• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Selasa, 1 Desember 2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Selasa, 1 Desember 2020 )

Wall Street ditutup jatuh, karena investor merealisasikan keuntungan

Saham-saham di Wall Street tergelincir pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor merealisasikan keuntungan merekan dari kenaikan dalam beberapa hari terakhir, saat negara itu bergulat dengan infeksi COVID-19 yang melonjak.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 271,73 poin atau 0,91 persen, menjadi ditutup pada 29.638,64 poin. Indejs S&P 500 berkurang 16,72 poin atau 0,46 persen, menjadi berakhir di 3.621,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 7,11 poin atau 0,06 persen lebih rendah, menjadi 12.198,74 poin.

Untuk November, S&P 500 melonjak 10,8 persen, Dow bertambah 11,9 persen dan Nasdaq terangkat 11,8 persen. Itu adalah kenaikan bulanan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq sejak April.

Sementara itu, indeks Russell 2000 dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil melonjak 18,3 persen pada November, kinerja bulanan terkuat yang pernah ada.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 mundur, dengan sektor energi ditutup anjlok 5,37 persen, memimpin kerugian, menyusul penurunan harga minyak. Sektor teknologi menguat 0,66 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Penyeimbangan kembali portofolio akhir bulan memberikan kontribusio terhadap pelemahan Senin (30/11/2020), kata para analis, ketika investor menguangkan keuntungan setelah bulan yang kuat ditandai oleh pembaruan vaksin COVID-19 yang membuat kemajuan dan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tahun depan.

Rotasi ke sektor energi, industri dan keuangan, semua diperkirakan oleh banyak investor ke kinerja terbaik saat ekonomi pulih dari penurunannya, mendorong kenaikan hampir 11 persen untuk S&P 500 pada November dan membantu Dow Jones Industrial Average membuat keuntungan bulanan terbesar sejak 1987.

"Saya akan mengaitkan (penurunan Senin) dengan meningkatnya kekhawatiran atas virus corona, dikombinasikan dengan pasar yang hanya ingin mencerna beberapa keuntungan baru-baru ini selama sebulan terakhir," kata Kepala Strategi Investasi CFRA Sam Stovall.

"Saat Anda berlari dan kehabisan napas, Anda harus memperlambat kecepatan untuk mengatur napas."

Setelah ledakan infeksi dan pembatasan bisnis bulan ini yang menghentikan pemulihan pasar tenaga kerja AS, fokus telah bergeser ke pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Selasa waktu setempat di hadapan Komite Perbankan Senat, Beige Book Fed pada Rabu (2/12/2020) dan laporan pekerjaan bulanan pada Jumat (4/12/2020).

Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan pada Senin (30/11/2020) bahwa dua vaksin pertama terhadap virus corona baru dapat tersedia untuk warga Amerika sebelum Natal.

Saham Moderna Inc melonjak 20 persen setelah mengumumkan rencana untuk mengajukan izin darurat AS dan Eropa untuk vaksin COVID-19-nya.

Trump Lempar 'Bom' Lagi ke China, Wall Street Merah Membara

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, merah pada penutupan Senin (30/11/2020). Indeks acuan Dow Jones terkoreksi parah 0,89%, Indeks S&P 500 0,45%, dan Nasdaq 0,06%
.
Anjloknya bursa saham Paman Sam terjadi akibat niat Presiden AS Donald Trump melakukan blacklist terhadap dua perusahaan asal China. Sontak saja ulah Trump kembali membuat pasar bereaksi negatif.

Ia akan melakukan memasukkan perusahaan produsen chip SMIC dan perusahaan produsen gas dan minyak offshore CNOOC China dalam blacklist. Kedua perusahaan akan ditutup aksesnya dari para investor AS.

Selain kembali meningkatnya tensi AS-China oleh Trump yang masa kepemimpinanya hanya tinggal 2 bulan lagi, para pelaku pasar juga mulai menarik dananya karena takut angka Covid-19 akan kembali meledak di AS pasca libur panjang hari raya Thanksgiving.

"Hampir pasti akan terjadi kenaikan jumlah kasus corona karena itulah yang akan terjadi apabila banyak masyarakat yang berpergian," ujar Dr. Anthony Fauci ahli penyakit menular top asal AS kepada CNN International.

