• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 26 November 2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Kamis, 26 November 2020 )

Wall Street beragam, S&P 500, Dow turun dari rekor penutupan tertinggi

Saham-saham Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan S&P 500 dan Dow mundur dari tingkat penutupan tertinggi sepanjang masa setelah data pengangguran AS meningkat dan penguncian baru yang diwajibkan untuk menahan lonjakan infeksi COVID-19 mengurangi selera risiko investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 173,77 poin atau 0,58 persen menjadi ditutup di 29.872,47 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 5,76 poin atau 0,16 persen menjadi berakhir pada 3.629,65 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 57,62 poin atau 0,48 persen lebih tinggi menjadi 12.094,40 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 merosot, dengan energi ditutup turun 2,42 persen, memimpin kerugian. Sedangkan sektor consumer discretionary terangkat 0,58 persen, merupakan sektor dengan kinerja terbaik.

Volume perdagangan relatif tipis di sesi terakhir menjelang liburan Thanksgiving.

Indeks dan Dow Jones Industrial Average mundur dari rekor penutupan tertinggi, ditarik lebih rendah oleh saham-saham siklikal (sensitif terhadap ekonomi) dan saham-saham berkapitalisasi kecil yang mendorong reli di awal pekan.

Para pemimpin pasar teknologi yang tahan pandemi dan yang terkait teknologi membantu menjaga Nasdaq tetap bertahan.

“Ini adalah hari (saham) pertumbuhan, membalikkan arah sebaliknya dari (saham) bernilai,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York. "Ini adalah pergulatan yang terus-menerus antara virus dan vaksin."

“Ada latar belakang kenyataan bahwa sementara vaksin akan mulai didistribusikan dengan cukup cepat, virus tidak segera hilang dan oleh karena itu garis waktu untuk perbaikan ekonomi semakin terdesak.”

Berbagai data yang dirilis sebelum liburan Thanksgiving pada Kamis (26/11/2020) didominasi oleh kenaikan klaim pengangguran yang tidak terduga selama dua minggu berturut-turut, menunjukkan bahwa pembatasan baru untuk memerangi lonjakan kasus virus corona dapat mengganggu pemulihan pasar tenaga kerja yang sedang kesulitan.

"Data ekonomi tidak bagus, dan kami tahu itu tidak akan baik untuk beberapa waktu mengingat gelombang baru virus ini," tambah Ghriskey.

Pasar tampaknya mengulang dua minggu sebelumnya, yang dimulai dengan reli yang didorong oleh berita vaksin menjanjikan, tetapi beralih kembali ke perintah tetap tinggal di rumah di tengah realitas pandemi jangka pendek dan kurangnya stimulus fiskal baru.

Namun, perkembangan vaksin dan penghapusan ketidakpastian seputar pemilihan presiden AS telah mendorong indeks Wall Street ke rekor penutupan tertinggi, dan menempatkan S&P 500 di jalur untuk November terbaik yang pernah ada.

Pelaku pasar percaya saham AS memiliki lebih banyak ruang untuk naik. Jajak pendapat Reuters baru-baru ini menunjukkan analis percaya S&P 500 akan naik sembilan persen antara sekarang dan akhir 2021. Indeks telah melonjak sekitar 66 persen sejak kejatuhan yang disebabkan oleh virus corona pada Maret dan naik sekitar 12 persen sepanjang tahun ini.

Tesla Inc, yang melampaui 500 miliar dolar AS dalam kapitalisasi pasar pada Selasa (24/11/2020), memperpanjang keuntungannya sebesar 3,4 persen bahkan setelah pembuat mobil listrik menarik kembali sekitar 9.500 kendaraan.

Perusahaan juga berencana untuk mulai memproduksi pengisi daya kendaraan listrik di China mulai tahun depan, menurut dokumen yang diserahkan ke otoritas Shanghai.

Investor Tahan Diri, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (26/11/2020), menjelang hari libur di Amerika Serikat.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,08 persen ke level 392,09. Sementara itu, indeks DAXX Jerman melemah 0,02 persen dan indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,64 persen.

Di sisi lain, indeks CAC Prancis menguat 0,23 persen dan FTSE MIB Italia menguat 0,72 persen.

