• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 3 Desember 2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 3 Desember 2020 )

Wall Street beragam, S&P 500 ditutup di rekor tertinggi

Bursa Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan S&P 500 naik ke rekor penutupan tertinggi dan indeks Nasdaq merosot, saat investor mempertimbangkan perkembangan vaksin yang positif dan paket fiskal potensial virus corona terhadap laporan pekerjaan swasta yang suram.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 59,87 poin atau 0,20 persen, menjadi ditutup di 29.883,79 poin. Indeks S&P 500 naik 6,56 poin atau 0,18 persen, menjadi berakhir di 3.669,01 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,74 poin atau 0,05 persen menjadi menetap di 12.349,37 poin.

Dikutip dari Reuters, enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan energi melonjak 3,15 persen, mengungguli sektor lainnya. Sektor material tergelincir 1,38 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Partai Republik dan Demokrat di Kongres tetap tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan baru untuk ekonomi AS yang dilanda pandemi, meskipun beberapa investor mengatakan berita ekonomi yang buruk dapat memacu para pembuat kebijakan bekerja lebih keras guna mencapai kesepakatan.

Pemimpin Mayoritas DPR AS Steny Hoyer juga mengungkapkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai "dalam beberapa hari mendatang."

Tanda-tanda kemajuan dalam perlombaan untuk mendistribusikan vaksin telah mendorong saham-saham AS lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam perkembangan optimis terbaru, vaksin COVID-19 Pfizer Inc dan BioNTech mendapat lampu hijau untuk digunakan di Inggris, negara Barat pertama yang menyetujui suntikan COVID-19. Saham Pfizer melonjak 3,5 persen dan BioNTech melonjak sekitar 6,0 persen.

Menggarisbawahi argumen untuk stimulus fiskal, data menunjukkan penggajian swasta meningkat lebih rendah dari yang diharapkan pada November, kemungkinan karena melonjaknya infeksi baru dan pembatasan bisnis menghambat pemulihan pasar tenaga kerja.

Selain itu, laporan Beige Book Federal Reserve menunjukkan "sedikit atau tidak ada pertumbuhan" di empat dari 12 distrik bank sentral AS dan hanya pertumbuhan sedang di tempat lain dalam beberapa pekan terakhir.

Setiap tanda potensial dari pasar tenaga kerja yang memburuk dalam laporan pekerjaan yang lebih luas pada Jumat (4/12/2020) dapat memberikan lebih banyak tekanan pada Kongres untuk menyetujui paket stimulus, kata Ross Mayfield, seorang analis strategi investasi di Baird.

"Mereka mengamati hal ini seperti halnya investor," kata Mayfield. "Ini bisa menjadi salah satu laporan di mana kabar buruk adalah kabar baik jika memacu pemangku kepentingan yang tepat untuk bergabung."

Pembaruan positif pada vaksin virus corona telah membantu investor meningkatkan taruhan pada pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan, mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi pada Selasa (1/12/2020).

Mendapatkan paket stimulus yang murah hati melalui Kongres adalah prioritas utama, kata Presiden terpilih Joe Biden dalam sebuah wawancara dengan New York Times. Dia juga mengatakan dia tidak akan segera membatalkan kesepakatan perdagangan Fase 1 yang dibuat Trump dengan China.

Hambatan terbesar pada blue-chips Dow adalah kemerosotan hampir 9,0 persen di Salesforce.com Inc setelah perusahaan perangkat lunak itu setuju untuk membeli penyedia aplikasi perpesanan tempat kerja Slack Technologies Inc dalam kesepakatan 28 miliar dolar AS saat bertaruh tentang perpanjangan bekerja jarak jauh. Slack turun lebih dari 2,0 persen.

Saham penyedia layanan data cloud NetApp Inc melonjak 9,0 persen setelah memperkirakan laba kuartal ketiga di atas ekspektasi.

