• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Rabu,  25  November  2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Rabu,  25  November  2020 )

Wall Street Pesta Pora! Dow Jones Tembus 30.000, S&P 500 Cetak Rekor

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Selasa (24/11/2020) menyusul serangkaian sentimen positif bagi pasar. Indeks Dow Jones mencapai level 30.000 untuk pertama kalinya

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,54 persen ke level 30.046, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 1,31 persen ke level 12.036,79.

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 1,62 persen atau 57,82 poin ke level tertinggi sepanjang masa di posisi 3.635,41.

Penguatan indeks salah satunya didorong oleh dimulainya transisi resmi Presiden terpilih Joe Biden. Investor juga mendapat kabar gembira setelah Biden menominasikan mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan.

Kandidat vaksin ketiga dari AstraZeneca yang menjanjikan juga menambah euforia pasar dan meningkatkan ekspektasi bahwa ekonomi dapat melonjak tahun depan.

Rotasi ke aset berisiko tersebar luas. Indeks Russell 2000 menguat 1,9 persen dan mendorong reli November hingga 20 persen. saham Tesla Inc menguat 6,4 persen sekaligus mengerek kapitalisasi pasarnya menjadi US$500 miliar.

Sementara itu, saham Carnival Corp. melonjak 11 persen, Planet Fitness Inc. naik 8 persen, dan MGM Resorts International menguat 9 persen.

Penguatan indeks terjadi di tengah berita mengenai lonjakan kasus Covid-19, dengan lebih banyak negara bagian memberlakukan pembatasan menjelang liburan Thanksgiving.

Investor juga menantikan indikator ekonomi pada hari Rabu, dari klaim pengangguran hingga data kepercayaan konsumen dan pendapatan pribadi.

“Orang-orang mengabaikan jangka pendek dan hanya ingin membeli [saham]. Semua berita jangka pendek diabaikan untuk optimisme jangka panjang," ungkap kepala investasi Cetera Financial Group Gene Goldman, seperti dikutip Bloomberg.

Bursa Eropa Reli, Indeks DAX Berbalik Positif untuk Tahun Ini

Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (24/11/2020) menyusul optimisme investor terhadap pengembangan vaksin virus corona dan meredanya ketidakpastian politik di Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,91 persen ke level 392,39, dipimpin oleh saham sektor energi dan perbankan.

Sementara itu, indeks FTSE Inggris menguat 1,55 persen dan CAC 40 Prancis naik 1,21 persen. indeks DAX Jerman menguat 1,26 persen dan menghapus pelemahan sepanjang tahun ini.

EasyJet Plc dan International Consolidated Airlines Group SA menyetujui rencana Inggris untuk memangkas periode karantina bagi kedatangan dari negara-negara berisiko tinggi.

Sementara itu, indeks DAX Jerman ditetapkan untuk mendapatkan lebih banyak konstituen dan aturan yang lebih ketat dalam perombakan.

Bursa saham Eropa didorong oleh sentimen risiko global saat Presiden terpilih Joe Biden memulai proses transisi formalnya. Saham di zona euro telah melonjak 15 persen sepanjang November, menyusul serangkaian hasil uji positif dari perusahaan yang berlomba mengembangkan vaksin virus corona.

Saham di sektor perjalanan, yang terpukul oleh pembatasan pergerakan, dan industri yang sensitif secara ekonomi telah mencatat penguatan besar bulan ini, sementara sektor yang lebih defensif seperti perawatan kesehatan melemah..

“Ada penilaian ulang yang masuk akal dari banyak bisnis,” kata kepala investasi Sanlam Investments, Phil Smeaton, seperti dikutip Bloomberg.

Jika jarak sosial akan berakhir maka ada beberapa alasan lagi bagi perusahaan-perusahaan ini untuk kembali bergerak, terutama melawan saham-saham yang cenderung kebal terhadap Covid-19,” tambahnya.

Indeks DAX Jerman merencanakan perombakan terbesarnya dengan menambahkan 10 perusahaan baru dan kontrol kualitas baru setelah lonjakan Wirecard AG mengguncang kepercayaan investor terhadap indeks tersebut.

