• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Jum’at,  20  November  2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Jum’at,  20  November  2020 )

Stimulus AS Dibahas Lagi, Wall Street Akhirnya Happy Ending

Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street merangkak naik pada penutupan perdagangan Kamis (19/11/2020) setelah dua hari berturut-turut ditutup dengan suram. Kenaikan ini didukung oleh rasa optimisme dalam pembicaraan dana stimulus.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 44.81 poin atau 0.15% menjadi 29,483.23. S&P 500 juga naik dengan 14.08 poin atau 0.39% menjadi 3,581.87, dengan NASDAQ Composite naik 103.11 poin atau 0.87% menjadi 11,904.71.

Para anggota parlemen AS bertemu untuk membahas kembali pengesahan rancangan undang-undang (RUU) pengeluaran setelah berbulan-bulan membicarakan paket untuk mendukung ekonomi AS yang dilanda pandemi virus corona.

Pembicaraan stimulus rupanya membantu mengalihkan perhatian dari penambahan lebih dari 170.000 kasus Covid-19 baru di AS, menurut data Universitas Johns Hopkins. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga mendesak orang Amerika agar tidak bepergian untuk liburan Thanksgiving minggu depan karena kasus yang kian memburuk.

Beberapa negara bagian mulai memberlakukan kembali pembatasan, tetapi "Kelelahan akibat Covid" dan perlawanan publik membuat aturan lockdown yang ekstrim tidak mungkin terjadi, kata ekonom Joel Naroff.

"Kami tidak akan menghadapi hal seperti yang terjadi di musim semi," kata Naroff dalam sebuah catatan, dikutip dari AFP.

"Meski demikian, langkah-langkah untuk mengurangi kasus virus, rawat inap dan kematian cenderung menyebabkan pekerja di-PHK, klaim pengangguran meningkat dan pengangguran jangka panjang, yang sudah meningkat, meningkat lebih cepat."

Di antara perusahaan individu, Macy's naik 0.19 poin atau 2.11% menjadi 9.18 karena pengecer melaporkan kerugian yang lebih kecil dari perkiraan. Tetapi penjualan yang sebanding turun 21% karena Covid-19 terus menurunkan kinerja perusahaan.

Sementara General Motors naik 0.10 poin atau 0.23% menjadi 42.82 setelah mengumumkan akan meningkatkan investasi dalam teknologi kendaraan listrik dan otonom sebesar US$ 7 miliar hingga pertengahan dekade. Mereka mempercepat perlombaan teknologi dengan Tesla dan pembuat mobil lainnya.

Wall Street yang Menguat, Bursa Asia Dibuka Campur Aduk

Bursa saham Asia dibuka mixed, mayoritas melemah pada perdagangan Jumat (20/11/2020), di tengah penguatan kembali bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street akibat kabar positif terkait kelanjutan pembahasan stimulus AS.

Hanya dua indeks yang hari ini dibuka di zona hijau, yakni indeks Hang Seng di Hong Kong yang dibuka menguat 0,19% dan Straits Times Index (STI) Singapura yang naik tipis 0,08%.

Sedangkan sisanya dibuka di zona merah, yaitu indeks Nikkei di Jepang yang dibuka terkoreksi 0,53%, KOSPI Korea Selatan yang melemah 0,11% dan Shanghai Composite China yang turun 0,1%.

Beralih ke barat, Bursa saham Amerika Serikat (AS) berayun ke jalur hijau pada penutupan perdagangan Kamis (19/11/2020), seiring kabar positif yang datang terkait kelanjutan pembahasan stimulus AS dan

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 44,8 poin atau 0,2% ke 29.483,23 sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,4% ke 3.581,87, sementara Nasdaq tumbuh 0,9% menjadi 11.904,71.

Kabar positif tambahan muncul dari Senat, di mana iompinan majelis rendah Chuck Schumer (senator dar Partai Demokrat) dan pimpinan majelis tinggi Mitch McConnell dari partai Republk menyatakan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan stimulus.

"Sembari menunggu kejelasan vaksin dan tambahan stimulus fiskal, investor benar-benar berupaya menginterpretasikan pengaruhnya dalam waktu dekat," tutur Michael Arone, Kepala Perencana Investasi State Street Global Advisors, kepada CNBC International.

