• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Jum’at,  12 Februari 2021 )

News Forex, Index & Komoditi ( Jum’at,  12 Februari 2021 )

Wall Street Kembali Cetak Rekor Setelah Klaim Pengangguran AS Turun

Bursa saham Amerika Serikat menghentikan kembali ke zona hijau sekaligus menembus rekor tertingginya hari ini, Kamis (11/2/2021).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,05 persen pada awal perdagangan ke rekor tertingginya di level 31.452,29.

Dow Jones sempat menyentuh rekor tertingginya di level 31.543,82 sebelum melandai tipis. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,18 persen dan Nasdaq Composite naik 0,34 persen.

Wall Street kembali ke rekor tertinggi setelah AS mencatatkan penurunan klaim pengangguran. Hal ini mengisyaratkan adanya penguatan pasar tenaga kerja.

Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS, pengajuan tunjangan pengangguran negara bagian AS turun tipis 19.000 menjadi 793.000 pekan, yang menandakan bahwa pasar tenaga kerja masih secara bertahap membaik karena program vaksinasi terus berlanjut dan pembatasan bisnis berkurang.

Setelah pasar saham melonjak tajam pada awal Februari, reli Wall Street sempat berhenti pada Rabu karena investor mempertimbangkan implikasi dari data inflasi terbaru.

Sementara itu, masih ada perdebatan mengenai apakah stimulus lanjutan, peluncuran vaksin, dan tekad pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan akan menyebabkan laju inflasi menjadi terlalu panas.

"Meskipun inflasi tidak muncul dalam data saat ini, inflasi tengah dalam tren naik berkat stimulus fiskal dan moneter serta permintaan konsumen yang seharusnya meningkat saat ekonomi dibuka kembali," ungkap pendiri Quadratic Capital Management Nancy Davis seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dalam pidatonya pada Rabu (10/2/2021) mengatakan pasar kerja AS masih jauh dari pemulihan penuh dan meminta anggota parlemen dan sektor swasta untuk mendukung tenaga kerja.

Dia juga mengatakan akan membutuhkan lebih dari kebijakan moneter yang mendukung untuk mencapai dan mempertahankan tingkat lapangan kerja yang maksimal.

AS Tolak Klaim Israel atas Dataran Golan, Netanyahu Ngotot

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan akan tetap menjadi milik negaranya.

Hal itu diungkapkan Netanyahu merespons pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken yang menolak klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan.

"Sejauh yang saya ketahui, Dataran Tinggi Golan akan selamanya menjadi bagian dari Negara Israel, bagian yang berdaulat," kata Netanyahu, Selasa (9/2) seperti dikutip dari Reuters.

"Apa, haruskah kita mengembalikannya ke Suriah? Haruskah kita mengembalikan Golan ke situasi di mana pembantaian massal berbahaya?"

Suriah telah lama menuntut Golan dikembalikan dan pencaplokan sepihak Israel di wilayah itu tidak diakui secara internasional.

Menlu AS pada Senin mengatakan bahwa dia melihat kendali atas Golan sangat penting bagi keamanan Israel. Akan tetapi, kata dia, AS tetap berhati-hati dalam mengakui kedaulatan Israel atas wilayah itu.

"Golan sangat penting bagi keamanan Israel tetapi pertanyaan soal hukum adalah hal lain," kata Blinken kepada CNN, Senin (8/2).

Dua tahun lalu, mantan Presiden AS Donald Trump menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang diduduki Golan, Suriah.

Wilayah itu dianeksasi tahun 1981 dalam sebuah pergerakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Suriah menggambarkan keputusan Trump saat itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Israel dan Suriah yang secara teknis masih berperang, dipisahkan oleh perbatasan de facto di Dataran Tinggi Golan.

Dataran itu direbut dan diduduki secara ilegal dari Suriah dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Biden: Trump tak tunaikan pekerjaannya soal program vaksin COVID

Presiden AS Joe Biden pada Kamis mengkritik program vaksinasi virus corona yang diwarisi dari pendahulunya Donald Trump dan mendesak warga Amerika bersabar saat dia membereskannya.