Sentimen Vaksin Pfizer Belum Yahud, Bursa Asia Dibuka Variatif

Bursa Asia terpantau bergerak variatif di awal perdagangan Kamis (3/12/2020) seiring dengan prospek vaksin corona, stimulus AS, dan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 08.00 WIB, indeks Topix Jepang menguat 0,19 persen, diikuti indeks Kospi Korea Selatan yang juga menghijau dengan naik 1,58 persen dan indeks Kosdaq yang naik 0,90 persen.

Sebaliknya, di China pergerakan bursa cenderung memerah. Indeks Shanghai Composite terkoreksi tipis 0,07 persen, begitu pula indeks Hang Seng Hongkong turun 0,13 persen. Sementara indeks S&P/ASX 200 Australia menghijau dengan naik 0,23 persen.

Perdagangan ekuitas di Asia dimulai dengan tenang karena saham global berhenti di posisi tertinggi sepanjang masa, dengan investor yang dipenuhi sikap optimisme baru atas pembicaraan stimulus AS dan persetujuan vaksin.

Seperti diketahui, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyerukan pembicaraan segera dan mengatakan proposal bantuan bipartisan senilai US$908 miliar harus menjadi dasar untuk negosiasi.

Di sisi lain, Inggris menyetujui vaksin Covid dari Pfizer Inc. dan BioNTech SE untuk segera diterapkan sebagai vaksin darurat.

Kepala Strategi di BNY Mellon Investment Management Alicia Levine mengatakan pasar sudah hampir price in dengan ekspekstasi pertumbuhan 2021 yang lebih baik dari perkiraan, terutama di paruh kedua nanti.

“Pesannya tersirat adalah mengenai adanya hari-hari yang lebih baik di depan dan bahwa penurunan serta konsolidasi sangat dapat dibeli,” katanya seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (3/12/2020)

Sementara itu, pada Rabu (3/12/2020) waktu setempat, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan bahwa tidak ada keretakan antara bank sentral dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin terkait penghentian program pinjaman darurat.

Stimulus Fiskal Bikin Dolar AS Loyo

 Dolar AS merosot ke level terendah baru 2,5 tahun dalam perdagangan berfluktuasi pada Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut untuk Amerika Serikat.

Namun, greenback terakhir diperdagangkan sedikit berubah menjadi sedikit lebih rendah pada hari itu di tengah perselisihan di Kongres atas bantuan tambahan virus corona.

Partai Republik dan Demokrat di Kongres tetap tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan lebih banyak untuk ekonomi AS pada Rabu (2/12/2020), dengan petinggi Partai Republik mendukung apa yang dianggap oleh para petinggi Demokrat di Senat sebagai "proposal partisan yang tidak memadai".

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Presiden Donald Trump mendukung proposal yang diajukan oleh Pemimpin Mayoritas Republik Mitch McConnell setelah yang terakhir pada Selasa (1/12/2020) menolak paket bipartisan senilai USD908 miliar.

Selama berbulan-bulan, McConnell telah mendorong rencana bantuan 500 miliar dolar AS yang ditolak oleh Partai Demokrat karena dianggap tidak cukup.

Namun, para pemimpin Demokrat mengatakan pada Rabu (2/12/2020) bahwa rencana bantuan virus corona bipartisan harus menjadi dasar untuk negosiasi segera di Kongres AS.

"Secara umum, temanya positif dan rencana bipartisan memberi kami dasar untuk pembicaraan stimulus lebih lanjut," kata Amo Sahota, direktur eksekutif di perusahaan penasihat mata uang Klarity FX di San Francisco.

"Tapi sejujurnya, saya tidak yakin dengan rencana stimulus. Saya pikir mereka masih jauh dari kesepakatan dari apa yang bisa kita katakan," tambahnya.

Pada perdagangan sore, indeks dolar turun 0,1% menjadi 91,115, setelah sebelumnya mencapai 91,094, terendah sejak akhir April 2018.

Data pada Rabu (2/12/2020) menunjukkan perekrutan swasta AS yang lebih lambat bulan lalu mendukung beberapa pembelian safe-haven dolar di awal sesi.

Penggajian swasta meningkat 307.000 pekerjaan pada November, Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan, lebih rendah dari perkiraan ekonom untuk kenaikan 410.000.