Kabar positif lainnya datang dari vaksin virus Covid-19 besutan AstraZeneca dan University of Oxford yang dinyatakan aman dan memicu antibodi bagi orang dewasa.

Laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa rerata harian infeksi baru Covid-19 d AS pada Rabu mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161.165, atau melesat 26% dalam sepekan.

Sebanyak 11,5 juta warga AS terkonfirmasi Covid-19, sehingga mendorong pengetatan aktivitas masyarakat di beberapa wilayah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) AS menyerukan pembatalan rencana perayaan Thanksgiving.

Pada Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan sekolah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Covid-19 jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

Sejauh ini pandemi Covid-19 masih menekan perekonomian, sehingga Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 742.000 warganya mengajukan klaim tunjangan pengangguran sepekan lalu, atau lebih buruk dari konsensus analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000.

Sementara itu, di kawasan Asia, data ekonomi yang telah dirilis pagi hari ini adalah data inflasi Jepang periode Oktober 2020, data Purchasing Manager' Index (PMI) Jepang versi Jibun Bank periode November 2020, dan indeks harga produsen (producer price index/PPI) Korea Selatan (Korsel) periode Oktober 2020.

Berdasarkan data dari Trading Economics, inflasi Jepang periode Oktober 2020 secara tahunan (year-on-year/YoY) turun menjadi -0,4% dari periode yang sama tahun 2019 di angka 0%.

Sedangkan inflasi bulanan (month-on-month/MoM) Jepang masih tetap sama dari sebelumnya pada September 2020, yakni di -0,1%. Adapun inflasi inti Jepang (YoY) naik menjadi -0,7%.

Selain inflasi Negeri Sakura, data ekonomi lainnya adalah PPI Korsel. Tercatat PPI Negara Gingseng tersebut tumbuh -0,6% pada Oktober 2020 (YoY), sedangkan secara bulanan (MoM), PPI Korsel tumbuh negatif 0,5% pada Oktober 2020.

Lockdown Dikhawatirkan Kian Marak, Wall Street Dibuka Merah

 Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka terpelanting ke zona merah pada perdagangan Kamis (19/11/2020), menyusul data pengangguran yang buruk di tengah kenaikan kasus Covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 99,5 poin (-0,3%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 25 menit kemudian menipis menjadi 9,8 poin (-0,03%) ke 29.428,63 sedangkan indeks S&P 500 drop 1,5 poin (-0,04%) ke 3.566,32. Namun, Nasdaq naik 25,5 poin (+0,22%) ke 11.827,12 setelah sempat dibuka merah.

Indeks saham sektor utilitas dan keuangan menjadi yang berkinerja terburuk dengan anjlok masing-masing sebesar 0,9% dan 0,8%.

Jika berlanjut hingga penutupan, koreksi ini bakal memperpanjang perjalanan Wall Street d jalur merah setelah kemarin indeks Dow Jones anjlok 345 poin, atau -1,2%, di penutupan. Indeks S&P 500 drop 1,2%, sedangkan Nasdaq tersuruk 0,8%.

Kabar positif Pfizer seolah tak berarti. Sebelumnya, perusahaan farmasi AS ini mengumumkan bahwa analisis final menunjukkan bahwa vaksinnya memiliki tingkat efektivitas 95% dan perseroan berencana mengajukan izin edar beberapa hari ke depan.

Laporan riset AstraZeneca dan University of Oxford hari ini juga menunjukkan bahwa vaksin corona besutan mereka masih aman dan memicu antibodi di tubuh orang dewasa. Namun, studi yang dipublikasikan di jurnal The Lancet tersebut gagal mendorong sentimen pasar.

Laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa AS mencatatkan rerata harian infeksi baru Covid-19 pada Rabu kembali mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161.165, atau melesat 26% dalam sepekan.

"Kabar buruk Covid terkait kenaikan karantina wilayah [terutama di New York dan Los Angeles] mulai menutup optimisme vaksin, dan itu memperberat saham," tutur Tom Essaye, pendiri The Seven Report, sebagaimana dikutip CNBC International.

Saat ini, lanjut dia, ada risiko restriksi ekonomi terbesar sejak musim panas, sehingga bakal menekan perekonomian dan kinerja emiten. Sebanyak 11,5 juta warga AS terkonfirmasi positif, sehingga mendorong kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi dan sosial di beberapa wilayah.