"Kami tak akan membereskan semuanya untuk sementara waktu, tapi kami akan membereskannya," kata Biden dalam sambutannya di National Institutes of Health di Bethesda, Maryland.

Dengan permintaan vaksin yang jauh melebihi pasokan, orang Amerika sedang berjuang untuk memperoleh janji divaksin, yang meninggalkan Biden dengan masalah akut kurang dari sebulan setelah mengambil alih dari Trump.

Biden mengatakan Trump, yang menghabiskan dua bulan terakhirnya di kantor dalam upaya sia-sia untuk membalikkan hasil pemilihan presiden 3 November yang dia kalah, tidak memesan cukup vaksin dan tidak melakukan cukup (persiapan) untuk membuat orang mengantre untuk divaksin.

"Sementara para ilmuwan melakukan pekerjaan mereka dalam menemukan vaksin dalam waktu singkat, pendahulu saya - saya akan sangat blak-blakan tentang hal itu - tidak melakukan tugasnya dalam mempersiapkan diri untuk tantangan besar vaksinasi ratusan juta," kata Biden.

Dia mengatakan program vaksin yang diwarisi berada dalam "kondisi yang jauh lebih buruk" daripada yang dia perkirakan. "Perlu waktu untuk membereskannya," katanya.

Biden mengatakan pemerintah AS telah menandatangani kontrak untuk 100 juta dosis vaksin Moderna dan 100 juta lebih dari Pfizer.

"Kami sekarang telah membeli cukup vaksin untuk memvaksin semua orang Amerika," kata Biden. Dia mengatakan Amerika Serikat, yang memiliki populasi sekitar 330 juta, berada di jalur yang tepat untuk memiliki 300 juta dosis pada akhir Juli.

Buntut Kudeta, AS Bekukan 1 Miliar Dolar Aset Myanmar

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjatuhkan sanksi kepada Myanmar berupa pembekuan aset senilai US$1 miliar sebagai buntut dari kudeta militer.

Dana pemerintah Myanmar yang disimpan di AS dibekukan untuk mencegah para jenderal mengakses.

"Saya telah menyetujui perintah eksekutif baru yang memungkinkan kami untuk segera memberikan sanksi pada para pemimpin militer yang mengarahkan kudeta, kepentingan bisnis mereka, serta keluarga dekat mereka," ucap Biden, Rabu (10/2) seperti dikutip dari AFP.

Biden juga mendesak militer Myanmar segera membebaskan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Mynt. "Militer harus melepaskan kekuasaan," katanya.

Militer Myanmar Tatmadaw telah menyatakan status darurat selama setahun.

Dengan status darurat diumumkan, Tatmadaw menyatakan kekuasaan pemerintah Myanmar telah diserahkan kepada Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing.

Kudeta oleh militer Myanmar dilakukan setelah Tatmadaw menolak mengakui hasil pemilu 8 November lalu karena dinilai curang.

Militer menuding ada jutaan pemilih palsu dalam pemilu kemarin dan menuntut Komisi Pemilihan Umum Myanmar memberikan daftar pemilih akhir untuk diverifikasi.

Kudeta tersebut telah memicu gelombang unjuk rasa di penjuru Myanmar.

Demonstran antikudeta turun ke jalan selama lima hari. Aksi ini disebut akan terus berlangsung meski satu orang wanita tertembak dan kritis.

Biden mengatakan AS bersiap melakukan tindakan tambahan dan bakal bekerja sama dengan negara lain untuk menekan militer Myanmar.

AS menargetkan pemimpin tertinggi militer Myanmar Min Aung Hlaing, otak di balik kudeta. Min Aung Hlaing dan jenderal lainnya sudah diberi sanksi oleh AS pada 2019 atas tindakannya pada Muslim Rohingya.

AS juga kemungkinan menargetkan dua perusahaan konglomerat, Myanmar Economic Holdings Limited and Myanmar Economic Corp, perusahaan induk dengan investasi yang mencakup berbagai sektor termasuk perbankan, permata, tembaga, telekomunikasi, dan pakaian.