Namun, data untuk Oktober direvisi naik hingga menunjukkan 404.000 pekerjaan bertambah, bukan 365.000 yang dilaporkan semula. Demikian seperti dilansir Antara, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Para analis mengatakan laporan ADP, meski mengecewakan, memiliki elemen positif.

Menambah sentimen risiko positif adalah persetujuan Inggris terhadap vaksin COVID-19 Pfizer Inc pada Rabu (2/12/2020) melompati seluruh dunia dalam perlombaan untuk memulai program inokulasi massal paling penting dalam sejarah.

Sementara euro menguat 0,2% pada 1,2098 dolar, setelah sebelumnya mencapai 1,2108 dolar, tertinggi sejak akhir April 2018. Bank Sentral Eropa bertemu minggu depan dan analis mengatakan ECB dapat bertindak untuk membendung kenaikan cepat mata uang.

Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 104,52, setelah bank sentral Jepang (BoJ) mengisyaratkan kesiapannya untuk memperpanjang program respons pandemi.

Bitcoin naik 1,6% menjadi USD19.061, setelah mencapai rekor tertinggi USD19.918,01 pada Selasa (2/12/2020).

Sterling jatuh ketika Inggris dan Uni Eropa dengan cepat mendekati momen membuat atau menghancurkan dalam pembicaraan perdagangan, dengan investor tidak yakin kesepakatan akan dicapai. Pound terakhir diperdagangkan turun 0,5% terhadap dolar pada USD1,3361.

Dolar Aussie yang sensitif terhadap risiko naik 0,4% terhadap greenback menjadi USD0,7402 saat data menunjukkan ekonomi Australia pulih lebih dari yang diharapkan pada kuartal ketiga.

Bye China di Wall Street, AS Sahkan UU 'Neraka' Alibaba Cs

Amerika Serikat (AS) sepertinya tak main-main dengan China. Buktinya, setelah banyak sanksi diterapkan Presiden AS Donald Trump ke Beijing di waktu-waktu akhir pemerintahan, kini perusahaan Tirai Bambu selangkah lagi akan didepak dari bursa saham Wall Street.

DPR AS, pada Rabu (2/12/2020) kemarin telah mengesahkan RUU yang dapat menutup akses pasar saham dan uang dari perusahaan China. UU dengan nama "The Holding Foreign Companies Accountable Act" kini berada di meja Trump untuk ditanda tangani secara resmi setelah sebelumnya juga sudah disahkan Senat.

UU ini sendiri diperkenalkan Senator Republik Louisiana John Kennedy pada 2019. Di mana perusahaan asing yang terdaftar di bursa saham AS harus mematuhi persyaratan akuntansi dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

Banyak perusahaan asing sudah memenuhi standar tersebut namun tidak dengan perusahaan China. Pasalnya ini akan mengungkap apakah perusahaan China yang listed dimiliki oleh Partai Komunis atau tidak.

Bila perusahaan China enggan transparan, ini akan menjadi 'neraka' bagi emiten tersebut. Pasalnya perusahaan akan segera didepak dari bursa Wall Street.

Mengutip DPR AS, sebanyak 217 perusahaan China terdaftar di bursa saham Wall Street pada awal Oktober, senilai total US$ 2,2 triliun berdasarkan harga saham. Salah satunya adalah raksasa Alibaba, yang melakukan IPO (penawaran umum perdana) tahun 2014.

Sebenarnya SEC juga telah merumuskan proposal yang serupa dengan aturan UU. Belum ada komentar terbaru dari China soal ini.

Biden tak Langsung Batalkan Perjanjian Dagang dengan China

Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Joe Biden, mengatakan ia tidak akan langsung membatalkan perjanjian dagang tahap I antara AS dan China, demikian isi wawancara Biden bersama New York Times (NYT), Rabu (2/12). Perjanjian dagang AS dan China, yang telah disepakati oleh Presiden Donald Trump, akan menghapus tarif/bea masuk produk impor asal China.