Operator indeks Qontigo akan meningkatkan jumlah anggota menjadi 40 dari 30 pada kuartal ketiga tahun depan, sementara mengurangi keanggotaan MDAX menjadi 50 dari 60 perusahaan, katanya dalam sebuah pernyataan.

Salah satu unit usaha dari Deutsche Boerse AG tersebut juga akan memberlakukan kriteria baru pada saham anggota indeks DAX yang sudah ada dan yang prospektif, termasuk persyaratan untuk menerbitkan laporan keuangan kuartalan dan tahunan yang diaudit.

Joe Biden Pilih Janet  Yellen Jadi Menkeu AS, Wall Street Tancap Gas

Bursa saham Amerika Serikat kembali tancap gas menyusul ekspektasi pelaku pasar terhadap stimulus usai Presiden Terpilih Joe Biden memilih Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Selasa (24/11/2020), indeks acuan S&P 500 dibuka menguat 0,60 persen pada pukul 21.38 WIB.

Indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite yang dibuka lebih dulu juga terpantau naik masing-masing 1,05 persen dan 0,11 persen pada pukul 21.55 WIB.

Indeks S&P 500 dan Russell 2000 yang berisi saham dengan kapitalisasi kecil dan menengah melampaui kenaikan indeks Nasdaq yang sarat emiten teknologi.

Pasar saham secara global telah mulai menggeliat setelah General Services Administration menerapkan Joe Biden sebagai presiden terpilih sehingga mengakhiri ketidakpastian hasil pilpres AS. Tim transisi kini tengah bekerja dan mendapat anggaran US$6 juta.

Pelaku pasar juga mendukung pencalonan mantan Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen untuk memimpin Kementerian Keuangan.

"Pasar menyukai kepastian dan langkah Trump dalam semalam menghilangkan ambiguitas atas suksesi presiden," tulis Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda Asia Pacific Pte, dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari Bloomberg.

Pemerintah Biden diharapkan lebih aktif terlibat dalam perdagangan global dan meningkatkan hubungan dengan China. Hal yang berkebalikan dilakukan oleh Donald Trump selama menjadi Presiden AS.

Wall Street juga melihat kemungkinan penunjukan Yellen sebagai alasan untuk mengandalkan lebih banyak stimulus ekonomi.

Yellen baru-baru ini mengatakan pemulihan tidak akan merata dan tidak berdampak signifikan jika Kongres tidak mengeluarkan lebih banyak uang untuk memerangi pengangguran dan menjaga bisnis kecil tetap bertahan.

Dow Jones Cetak Rekor Lagi, Bursa Asia Ikutan 'Pesta Pora'

 Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Selasa (24/11/2020), mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup cerah bergairah pada Selasa (24/11/2020) waktu setempat, setelah transisi Presiden terpilih AS Joe Biden yang mulus

Tercatat indeks Nikkei di Jepang dibuka melesat 1,14%, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,87%, Shanghai Composite China tumbuh 0,43% Straits Times Index (STI) di Singapura yang naik 0,48% dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,75%.

Beralih ke barat, bursa saham Wall Street ditutup menggembirakan pada perdagangan Selasa (24/11/2020) waktu setempat, setelah transisi Presiden terpilih AS Joe Biden yang mulus ditambah lagi pengumuman vaksin Astrazeneca yang memiliki keampuhan di atas 90%, menyusul Pfizer dan Moderna.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak di atas 30.000 poin untuk pertama kalinya ketika Wall Street mencapai rekor baru dan berakhir meroket 1,5% di level 30.046,24

Sementara itu S&P 500 juga ditutup menguat 1,62% ke level 3.635,41. Nasdaq Composite Index juga menguat 1.3% ke level 12,036.79.

Melansir AFP, investor merasa lebih yakin bahwa AS dapat menghindari krisis konstitusional selama transisi kekuasaan. Presiden Donald Trump yang masih belum mengakui kekalahannya dalam Pilpres 3 November secara resmi mengizinkan transisi, Senin (23/11/2020).