Sektor energi menjadi salah satu sektor yang tertekan setelah produsen minyak dan gas raksasa dijadwalkan akan bertatap muka untuk mendiskusikan apakah pemangkasan produksi akan dilanjutkan di mana pemangkasan ini dilakukan untuk memperbaiki harga minyak di tengah hantaman corona yang membuat lesu permintaan minyak.

Meskipun demikian muncul kabar baik dari Bank Sentral AS, The Fed yang mengatakan akan memperpanjang stimulus pinjaman yang akan berakhir pada akhir tahun menjadi paling tidak satu kuartal lagi.

Dow Jones sendiri mengakhiri bulan November dengan cukup baik dengan reli 12% dan menjadikan kenaikan bulan ini menjadi yang tertinggi sejak puluhan tahun lalu tepatnya Februari 1987.

Minyak Dunia Tertekan Ketidakpastian Sikap OPEC

Harga minyak mentah dunia turun tipis pada perdagangan Senin (30/11), waktu setempat. Penurunan dipicu oleh ketidakpastian pemangkasan produksi minyak oleh OPEC+.

Mengutip Antara, Selasa (1/12), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun 59 sen atau 1,2 persen menjadi US$47,59 per barel. Sedangkan untuk kontrak Februari, dibanderol US$47,88 per barel atau turun 37 sen.

Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari melemah 19 sen atau 0,4 persen dan berakhir di level US$45,34 per barel.

Pelemahan ini terjadi setelah harga minyak melonjak dalam beberapa minggu terakhir. Sebulan terakhir harga minyak menukik sekitar 27 persen, terbesar sejak Mei lalu.

Kenaikan disebabkan oleh optimisme pasar bahwa vaksin covid-19 akan secara bertahap mengembalikan permintaan minyak global.

Sementara, pasar tengah menunggu OPEC+ untuk mencapai kesepakatan mengenai pemangkasan pasokan minyak sebesar 7,7 juta barel per hari saat ini.

Namun, OPEC+ menunda pembicaraan tentang kebijakan produksi minyak 2021 hingga Kamis (3/12) mendatang.

Berbagai sumber menyebut bahwa para pemain utama masih belum menyepakati kuota pemangkasan di tengah melemahnya permintaan.

Karyawan Mogok Kerja, Amazon Tambah Bonus Rp7 Triliun

Setelah membagikan bonus senilai US$500 juta atau setara dengan Rp7,05 triliun (kurs Rp14.100 per dolar AS), Amazon kembali 'mengguyur' bonus tambahan buat karyawannya dengan jumlah yang sama, US$500 juta.

Tambahan bonus ini diberikan di tengah kondisi tekanan yang didapat Amazon dari sebagian karyawannya yang mogok kerja di Jerman, salah satu pasar terbesar Eropa. Amazon mengumumkan bonus tersebut pada malam Black Friday.

Sebelumnya, Wakil Presiden Senior Amazon Worldwide Operations Dave Clark mengungkap saat memasuki puncak musim liburan, kami ingin membagikan apresiasi kami melalui bonus penghargaan khusus lainnya, dengan total lebih dari US$ 500 juta untuk karyawan garda depan kami," kata Wakil Presiden Senior Amazon Worldwide Operations Dave Clark dikutip dari CNN.

Clark mengungkapkan pemberian bonus tersebut sebagai bentuk penghargaan atas penjualan Amazon yang melesat selama pandemi.

Amazon telah menjadi salah satu dari sedikit pengecer yang berkembang di tengah pandemi. Perusahaan sedang menanti laporan keuangan. Pendapatan perusahaan diklaim melebihi US$100 miliar untuk pertama kalinya pada kuartal keempat.

Penjualan tersebut membuat rekor Amazon mencapai lebih dari US$370 miliar atau sepertiga lebih tinggi dari tahun lalu.

Sayangnya, kinerja positif tersebut tidak berbuah manis. Sebagian besar karyawan tetap menggelar demo saat Black Friday.

Amazon mengatakan tindakan tersebut tidak akan mempengaruhi pengiriman barang milik pelanggan. Pasalnya, dia memiliki 26.000 karyawan, termasuk 10.000 pekerja paruh waktu yang menangani pesanan di 16 pusat pemenuhan di seluruh Jerman.

"Mayoritas karyawan melakukan pekerjaan mereka setiap hari," kata Stephan Eichenseher, juru bicara perusahaan.