Pemerintahan Biden dilaporkan sudah membentuk respons internasional untuk krisis Myanmar. Termasuk juga bekerja sama dengan sekutu di Asia yang punya kedekatan dengan militer Myanmar.

5 Misteri Corona yang Belum Terjawab Tim WHO di Wuhan

Misi tim ahli WHO di China gagal menemukan asal-usul virus corona. Namun, mereka sepakat virus tersebut kemungkinan berpindah dari kelelawar ke hewan yang tak dikenal baru kemudian menularkannya ke manusia.

Tim ahli dari China juga menyimpulkan "sangat tidak mungkin" virus berasal dari kebocoran laboratorium yang dilengkapi dengan keamanan tinggi di pusat kota Wuhan.

Tekanan menyelimuti tim WHO selama penyelidikan di China. Bahkan salah satu tim ahli, Peter Daszak menggambarkan seperti bekerja di bawa lingkungan yang sangat politis.

Setelah misi yang berlangsung hampir satu bulan, berikut lima hal yang belum diketahui publik mengenai asal-usul virus corona seperti dikutip dari AFP.

Sumber Hewan

Para ahli mengatakan tes dilakukan pada puluhan ribu sampel terdiri dari hewan liar, hewan ternak, dan hewan domestik di seluruh China. Namun hasilnya tak ada yang mengandung virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19.

Namun para ahli virologi Belanda dan anggota Tim WHo Marion Koopmans mengatakan spesies yang lebih rentan terhadap virus, termasuk di antaranya tikus bambu, musang dan kelinci dijual di Pasar Huanan, Wuhan. Tempat pertama klaster virus ditemukan. Dari situ bisa menjadi pintu masuk untuk kembali melakukan investigasi.

Daszak juga mengatakan bahwa virus kelelawar yang ditemukan di Thailand dan Kamboja, mengalihkan fokus timnya ke Asia Tenggara.

"Saya pikir suatu hari, kita akan menemukan (reservoir) itu, mungkin butuh waktu, tapi akan ada di sana tanpa keraguan," katanya kepada wartawan.

Data mentah

Ahli epidemilogi Denmark dan anggota tim Thea Kolsen Fischer membeberkaan, tim WHO tidak diberi data mentah, mereka hanya mengandalkan analisis sebelumnya dari China.

Anggota tim WHO tidak menampik hal itu. Pihaknya mengatakan diberikan akses penuh ke situs dan individu yang diminta untuk dikunjungi.

Transmisi Rantai Dingin

China telah berulang kali melontarkan teori bahwa virus itu dibawa ke China melalui pengemasan pada produk rantai dingin seperti makanan laut beku impor, yang dikaitkan dengan wabah domestik baru-baru ini. Namun itu dibantah WHO.

"Tidak ada bukti bahwa makanan atau rantai makanan turut serta dalam penularan," ucap Kepala Darurat WHO Mike Ryan

Kepala misi dari tim China, Liang Wannian menyebut virus dapat menyebar jauh di permukaan produk rantai dingin, dan sampel lingkungan dari Pasar Huanan. Pasar itu menjual hewan liar beku dan makanan laut.

Ketua tim WHO Peter Ben Embarek memperingatkan belum ada bukti yang jelas apakah virus dapat menular ke manusia dari permukaan rantai dingin yang terkontaminasi.

Berasal dari luar China?


China berulang kali menyerukan kepada WHo untuk melakukan penyelidikan asal-usul virus di Amerika Serikat.

Menangkis kritik internasional atas penanganan wabah, China memperkuat studinya yang menunjukkan kasus Covid-19 melonjak di Italia dan negara lain pada akhir 2019.

Namun dalam merilis kesimpulan laporan itu, Koopmans menilai studi itu tak memberikan bukti lengkap peredaran sebelumnya di luar China pada awal Desember.

Dia tetap mengakui para ahli harus benar-benar pergi dan mencari bukti peredaran virus sebelumnya.