Biden, saat diwawancarai oleh kolumnis NYT, Thomas Friedman mengatakan prioritas kebijakan luar negerinya, antara lain mengusulkan penyaluran paket stimulus ke Kongres. Lobi-lobi untuk mencapai tujuan itu telah Biden lakukan sebelum ia resmi menjabat pada Januari 2021.

Reuters minggu ini memberitakan Trump berupaya menempatkan Biden ke dalam posisi garis keras terhadap Beijing — dan langkah itu didukung oleh sentimen anti China di Kongres. Namun, kondisi itu tidak direspons baik oleh pasar uang khususnya dalam empat tahun terakhir.

 “Saya tidak akan membuat keputusan tiba-tiba dan itu juga akan berlaku pada kebijakan soal tarif. Saya tidak akan membuat keputusan yang didorong oleh prasangka,” kata Biden saat diwawancarai Friedman.

Biden mengatakan kebijakan luar negerinya akan menargetkan “perbuatan melanggar hukum” yang diduga dilakukan China, di antaranya mencuri hak kekayaan intelektual, menetapkan harga lebih murah (dumping) terhadap barang ekspor, dan memberi subsidi yang ilegal terhadap perusahaan, serta memaksa adanya alih teknologi dari perusahaan AS ke perusahaan China.

Namun, ia menekankan perlunya ada konsensus dari dua pihak. Pemerintah, menurut Biden, juga harus fokus berinvestasi di penelitian dan pengembangan, infrastruktur, dan pendidikan sehingga perusahaan-perusahaan AS dapat bersaing dengan perusahaan China.

“Saya ingin memastikan kita akan berjuang sekuat tenaga dengan menempatkan Amerika sebagai prioritas,” kata Biden.

“Strategi terbaik China, menurut saya, salah satunya mengambil alih mereka yang dulunya adalah mitra kita,” tambah dia.

Di bawah perjanjian tahap I yang diteken tahun ini, China sepakat untuk menambah pembelian barang dan jasa dari AS yang nilainya mencapai 200 miliar dolar AS (sekitar Rp2.818 triliun) dalam kurun waktu 2020-2021.

Namun, perjanjian itu tetap memberlakukan bea masuk sebesar 25 persen terhadap barang-barang dan alat industri buatan China yang digunakan oleh pabrik-pabrik di AS senilai 250 miliar dolar AS (sekitar 3.522 triliun). Kesepakatan dagang itu juga masih memberlakukan bea masuk untuk produk AS ke China senilai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.409 triliun).

Sementara itu terkait Iran, Biden menegaskan AS akan mencabut sanksi jika Teheran kembali menuruti “isi perjanjian nuklir”.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif bulan lalu mengatakan pihaknya akan mengikuti keseluruhan isi perjanjian nuklir yang disepakati pada 2015 jika Biden mencabut sanksi AS terhadap Iran. Zarif mengatakan isi kesepakatan itu dapat cepat diterapkan di Iran hanya melalui tiga keputusan presiden.

“Dalam hubungan dengan mitra dan sekutu kami, kami akan lanjut bernegosiasi dan mengikuti perjanjian yang bertujuan memperkuat dan memperpanjang pengawasan terhadap program nuklir Iran, dan program pengembangan misilnya,” kata Biden.

Saham Hong Kong balik menguat dengan indeks HSI terkerek 0,34 persen

Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Kamis pagi, berbalik menguat dari penurunan sehari sebelumnya, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) terkerek 0,34 persen atau 90,84 poin, menjadi diperdagangkan di 26.623,42 poin. Indeks HSI terpangkas 0,13 persen atau 35,10 poin menjadi 26.532,58 poin pada akhir perdagangan Rabu (2/12/2020), melemah dari kenaikan hari sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai 181,74 miliar dolar Hong Kong (sekitar 23,45 miliar dolar AS), dikutip dari Xinhua.

Saham Korean dibuka lebih tinggi, indeks KOSPI menguat 0,31 persen

Saham-saham Korea Selatan dibuka lebih tinggi pada Kamis pagi, dengan indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) menguat 0,31 persen atau 8,27 poin, menjadi 2.684,17 poin dalam 30 menit pertama perdagangan.