Sekitar 2.500 pekerja Amazon di Jerman menggelar aksi mogok selama tiga hari mulai Kamis (26/11). Aksi itu dilakukan di tengah melesatnya penjualan saat 'Black Friday'.

Sebelumnya, Black Friday adalah hari Jumat sehari setelah perayaan Thanksgiving. Toko atau pusat perbelanjaan biasanya memanfaatkan momentum ini untuk memberikan diskon besar-besaran atas produk yang dijualnya.

Aksi mogok itu merupakan eskalasi dari sengketa antara pekerja dan Amazon yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pekerja menuntut perusahaan memberikan bayaran dan kondisi kerja yang lebih baik.

Iran Akan Beri Respons yang Diperhitungkan atas Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya

Iran akan memberikan respons "yang diperhitungkan dan tegas" atas pembunuhan ilmuwan nuklir topnya; Mohsen Fakhrizadeh. Hal itu disampaikan seorang penasihat utama Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kamal Kharrazi.

Pernyataan itu muncul ketik surat kabar garis keras setempat mendesak balas dendam dengan menyerang kota Haifa, sebuah kota tempat gudang amonium nitrat Israel.

"Tidak diragukan lagi, Iran akan memberikan jawaban yang diperhitungkan dan tegas kepada para penjahat yang mengambil martir Mohsen Fakhrizadeh dari bangsa Iran," kata Kharrazi, yang juga menjabat sebagai kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri Iran, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (30/11/2020).

Fakhrizadeh, yang telah lama dicurigai oleh pemerintah Barat dan Israel sebagai dalang program senjata nuklir rahasia Iran, disergap di jalan raya di dekat Teheran pada hari Jumat dan ditembak mati di dalam mobilnya.

Para ulama dan penguasa militer Iran menyalahkan musuh bebuyutan Teheran; Israel, atas pembunuhan itu. Iran di masa lalu menuduh Israel membunuh beberapa ilmuwan nuklir Iran sejak 2010.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak mengomentari pembunuhan itu. Seorang menteri kabinet Israel, Tzachi Hanegbi, kemarin mengatakan dia tidak tahu siapa yang melakukan itu.

Pada hari Minggu, surat kabar garis keras Kayhan, yang pemimpin redaksi-nya ditunjuk Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan serangan ke kota pelabuhan Haifa di Israel, jika peran Israel dalam pembunuhan Fakhrizadeh terbukti.


“Serangan itu harus dilakukan sedemikian rupa sehingga selain merusak fasilitas, juga harus menimbulkan banyak korban jiwa,” tulis Saadollah Zarei dalam sebuah opini di surat kabar tersebut.

Namun, penguasa Iran sadar akan kesulitan militer dan politik yang menakutkan untuk menyerang Israel. Serangan semacam itu juga akan mempersulit upaya apa pun oleh Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menghidupkan kembali ketegangan dengan Teheran setelah dia menjabat pada 20 Januari.

Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang diteken Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). Pemerintah Trump juga menerapkan kembali sanksi yang telah menghantam ekonomi Iran dengan keras.

Sebagai pembalasan, Teheran secara bertahap melanggar pembatasan program nuklirnya yang telah diatur dalam kesepakatan 2015 tersebut.

Biden mengatakan dia akan mengembalikan Amerika Serikat ke kesepakatan nuklir 2015 jika Iran melanjutkan kepatuhan. Iran sendiri selalu membantah ingin mengembangkan senjata nuklir.

Inggris Khawatir Pembunuhan Fakhrizadeh Picu Peningkatan Ketegangan di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengatakan bahwa dia prihatin dengan situasi di Iran dan juga wilayah Timur Tengah setelah pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Inggris mengaku memantau dengan ketat perkembangan situai di kawasan tersebut.
"Kami prihatin tentang situasi di Iran dan kawasan yang lebih luas, kami ingin melihat penurunan ketegangan," kata Raab dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (30/11/2020).
Raab, kemudian mengatakan bahwa Inggris masih menunggu laporan lengkap mengenai pembunuhan Fakhrizadeh. Meski demikian, dia menegaskan London mengecam keras serangan yang menargetkan warga sipil.

“Kami masih menunggu untuk melihat fakta lengkap untuk mengatasi fakta lengkap tentang apa yang terjadi di Iran, tetapi saya akan mengatakan bahwa kami tetap berpegang pada aturan hukum humaniter internasional yang sangat jelas menentang penargetan warga sipil," ujarnya.