Ini membuka pintu bagi Biden untuk memiliki akses ke dana, ruang kantor, dan kemampuan untuk bertemu dengan pejabat federal. Biden pun telah memperkenalkan beberapa nama kabinet kemarin.

Selain itu investor juga 'happy' oleh pengumuman vaksin virus corona yang optimis oleh perusahaan obat-obatan Inggris AstraZeneca dan Universitas Oxford. Termasuk berita bahwa Biden akan menunjuk mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS.

"Yellen adalah wajah yang dikenal dan dihormati di kancah internasional," kata sebuah catatan dari High Frequency Economics, menambahkan bahwa mantan ketua Fed tidak dikenal sebagai kritikus garis keras Wall Street.

Joe Biden Kenalkan Kabinet: Amerika Telah Kembali

Presiden terpilih Joe Biden memperkenalkan tim kebijakan keamanan nasionalnya yang terdiri dari sejumlah diplomat dan pembuat kebijakan luar negeri veteran Pemerintahan Barrack Obama.

Rinciannya, tim itu beranggotakan Menteri Luar Negeri, Penasihat Keamanan Nasional, Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kepala CIA, Duta Besar AS untuk PBB, dan Utusan Khusus Bidang Perubahan Iklim.

Hal itu diumumkannya dalam sebuah acara di kampung halamannya di Wilmington, Delaware, AS, Selasa (24/11) waktu setempat, dikutip dari AFP. Para anggota tim kabinet pun tampak berdiri di belakang Biden dengan mengenakan masker.

"Amerika telah kembali, siap untuk memimpin dunia," cetus Biden.

"Ini adalah tim yang akan menjaga negara kita dan rakyat kita tetap aman dan terlindungi," ujar Biden, "Ini adalah tim yang mencerminkan fakta bahwa Amerika telah kembali, siap untuk memimpin dunia, bukan malah mundur."

Biden mengatakan bahwa setelah dia dilantik pada 20 Januari 2021 dan Donald Trump meninggalkan Gedung Putih, Amerika Serikat akan "sekali lagi duduk di depan meja, siap menghadapi musuh kita dan tidak menolak sekutu kita."

"Para abdi negara ini akan memulihkan kepemimpinan global dan kepemimpinan moral Amerika," kata dia, yang juga merupakan mantan Wakil Presiden itu, sambil menyinggung kebijakan 'America First' Presiden Trump yang enggan menggandeng sekutu.

Di tempat yang sama, Antony Blinken, pilihan Biden sebagai Menteri Luar Negeri, mengatakan Amerika Serikat tidak dapat menyelesaikan masalah global sendiri.

"Kami perlu bekerja dengan negara lain," kata mantan pejabat Departemen Luar Negeri itu. "Kami membutuhkan kerja sama mereka. Kami membutuhkan kemitraan mereka," imbuh dia.

Linda Thomas-Greenfield, pilihan Biden sebagai Duta Besar AS untuk PBB, menggemakan sentimen multilateralisme.

"Amerika telah kembali. Multilateralisme telah kembali. Diplomasi telah kembali," kata Thomas-Greenfield, yang merupakan diplomat karier berpengalaman.

"Tantangan yang kita hadapi - pandemi global, ekonomi global, krisis perubahan iklim global, migrasi massal dan kemiskinan ekstrem, keadilan sosial - tak henti-hentinya dan saling berhubungan, tetapi itu bukannya tidak dapat diselesaikan jika Amerika memimpin," klaimnya.

Mantan menteri luar negeri John Kerry, yang dipilih Biden sebagai Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim, mengonfirmasi bahwa pemerintahan baru akan membawa AS kembali ke dalam kesepakatan iklim Paris yang ditarik Trump pada 2015.

Selain nama-nama di atas, ada pula Alejandro Mayorkas, kelahiran Kuba, yang ditunjuk untuk mengepalai Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang kebijakan pembatasan imigrasi yang ketat di bawah Trump sering menjadi sumber kontroversi.