Indeks KOSPI melonjak 1,56 persen atau 41,65 poin menjadi 2.675,90 poin pada Rabu (2/12/2020), membukukan kenaikan dua hari beruntun, dengan volume transaksi mencapai 1,06 miliar saham senilai 16,9 triliun won (15,4 miliar dolar AS).

Sementara itu, sebut Xinhua, mata uang lokal dikutip pada 1.100,60 won terhadap dolar AS, naik 0,2 won dari tingkat penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Pasar keuangan domestik dibuka satu jam lebih lambat dari biasanya karena ujian masuk perguruan tinggi tahunan.

Yuan menguat lagi, naik 19 basis poin jadi 6,5592 terhadap dolar AS

Yuan menguat lagi, naik 19 basis poin menjadi 6,5592 terhadap dolar AS pada Kamis, mencatat kenaikan hari kedua berturut-turut, setelah melonjak 310 basis poin sehari sebelumnya, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS).

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Yuan diuntungkan oleh kemenangan kandidat Demokrat Joe Biden sebagai presiden terpilih AS, karena ia dianggap kurang mengancam hubungan AS-China daripada Presiden dari Republik, Donald Trump, demikian dikutip dari Xinhua.

Kejaksaan AS Bongkar Skandal Suap untuk Ampunan di Gedung Putih

 Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyelidiki potensi kejahatan terkait aliran dana ke Gedung Putih untuk imbalan ampunan presiden.

Dokumen pengadilan itu dirilis oleh pengadilan federal. Hakim Distrik AS Beryl Howell merilis perintah yang banyak disunting yang menggambarkan apa yang disebutnya sebagai investigasi "suap untuk pengampunan."

Sekitar setengah dari dokumen setebal 18 halaman itu ditutupi warna hitam, dengan versi yang tersedia untuk umum memberikan sedikit rincian dari skema yang dituduhkan itu. Dokumen itu tidak menyebutkan nama orang yang berpotensi terlibat.

Jaksa federal di Washington mengatakan mereka telah memperoleh bukti skema suap di mana seseorang "akan menawarkan kontribusi politik yang substansial sebagai imbalan pengampunan presiden atau penangguhan hukuman."

Perintah tersebut mengatakan jaksa penuntut juga sedang menyelidiki "skema lobi rahasia" di mana dua orang tak dikenal "bertindak sebagai pelobi bagi pejabat senior Gedung Putih, tanpa mematuhi persyaratan pendaftaran dari Undang-Undang Pengungkapan Lobi."

Seorang pejabat Departemen Kehakiman mengatakan tidak ada pejabat pemerintah yang sudah atau sedang menjadi target penyelidikan.

Departemen Kehakiman harus meminta izin Howell untuk melihat email tertentu antara pengacara dan para klien, yang tidak diidentifikasi namanya.

Howell mengabulkan permintaan tersebut pada Agustus, dengan mengatakan hak istimewa pengacara-klien tidak berlaku dalam hal itu.

Jaksa penuntut mengatakan mereka berencana "menghadapi" tiga orang yang tidak disebutkan namanya lewat komunikasi dan menyelesaikan penyelidikan mereka.

Menurut perintah Howell, penyelidik pemerintah mengatakan mereka telah menyita "lebih dari lima puluh perangkat media digital, termasuk iPhone, iPad, laptop, thumb drive, serta komputer dan hard drive eksternal."

Presiden menikmati kebebasan luas sesuai Konstitusi AS dalam mengampuni orang-orang yang dihukum karena kejahatan federal.

Presiden Donald Trump pekan lalu mengampuni mantan penasihat keamanan nasionalnya Michael Flynn, yang telah dua kali mengaku bersalah berbohong kepada FBI selama penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilu presiden 2016.

Itu adalah yang pertama dari apa yang diperkirakan menjadi serangkaian pengampunan pada pekan-pekan terakhir Trump di Gedung Putih.

Menurut perintah Howell, Departemen Kehakiman baru-baru ini memberitahunya bahwa mereka ingin mencegah penyelidikan dipublikasikan karena detail "individu dan perilaku" yang belum didakwa.