Pada Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan sekolah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

Sentimen buruk juga datang dari Departemen Tenaga Kerja AS yang melaporkan bahwa ada 742.000 warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran sepekan lalu, atau lebih buruk dari konsensus analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000.

Turki Naikkan Suku Bunga

Bank sentral Turki (Türkiye Cumhuriyet Merkez Bankası/TCMB) secara agresif menaikkan suku bunga sebesar 475 basis poin menjadi 15% pada Kamis (19/11/2020).

Kenaikan ini memenuhi ekspektasi yang tinggi setelah Presiden Recep Tayyip Erdoğan melantik gubernur baru dan menjanjikan pendekatan ekonomi yang lebih ramah pasar.

Mata uang lira menguat hampir 1% setelah komite kebijakan TCMB mengatakan langkah pengetatan yang "transparan dan kuat" akan menurunkan inflasi dua digit, membalikkan tren dolarisasi yang berbahaya, dan membantunya membangun kembali cadangan devisa yang sudah habis.

"Pengetatan kebijakan moneter akan dipertahankan secara tegas sampai penurunan permanen inflasi tercapai," kata komite tersebut setelah pertemuan kebijakan, dikutip dari CNBC International.

Kenaikan suku bunga kali ini adalah yang paling tajam dalam lebih dari dua tahun. Tentu kenaikan dapat mendukung lira setelah serangkaian rekor terendah, meskipun juga dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari dampak virus corona.

Sebagai tanggapan, mata uang lira menguat menjadi 7,635 melawan dolar, dari sekitar 7,71 sebelumnya.

Bank menaikkan suku bunga repo satu minggu dari 10,25% sejak September. Tingkat tertinggi dalam kerangka kebijakannya ditetapkan pada 19,5%, naik dari 14,75%.

Lira rally sekitar 12% minggu lalu setelah Naci Agbal ditunjuk sebagai kepala baru bank sentral dan menteri keuangan, menantu Erdogan, tiba-tiba mengundurkan diri.

Erdogan telah lama menyalahkan tingkat suku bunga tinggi sebagai penyebab inflasi dan meminta pertanggungjawaban investor asing atas kesengsaraan ekonomi.

Tetapi setelah perombakan kejutan pekan lalu, dia mengatakan bahkan kebijakan "pahit" akan diterapkan. Ini sejalan dengan janji era baru stabilitas ekonomi yang menyambut investor asing di bawah kepemimpinan baru.

Sebanyak 21 ekonom dalam jajak pendapat Reuters mengharapkan kenaikan suku bunga dengan median pada 475 basis poin dan prediksi berkisar dari 200 hingga 575 poin.

Pertama Kali, China Rilis Surat Utang dengan Bunga Negatif

Pemerintah China menerbitkan surat utang (obligasi) dengan suku bunga negatif untuk pertama kalinya pada Rabu (18/11). Hal tersebut disampaikan Deutsche Bank (DB), salah satu bank yang membantu mengatur transaksi penerbitan obligasi tersebut.

Saat ini, China memang tengah memanfaatkan pesimisme pemulihan ekonomi negara-negara Barat dengan menjaga suku bunga mendekati rekor terendah untuk waktu yang lama.

Investor Eropa saat ini menghadapi suku bunga yang kian tergerus di Benua Biru. Kondisi itu membuat investor Eropa mengambil sebagian besar investasinya dan mengalihkannya ke China di mana ekonomi diramal masih positif tahun ini.

Penawaran terakhir yang masuk dari penjualan obligasi China tercatat sekitar €16 miliar atau (US$ 18,9 miliar) untuk obligasi senilai €4 miliar (US$ 4,7 miliar) yang ditawarkan, termasuk utang dengan tenor 5 tahun yang dihargai dengan imbal hasil minus 0,152 persen. China juga menjual obligasi bertenor 10 tahun dan 15 tahun dengan imbal hasil di bawah 1 persen.

Investor yang meminati surat utang tersebut termasuk bank sentral, dana kekayaan kedaulatan dan manajer aset global yang mencakup Eropa, Asia, dan Amerika Serikat. Menuurt Deutsche Bank, investor Eropa menyumbang 85 persen dari utang 15 tahun dan sekitar dua pertiga dari obligasi berjangka pendek.

