• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi ( Rabu,  18  November  2020 )

News Forex, Index & Komoditi ( Rabu,  18  November  2020 )

Wall Street turun tertekan lonjakan COVID-19, data penjualan ritel

Wall Street mundur dari rekor penutupan tertinggi dan berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena melonjaknya kasus COVID-19, meningkatnya ancaman dari putaran baru penguncian ekonomi, dan data penjualan ritel yang lemah meredam euforia yang disebabkan oleh potensi terobosan vaksin.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 167,09 poin atau 0,56 persen menjadi ditutup pada 29.783,35 poin. Indeks S&P 500 berkurang 17,38 poin atau 0,48 persen, menjadi berakhir di 3.609,53 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 24,79 poin atau 0,21 persen lebih rendah, menjadi 11.899,34 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan utilitas ditutup merosot 2,01 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor energi naik 0,5 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Aksi jual adalah pembalikan dari reli pada Senin (16/11/2020), di mana saham unggulan Dow mencapai rekor penutupan tertinggi pertama sejak sebelum pandemi.

Kerugian Nasdaq dibatasi oleh lonjakan saham Tesla Inc, dan saham-saham berkapitalisasi kecil berkinerja lebih baik, dengan Russell 2000 mencapai rekor penutupan tertinggi baru.

Saham Tesla melonjak 8,21 persen di tengah berita bahwa pembuat kendaraan listrik AS akan ditambahkan ke indeks S&P 500 pada Desember.

Penjualan ritel AS meningkat 0,3 persen pada Oktober, menyusul kenaikan 1,6 persen yang direvisi turun pada September, Departemen Perdagangan melaporkan pada Selasa (17/11/2020). Estimasi median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom memperkirakan penjualan ritel akan naik 0,5 persen pada Oktober.

Pertumbuhan penjualan ritel yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan bahwa konsumen AS menjadi lebih ragu-ragu di tengah meningkatnya infeksi baru COVID-19 di negara tersebut.

"COVID tampaknya telah memperlambat pengeluaran antara September dan Oktober, dan hampir pasti akan melambat lebih jauh pada November," kata Chris Low, kepala ekonom di FHN Financial, dalam sebuah catatan Selasa (17/11/2020), menambahkan "musim dingin ini akan menjadi ujian berat bagi ekonomi."

Amerika Serikat telah melaporkan total lebih dari 11,2 juta kasus COVID-19 dengan jumlah kematian melebihi 248.000 pada Selasa sore (17/11/2020), menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.

Pada Senin (16/11/2020), ekuitas AS menguat dengan Dow dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi, didorong oleh berita yang menggembirakan tentang kandidat vaksin virus corona. Moderna Inc mengumumkan bahwa kandidat vaksin COVID-19-nya 94,5 persen efektif dalam mencegah infeksi.

Saham Tesla Meroket, Elon Musk Jadi Orang Terkaya ke-3 Dunia

CEO Tesla Inc, Elon Musk merangsek masuk menjadi orang terkaya ketiga di dunia, menggeser bos Facebook, Mark Zuckerberg.

Kekayaan bersih Musk melonjak lebih dari US$ 15 miliar atau sekitar Rp 210 triliun (kurs Rp 14.000//US$) saat perdagangan saham yang diperpanjang setelah perusahaan mobil listriknya, Tesla masuk daftar indeks S&P 500 pada Senin pekan ini (16/11).

Tesla, yang sahamnya ditutup di level US$ 408,09, melonjak sekitar 14% pada perdagangan Selasa 17 November, meningkatkan kekayaan bersih Musk menjadi total US$ 117,5 miliar atau setara Rp 1.645 triliun, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Data Bloomberg Billionaires Index mencatat, per Rabu ini (18/11), urutan pertama orang terkaya di tempati Jeff Bezos pemilik Amazon US$ 185 miliar, lalu Bill Gates pendiri Microsoft US$ 129 miliar, Elon Musk US$ 110 miliar yang menggeser Zuckerberg US$ 104 miliar.

Tesla akan masuk dalam indeks S&P 500 pada 21 Desember mendatang setelah berulang kali gagal masuk ke indeks utama di bursa Amerika Serikat itu pada awal September.

Berdasarkan nilai pasarnya, pabrikan mobil listrik berbasis di California itu akan menjadi anggota baru yang terbesar di indeks acuan itu dan salah satu dari 10 perusahaan dalam daftar indeks saham AS teratas saat resmi masuk di Desember.

Saham Tesla melonjak hampir 14% dalam perdagangan setelah jam kerja. Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (17/11), atau Rabu pagi waktu Indonesia, saham berkode TSLA di Bursa Nasdaq AS tersebut ditutup naik 8,21% di posisi US$ 441,61/saham.