Pertama di Dunia, Vaksin Covid Pfizer Digunakan di Inggris Pekan Depan

 Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin virus corona Pfizer/BioNTech untuk digunakan secara luas.

Regulator Inggris, MHRA, menyatakan vaksin yang menawarkan perlindungan 95% terhadap Covid-19 itu aman diluncurkan pekan depan.

Imunisasi dapat dimulai dalam beberapa hari bagi mereka yang paling membutuhkannya, seperti orang lanjut usia (lansia) di panti jompo.

Inggris telah memesan 40 juta dosis yang cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang.

Sekitar 10 juta dosis akan segera tersedia, dengan 800.000 dosis pertama tiba di Inggris dalam beberapa hari mendatang.

Ini adalah vaksin tercepat yang muncul dari konsep menjadi kenyataan, hanya membutuhkan waktu 10 bulan untuk proses pengembangannya, dibandingkan cara biasa selama satu dekade.

"Bantuan sedang dalam perjalanan," ungkap Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock. Dia mengatakan kepada BBC Breakfast bahwa orang-orang akan dihubungi NHS ketika giliran mereka untuk penyuntikan vaksin.

Dia menambahkan, "Saya sekarang yakin dengan berita hari ini bahwa mulai musim semi, dari Paskah dan seterusnya, segalanya akan menjadi lebih baik dan kita akan mengalami musim panas tahun depan yang dapat dinikmati semua orang."

Kepala Eksekutif NHS Sir Simon Stevens, mengatakan, “Layanan kesehatan sedang mempersiapkan kampanye vaksinasi skala terbesar dalam sejarah negara kita."

Sekitar 50 rumah sakit bersiap dan pusat vaksinasi di tempat-tempat seperti pusat konferensi sedang didirikan sekarang.

Meski vaksinasi bisa dimulai, publik masih harus tetap waspada dan mengikuti aturan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Itu berarti mereka harus tetap menerapkan jarak sosial dan memakai masker, dan menguji orang-orang yang mungkin terjangkit virus dan meminta mereka mengisolasi diri.

Profesor Danny Altman dari Imperial College London mengatakan berita persetujuan itu "penting".

"Kami mendapat persetujuan darurat pertama untuk penggunaan vaksin yang sangat efektif. Benar-benar heroik," ujar dia.

Jenis Vaksin Baru

Ini adalah jenis baru vaksin yang disebut vaksin mRNA yang menggunakan sebagian kecil kode genetik dari virus Covid-19 untuk mengajari tubuh cara melawan Covid-19 dan membangun kekebalan.

Vaksin mRNA belum pernah disetujui untuk digunakan pada manusia sebelumnya, meskipun orang telah menerimanya dalam uji klinis.

Vaksin harus disimpan pada suhu sekitar minus 70 Celsius dan akan diangkut dalam kotak khusus dan dikemas dalam es kering. Setelah dikirim, vaksin dapat disimpan hingga lima hari di lemari es.

Siapa yang Mendapatkan?

Para ahli telah menyusun daftar prioritas sementara, menargetkan orang-orang dengan risiko tertinggi terjangkit Covid-19.

Prioritas pertama adalah penghuni dan staf panti jompo, diikuti orang di atas 80 tahun dan pekerja perawatan kesehatan dan sosial lainnya.

Mereka akan menerima stok pertama vaksin paling cepat pekan depan. Imunisasi massal untuk setiap orang yang berusia di atas 50 tahun, serta orang-orang yang lebih muda dapat dilakukan saat lebih banyak stok tersedia pada 2021.

Vaksin ini diberikan lewat dua suntikan, dengan jarak 21 hari, dan dosis kedua sebagai penguat.

Bagaimana Vaksin Lainnya?

Ada beberapa vaksin menjanjikan lainnya yang juga bisa segera disetujui.

Salah satu dari Moderna yang menggunakan metode mRNA yang sama dengan vaksin Pfizer dan menawarkan perlindungan serupa.

Inggris telah memesan 7 juta dosis dari Moderna yang bisa siap pada musim semi.