"Ini menunjukkan investor masih kurang terekspos ke China dan pasti ada nilai kelangkaan yang dirasakan dalam obligasi ini," kata kepala pasar modal utang dalam negeri Deutsche Bank di China Sam Fischer, dikutip dari CNN Business, Jumat (20/11).

Seperti diketahui, investor Eropa memanfaatkan peluang untuk berinvestasi dalam instrumen surat utang dengan imbal hasil yang lebih tinggi daripada yang tersedia di Eropa, di mana bank sentral telah memangkas suku bunga ke rekor terendah dan memasukkan lebih dari satu triliun euro ke pasar keuangan untuk meredam pukulan dari pandemi.

Menurut Refinitiv, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor lima tahun berada di sekitar minus 0,75 persen pada Kamis (19/11). Penjualan obligasi juga menunjukkan bahwa investor menginginkan lebih banyak eksposur ke ekonomi China, yang pulih dari pandemi dengan kecepatan lebih cepat daripada Eropa dan Amerika Serikat, kata sumber perbankan.

"Penerbitan ini menunjukkan bahwa investor internasional sangat percaya pada rebound ekonomi China yang kuat dan perkembangan di masa depan meskipun pandemi global Covid-19 masih ada," kata David Yim, kepala pasar modal untuk China Raya dan Asia Utara di Standard Chartered Bank, dalam sebuah pernyataan.

Ekonomi China memang telah pulih dengan cepat, dengan produksi industri dan penjualan ritel meningkat kuat bulan lalu, usai mengalami kontraksi terdalam pada kuartal pertama tahun 2020. Sementara itu, pembatasan besar-besaran di Amerika Serikat dan Eropa untuk mengekang lonjakan kasus virus korona mengancam perekonomian mereka kembali ke resesi pada kuartal keempat.

Dalam pernyataan yang diunggah ke situsnya, Kementerian Keuangan China mengatakan bahwa penjualan obligasi mencerminkan "tekad dan kepercayaan" China untuk terbuka kepada dunia luar dan lebih berintegrasi dengan pasar modal internasional.

Menurut Allen & Overy yang memberi nasihat tentang penawaran tersebut, ini adalah penjualan utang internasional besar kedua China dalam beberapa bulan terakhir setelah mengumpulkan US$ 6 miliar pada Oktober lalu termasuk dari investor AS. Pada November lalu, negeri tirai bambu juga menjual obligasi dalam euro untuk pertama kalinya sejak 2004.

Pasar Ritel China Diproyeksi Tembus US$6 Triliun Tahun Ini

Pasar ritel China diproyeksi tembus US$6 triliun hingga akhir tahun nanti. Hal ini disampaikan Presiden China Xi Jinping mengutip proyeksi berbagai organisasi di dunia terhadap bisnis ritel Negeri Tirai Bambu.

Menurut Xi, proyeksi skala bisnis ritel yang besar tersebut karena adopsi paradigma perdagangan internasional ke sistem perekonomian China.

"Diproyeksikan, oleh banyak institusi internasional, bahwa pasar retail China akan mencapai ukuran US$6 triliun pada tahun ini," ujar Xi lewat video conference pada pembukaan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Kamis (19/11).

Lebih lanjut, Xi mengaku China tak mau menutup diri dari pasar global, melainkan membuka diri terhadap kerja sama yang memperkuat sirkulasi pasar domestik dan internasional.

Dia yakin perkembangan paradigma ini akan membantu China dalam mewujudkan potensi pasar raksasa yang dimilikinya. Sebagai gambaran, China memiliki populasi sebesar 1,4 miliar jiwa dengan PDB per kapita mencapai US$10 ribu.

Tak heran, Xi optimistis China mampu menjadi ekonomi terbesar dunia menggeser Amerika Serikat (AS). Dia juga bersumpah akan menjadikan negaranya sebagai pusat atau titik poros perdagangan bebas global.

Dia juga berjanji terbuka untuk berdagang dan melawan segala upaya yang dilakukan sejumlah pihak untuk memisahkan ekonomi China dengan dunia.

Di kesempatan sama, meski dihantam oleh pandemi covid-19, Xi menyebut importasi barang China telah kembali ke level normal atau setara dengan jumlah impor tahun lalu.

Perekonomian China mulai bergairah, dia membeberkan pada September lalu, Beijing berhasil memboyong 22 ribu perusahaan dari 148 negara dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) yang dihelat September lalu baik online maupun offline.