Investor tampaknya menahan diri menjelang liburan Hari Thanksgiving AS pada hari Kamis, yang akan membuat pasar tersebut ditutup dan kemudian dibuka kembali untuk setengah sesi pada hari Jumat.

“Ya, kehadiran vaksin telah menjawab banyak pertanyaan dan kami berada dalam situasi yang jauh lebih baik saat ini dibandingkan dengan awal tahun ini. Tapi, ini tidak mengubah fakta bahwa ini akan memakan waktu yang cukup lama sebelum semuanya kembali ke jalurnya,” kata kepala analis pasar AvaTrade, Naeem Aslam, seperti dikutip Marketwatch.

“Artinya, optimisme yang didorong oleh pengembangan vaksin dan politik mungkin sedikit berlebihan dan kenyataannya jalur pemulihan masih penuh dengan hambatan,” ujarnya.

Investor juga menantikan data ekonomi AS, termasuk klaim pengangguran mingguan, data pendapatan dan pengeluaran, barang tahan lama, penjualan rumah baru, dan pembaruan produk domestik bruto kuartal III/2020.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pemerintah akan mencabut lockdown nasional pada 15 Desember. Beberapa toko bisa buka pada Sabtu, tetapi pembatasan lain akan tetap berlaku untuk menghindari gelombang virus lanjutan.

Di Inggris, investor sedang menunggu kabar dari Menteri Keuangan Rishi Sunak yang diharapkan untuk mengumumkan paket stimulus baru sebesar 4,3 miliar poundsterling.

“Stimulus ini bertujuan untuk mencegah lonjakan pengangguran dalam beberapa bulan mendatang,” kata Joshua Mahony, analis pasar senior di IG.

Bank-bank Eropa menjadi sorotan setelah Yves Mersch, wakil ketua dewan pengawas Bank Sentral Eropa, mengatakan kepada Financial Times bahwa bank zona euro akan diizinkan untuk melanjutkan pembayaran dividen pada 2021 jika neraca mereka dapat mengatasi badai pandemi yang berkelanjutan.

Dolar AS diperdagangkan kisaran paruh bawah 104 yen di Tokyo

Kurs dolar AS berpindah tangan di kisaran paruh bawah 104 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Kamis pagi, sedikit melemah dari levelnya semalam (Rabu) di perdagangan New York.

Ketika pasar dibuka di Tokyo, dolar AS dikutip pada 104,40-41 yen dibandingkan dengan 104,41-51 yen di New York dan 104,47-49 yen pada di Tokyo pada Rabu (25/11/2020) pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara euro diambil pada 1,1917-1917 dolar AS dan 124,39-46 yen terhadap 1,1908-1918 dolar AS dan 124,40-50 yen di New York, serta 1,1906-1907 dolar AS dan 124,38-42 yen pada perdagangan Rabu sore (24/11/2020) di Tokyo.

Yuan balik melemah 31 basis poin menjadi 6,5780 terhadap dolar AS

Yuan berbalik melemah 31 basis poin menjadi 6,5780 terhadap dolar AS pada Kamis, setelah sehari sebelumnya rebound 60 basis poin menjadi 6,5749 dari penurunan 90 basis poin, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS).

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Yuan diuntungkan oleh kemenangan kandidat Demokrat Joe Biden sebagai presiden terpilih AS, karena ia dianggap kurang mengancam hubungan AS-China daripada Presiden dari Partai Republik, Donald Trump. 

Saham Hong Kong dibuka menguat dengan indeks HSI terkerek 0,10 persen

Saham-saham Hong Kong dibuka sedikit lebih tinggi pada Kamis pagi, setelah merosot sehari sebelumnya.

Indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) terkerek 0,10 persen atau 25,50 poin, menjadi diperdagangkan di 26.695,25 poin. Indeks HSI merosot 0,31 persen atau 81,55 poin menjadi 26.669,75 poin pada penutupan perdagangan Rabu (25/11/2020), setelah naik tiga hari beruntun, dengan nilai transaksi mencapai 178,06 miliar dolar Hong Kong (sekitar 22,98 miliar dolar AS).