Avril Haines dinominasikan menjadi Direktur Intelijen Nasional, yang menjadikannya wanita pertama yang memegang jabatan itu, sedangkan Jake Sullivan ditunjuk sebagai Penasihat Keamanan Nasional.

Mantan ketua Federal Reserve Janet Yellen diharapkan diangkat menjadi Menteri Keuangan, wanita pertama yang memegang jabatan itu.

Pernyataan Biden datang tak lama setelah Trump mengalami kemunduran dalam upayanya untuk membatalkan hasil Pilpres Amerika lewat klaim kecurangan pemilu yang tidak berdasar.

Cabut Lockdown 15 Desember, Prancis Berlakukan Jam Malam

Prancis bertujuan untuk mencabut lockdown nasional, pada 15 Desember, di saat kasus Covid-19 masih mengalami lonjakan.

Dalam pidatonya di televisi, Presiden Emmanuel Macron mengatakan beberapa pembatasan akan tetap diberlakukan untuk menghindari peningkatan kembali kasus Covid-19 sambil membuka opsi penerapan kembali lockdown.

"Kami telah memperlambat penyebaran virus," kata Macron, Selasa (23/11) waktu setempat, dikutip dari AFP, "tetapi virus itu masih sangat banyak".

Macron mengaku mengganti lockdown, yang diberlakukan sejak akhir Oktober, dengan jam malam di seluruh negeri. Yakni, pelarangan aktivitas dari pukul 21.00 hingga 07.00 mulai 15 Desember, kecuali pada malam Natal dan malam Tahun Baru.

"Kami akan dapat melakukan perjalanan tanpa izin, termasuk antar daerah, dan menghabiskan Natal bersama keluarga kami," kata Macron.

"Orang Prancis harus, bagaimanapun, menghindari "perjalanan yang tidak berguna", sambungnya.

Usai pencabutan lockdown ini, Macron mengizinkan sejumlah fasilitas kembali buka. Di antaranya, bioskop, teater, dan museum akan diizinkan buka kembali pada 15 Desember.

Namun, restoran, serta sekolah menengah, masih harus menunggu hingga 20 Januari dengan syarat kasus harian Covid-19 turun di bawah 5.000. Macron juga tidak memberikan tanggal target untuk pembukaan kembali bar, kafe, atau klub malam.

Selain itu, dia belum mengizinkan 350 resor ski Prancis tidak akan diizinkan untuk dibuka kembali pada musim liburan akhir tahun. Macron merencanakan pembukaan kembali resor pada Januari, "dalam kondisi yang menguntungkan".

Sebelum lockdown itu dicabutpun, Macron juga sudah mulai mengizinkan warga bergerak bebas dalam radius 20 kilometer (12,4 mil) di sekitar rumah hingga tiga jam sehari, mulai Sabtu (28/11). Saat ini, radius bepergian yang diizinkan hanya 1 kilometer dari rumah selama satu jam.

Tak ketinggalan, Presiden Prancis mengizinkan acara keagamaan mulai akhir pekan ini, dengan pembatasan maksimal 30 orang peserta.

Untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 pasca-pencabutan lockdown, ia mengaku akan berupaya keras menerapkan protokol kesehatan.

"Jika kami tidak menginginkan lockdown ketiga, kami harus meningkatkan usaha kami [mencegah Covid-19]," kata Macron.

Caranya, lanjut dia, dengan melindungi kelompok yang paling rentan dan mengenakan masker. "Termasuk saat kami bersama teman atau kerabat yang tidak tinggal bersama," sambung dia.

Hanya beberapa saat sebelum pidato Presiden Macron, Badan Kesehatan Prancis melaporkan 458 kematian akibat Virus Corona selama 24 jam terakhir. Sehingga total angka kematian akibat Covid-19 menjadi 50.237 kasus.