"Tak lama yang lalu, China International Import Expo berhasil digelar di Shanghai. Sebanyak 124 negara dan wilayah ikut berpartisipasi. Area pameran semakin diperluas, lebih banyak kerja sama diteken mencapai US$72,62 miliar," tutupnya.

Inggris Tambah Anggaran Militer, Bentuk Komando Antariksa

Pemerintah Inggris mengumumkan penambahan anggaran untuk memperkuat pertahanan di sejumlah bidang seperti siber, kecerdasan buatan (AI), dan akan mendirikan Pusat Komando Pertahanan Luar Angkasa.

Akan tetapi, pengumuman itu dilakukan di tengah-tengah situasi kemelut lonjakan kasus virus corona (Covid-19), lesunya perekonomian akibat dampak Covid-19 hingga menjelang perpisahan Inggris dengan Uni Eropa pada 1 Januari 2021.

Seperti dilansir CNN, Kamis (19/11), pengumuman penambahan anggaran pertahanan itu langsung disampaikan oleh Perdana Menteri Boris Johnson. Jumlah anggaran yang akan digelontorkan mencapai US$28 miliar atau sekitar Rp310 triliun.

"Saya mengambil keputusan ini di tengah pandemi karena pertahanan harus diutamakan," kata Johnson.

"Situasi dunia saat ini sangat berbahaya dan persaingan semakin ketat dari sejak era Perang Dingin, dan Inggris harus belajar dari sejarah dan terus mendukung para sekutu. Untuk mencapai hal itu, kami harus memutakhirkan kemampuan di segala bidang," ujar Johnson.

Menurut sumber CNN, mereka cukup terkejut dengan keputusan pemerintah Inggris menyetujui penambahan anggaran pertahanan. Sebab, hal itu selama ini menjadi perdebatan sengit apalagi di era pandemi dan lesunya situasi perekonomian.

Pemerintah Inggris menyatakan penambahan anggaran itu untuk menambah kemampuan pertahanan siber dan antariksa, serta peremajaan sejumlah alat utama sistem persenjataan.

"Untuk mendukung pengembangan, Perdana Menteri juga akan mengumumkan penambahan lembaga baru yang menangani kecerdasan buatan, pembentukan Pasukan Siber Nasional untuk melindungi rakyat kita dari marabahaya, dan lembaga 'Komando Antariksa', yang akan meluncurkan roket buatan dalam negeri yang pertama pada 2022," demikian isi pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris.

Menurut sumber, anggaran itu akan membuat angkatan bersenjata Inggris mengembangkan dan memperkuat pertahanan siber.

"Akan ada banyak perkembangan teknologi baru di ranah siber dan antariksa, tetapi hal ini akan membuat bisa mempertahankan pertahanan di darat, laut dan udara, dengan fokus utama di bidang kelautan," kata sumber itu.

Sumber itu menambahkan, dengan penambahan anggaran pertahanan ini, angkatan bersenjata Inggris bisa menambah sejumlah alutsista seperti kapal induk, fregat, rudal jelajah baru dan program nuklir.

Xi Jinping : Cina Pangkas Tarif, Dorong Impor Barang & Jasa Berkualitas Tinggi

Cina akan tetap memangkas tarif impor dan memperluas daftar barang impor dan jasa berkualitas tinggi, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan pada hari Kamis (19/11), sambil berjanji untuk mendorong reformasi dan mempromosikan model pertumbuhan yang digerakkan oleh inovasi.

"Kami selanjutnya akan mengurangi tarif dan biaya kelembagaan ..., dan memperluas impor produk dan layanan berkualitas tinggi dari semua negara," kata Xi dalam pidato utama yang disampaikan melalui video pada Dialog CEO APEC, menjelang pertemuan puncak virtual para pemimpin mengenai masa depan kerjasama internasional pada hari Jumat (20/11) besok menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (19/11).

Cina akan mengejar pertumbuhan berkualitas lebih tinggi melalui model pembangunan "sirkulasi ganda", yang didorong oleh inovasi teknologi, kata Xi.

Xi juga menyerukan koordinasi kebijakan yang lebih kuat di antara komunitas internasional dan mengatakan globalisasi "tidak dapat diubah" dan Cina tidak akan terlibat dalam "perpecahan".

"Pola perkembangan baru kami bukanlah sirkulasi tunggal domestik tertutup, tetapi sirkulasi ganda domestik dan internasional yang terbuka dan saling mempromosikan," kata Xi.