Inggris telah memesan 100 juta dosis untuk jenis vaksin Covid yang berbeda dari Universitas Oxford dan AstraZeneca. Vaksin itu menggunakan virus yang tidak berbahaya, diubah agar lebih mirip virus yang menyebabkan Covid-19.

Disanksi AS, Carrie Lam Tak Bisa Buka Rekening Bank

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan dia harus menumpuk uang tunai di rumah karena dirinya tidak dapat membuka rekening bank setelah Amerika Serikat menjatuhkannya sanksi. AS menjatuhkan sanksi tak lama setelah China memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

Lam dan 14 pejabat senior lainnya menerima sanksi tersebut sejak Beijing memberlakukan undang-undang baru tersebut pada akhir Juni.

Tak hanya itu, Washington juga membekukan aset Amerika dari 15 pejabat Hong Kong dan mengkriminalisasi setiap transaksi keuangan mereka di AS.

Dalam wawancara dengan saluran TV lokal, HKIBC, yang disiarkan pada Jumat (27/11) malam, Lam berkata bahwa dia "menggunakan uang tunai setiap hari untuk semua hal" setelah dikenai sanksi tersebut.

"(Sedang) duduk di depan Anda, kepala eksekutif SAR Hong Kong (Wilayah Administratif Khusus) yang tidak memiliki layanan perbankan yang tersedia untuknya," kata Lam kepada HKIBC seperti mengutip Strait Times.

"Setiap hari saya menggunakan uang tunai, untuk semua hal. Saya punya banyak uang di rumah, pemerintah memberi saya uang tunai untuk gaji saya karena saya tidak memiliki rekening bank," tambahnya.

Lam menambahkan bahwa "sangat terhormat untuk diberi sanksi yang tidak dapat dibenarkan" oleh pemerintah AS dan tidak ingin menghalangi siapa pun untuk menjabat di kantor publik.

Dengan penghasilan sebesar 5,21 juta dolar Hong Kong dalam setahun, Lam adalah salah satu pemimpin dengan bayaran tertinggi di dunia.

Pernyataannya pun memicu reaksi publik, di mana netizen mengunggah foto koin di celengan mereka di rumah untuk membandingkannya dengan kekayaan Lam.

Sementara netizen lain mempertanyakan bagaimana jumlah gaji sebesar itu akan dikirim ke kediamannya dalam bentuk tunai.

Pada Agustus, Lam mengatakan kepada media bahwa dia menghadapi "sedikit ketidaknyamanan" dari sanksi yang menghambat penggunaan kartu kreditnya.

Ekonomi Tumbuh Positif, Australia 'Sembuh' dari Resesi

Australia mencatat pertumbuhan ekonomi positif 3,3 persen pada kuartal III 2020. Capaian ini sekaligus membawa Negeri Kanguru keluar dari jeratan resesi ekonomi akibat pandemi covid-19.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menyatakan pemerintah berupaya keras untuk mengangkat ekonomi dari tekanan pandemi.

"Resesi Australia sudah berakhir, tapi pemulihan ekonomi Australia terus berjalan," katanya seperti dikutip dari AP, Rabu (2/12).

Meski secara kuartalan ekonomi tumbuh positif, Australia masih mencatatkan kontraksi sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Kontraksi disebabkan anjloknya PDB sebesar minus 7 persen pada kuartal II dan 0,3 persen pada kuartal I 2020.

"Tapi ekonomi Australia telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa dan Australia berada di posisi yang baik seperti negara lainnya. Hari ini menandakan langkah besar atas pemulihan ekonomi Australia ke depan," ujar Frydenberg.

Sebelum dihantam virus corona, Australia mampu lolos dari tekanan ekonomi global. Selama 28 tahun, negara pimpinan Scott Morrison ini berhasil tumbuh positif bahkan pada krisis 2008. Hal itu ditopang oleh ekspor mineral dan sektor domestik yang tangguh.

Kendati demikian, saat ini Australia tengah menghadapi perselisihan dengan salah satu ekonomi terbesar dunia, China.