Rencana ke Depan

Koopmans mengatakan peternakan yang memasok hewan liar ke pasar Huanan Wuhan layak untuk diteliti lebih lanjut, selain mengambil sampel lebih banyak dari hewan liar.

Ben Embarek menyarankan pengujian ulang sampel menggunakan pendekatan baru untuk tes darah dan mencari lebih banyak kasus awal yang tidak terdeteksi di Wuhan.

Sementara China, menginginkan tahap penyelidikan selanjutnya mengenai sumber virus dilakukan di negara lain.

AS Siap Bela Jepang jika Diserang China

Amerika Serikat menyatakan siap membela Jepang menyusul manuver China di perairan Pulau Senkaku di Laut China Timur yang disengketakan.

Dua kapal penjaga pantai China menerobos masuk ke perairan Pulau Senkaku pada akhir pekan lalu dan mendekati kapal penangkap ikan Jepang.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan pulau itu termasuk dalam cakupan Pasal V Perjanjian Keamanan AS-Jepang.

 

Mengacu perjanjian tersebut, kedua negara saling membela jika salah satu diserang lawan.

Menlu AS Antony Blinken juga telah menghubungi Menteri Luar Negeri jepang Toshimitsu Motegi untuk menyampaikan keprihatinan.

"Menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegasan China di sekitar Kepulauan Senkaku menyusul berlakunya undang-undnag penjaga pantai baru China," kata Ned, Rabu (10/2) seperti dikutip dari AFP.

Tokyo mengaku khawatir atas peningkatan agrsivitas China setelah mereka memberlakukan undang-undang baru yang isinya memperbolehkan kapal penjaga pantai menembaki kapal asing yang berpotensi mengancam wilayah perairannya.

Senkaku merupakan pulau kecil berbatu yang dikuasai Jepang. China menyebut pulau itu sebagai Diaoyu dan mengklaim menjadi wilayah kedaulatan mereka

Dukungan AS ini diungkapkan setelah Presiden AS Biden berjanji untuk menjaga hubungan dengan sekutu.

Sejak menjabat pada 20 Januari lalu, pemerintahan Biden telah menegaskan kembali komitmennya kepada sekutu dan mitra AS di Asia.Biden dan para sekutu berjanji untuk bekerja sama melawan Beijing.

Bahkan, dalam pidatonya Kamis lalu, Biden menggambarkan China sebagai pesaing paling serius. Dia juga menyebut AS berada dalam persaingan yang ekstrem dengan China.

Rusia Minta Iran Tahan Diri Produksi Logam Uranium

Rusia mendesak Iran menyatakan memulai program pengayaan logam uranium. Dalam laporan Badan Energi Atom Dunia (IAEA) disebutkan Iran bakal membuat logam uranium dari bahan mentah, dan kemudian akan diperkaya hingga 20 persen.

Iran dianggap melakukan pelanggaran baru dari batasan yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir Teheran dengan dunia.

"Kami memahami logika tindakan mereka dan alasan yang mendorong Iran. Meski demikian, perlu untuk menunjukkan pengendalian dan pendekatan yang bertanggung jawab," kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkop kepada kantor berita RIA Novosti, dikutip dari AFP.

Kesepakatan penting yang berisi larangan 15 tahun untuk memproduksi atau memperoleh logam plutonium atau uranium atau campurannya.

Kesepakatan itu disepakati oleh Amerika Serikat, China, Jerman, Rusia, Perancis dan Inggris pada tahun 201

Ryabkob menyebut langkah Iran menunjukkan tindakan Teheran.

"Tekad untuk tidak menyerah dengan situasi sekarang."

Produksi logam uranium yang dilakukan Iran berpotensi kembali melanggar pakta pembatasan program nuklir yang disepakati pada 2015.

"Direktur Jenderal Rafael Mariani hari ini menyampaikan kabar kepada negara anggota IAEA tentang perkembangan terbaru mengenai program penelitian dan pengembangan produksi logam uranium untuk dijadikan bahan bakar bagi Reaktor Penelitian Teheran," demikian isi pernyataan IAEA, seperti dilansir Reuters.