Strategi "sirkulasi ganda" memproyeksikan bahwa tahap pembangunan Cina selanjutnya akan bergantung terutama pada "sirkulasi domestik" atau siklus internal produksi, distribusi dan konsumsi, yang didukung oleh inovasi teknologi dalam negeri.

Xi juga mengatakan Cina akan menandatangani pakta perdagangan bebas dengan lebih banyak negara dan akan mempromosikan inisiatif kebijakannya.

AS, Kanada, Meksiko masih tutup perbatasan hingga Desember

Perbatasan darat Amerika Serikat dengan Kanada dan Meksiko diperkirakan akan tetap ditutup paling cepat hingga 21 Desember, kata para pejabat di Washington dan Ottawa kepada Reuters, Rabu (18/11).

Perpanjangan masa penutupan bagi perjalanan yang tidak penting itu diberlakukan di tengah peningkatan kasus COVID-19 di AS.

Kementerian Luar Negeri Meksiko pada Rabu malam di Twitter membenarkan adanya keputusan tersebut.
Pembatasan saat ini seharusnya berakhir pada Sabtu (21/11). Ketiga negara diharapkan menyetujui perpanjangan selama 30 hari lagi, kata para pejabat.

AS berada di posisi teratas dunia dalam kasus COVID-19 dan kematian, dan kasus infeksi meningkat di tiga negara tersebut.

Pembatasan pertama kali diberlakukan pada Maret dalam upaya untuk mengendalikan virus. Sejak itu, pembatasan diperpanjang per bulan.

"Setelah meninjau perkembangan penyebaran COVID-19 di kedua negara ... Meksiko mengusulkan kepada Amerika Serikat untuk memperpanjang satu bulan lagi pembatasan penyeberangan darat nonesensial di perbatasan bersama kedua negara," kata Kementerian Luar Negeri Meksiko.

Di Ottawa, sumber pemerintah Kanada mengatakan pembatasan perjalanan yang diberlakukan di perbatasan darat Kanada-AS akan tetap berlaku setidaknya selama satu bulan lagi.

Lembaga statistik Kanada sebelumnya mengatakan bahwa kunjungan warga AS ke Kanada dengan menggunakan kendaraan pada Agustus menyusut 95 persen dibandingkan Agustus 2019.

Eks Penasihat Trump Sebut Mantan Bosnya Punya 'Daftar Musuh'

 Mantan penasihat keamaman nasional Presiden Donald Trump, John Bolton, khawatir jika mantan bosnya itu akan kembali memecat pejabat. Bolton sendiri dipecat oleh Presiden Amerika Serikat (AS) itu pada bulan September 2019 lalu setelah berulang kali terlibat perselisihan terkait cara terbaik untuk menangani perubahan kebijakan luar negeri, sebagian besar berkaitan dengan Iran dan Korea Utara (Korut).
Bolton mengatakan akan lebih banyak "slip merah muda" yang dikeluarkan dalam beberapa bulan mendatang. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara Rabu dengan Washington Post sehubungan dengan pemecatan pejabat yang dilakukan oleh Trump baru-baru ini.
“Yang saya takuti adalah ada daftar musuh di Gedung Putih yang masih harus dipecat, dan masih banyak lagi yang akan datang,” kata Bolton.

 “Mungkin ada (daftar) di kepala Donald Trump. Saya ragu dia menuliskannya," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (19/11/2020).
Bolton juga menyebut Trump telah melakukan kesalahan yang buruk dengan memecat Direktur Keamanan Siber, Christopher Krebs.
Krebs diberi "slip merah jambu" pada hari Selasa, dengan Trump menjelaskan melalui Twitter bahwa pejabat keamanan dunia maya AS itu telah memberikan pernyataan sangat tidak akurat mengenai keamanan pemilihan presiden (pilpres) AS. Ia juga menuduh ada ketidakwajaran dan kecurangan besar-besaran. Sebelumnya pada hari itu, Krebs telah membantah klaim kecurangan dan mengatakan tidak ada bukti campur tangan pemilu.