Frydenberg mengakui situasi tersebut merupakan permasalahan serius bagi Australia. Untuk itu, pemerintahannya fokus mencari kesepakatan baru dengan negara-negara di Asia dan sekitarnya.

"Kami memiliki produk, jasa, dan sektor tambang yang baik. Saya sangat optimis dengan kesempatan untuk ekspor ke berbagai negara di dunia," ujarnya.

Hubungan antara Australia-China kian memburuk. Teranyar, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mencuitkan foto palsu tentara Australia yang tampak menyandera seorang anak Afganistan.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Australia Scott Morrison meminta permohonan maaf dari China atas langkah yang dinilainya 'menjijikkan' tersebut. Namun, China menolak permintaan itu.

Tensi kedua negara dimulai saat pemerintah Australia menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul pandemi.

Sejak itu, China membalas dengan memberlakukan tarif anggur hingga 212 persen dan pembatasan ekspor lainnya pada sejumlah komoditas andalan Australia.

China Waspadai Ancaman Lonjakan Kredit Properti

Regulator keuangan China memperingatkan risiko eksposur bank-bank China yang berlebihan ke properti terhadap stabilitas sistem keuangan.

Ketua Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi China sekaligus Ketua Partai Komunis Bank Rakyat China (PBOC) Guo Shuqing baru-baru ini menulis langkah-langkah harus diambil untuk menghindari gelembung di sektor real estat. Pasalnya, antara 130 krisis keuangan sejak awal abad ke-20, lebih dari 100 kasus terkait dengan pasar properti.

Guo mengatakan kredit properti mencapai 39 persen dari total kredit bank di China. Namun, menurut data kredit properti PBOC, hipotek dan pinjaman kepada pengembang menyumbang 28,8 persen dari total kredit pada akhir September.

Menggunakan angka Guo, maka pinjaman properti mewakili sekitar dua pertiga dari produk domestik bruto (PDB) China. Namun, jika menggunakan data dari bank sentral maka angkanya hampir setengah dari PDB.

Tak hanya kredit perbankan, banyak dari obligasi, ekuitas, dan produk investasi China juga terkait dengan pengembangan properti. Ini menandakan jika eksposur sektor keuangan terhadap real estat sangat tinggi.

"Pasar properti sekarang adalah risiko keuangan terbesar di China," katanya Guo dikutip dari South China Morning Post, Rabu (2/12).

Pemerintah China sendiri sebetulnya telah meluncurkan berbagai langkah untuk mengendalikan spekulasi properti, mulai dari membatasi pinjaman hipotek untuk pembeli rumah kedua hingga mendiskualifikasi pembeli non lokal.

Baru-baru ini, pemerintah mencoba untuk meredam investasi properti di Shenzhen di mana investor mengalirkan uang ke flat baru dengan ekspektasi keuntungan instan.

China juga memperbaiki kerentanan finansial, mulai dari raksasa teknologi keuangannya hingga dukungan pada pemberi pinjaman kecil bermasalah sebagai persiapan persaingan ekonomi dan teknologi jangka panjang dengan AS.

"Jika AS meningkatkan pertahanan strategis dan meningkatkan persaingan, itu dapat mengganggu pasar keuangan global," tulis Guo.

Secara umum, Guo mencatat China akan menempatkan semua aktivitas keuangan di bawah pengawasan, menetapkan persyaratan dan peraturan yang ketat pada lembaga keuangan penting, dan mencegah risiko di seluruh pasar dan negara.

Guo mengatakan inovasi teknologi menciptakan tantangan baru bagi regulasi keuangan.

"China memimpin global dalam hal pembayaran seluler, pinjaman online, dan penjualan asuransi internet, dan tidak ada peraturan atau praktik pengawasan risiko (bagi China) untuk mempelajarinya,"tulisnya.

Karenanya, China akan mengadopsi pendekatan regulasi khusus dan inovatif untuk perusahaan teknologi keuangan berdasarkan prinsip toleransi dan kehati-hatian. Tujuannya, untuk mencapai keseimbangan antara mempromosikan pembangunan dan menghindari monopoli, namun Go tidak menyebut nama perusahaan mana pun.