Saham Korsel dibuka melemah dengan indeks KOSPI tergerus 0,16 persen

Saham-saham Korea Selatan dibuka lebih rendah pada Kamis pagi, melanjutkan penurunan sehari sebelumnya.

Indikator utama Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergerus 0,16 persen atau 4,04 poin, menjadi 2.597,50 dalam 15 menit pertama perdagangan. Indeks KOSPI jatuh 0,62 persen atau 16,22 poin menjadi 2.601,54 poin pada penutupan perdagangan Rabu (25/11/2020), menghentikan keuntungan lima hari beruntun, dengan volume transaksi mencapai 1,38 miliar saham senilai 21,3 triliun won (19,2 miliar dolar AS).

Sementara itu, mata uang lokal dikutipi pada 1.107,1 won terhadap dolar AS, menguat 1,8 won dari tingkat penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Saham China dibuka jatuh 3 hari beruntun, bukukan "intraday" terbesar

Saham-saham China dibuka sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis pagi, setelah mencatat penurunan dua hari berturut-turut dan membukukan penurunan intraday terbesar dalam hampir sebulan, ketika saham kendaraan listrik jatuh di tengah berita penyelidikan pemerintah ke sektor tersebut.

Indikator utama pasar saham China, Indeks Komposit Shanghai dibuka melemah 0,07 persen menjadi diperdagangkan pada 3.360,06 poin, sedangkan Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua China dibuka 0,03 persen lebih rendah menjadi diperdagangkan pada 13.651,43 poin.

Sementara itu Indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, dibuka menyusut 0,05 persen menjadi diperdagangkan pada 2.616,74 poin.

Bank sentral Korea Selatan pertahankan suku bunga di level terendah dalam sejarah

Bank sentral Korea Selatan mempertahankan kebijakan suku bunga pada pertemuan hari ini (26/11). Selain itu, Bank of Korea (BoK) juga menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun ini dan tahun depan.

Bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dasar stabil di level terendahnya yakni 0,5%, karena pembuat kebijakan khawatir tentang pasar properti yang sedang panas. Hal ini sejalan dengan hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters terhadap 22 analis.

Selain itu, BoK juga memperkirakan produk domestik bruto Korea Selatan di tahun ini akan menyusut 1,1%. Ini lebih baik dari perkiraan sebelumnya untuk kontraksi 1,3%.

Optimistis BoK juga terlihat dari proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun depan yang diprediksi bisa mencapai 3%. Lagi-lagi, proyeksi tersebut lebih baik dari perkiraan sebelumnya, yang tumbuh 2,8%.

Ekonomi terbesar keempat di Asia kembali tumbuh pada kuartal ketiga dengan dukungan dari stimulus fiskal dan moneter, pulih dari kontraksi paling tajam dalam lebih dari satu dekade.

Data ekspor awal menunjukkan permintaan global untuk produk Korea Selatan rebound pada bulan November. Sementara produksi industri mengalami pertumbuhan tahunan paling tajam dalam tujuh bulan pada September.

Tetapi gelombang infeksi virus corona ketiga mendorong pemerintah untuk memperketat aturan jarak sosial minggu ini, mengancam pemulihan yang mulai berkembang.

BOK juga menandai meningkatnya utang rumah tangga sebagai risiko utama dalam risalah rapat bulan Oktober lalu. Hal ini diprediksi bakal membatasi ruang lingkup untuk pelonggaran moneter lebih lanjut.

"Penurunan suku bunga lebih lanjut kemungkinan tidak terjadi karena sudah waktunya untuk memungkinkan pemotongan sebelumnya mengalir melalui ekonomi. Ada kekhawatiran tentang ketidakseimbangan keuangan, dan karena inflasi diperkirakan akan meningkat secara bertahap, sehingga kebijakan akan tetap stabil," kata Park Seok-gil, ekonom di JP Morgan, sebelum pertemuan tersebut.

Investor cenderung menanti komentar dari Gubernur BoK Lee Ju-yeol saat menggelar konferensi pers nanti siang. Terlebih ada dorongan dari beberapa anggota parlemen untuk merevisi mandat bank sentral untuk menambah tujuan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah telah menjanjikan 310 triliun won setara US$ 274,83 miliar dalam pengeluaran fiskal untuk membantu meredam pukulan dari pandemi. Sementara bank sentral telah memangkas suku bunga dengan total 75 basis poin tahun ini.