Sebelumnya, kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa Fakhrizadeh, dibunuh dengan senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh, yang jauhnya sekitar 150 meter. Laporan ini bertentangan dengan laporan rinci sebelumnya bahwa Fakhrizadeh dibunuh oleh tim komando 12 orang.
Mengutip "detail baru" yang diperoleh wartawannya dari sumber tak dikenal, Fars melaporkan pada hari Minggu (29/11/2020) bahwa kendaraan keamanan utama dalam konvoi tiga kendaraan mobil antipeluru milik Fakhrizadeh meninggalkan posisi pengawalnya untuk mempersiapkan lokasi kedatangan di Absard, timur Teheran.
Saat itu, mobil yang membawa Fakhrizadeh dan istrinya terkena tembakan peluru. Dia keluar dari kendaraan, mengira suara itu disebabkan oleh kecelakaan, masalah mesin atau halangan lain. Senapan mesin yang dikendalikan dari jarak jauh yang dipasang di mobil Nissan yang berjarak 150 meter kemudian ditembakkan ke ilmuwan tersebut, menghantam dia dua kali di bagian samping dan satu kali di bagian belakang, sehingga tulang belakangnya putus.

Seorang pengawal yang mencoba melindungi Fakhrizadeh kemudian ditembak beberapa kali. Nissan kemudian meledak. Kantor berita Fars melanjutkan para pembunuh tidak mengerahkan agen langsung di tempat serangan hari Jumat, yang berlangsung sekitar tiga menit.
Masih menurut Fars, pemilik Nissan yang tidak disebutkan namanya meninggalkan Iran dengan tujuan yang belum bisa diidentifikasi.

Pakar Rusia Yakin Pandemi Covid-19 Berakhir pada 2021

Seorang pakar Rusia meyakini bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir pada tahun mendatang, karena sudah adanya vaksin untuk virus itu. Rusia saat ini telah memiliki dua vaksin dan dilaporkan siap melakukan vaksinasi massal pada akhir tahun atau awal tahun mendatang.

"Virus tidak akan pergi, tetapi pandemi, tentu saja, akan segera berakhir. Saya yakin itu akan terjadi pada 2021," ucap Rinat Maksyutov, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Vector State Rusia.

Maksyutov, seperti dilansir Tass pada Senin (30/11/2020), mengatakan, pandemi akan berakhir ketika sebagian besar populasi melewatinya dan kekebalan kelompok yang cukup sudah terbentuk berkat adanya vaksinasi massal.

"Namun, akan salah untuk mengatakan bahwa Covid-19 dapat menghilang pada titik tertentu," sambung pria yang memimpin perusahaan pengembang vaksin tersebut.

Dia kemudian menyinggung mengenai dua vaksin buatan Rusia, yakni Sputnik V dan Epivaccorona. Menurutnya, harga dua vaksin tersebut tidak akan jauh berbeda. Harga Sputnik V telah dipatok USD 10 untuk pasar internasional per dosisnya, atau sekitar Rp.150 ribu.

"Biaya dua vaksin Covid-19 Rusia, Sputnik V dan Epivaccorona, praktis sama. Menurut informasi yang saya miliki, berdasarkan perhitungan fasilitas produksi, biaya (untuk satu dosis vaksin Sputnik V dan Epivaccorona) hanya sedikit berbeda," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, bahwa sekitar 50 sukarelawan berusia lebih dari 60 tahun telah diinokulasi dengan vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan yang dia pimpin, sebagai bagian dari uji coba pasca-pendaftaran vaksin. "50 relawan berusia di atas 60 tahun telah diinokulasi. Uji coba terus berlanjut," tukasnya.

Setelah Ilmuwan Nuklir, Kini Komandan IRGC Iran Tewas Diserang Drone

 Seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas oleh serangan pesawat tak berawak atau drone di perbatasan Irak-Suriahantara Sabtu tengah malam dan Minggu dini hari. Serangan ini terjadi setelah ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh tewas diserang di timur Teheran pada Jumat pagi.

Para pejabat keamanan Irak dan milisi lokal pada hari Senin mengonfirmasi serangan drone yang menargetkan seorang komandan Garda Revolusi Iran. Namun, mereka tidak dapat memastikan identitas sang komandan, yang menurut mereka korban terbunuh bersama tiga pria lainnya yang bepergian dengan mobil bersamanya.