"IAEA pada 8 Februari memverifikasi ada 3.8 gram logam uranium di Pabrik Pembuatan Logam Bahan Bakar di Esfahan," lanjut pernyataan IAEA.

Inggris, Jerman dan Prancis sebagai negara yang turut meneken perjanjian pembatasan nuklir 2015 menyatakan prihatin jika Iran tetap melanjutkan rencana membuat logam uranium. Sebab bahan itu dinilai tidak bermanfaat untuk kepentingan rakyat, dan rentan digunakan oleh militer untuk membuat hulu ledak nuklir.

Mantan Presiden Donald Trump pada 2018 lalu memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan menerapkan kembali ekonomi yang melumpuhkan Teheran.

Pengganti Trump, Joe Biden tengah berusaha menghidupkan kembali perjanjian tersebut. Namun kedua belah pihak tampaknya mengalami kebuntuan mengenai siapa yang bertindak lebih dulu.

Pada November 2020 lalu, Iran menyatakan berjanji akan membalas kematian pakar nuklir mereka, Mohsen Fakhrizadeh, yang tewas dibunuh. Mereka menuduh Israel berada di balik peristiwa itu.

Iran juga menyatakan akan terus meningkatkan pengayaan nuklir mereka melewati batas yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir 2015, sebagai tanggapan atas pemberian sanksi. Logam uranium menjadi masalah senitif lantaran digunakan sebagai komponen dalam pembuatan senjata nuklir.

Pameran Imlek Hong Kong Sepi akibat Dihantam Pandemi

Pameran Tahun Baru Imlek di Hong Kong menjadi kesempatan bagi para penjual untuk menjajakan dagangan kreatif yang mengkritisi pemerintah, namun tahun ini sepi akibat dihantam pandemi virus corona dan undang-undang keamanan nasional.

Januari tahun lalu, di pameran itu para pedagang menjual barang yang membawa slogan pro demokrasi yang dipopulerkan oleh para demonstran pada 2019.

Barang-barang itu mulai dari tas jinjing, kaus oblong, tatakan gelas hingga tato temporer.

Kamis (11/2) sore ini, hanya terlihat beberapa orang berbelanja bunga di Victoria Park di sekitar kota Causeway Bay dan seberang pelabuhan di Mong Kok. Dua area itu tempat paling umum untuk demonstrasi massal di masa lalu.

Pengendalian kerumunan dilakukan dan pemeriksaan suhu adalah hal yang wajib di area itu.

"Tahun depan saya berharap semuanya akan lebih baik," kata Peter Luk (63), seperti dikutip dari Reuters.

"Kita harus memiliki segala macam hal, barang politik, makan, mainan dan bunga, semuanya," ucap dia.

Berbeda dengan Luk, pakar hukum Clare Zhou (26) mengatakan dirinya menikmati pengalaman yang diperkecil itu itu.

"Itu bagus, itu sangat tenang. Ini adalah festival musim semi, tidak ada yang menginginkan konflik dan apapun yang berhubungan dengan politik," ucap Zhou.

Meski protes menguap, tidak ada pertemuan-pertemuan dalam skala besar akibat pandemi virus corona.

Tak lama, China lalu memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada Juni 2020. Saat itu otoritas Hong Kong mulai menangkap aktivis dan politisi oposisi.

Hong Kong berencana melonggarkan beberapa pembatasan virus corona mulai 18 Februari.

Fasilitas olahraga dan hiburan akan dibuka kembali serta jam operasi diperpanjang hingga pukul 10 malam.

HIngga kini, kota berpenduduk 7,5 juta orang itu telah mencatat sekitar 10.700 infeksi dan 188 kematian akibat Covid-19 sejak Januari tahun lalu.

Ketegangan Reda, India-China Tarik Pasukan dari Himalaya

China dan India telah menarik pasukannya dari daerah perbatasan di dekat Himalaya, Ladakh yang selama ini menjadi sengketa. Pejabat kedua negara membenarkan jika pasukan telah ditarik di daerah tersebut seiring dengan meredanya ketegangan selama berbulan-bulan.