Meski demikian, menurut otoritas kesehatan Prancis, gelombang kedua Covid-19 mencapai puncaknya pekan lalu, dengan jumlah kasus infeksi baru maupun angka pasien perawatan intensif baru menurun. Selain itu, angka kematian disebut telah stabil.

Tiga Warga Hong Kong Didakwa atas UU Keamanan Disahkan China

Seorang pria Hong Kong, Ma Chun-man (30), menjadi orang ketiga yang dituntut berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang baru disahkan China.

Dia diseret dari pengadilan sambil meneriakkan slogan-slogan demokrasi dan ditahan pada Selasa (24/11).

Penahanan pria itu adalah ilustrasi gamblang tentang bagaimana UU baru yang diberlakukan Beijing pada musim panas ini, telah menciptakan konsekuensi berat bagi orang-orang yang dituduh melanggar aturan.

Menurut reporter AFP di pengadilan, Ma ditarik oleh polisi saat dia berteriak "Sebarkan beritanya, demokrasi dipupuk dengan darah dan keringat" setelah ia dituduh atas tuduhan "menghasut pemisahan diri".

Jaksa penuntut mengatakan Ma ditangkap tujuh kali oleh polisi antara 15 Agustus dan 22 November, dia meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan kemerdekaan Hong Kong dari China.

Pengacara mengatakan Ma adalah seorang sopir pengiriman makanan yang kehilangan pekerjaan pada bulan lalu dan tinggal di rumah bersama orangtua dan saudara laki-lakinya. Permintaan jaminan mereka ditolak dan Ma ditahan sampai sidang berikutnya pada Februari tahun depan.

Dilansir AFP, Beijing memberlakukan UU keamanan baru pada akhir Juni yang menargetkan empat kejahatan baru, meliputi pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing.

UU tersebut juga memberi China yurisdiksi atas kejahatan serius khusus dan memberdayakan agen keamanan Tiongkok untuk beroperasi secara terbuka di Hong Kong untuk pertama kalinya.

Beijing mengatakan langkah itu diambil karena pihaknya perlu mengembalikan stabilitas setelah aksi demokrasi besar tahun lalu sering kali disertai dengan kekerasan.

Di bawah UU baru ini, lebih dari 30 orang telah ditangkap termasuk politisi oposisi dan taipan media dengan berbagai penyelidikan yang sedang berlangsung.

Namun, Ma adalah orang ketiga yang akan dituntut. Sementara orang pertama adalah seorang pria yang diduga mengendarai sepeda motornya ke polisi sambil mengibarkan bendera pro-kemerdekaan, ia sekarang dituduh melakukan terorisme dan pemisahan diri.

Orang kedua adalah Tony Chung (19), mantan aktivis kemerdekaan yang dituduh memisahkan diri diduga atas komentarnya di media sosial.

Musim Dingin, China Pasok Tentara di Himalaya Alat Canggih

Tentara China yang ditempatkan di pos terdepan Himalaya menerima pasokan penting untuk menghadapi musim dingin ekstrem di tengah konfrontasi perbatasan dengan India.

Media pemerintah China, CCTV, pada Minggu (22/11) melaporkan truk-truk yang membawa pasokan itu telah melakukan perjalanan di sepanjang rute pegunungan yang berbahaya untuk mengirimkan barang-barang penting ke pos-pos terdepan di sepanjang Himalaya.

Perjalanan yang memakan waktu selama sepekan tersebut dimaksudkan untuk membantu tentara garnisun menyimpan cukup persediaan dan jatah untuk bertahan hidup selama musim semi.

"Berkat usaha mereka, tentara perbatasan akan menikmati musim dingin yang hangat," kata laporan itu.

Dilansir South China Morning Post, Senin (23/11), tim pemasok melalui Jalan Raya Nasional G318, yakni jalan sepanjang 2.100 kilometer yang menghubungkan ibu kota Tibet, Lhasa, dan ibu kota provinsi tetangga Sichuan, Chengdu, rute utama yang menghubungkan Tibet ke China bagian dalam.