Bill Gates memprediksi kapan pandemi berikutnya akan datang

Pendiri Microsoft Bill Gates telah mengungkapkan dalam podcastnya, Bill Gates dan Rashida Jones Ask Big Questions, pemikirannya tentang masa depan pandemi global. Dalam percakapan panjang lebar dengan aktor dan penulis Jones, Gates menguraikan harapannya untuk dunia pasca Covid-19 dan tantangan apa yang akan dihadapi umat manusia.

Gates sebelumnya telah memperingatkan tentang prospek pandemi di seluruh dunia dan percaya bahwa pandemi lainnya hampir tak terhindarkan di dunia yang semakin mengglobal. Ketika ditanya tentang itu, dia berkata:

“Mudah-mudahan bisa 20 tahun dari sekarang”, sebelum menambahkan, “tapi kita harus berasumsi bisa jadi 3 tahun dari sekarang… Ada kemungkinan yang masuk akal bahwa dunia akan menghadapi hal seperti ini dalam 10 atau 15 tahun mendatang,” dia ditambahkan.

Mengutip AS.com, Kamis (26/11), Gates menambahkan, dalam episode podcast pertama mereka, Rashida Jones dan Gates berbicara dengan Dr. Anthony Fauci bicara tentang apa yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang dan seperti apa dunia setelah Covid-19.

Gates memberikan pemikirannya tentang dunia pasca Covid-19

Terobosan medis dalam beberapa pekan terakhir telah memberikan harapan bahwa pandemi virus corona dapat diakhirinya, dengan sejumlah perusahaan farmasi telah mencatat uji coba vaksinasi yang berhasil. Namun menurut Gates, penghapusan virus tidak akan mengembalikan kehidupan sebelum covid.

Gates menunjuk pada pertumbuhan 'home office' karena karyawan dan majikan telah dipaksa untuk beradaptasi dengan pembatasan jarak sosial. Teknologi seperti konferensi video membuat kerja jarak jauh lebih layak daripada sebelumnya dan Gates mengatakan kepada konferensi DealBook The New York Times bahwa praktik kerja telah diubah untuk selamanya.

“Prediksi saya adalah bahwa lebih dari 50% perjalanan bisnis dan lebih dari 30% hari di kantor akan hilang,” kata Bill Gates tentang efek jangka panjang pandemi virus corona di tempat kerja.

Gates memperkirakan bahwa perjalanan bisnis akan turun lebih dari 50% di dunia pasca-COVID-19 dengan waktu di kantor diharapkan berkurang setidaknya 30%.

"Kami akan terus ke kantor dan kami akan terus melakukan perjalanan dinas, tapi apalagi," ujarnya. Microsoft telah mengumumkan perubahan permanen pada praktik kerja mereka yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah setidaknya selama setengah dari jam kerja mereka.

Sementara wabah virus Corona 2020 tampaknya mengejutkan para pemimpin dunia, Gates telah berbicara tentang ancaman pandemi global selama bertahun-tahun. Dalam TED Talk Gates 2015 memperingatkan bahwa AS dan negara lain tidak siap menghadapi pandemi:

“Jika ada yang membunuh lebih dari 10 juta orang dalam beberapa dekade mendatang, kemungkinan besar itu adalah virus yang sangat menular daripada perang,” katanya. Bukan rudal, tapi mikroba.

Baru-baru ini, pada tahun 2018, miliarder dermawan itu mengatakan kepada hadirin pada diskusi epidemi yang diselenggarakan oleh Massachusetts Medical Society bahwa pandemi dapat melenyapkan puluhan juta jika tidak diberantas secara efektif. Dia mengutip simulasi yang dilakukan oleh Institute for Disease Modeling yang menunjukkan bahwa versi modern pandemi flu 1918 sekarang akan membunuh sekitar 30 juta orang hanya dalam enam bulan.

Terlepas dari peringatannya tentang pandemi di masa depan, Gates optimis bahwa kita akan belajar beberapa pelajaran dari kesalahan penanganan covid-19 yang dapat membantu umat manusia menghindari terulangnya.