Iring-iringan pasukan mulai meninggalkan perbatasan pada Rabu (10/2) dari sisi selatan dan utara Danau Pangong di negara bagian Ladakh.

Mengutip AP, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh kepada Parlemen mengatakan jika kedua negara sepakat untuk menarik pasukan dan melakukan pengamanan yang terkoordinasi di daerah perbatasan.

"Pembicaraan kami yang berkelanjutan dengan China telah menghasilkan kesepakatan tentang pelepasan hubungan di tepi utara dan selatan danau Pangong," katanya.

Sementara Kementerian Pertahanan China dalam keterangannya mengatakan jika kedua pihak telah mulai menarik pasuk yang disinkronkan dan terorganisir.

Ketegangan antara China dan India pertama kali terjadi pada 1962. Sejak saat itu kedua pihak kerap terlibat bentrokan hingga puncaknya terjadi pada 15 Juni 2002 yang menewaskan 20 tentara India dan tidak ada rincian korban dari pihak China.

Kedua pihak juga beberapa kali melakukan serangkaian upaya untuk meredakan ketegangan, namun permasalahan tak kunjung terselesaikan.

Ketegangan kembali pecah pada 15 Juni lalu ketika 20 tentara India tewas dalam sebuah bentrokan dengan pasukan China. Kedua pihak saling klaim pasukan satu sama lain melewati daerah perbatasan.

Sejak saat itu ketegangan antara kedua negara meningkat, puluhan tentara dan perlengkapan perang ditempatkan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) yang menjadi daerah perebutan.

LAC memisahkan daerah China dan India yang membentang dari Ladakh di area barat negara bagian Arunachal Pradesh di India Timur. India mengklaim dataran tinggi Aksai China yang dikuasai China sebagai bagian dari wilayah Ladakh.

Pada September lalu, India dan China saling tuding pengerahan pasukan ke daerah perbatasan. Ketegangan berlanjut hingga aksi pemblokiran aplikasi seluler buatan China oleh pemerintah India.

China Minta Warga Tetap di Rumah saat Libur Imlek

Pemerintah China memproyeksikan jumlah warga yang mudik untuk merayakan Tahun Baru Imlek tahun ini turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu, atau lebih dari 60 persen dari 20019. Penurunan itu terkait dengan saran pemerintah untuk menghindari bepergian ke luar kota selama libur Imlek.

Liburan Imlek yang dirayakan selama sepekan mulai hari ini, Kamis (11/2) membuat suasana tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, kendati China sudah menyatakan mampu menangani pandemi virus corona.

Pemerintah pusat memberitahu publik untuk mengurangi pergerakannya sebanyak mungkin sebagai antisipasi terjadinya lonjakan kasus corona.

Pemerintah daerah yang menyamakan pandemi dengan "keadaan perang" meluncurkan langkah-langkah pencegahan penyakit keras.

Imbasnya, tidak sedikit keluarga yang memutuskan untuk membatalkan rencana mudik tahunan mereka. Seorang pekerja di Shanghai mengatakan harus membatalkan rencana 10 orang anggota keluarganya untuk pulang ke kampung halaman di Provinsi Zheijiang.

"Kami berencana melakukan perjalanan bersama lebih dari sepuluh anggota keluarga, tetapi kita batalkan tahun ini," kata pekerja itu kepada Nikkei.

Senada, satu keluarga perempuan berusia 38 tahun bersama anaknya juga memilih untuk membatalkan rencana liburannya.

"Kami tidak punya pilihan selain membatalkan reservasi (liburan Imlek)," ucapnya.

Selain mengikuti saran pemerintah, warga yang memutuskan untuk membatalkan perjalanan merasa keberatan dengan aturan keharusan tes PCR yang ditanggung sendiri.