Iring-iringan mobil Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melakukan perjalanan dari dasar Cekungan Sichuan di ketinggian 500 meter ke Dataran Tinggi Tibet dan ketinggian rata-rata lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.

Mereka melewati Pegunungan Hengduan yang berbatu, salah satu pegunungan yang paling tidak stabil secara geologis. Meskipun tingkat oksigen turun dengan cepat, sering terjadi tanah longsor, dan jalanan rusak, tapi korps transportasi berhasil menyelesaikan misi tanpa kecelakaan besar.

Sejak awal Mei, angkatan bersenjata China dan India menghadapi kebuntuan terburuk dalam beberapa dekade di wilayah sengketa. Baik China maupun India telah memperkuat pasukan perbatasan mereka dan telah mengerahkan pasukan tambahan.

Saat musim dingin tiba, konfrontasi ini telah berubah menjadi permainan bertahan hidup yang sulit karena pasukan harus melewati musim dingin dengan suhu -30 derajat Celcius di dataran tinggi.

PLA pun segera mengembangkan dan mendistribusikan perlengkapan musim dingin Tipe 20 yang mencakup sepatu bot kulit domba, kantung tidur bulu-bulu angsa, atasan dan bawahan berlapis kapas, mantel panjang dan kamuflase salju.

Selain itu, persediaan rompi pintar pemanas otomatis yang terbuat dari graphene telah dibeli untuk pasukan tersebut.

PLA juga membangun perumahan permanen dengan tenaga surya dan perangkat termal serta menggali lebih dari selusin sumur dalam untuk menjamin pasokan air yang stabil di sepanjang perbatasan.

China juga telah mengerahkan drone ke garis depan untuk mendukung misi luar ruangan musim dingin, seperti pengiriman pasokan dan patroli perbatasan, pengawasan, dan pengintaian bersenjata.

 

Elon Musk Geser Bill Gates Sebagai Orang Terkaya Kedua Dunia

Pengusaha teknologi Elon Musk telah mengungguli pendiri Microsoft, Bill Gates, menjadi orang terkaya kedua di dunia setelah kekayaan pribadinya melonjak drastis. Kekayaan bersih Musk melonjak 7,2 miliar dolar AS menjadi 128 miliar dolar AS setelah saham di perusahaan mobilnya Tesla melonjak.

Hanya pendiri Amazon Jeff Bezos yang lebih kaya dari Musk, menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Hal ini terjadi setelah Tesla ditambahkan ke S&P 500, salah satu indeks saham utama di AS. Berita itu mendorong saham pembuat mobil listrik itu naik 34 persen pada hari Selasa (24/11), meningkatkan nilai kepemilikan Musk dalam bisnis tersebut.

Tesla sudah menjadi perusahaan mobil paling berharga di dunia, meskipun memproduksi sebagian kecil kendaraan dibandingkan para pesaingnya seperti Toyota, VW, dan General Motors.

Pada Selasa (24/11), dalam pidatonya di Jerman, Musk mengatakan mungkin masuk akal bagi Tesla untuk berkembang di Eropa dengan memasuki segmen pasar massal dengan mobil kecil. "Di AS, mobil cenderung lebih besar karena alasan selera pribadi. Di Eropa, (mobil) cenderung lebih kecil," Kata Musk dilansir di BBC, Rabu (25/11).

Dan setelah bertahun-tahun mengalami kerugian, Tesla telah memperoleh keuntungan lima kuartal berturut-turut karena penjualan mobilnya berkinerja baik meskipun ada pandemi. Perusahaan yang berbasis di Kalifornia ini akan menjadi peserta baru terbesar di S&P 500, dengan nilai pasar lebih dari 500 miliar dolar AS.

Ini berarti dana investasi yang melacak indeks akan secara otomatis menahan sahamnya dan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga sahamnya, berita yang membuat investor bersemangat.

Bill Gates, yang mendirikan Microsoft, adalah orang terkaya di dunia selama bertahun-tahun sebelum Bezos menjatuhkannya dari posisi teratas pada tahun 2017. Kekayaan Gates bernilai 127,7 miliar dolar AS, tetapi akan lebih tinggi jika dia tidak menyumbangkan sejumlah besar uang untuk amal selama beberapa dekade.