Dua pejabat keamanan Irak yang berbicara secara terpisah mengatakan mobil yang ditumpangi komandan IRGC itu membawa senjata melintasi perbatasan Irak dan dihantam serangan drone setelah memasuki wilayah Suriah.

Menurut kedua pejabat tersebut, kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengambil jenazah-jenazah korban. Namun, kedua pejabat itu tidak merinci waktu pasti kejadian tersebut.

Sumber militer Irak juga mengonfirmasi serangan tersebut. Kantor berita Reuters, dalam laporannya hari Selasa (1/12/2020), tidak dapat memverifikasi secara independen bahwa seorang komandan Iran telah terbunuh.

Israel diketahui melancarkan serangan udara terhadap apa yang disebutnya berbagai sasaran Suriah dan Iran di Suriah pekan lalu. Itu menandakan bahwa rezim Zionis akan mengejar kebijakannya untuk menyerang sasaran Iran di kawasan itu ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap untuk meninggalkan kantor Gedung Putih.
Para pejabat Irak khawatir akan terjadi serangan menjelang Presiden terpilih AS Joe Biden menjabat karena ia dipandang kurang konfrontatif dengan Iran daripada pemerintahan Trump.

Milisi Irak yang didukung Iran masih menyimpan dendam atas pembunuhan pemimpin mereka, Abu Mahdi al-Muhandis, yang tewas bersama jenderal top Iran; Qassem Soleimani, oleh serangan drone AS pada Januari lalu. Militer Iran maupun kelompok milisi Irak telah bersumpah akan membalas dendam terhadap AS.

NATO Diperingatkan Waspadai Tantangan Kebangkitan China

 NATO harus berpikir lebih keras tentang cara menghadapi China dan kebangkitan militernya, meski Rusia akan tetap menjadi musuh utamanya selama dekade ini.

Hal itu diungkapkan dalam laporan yang akan dirilis Selasa (1/12) tentang reformasi aliansi Atlantik.

Laporan berjudul "NATO 2030" itu disiapkan grup yang disebut 'orang-orang bijak' dan berisi 138 proposal. Laporan itu muncul di tengah keraguan tentang tujuan dan relevansi NATO yang tahun lalu dicap Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai "mati otak".

“China bukan lagi mitra dagang yang ramah seperti yang diharapkan Barat. Ini adalah kekuatan yang bangkit di abad kita dan NATO harus beradaptasi,” ungkap seorang diplomat NATO dalam laporan itu.

Sumber itu menunjuk aktivitas China di Kutub Utara dan Afrika serta investasi besar pada infrastruktur Eropa.

 “Bagian dari langkah NATO yang harus dilakukan adalah mempertahankan keunggulan teknologi atas China, melindungi jaringan dan infrastruktur komputer,” ungkap diplomat itu.

NATO yang beranggotakan 30 orang itu juga dapat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara non-NATO seperti Australia dan lebih fokus pada pencegahan di luar angkasa, tempat China mengembangkan aset.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, “Kebangkitan China menimbulkan tantangan penting bagi keamanan kami."

“China berinvestasi secara besar-besaran dalam senjata baru. Ia semakin dekat dengan kita, dari Kutub Utara hingga Afrika. China tidak berbagi nilai-nilai kita dan mencoba mengintimidasi negara lain," papar dia, mendesak NATO bersatu dalam masalah ini.

NATO harus mempertimbangkan untuk memasukkan China dalam dokumen strategi induk resmi NATO yakni "Konsep Strategis".

Dalam rekomendasi lain, laporan tersebut menyarankan agar para menteri luar negeri (Menlu) NATO bertemu lebih teratur.

Laporan itu juga menyerukan penguatan peran sekretaris jenderal sebagai mediator internasional.

Laporan tersebut akan dibahas para menteri luar negeri NATO pada Selasa sebelum dipresentasikan kepada kepala negara dan pemerintahan NATO tahun depan.

Bahkan ketika era 'America First' Presiden AS Donald Trump berakhir dan orang Eropa menyambut presiden terpilih Joe Biden, ketegangan tetap ada.

Dari kemarahan atas keputusan Turki membeli sistem persenjataan Rusia hingga keraguan AS atas komitmen Eropa untuk pertahanannya sendiri, NATO juga mendapat seruan dari Trump untuk berbuat lebih banyak di Timur Tengah.