Bagi warga China yang tetap melakukan perjalanan ke kampung halaman diminta untuk menunjukkan sertifikat dari tes PCR dengan hasil negatif. Setelah kembali dari kampung halamannya, warga diminta melakukan isolasi mandiri selama dua minggu.

Kementerian Transportasi China memperkirakan imbas aturan itu membuat pemudik saat perayaan Imlek hanya 1,15 miliar orang selama 40 hari menjelang liburan Tahun Baru Imlek.

Situasi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tempat-tempat wisata pedesaan sepi pengunjung saat musim liburan. Lijiang, kota dataran tinggi di selatan, bulan lalu harus menutup Kota Tua, Situs Warisan UNESCO, karena alasan pandemi Covid-19.

Dewan Negara, Kabinet China mengatakan pihaknya akan menekan pembatasan yang berlebihan sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Pemerintah tidak mewajibkan tes PCR bagi para pelancong, selain mereka yang datang dari daerah beresiko tinggi.

Hal itu menunjukkan kekhawatiran pada sektor ekonomi jika pemerintah bertindak lebih jauh. Meski terlihat upaya pihak berwenang untuk mencegah penyaran virus corona.

Changchun, ibu kota provinsi Jilin berencana mendistribusikan kupon senilai 50 juta yuan untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara, Shandong menawarkan voucher 10 juta yuan yang dapat digunakan untuk perjalanan dan makan.

Pusat kota besar seperti Beijing dan China masih ramai seperti biasanya. Penduduk yang tergolong kaya tidak diizinkan berpergian ke luar negeri. Sementara orang-orang yang tak sanggup mudik, beralih ke atraksi lokal di pinggiran kota.

Masih di Shanghai, sebuah hotel mewah di Pulau Chongming menyebut masa liburan ini telah dipesa penuh meski memasang tarif 20 ribu yuan per malam untuk beberapa kamar. Aktivitas belanja warga pun berangsur-angsur pulih, meski masih jauh dari kembali ke kondisi sebelum pandemi

Izin Kantor Beritanya Dicabut Inggris, China 'Beredel' BBC

 China melarang siaran berita BBC World News mengudara di negara itu. Kebijakan ini sebagai tindakan balas dendam atas pencabutan izin untuk China Global Television Network, atau CGTN, oleh Inggris .

Dalam pernyataan yang dikeluarkan regulator media China, Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA) mengklaim liputan BBC World News tentang negara itu telah melanggar prinsip kejujuran dan ketidakberpihakan serta merusak kepentingan nasional serta solidaritas etnis China.

Sebelumnya pada 4 Februari lalu Kementerian Luar Negeri China mengajukan pernyataan tegas kepada BBC terkait liputannya mengenai bagaimana China merespons pandemi COVID-19. Beijing menyebut laporan BBC tersebut sebagai berita palsu.

Pangkalannya Kembali Kebobolan, Militer Israel Dipermalukan

 Untuk kedua kalinya dalam seminggu, pangkalan militer Israel diserbu kawanan penyusup. Pelanggaran besar keamanan ini membuat militer negara Yahudi itu malu.

Pangkalan Nathan di kota Beersheba diserbu para penyusup dengan menggunakan beberapa drone pada hari Kamis (11/2/2021). Salah satu serangan drone itu menyebabkan pemadaman listrik di pangkalan tersebut.

Mengutip laporan Channel 12, drone lainnya yang menyerbu digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen.

Laporan tersebut mengatakan bahwa polisi dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengetahui rencana pembobolan di pangkalan tersebut, tetapi tidak mengambil tindakan untuk mencegahnya.

Menurut laporan tersebut, para tersangka tidak berhasil mencuri senjata tetapi mereka mengambil peralatan militer lainnya.

Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan tentang sifat peralatan yang dicuri dan tidak ada tersangka yang ditahan sehubungan dengan insiden tersebut.


"Menyusul peristiwa luar biasa di daerah tersebut, tingkat kesiapan pangkalan segera dinaikkan, termasuk memperkuat target keamanan dan pertahanan," kata IDF dalam sebuah pernyataan kepada media tersebut.