Kekayaan bersih Jeff Bezos diperkirakan mencapai 182 miliar poundsterling menurut Indeks Miliarder Bloomberg.  Dia juga telah melihat kekayaan pribadinya meningkat tahun ini karena permintaan untuk layanan Amazon naik dalam pandemi.

Musk, yang secara teratur mengadili kontroversi, mengalami beberapa minggu terakhir yang penting. Akhir pekan lalu dia mencuit bahwa dia 'kemungkinan besar' memiliki kasus Covid-19 sedang dan memiliki gejala 'flu ringan'.

Itu terjadi sehari sebelum empat astronot diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan roket yang dibuat oleh SpaceX milik Musk

Corona, Pendapatan Maskapai Dunia Diproyeksi Anjlok 60 Persen

Pendapatan maskapai penerbangan diproyeksi bakal anjlok 60 persen akibat pandemi virus corona yang mengancam kelangsungan industri.

Dikutip dari AFP, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkap krisis corona akan mencatat sejarah sebagai tahun terburuk.

"Krisis covid-19 mengancam kelangsungan industri transportasi udara. 2020 kemungkinan besar akan tercatat dalam sejarah sebagai tahun terburuk yang pernah ada," kata IATA, Selasa (24/11).

Asosiasi menambahkan bahwa maskapai penerbangan telah memangkas biaya sebesar US$1 miliar per hari. Sebagian besar maskapai menghentikan armada dan mengurangi pekerjaan.

Walau memangkas berbagai biaya, maskapai tetap mengalami kerugian besar yang diklaim belum pernah terjadi sebelumnya. IATA memperkirakan pendapatan tahun ini turun sekitar US$328 miliar dari 290 maskapai penerbangan.

Industri kemungkinan akan mencatat kerugian bersih sebesar US$118,5 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dari perkiraan pada Juni lalu sekitar US$84,3 miliar.

Asosiasi meramal tahun depan situasinya akan membaik, namun masih ada maskapai yang terkena kerugian. Kerugian gabungan diperkirakan mencapai US$38,7 miliar. Jumlah ini juga lebih buruk dari perkiraan sebelumnya sebesar US$15,8 miliar.

"Krisis ini sangat menghancurkan dan tak tertahankan," kata Direktur Jenderal IATA Alexandre de Juniac.

Juniac mengungkap pembatasan harus dibuka kembali sehingga penumpang dapat naik pesawat lagi.

"Perusahaan harus terus menarik cadangan mereka setidaknya hingga kuartal keempat 2021," tambahnya.

Paus Fransiskus Sebut Etnis Uighur sebagai Orang Teraniaya

Paus Fransiskus untuk pertama kalinya secara terbuka menyebut etnis minoritas Uighur masuk dalam daftar orang-orang yang teraniaya di dunia.

Komentar tersebut memecah kebungkamannya atas tindak pelanggaran hak asasi manusia yang meluas di wilayah Xinjiang barat, China.

"Saya sering berpikir tentang orang-orang yang teraniaya: Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi -apa yang ISIS lakukan kepada mereka benar-benar kejam- atau orang Kristen di Mesir dan Pakistan dibunuh oleh bom yang meledak saat mereka berdoa di gereja," kata Paus dalam buku terbarunya, "Let Us Dream: The Path to A Better Future" yang diterbitkan pada Senin (23/11).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan sebanyak dua juta orang Uighur, yang sebagian besar Muslim, dan kelompok minoritas lainnya telah dibawa ke pusat-pusat penahanan besar di Xinjiang. Para tahanan di sana digambarkan mengalami indoktrinasi, pelecehan fisik, dan sterilisasi.

Tapi Beijing menegaskan kamp-kamp itu adalah pusat pelatihan kejuruan yang dibangun untuk mengatasi ancaman ekstremisme agama dan menyangkal tuduhan pelanggaran HAM yang meluas di Xinjiang.