Dalam podcastnya dia menyarankan bahwa penyakit berikutnya akan “tidak terlalu merusak” karena kita “akan melatih” tanggapan kita terhadapnya.

Dia menambahkan bahwa negara-negara akan memiliki kesempatan untuk menjalankan "permainan penyakit, seperti permainan perang, dan hampir setiap negara akan menanggapi seperti yang dilakukan Korea Selatan atau Australia, di mana mereka dengan cepat menguji dan mengkarantina orang".

“Alat pengujian kami akan jauh lebih baik. Kami tidak akan sebodoh itu untuk kedua kalinya ”, tambahnya.

Xi Jinping ucapkan selamat kepada Joe Biden, ini harapan China

Presiden China Xi Jinping pada Rabu (25/11/2020) memberi ucapan selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS pada 3 November. Kantor berita resmi Xinhua melaporkan, dalam kesempatan itu, Xi Jinping juga menyuarakan harapan, agar kedua negara dapat mempromosikan perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.

Melansir Reuters, hubungan China-AS telah memburuk ke kondisi terburuknya dalam beberapa dekade selama empat tahun masa jabatan Presiden AS Donald Trump. Adapun sejumlah topik perselisihan mulai dari masalah perdagangan dan teknologi hingga Hong Kong dan virus corona.

Xinhua melaporkan, dalam pesan ucapan selamatnya kepada Biden, Xi Jinping mengatakan hubungan yang sehat antara dua ekonomi terbesar dunia tidak hanya untuk kepentingan fundamental kedua bangsa mereka tetapi juga diharapkan oleh komunitas internasional.

"Kami menghargai ucapan selamat dari semua pemimpin dunia yang telah menyampaikannya, termasuk Presiden Xi Jinping," ujar seorang pejabat tim transisi Biden.

Selama kampanye pemilihan, Biden berjanji untuk membatasi pengaruh China yang meluas di seluruh dunia. Bahkan, lebih dari sekali Biden menyebut Xi Jinping sebagai "preman" untuk praktik hak asasi manusianya.

Pada hari Selasa, dalam kegiatan pengumuman tim kebijakan luar negerinya secara resmi, Biden mengatakan sekutu menantikan Amerika Serikat untuk menegaskan kembali peran bersejarahnya sebagai pemimpin global di Pasifik, di mana China telah berusaha untuk menggantikannya sebagai kekuatan dominan.

Pada saat yang sama, Biden telah memprioritaskan kemajuan dalam isu-isu seperti perubahan iklim, nonproliferasi nuklir, dan kesehatan global, yang membutuhkan kerja sama China.

Kementerian luar negeri China memberi selamat kepada Biden pada 13 November.

Pada 2016, Xi Jinping mengirim ucapan selamat kepada Trump pada 9 November, sehari setelah pemilu digelar pada tahun itu.

Juga pada hari Rabu, Wakil Presiden China Wang Qishan memberi selamat kepada pasangan Biden, Kamala Harris, kata Xinhua, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Warga AS abaikan anjuran tinggal di rumah saat liburan Thanksgiving

Warga Amerika mengabaikan permintaan dari pejabat negara bagian dan lokal agar tetap tinggal di rumah selama liburan Thanksgiving seiring melonjaknya kasus virus corona. Kondisi ini memicu peringatan baru dari pejabat kesehatan karena vaksin corona masih akan dirilis beberapa minggu lagi.

Reuters memberitakan, Presiden AS terpilih Joe Biden ikut bergabung dalam menyerukan keselamatan dan kesehatan. Dia mendesak warga AS untuk melupakan pertemuan keluarga besar, memakai masker pelindung dan menjaga jarak sosial.

"Saya tahu kita bisa dan kita akan mengalahkan virus ini," kata Biden dalam pidato yang disampaikan di teater Wilmington, Delaware, di hadapan beberapa staf dan reporter yang mengenakan masker. Biden sendiri tidak memakai masker.

“Hidup akan kembali normal. Saya berjanji kepada kalian. Ini akan terjadi. Ini tidak akan bertahan selamanya,” kata Biden, seorang Demokrat berusia 78 tahun.