“Sama sekali tidak ada pembenaran untuk memecat Krebs,” Bolton menekankan, juga mengatakan bahwa tidak ada pembenaran untuk memecat mantan Menteri Pertahanan AS Mark Esper.
“Tidak ada alasan untuk memenggal kepala tim keamanan nasional Anda dengan waktu kurang dari 10 minggu sebelum transisi. Itu mau tidak mau akan menimbulkan gangguan di instansi itu sendiri, apalagi kemampuan mereka untuk menyerahkan dengan lancar,” tambahnya.
Mengulangi pendiriannya, Bolton lebih lanjut berkomentar bahwa tuduhan Trump atas kecurangan pemilu menunjukkan bahwa sang presiden sedang hidup di "dunia fantasi."

“Bahwa ada konspirasi yang begitu luas dan sukses sehingga berjalan tanpa meninggalkan bukti apa pun, dan di bawah teori semacam itu, Anda dapat mengandaikan kejahatan selamanya,” katanya.
Analisis oleh kelompok penelitian Brookings Institution baru-baru ini menemukan bahwa tingkat perputaran di antara pejabat paling senior pemerintahan Trump kira-kira 91%. Pada 9 November, grup tersebut menghitung total ada 65 pengocokan pejabat pemerintah.

Sebelum pemilihan pada 3 November, Trump dan sekutunya berulang kali mempertanyakan keabsahan surat suara. Lewat Twitter, Trump kerap kali mendiskreditkan opsi pemungutan suara lewat pos dan mendesak pendukungnya untuk menyerahkan surat suara mereka secara langsung di tengah pandemi Covid-19.
Menyusul hasil yang diproyeksikan dari pemilihan presiden (pilpres) 2020, Trump melipatgandakan tudingannya dengan mengklaim bahwa telah terjadi kecurangan dan beberapa surat suara bahkan telah dibuang setelah ditandai sebagai dukungannya.
Dalam contoh lain, Trump mendorong klaim bahwa di Detroit, Michigan, surat suara diserahkan atas nama orang yang telah meninggal. Tuduhan serupa juga dijajakan tentang Georgia, di mana tim kampanye Trump mengklaim bahwa surat suara diajukan oleh seorang wanita bernama Deborah Jean Christiansen, yang mereka duga meninggal pada Mei 2019. Namun, itu tidak benar.

Dalam upaya lebih jauh untuk memperkuat klaim kecurangan dalam pilpres, kampanye Trump meluncurkan hotline kecurangan pilpres di mana orang Amerika dapat mengirimkan laporan tentang apa yang mereka anggap sebagai tindakan kecurangan. Dalam beberapa saat setelah aktivasi hotline, panggilan itu dibanjiri dengan panggilan iseng, sebuah langkah yang pada akhirnya membuatnya bertransisi ke forum online, menurut Business Insider.

Putin Prihatin Kematian akibat Covid di Rusia Terus Melonjak

Presiden Rusia Vladimir Putin menyuarakan keprihatinan atas melonjaknya angka kematian akibat virus corona di negaranya. Tetapi juga mengatakan wabah itu sudah terkendali, Rabu (18/11).


Rusia baru-baru ini mencatat peningkatan tajam dari infeksi baru Covid-19, tapi juga tak lagi menerapkan langkah-langkah ketat seperti beberapa negara di Eropa.
 
Dilansir AFP, pejabat kesehatan setempat melaporkan total 1,99 juta infeksi pada Rabu, angka itu menjadi beban kasus tertinggi kelima di dunia.
"Jumlah kasus baru meningkat dan yang paling mengkhawatirkan, angka kematian (juga) meningkat," kata Putin dalam pertemuan pemerintah yang disiarkan di televisi pemerintah.
 
Otoritas kesehatan setempat juga melaporkan rekor baru kematian mencapai 456 orang akibat Covid-19 selama 24 jam.
 
Rekor itu membuat total kematian akibat corona di Rusia sebesar 34.387, secara signifikan lebih rendah daripada negara-negara lain yang terkena dampak parah. Ini sekaligus meningkatkan kekhawatiran bahwa pihak berwenang meremehkan tingkat keparahan krisis.
 
Investigasi CNN berdasarkan video yang diperoleh secara eksklusif dan analisis data kematian dari semua penyebab mengungkapkan bahwa jumlah kematian Covid-19 yang sebenarnya mungkin mencapai 130 ribu korban. Video tersebut memperlihatkan kondisi mengerikan di rumah sakit Rusia dan kamar mayat yang penuh sesak.
Moskow yang merupakan episentrum wabah Rusia, lebih siap menghadapi gelombang kedua Covid-19 daripada daerah-daerah yang kekurangan dana.
 