Dilansir CNN, Paus tidak merinci lebih lanjut tentang masalah yang berkaitan dengan Uighur dalam bukunya, tapi dia buka suara mengenai kelompok teraniaya lainnya seperti Rohingya secara lebih rinci.

Buku tersebut merupakan refleksi luas tentang visi Paus Fransiskus mengenai dunia pasca virus corona, ditulis bersama penulis biografi kepausan Austen Ivereigh selama musim panas 2020.

Dalam jumpa pers pada Selasa (24/11), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan ucapan Paus Fransiskus mengenai Uighur yang masuk dalam daftar orang-orang teraniaya adalah "sama sekali tidak berdasar".

"Ada 56 kelompok etnis di China, dan kelompok etnis Uighur adalah anggota yang setara dengan keluarga besar bangsa China. Pemerintah China selalu memperlakukan (semua) kelompok minoritas secara setara dan melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah," ujarnya.

Baru-baru ini, Vatikan memperpanjang perjanjian kontroversial dengan Beijing atas pengangkatan uskup di daratan China.

Beijing sudah sejak lama bersikeras untuk membuat keputusan akhir tentang semua pengangkatan uskup di China, tapi perjanjian 2018 mengakhiri ketegangan antara kedua belah pihak selama puluhan tahun yang memutuskan hubungan diplomatik formal pada 1951.

Detail perjanjian tersebut tidak pernah dipublikasikan dan menuai kritik oleh beberapa orang, termasuk Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Biden Janji Perkuat Aliansi AS di Asia-Pasifik Sambil Hindari Perang

 Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pemerintahannya di masa depan akan membangun kembali moral Departemen Luar Negeri Amerika. Dia berjanji untuk memperkuat aliansi Amerika di wilayah Asia-Pasifik sambil menghindari keterlibatan dalam perang baru.

Berbicara dari kampung halamannya di Wilmington, Delaware, Biden mengatakan tim keamanannya "siap untuk memimpin dunia".

Biden sebelumnya mulai mengumumkan beberapa kandidat untuk mengisi posisi kunci kabinet. Dia berjanji bahwa penasihat lama; Antony Blinken, yang dia pilih untuk menjadi Menteri Luar Negeri, akan mengembalikan "kepercayaan" ke departemen yang saat ini dijalankan oleh mantan direktur CIA Mike Pompeo.

"Dia salah satu yang lebih siap untuk pekerjaan ini," kata Biden saat membicarakan sosok Blinken. "Tidak ada yang lebih siap dalam pandangan saya...Dia akan membangun kembali semangat dan kepercayaan pada Departemen Luar Negeri tempat kariernya di pemerintahan dimulai...Tony siap pada hari pertama," paparnya.

"Tim di belakang saya ini mewujudkan keyakinan inti saya bahwa Amerika adalah yang terkuat saat bekerja dengan sekutunya," katanya. "Secara kolektif tim ini telah mengamankan beberapa pencapaian keamanan nasional dan diplomatik paling menentukan dalam ingatan baru-baru ini, yang dimungkinkan melalui pengalaman puluhan tahun bekerja dengan mitra kami," imbuh Biden.

"Begitulah cara kami benar-benar menjaga keamanan Amerika tanpa terlibat dalam konflik militer yang tidak perlu," paparnya, seperti dikutip Sputniknews, Rabu (25/11/2020).

Komentarnya muncul setelah sekelompok negara Asia menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), blok perdagangan 15 negara yang terutama mencakup China tetapi tidak termasuk Amerika Serikat. Banyak negara yang merupakan sekutu AS, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Australia, serta negara-negara yang berusaha dipengaruhi Washington dari pengaruh China, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Filipina.

Biden mengatakan dia tidak berniat untuk memperkuat pembatasan perdagangan yang diberlakukan di China oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Namun, dalam komentar yang sama, dia mengulangi logika yang sama yang digunakan Trump untuk meningkatkan upayanya guna menghentikan ekspansi politik dan ekonomi China.