"Kami tegaskan bahwa tidak ada senjata yang dicuri dari unit dan tidak ada kerusakan pada generator, meskipun ada pelanggaran yang teridentifikasi di pagar, yang langsung diblokir."

"Selain itu, menyusul identifikasi pesawat sipil di daerah pangkalan, sarana teknologi digunakan dalam koordinasi dengan Kepolisian Israel," kata IDF, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pelanggaran yang memalukan militer Zionis itu merupakan insiden terbaru setelah Senin malam lalu Pangkalan Angkatan Udara Nevatim yang menjadi markas jet tempur siluman F-35 Israel diserbu pengendara mobil berkecepatan tinggi.

Mobil terhenti oleh paku ban yang dipasang di area jalan pangkalan yang berlokasi di Gurun Negev tersebut. Pelaku masuk ke area pangkalan dan berhasil melarikan diri dengan memanjat pagar.

Mobil yang digunakan tersangka merupakan hasil membajak di Dimona. Insiden itu memicu perburuan besar-besaran, termasuk melibatkan pasukan khusus dari Angkatan Udara. Namun, sejauh ini belum ada laporan tentang penangkapan tersangka.

Laporan lain dari Times of Israel menyebutkan, beberapa pekan terakhir, kawanan pencuri berhasil mencuri tenda militer dan peralatan lainnya dari pangkalan pelatihan Tzeelim IDF di siang hari bolong. Sekitar 20.000 peluru juga dicuri dari pangkalan militer Sdeh Teiman di utara Beersheba.

Rencana Ekonomi Tidak Ambisius, Kim Jong-un Mencak-mencak

 Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengecam kabinetnya, menyebutnya kurang inovasi dan strategi cerdas dalam menyusun tujuan untuk rencana ekonomi lima tahun ke depan.

Partai Buruh yang berkuasa di Korut mengakhiri rapat pleno empat harinya pada hari Kamis kemarin. Selama rapat, Kim Jong-un memetakan visinya untuk urusan antar-Korea dan hubungan dengan negara lain, serta aturan partai dan masalah personel.

Dengan ekonomi sebagai agenda utama, Kim Jong-un meninjau rencana aksi untuk strategi lima tahunnya yang baru. Korut dipastikan masih menghadapi sanksi internasional, penutupan perbatasan yang berkepanjangan dan pengurangan bantuan luar di tengah pandemi virus Corona .

Dia menuduh kabinet menyusun rencana yang tidak maju secara signifikan dari yang sebelumnya dan yang telah gagal total di hampir setiap sektor.



"Rencana tersebut tidak secara akurat mencerminkan ideologi dan pedoman partai dan kekurangan wawasan inovatif dan strategi cerdas," kata diktator muda Korut itu dalam pertemuan tersebut, menurut KCNA, yang dinukil Reuters, Jumat (12/2/2021).

"Karena kabinet hampir secara mekanis mengumpulkan angka-angka yang diberikan oleh kementerian, rencana untuk beberapa sektor secara tidak realistis dinaikkan dan yang lainnya telah menurunkan tujuan yang sudah mudah dicapai dan harus diselesaikan," sambungnya.

Partai Buruh Korut memutuskan untuk membangun 10.000 rumah di Ibu Kota Pyongyang tahun ini, menggantikan rencana konstruksi sebelumnya yang digambarkan Kim Jong-un terlalu rendah dan produk dari "proteksionisme dan kekalahan" dalam birokrasi.

Dia juga menyerukan peningkatan kemandirian dan produksi barang serta bahan lokal, setelah perdagangan dengan China anjlok lebih dari 80% tahun lalu karena ketatnya penguncian akibat pandemi COVID-19. Perdagangan dengan China menyumbang sekitar 90% pengiriman masuk dan keluar dari Korut.

Partai Buruh Korut juga membahas perubahan personel, mempromosikan Menteri Luar Negeri Ri Son-gwon ke politbiro tak lama setelah mengangkatnya kembali sebagai anggota pengganti dari badan pemerintahan yang kuat.