Namun, para sekutu Eropa Timur sudah khawatir pada Rusia sejak pencaplokan Krimea oleh Moskow pada 2014 dari Ukraina.

Kini Eropa juga khawatir tentang mengalihkan terlalu banyak sumber daya dari tugas inti NATO untuk mempertahankan Eropa.

Kerjasama dengan AS, Australia Ikut-ikutan Kembangkan Rudal Hipersonik

 Australia dan Amerika Serikat (AS) bermitra untuk mengembangkan dan menguji rudal jelajah hipersonik yang diluncurkan dari udara di bawah program Southern Cross Integrated Flight Research Experiment (SCIFiRE). Kedua negara pada hari Senin mengumumkan kerjasama tersebut.

Australia, yang merupakan tetangga Indonesia, menjadi negara terbaru yang ikut-ikutan mengembangkan senjata hipersonik. Beberapa negara yang telah terang-terangan mengembangkan rudal hipersonik adalah AS, Rusia dan China.

Dari perspektif AS, upaya tersebut berada di bawah Allied Prototyping Initiative (API), yang dikelola oleh Directorate of Advanced Capabilities di Kantor Wakil Menteri Pertahanan untuk Riset dan Teknik.

Program ini akan dilaksanakan oleh Angkatan Udara AS di bawah naungan pejabat eksekutif program senjata, dan akan memanfaatkan lebih dari 15 tahun kolaborasi dalam penelitian scramjet, motor roket, sensor, dan bahan manufaktur canggih antara kedua negara.

Perjanjian sebagai tindak lanjut diskusi antara mantan Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds selama pembicaraan Konsultasi Tingkat Menteri Australia-AS yang diadakan di Washington pada bulan Juli lalu. Esper saat ini telah dipecat Presiden Donald Trump sebagai menteri pertahanan Amerika.

"SCIFiRE adalah bukti nyata dari persahabatan yang abadi dan kemitraan yang kuat antara Amerika Serikat dan Australia," kata Michael Kratsios, Wakil Menteri Pertahanan untuk Penelitian dan Teknik, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Defense News, Selasa (1/12/2020).

"Inisiatif ini akan menjadi penting untuk masa depan penelitian dan pengembangan (senjata) hipersonik, memastikan AS dan sekutu kita memimpin dunia dalam memajukan kemampuan perang transformasional ini. Kami berterima kasih kepada Departemen Pertahanan Australia atas komitmen bersama mereka untuk upaya game-changing ini."

Program SCIFiRE akan memanfaatkan kerja kolaboratif yang dilakukan dalam kemitraan dengan Angkatan Udara Australia, Kelompok Sains dan Teknologi Pertahanan Australia, dan Universitas Queensland pada program Hypersonic International Flight Research Experimentation.
Senjata baru itu akan menjadi rudal serang presisi kelas 5 Mach yang diluncurkan dengan tenaga penggerak dan didukung oleh mesin scramjet yang "bernapas" udara. Ini diharapkan untuk memasuki layanan dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

Kepala kemampuan Angkatan Udara di Markas RAAF di Canberra, Wakil Marsekal Udara Catherine Roberts, mengatakan senjata itu akan mampu dibawa oleh pesawat tempur taktis seperti F/A-18F Super Hornet, EA-18G Growler dan F-35A Lightning II, serta pesawat pengintai maritim P-8A Poseidon.

Pengujian akan dilakukan di Australia, kemungkinan di Woomera Test Range di pedalaman terpencil Australia Selatan.

Meskipun tidak ada rincian pendanaan yang dirilis hingga saat ini, Roberts mengatakan Rencana Struktur Angkatan 2020 Australia baru-baru ini mencakup antara AUD6,2 miliar hingga AUD9,3 miliar (USD4,6 miliar hingga USD6,9 miliar) untuk kemampuan serangan jarak jauh dan pertahanan rudal berkecepatan tinggi, di mana SCIFiRE adalah contohnya.

Meskipun RAAF saat ini tidak mencari industri unggulan untuk membantu program tersebut, Roberts mengindikasikan bahwa diskusi dengan usaha kecil dan menengah Australia akan dimulai Jumat.

“(Kelompok Sains dan Teknologi Pertahanan Australia) telah melakukan beberapa studi awal tentang kemampuan kami di Australia dan kami akan melibatkan mitra industri kami. Ini bukan hanya inisiatif penelitian dan pengembangan, kami ingin benar-benar mengembangkan kemampuan," katanya.