Data Reuters menunjukkan, angka kematian akibat Covid-19 melampaui angka 2.000 kasus dalam satu hari untuk pertama kalinya sejak Mei pada Selasa (24/11/2020). Sementara, jumlah pasien rawat inap mencapai rekor 88.000 pada Rabu karena negara itu mencatat 2,3 juta infeksi baru dalam dua minggu terakhir.

Infeksi spiral biasanya mengakibatkan peningkatan jumlah kematian beberapa minggu kemudian. Kematian akibat virus corona mencapai 2.157 pada hari Selasa - satu orang setiap 40 detik - dengan 170.000 orang lainnya terinfeksi. Ini dikarenakan jutaan warga Amerika mengabaikan peringatan resmi dan melakukan perjalanan untuk Thanksgiving.

Daliza Rodriguez, seorang guru berusia 33 tahun, sedang melakukan perjalanan ke Texas dari Bandara LaGuardia New York pada hari Rabu.

“Kami tahu kami mengambil risiko, tetapi kami ingin bertemu dengan keluarga, dan itu sudah lama sekali,” katanya.

Dr. Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mendesak warga AS untuk menjaga pertemuan Thanksgiving sekecil mungkin.

“Jika kita melakukan hal-hal itu, kita akan berhasil. Jadi itu permohonan terakhir saya sebelum liburan," kata Fauci kepada program ABC News" Good Morning America "pada hari Rabu.

Keluarga dengan mahasiswa telah dipaksa untuk mengevaluasi risiko berkumpul kembali untuk Thanksgiving.

Francesca Wimer, seorang mahasiswa di Northwestern University di Illinois, terbang pulang ke Washington dengan mengenakan masker N95 dan pelindung wajah dan check in di hotel selama 14 hari. Dia melakukan karantina untuk melindungi orang tua dan kakek neneknya.

 “Dia kembali ke sekelompok orang yang rentan. Kami tidak percaya bahwa tes saja sudah cukup," kata ibunya, Cynthia Wimer.

Luke Burke, yang belajar di Syracuse University di bagian utara New York, berencana menghabiskan Thanksgiving bersama keluarganya di New Jersey sampai teman sekamarnya dinyatakan positif minggu lalu.

"Maaf aku tidak bisa berada di sana bersama orang tuaku, tapi itu hal yang benar untuk dilakukan," kata Burke.

Harapan Xi Jinping: Jerman dan Eropa akan tetap terbuka untuk perusahaan China

Presiden China Xi Jinping menyerukan kerjasama yang lebih besar di berbagai bidang seperti vaksin, kerja sama bilateral dan negosiasi tentang Perjanjian Investasi Bilateral Uni Eropa-China.

Hal itu diungkapkan Xi Jinping saat berbincang melalui panggilan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Mengutip China Daily, pada panggilan telepon yang dilakukan Selasa malam, Xi Jinping mencatat bahwa mereka berdua berpartisipasi dalam KTT Pemimpin G20 baru-baru ini dan menyerukan untuk menegakkan multilateralisme, memperkuat kerja sama internasional, memerangi pandemi Covid-19 bersama, menghidupkan kembali ekonomi dunia, dan bersama-sama memenuhi tantangan global.

Xi Jinping mengatakan, beberapa bagian dunia, termasuk Eropa, sekarang dihadapkan pada ujian gelombang kedua pandemi, dan tetap menjadi prioritas utama bagi semua pihak untuk melawannya bersama.

China bersedia memperkuat pertukaran dan kerja sama vaksin dengan Jerman untuk mempromosikan distribusi yang adil sebagai barang publik global, terutama untuk kepentingan negara berkembang.

Xi Jinping menunjukkan, sejak dimulainya pandemi, China dan Jerman telah memelihara komunikasi dan kerja sama praktis mereka terus meningkat.

"China secara aktif membentuk paradigma pembangunan baru sambil memperluas permintaan domestik dan membuka diri, yang akan membawa peluang baru ke Jerman," kata Xi Jinping.

Dia menambahkan, diharapkan Jerman dan Eropa akan tetap terbuka untuk perusahaan China, dan kedua belah pihak harus saling menghormati, berdasarkan dialog dan kerja sama dan hasil yang saling menguntungkan.

