penetapan kemenangan Presiden Joe Biden dalam pemilu 2020.

UU Ku Klux Klan itu dibuat demi memberikan kekuasaan kepada Presiden AS untuk menentang kekerasan kelompok rasis dan ekstremis seperti Ku Klux Klan yang muncul setelah Perang Sipil 1861-1865 lalu.

Salah satu klausul yang digunakan Thompson untuk menuntut Trump yakni gagal melarang konspirasi menghalangi pemerintah federal melakukan pekerjaan mereka.

Thompson menuduh Trump, pengacaranya Rudy Giuliani, dan kelompok militan pendukung Trump Proud Boys dan Oath Keepers "bersekongkol melakukan kekerasan, intimidasi, dan ancaman" untuk mencegah Kongres melaksanakan tugas memverifikasi kemenangan Biden dalam pemilu.

"Para tergugat bertindak bersama-sama untuk menghasut dan kemudian melakukan kerusuhan di Capitol Hill dengan mendorong sekelompok orang untuk terlibat dalam perilaku pemberontakan dan kekerasan atau ancaman yang menimbulkan bahaya besar bagi anggota Kongres," kata Thompson seperti dikutip AFP.

Thompson mengatakan serangan Capitol terjadi akibat "rencana bersama yang dikejar oleh para terdakwa sejak pemilu berlangsung pada November 2020.

Sementara itu, juru bicara Trump, Jason Miller, membantah tuduhan Thompson tersebut.

"Presiden Trump tidak merencanakan, memproduksi, atau mengatur unjuk rasa 6 Januari lalu. Presiden Trump tidak menghasut atau bersekongkol untuk menghasut kekerasan apa pun di Capitol pada 6 Januari," kata Miller.

Hingga kini, belum ada komentar langsung dari Giuliani.