Putin mengakui bahwa beberapa daerah mengalami kekurangan obat-obatan dan waktu tunggu yang lama untuk mendatangkan ambulans, tapi pihak berwenang telah menangani situasi itu.
 
Dia menambahkan bahwa kepala daerah seharusnya tidak menutupi situasi, dengan mengatakan "berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja (adalah) sama sekali tidak dapat diterima".
 
"Kita melalui (pandemi) ini pada musim semi. Kita tahu apa dan bagaimana itu perlu dilakukan," kata Putin, seraya menambahkan bahwa vaksin sedang dalam proses.

Pada Agustus, Rusia mendaftarkan vaksin Covid-19 pertama di dunia, Sputnik V, yang dinamai berdasarkan satelit era Soviet.

Sejak itu, pengembangnya melaporkan bahwa hasil tes sementara menunjukkan vaksin itu 92 persen efektif, sedikit lebih rendah daripada kandidat vaksin internasional lainnya.
 
Bulan lalu, Putin mengumumkan bahwa Rusia telah mendaftarkan vaksin virus corona kedua, EpiVacCorona.

Australia Akui Bunuh 39 Sipil Tak Bersenjata Afghanistan

Militer Australia merilis laporan tentang kejahatan perang yang membuktikan bahwa pasukan elit mereka telah membunuh 39 tahanan, petani, dan warga sipil tak bersenjata selama perang Afghanistan.

Dalam bukti yang dirilis mengungkap temuan penyelidikan atas pelanggaran yang dilakukan militer Australia di Afghanistan antara tahun 2005 hingga 2016.

Kepala Angkatan Pertahanan Australai, Jenderal Angus Campbell dalam konferensi pers, Kamis (19/11) mengatakan, catatan memalukan itu termasuk kasus dugaan anggota patroli pasukan elit menembak seorang tahanan sebagai pembunuhan pertama dalam praktik yang dikenal sebagai "blooding".

"Catatan memalukan ini mencakup dugaan kasus saat anggota patroli baru dipaksa untuk menembak seorang tahanan untuk menjadi target pembunuhan pertama prajurit itu, dalam praktik mengerikan yang dikenal sebagai 'blooding'," ucapnya seperti mengutip Associated Press.

Laporan setebal 465 halaman itu mengungkapkan, tentara junior yang dituduh melakukan 'blooding' menjelaskan ia diminta melancarkan serangan terhadap warga sipil.

Campbel mengatakan pasukan elit Australia telah menyebabkan serangkaian dugaan pembunuhan dan penyamaran lewat budaya impunitas yang "merusak".

"Beberapa patroli mengambil alih hukum ke tangan mereka sendiri, aturan dilanggar, cerita dibuat-buat, kebohongan diceritakan, dan tahanan dibunuh," kata Campbell dalam konferensi pers di ibu kota Canberra.

Dalam kesempatan tersebut, Campbell juga menyatakan permintaan maaf "tulus dan tanpa syarat" kepada rakyat Afghanistan.

Lebih lanjut Campbell merekomendasikan 19 orang yang dirujuk oleh Polisi Federal Australia dan membayarkan kompensasi terhadap keluarga korban.

Ia mengatakan jika pasukan yang diduga melakukan pembunuhan telah 'menodai' resimen angkatan bersenjata. Tak hanya itu, di Australia mereka juga akan dirujuk ke kantor penyelidik khusus kejahatan perang.

Medali dinas yang sempat diberikan kepada pasukan operasi khusus yang bertugas di Afghanistan antara 2007 dan 2013 juga akan dicabut.

Australia mengirim lebih dari 26 ribu personel militer ke Afghanista pasca serangan 11 September 2001 untuk bertempur bersama AS melawan Taliban, Al Qaeda dan kelompok Islam militan lainnya.

Pasukan tempur Australia secara resmi meninggalkan Afghanistan pada 2013 dan sejak itu muncul serangkaian laporan serangan brutl yang dilakukan unit pasukan elit khusus.

Laporan serangan brutal tersebut termasuk kematian seorang bocah berusia enam tahun dalam penggerebekan rumah hingga seorang tahanan yang ditembak mati demi menghemat ruang di dalam helikopter.