Melansir China Daily, Xi Jinping mengatakan, kerja sama China-Eropa memiliki signifikansi strategis di tengah situasi internasional yang kompleks.

Kedua belah pihak harus meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama, memperkuat pertukaran dan pembelajaran bersama, menjaga multilateralisme, dan meningkatkan tata kelola global.

Sementara itu, Merkel mengatakan, China telah melakukan pekerjaan yang baik dalam pencegahan dan pengendalian pandemi. "Ekonomi China telah memimpin dalam pemulihan, yang merupakan kabar baik bagi perusahaan Jerman," katanya.

Merkel mengucapkan selamat kepada China karena telah mencapai perjanjian perdagangan bebas Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional dengan pihak-pihak terkait. Jerman berharap dapat meningkatkan upaya dengan China untuk mempromosikan penyelesaian negosiasi perjanjian investasi UE-China dalam tahun ini.

Makin suram, kasus virus corona global melampaui 60 juta

Data Reuters menunjukkan, penghitungan global kasus virus corona yang dikonfirmasi mencapai 60 juta pada hari Rabu (25/11/2020).

Sementara itu, Amerika Serikat melaporkan rekor jumlah pasien rawat inap. Pejabat di Amerika Serikat, negara yang paling parah terkena dampak di dunia, mendesak warga Amerika untuk tinggal di rumah selama liburan Thanksgiving yang akan datang. Pasalnya, jumlah pasien Covid-19 yang melonjak menyebabkan tenaga medis kewalahan.

Mengutip Reuters, Amerika Serikat telah melaporkan 1 juta kasus Covid-19 baru dalam waktu kurang dari seminggu. Hal ini menjadikan total infeksi yang dilaporkan menjadi lebih dari 12,5 juta dan jumlah kematian menjadi 260.000. Secara global, infeksi mencapai 60,005 juta dan angka kematian mencapai 1,4 juta kasus.

Analisis data Reuters menunjukkan tingkat infeksi baru meningkat secara global. Hanya butuh 17 hari untuk beralih dari 50 juta kasus menjadi 60 juta, dibandingkan dengan 21 hari yang dibutuhkan dari 40 juta menjadi 50 juta. Sekitar 580.000 kasus telah dilaporkan setiap hari selama seminggu terakhir.

Di Eropa, 1 juta kasus baru tercatat hanya dalam lima hari, dengan total lebih dari 16 juta kasus, termasuk 365.000 kematian.

Pemerintah di seluruh Eropa sedang berjuang untuk memberlakukan pembatasan pada kehidupan publik sambil mengizinkan keluarga untuk merayakan Natal tanpa memicu wabah lebih lanjut.

Sementara itu, saat penguncian nasional di Inggris akan berakhir minggu depan, sejumlah negara Eropa mulai Jerman, Spanyol, dan Italia telah mengumumkan pembatasan selama periode liburan, termasuk pembatasan tamu yang datang ke rumah.

Wilayah Amerika Latin memiliki jumlah angka kematian tertinggi yang dilaporkan di dunia, mewakili sekitar 21% dari semua kasus global dan lebih dari 31% dari semua kematian global yang dilaporkan.

Brasil pada pekan lalu bergabung dengan Amerika Serikat dan India sebagai satu-satunya negara yang mencatat lebih dari 6 juta infeksi. Dengan hampir 170.000 kematian yang dikonfirmasi, Brasil memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia.

Sedangkan India tetap menjadi negara yang terkena dampak terburuk kedua di dunia dengan hampir 9,2 juta kasus. India terus melaporkan perlambatan dalam kasus baru dalam beberapa pekan terakhir. Negara ini telah melaporkan rata-rata sekitar 44.000 kasus sehari selama seminggu terakhir, jauh turun dari puncak di bawah 97.900 kasus pada pertengahan September.

Negara-negara Asia Pasifik seperti China, Korea Selatan, Singapura, Australia dan Selandia Baru telah menunjukkan langkah-langkah yang cepat, lokal, dan intrusif dapat secara efektif menekan penyebaran wabah.