Secara year to date, data CNBC International menunjukkan saham Tesla juga melonjak 427,82% tahun ini karena perusahaan akhirnya menghasilkan pundi-pundi uang secara konsisten setelah bertahun-tahun mengalami kerugian dan terus mencapai tonggak sejarah pengiriman kendaraan listriknya.

Melansir Money Control, Tesla menghasilkan keuntungan US$ 331 juta atau Rp 4,6 triliun pada kuartal ketiga dengan pendapatan US$ 8,77 miliar atau Rp 123 triliun.

Pengelola Indeks S&P Dow Jones (S&P Global) menyatakan Tesla akan menjadi salah satu perusahaan terbesar yang masuk dalam Indeks S&P 500 dalam satu dekade terakhir.

S&P juga menyatakan tengah mempertimbangkan untuk memasukkan saham Tesla dalam dua tahap ke indeks tersebut yakni pada 14 dan 21 Desember mendatang.

Menurut S&P, masuknya Tesla dalam indeks pasar saham tentunya akan menghasilkan salah satu perdagangan saham terbesar dalam sejarah di S&P 500 dan bisa mencatatkan portofolio terbaiknya.

Sementara itu, Tesla akan menyumbang sekitar 1% dari kapitalisasi pasar indeks tersebut.

Harga Minyak Dunia Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19

Harga minyak ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (17/11), waktu Amerika Serikat (AS), jelang rilis data persediaan minyak mentah mingguan AS yang dibayangi kekhawatiran terhadap lonjakan kasus covid-19 di beberapa negara.

Mengutip Antara, Rabu (18/11), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun tipis tujuh sen atau 0,2 persen menjadi menetap pada US$43,75 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik sembilan sen atau 0,2 persen, menjadi ditutup di US$41,43 per barel.

Setelah penutupan, minyak mentah AS turun tipis menjadi 41,19 dolar AS per barel ketika kelompok industri American Petroleum Institute (API) mengatakan persediaan naik lebih 4,174 juta barel minggu lalu.

Para analis memperkirakan persediaan minyak mentah berpotensi naik 1,7 juta barel sepanjang pekan yang berakhir 13 November lalu, setelah naik 4,3 juta barel pada pekan sebelumnya. Badan Informasi Energi AS (EIA) dijadwalkan akan merilis data stok minyak mentah mingguan negara itu pada Rabu waktu setempat.

Harga minyak mentah telah mengurangi kerugian menjelang penutupan setelah Pentagon mengatakan Presiden AS Donald Trump akan secara tajam mengurangi pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500.

"Harga minyak mentah naik (dari negatif menjadi sedikit berubah) setelah pemerintahan Trump mengumumkan penarikan pasukan lebih lanjut di Afghanistan dan Irak," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

Ia juga mencatat ketidakstabilan di wilayah tersebut menjadi kekhawatiran yang berkembang bagi beberapa penasihat militer dan pasar minyak.

Pada Senin (16/11), Brent ditutup pada level tertinggi 10 minggu setelah Moderna Inc. mengumumkan vaksin virus coronanya efektif 94,5 persen menyusul berita serupa dari Pfizer Inc minggu lalu.

Meski demikian, prospek ekonomi jangka pendek tetap suram dengan beberapa negara Eropa memperketat pembatasan ketika kasus virus corona meningkat.

Di sisi lain, untuk mengatasi permintaan energi yang lebih lemah dalam pandemi yang muncul kembali, Arab Saudi meminta sesama anggota OPEC+ untuk bersikap fleksibel saat membangun alasan untuk kebijakan produksi yang lebih ketat pada 2021.

OPEC+, yang mengelompokkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan lainnya, menurunkan prospek pertumbuhan permintaan minyak untuk 2021.

Sementara opsi yang mendapatkan dukungan di antara negara-negara OPEC+ adalah mempertahankan pemotongan yang ada sebesar 7,7 juta barel per hari (bph) selama tiga hingga enam bulan ke depan, daripada mengurangi pengurangan menjadi 5,7 juta barel per hari pada Januari.

OPEC+ mengadakan pertemuan komite menteri pada Selasa (17/11) yang tidak membuat rekomendasi resmi. Kelompok tersebut akan mengadakan pertemuan penuh pada 30 November-1Desember.

"Kurangnya rekomendasi memaksa pasar untuk menunggu episode berikutnya dari saga ini sebelum merasa nyaman kembali," kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy.

Ia juga mencatat pasokan minyak akan berada dalam kondisi over supply selama beberapa bulan jika OPEC+ meningkatkan produksi mulai Januari.

Trump Pecat Direktur Keamanan Siber terkait Hasil Pilpres

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Direktur Keamanan Siber dan Infrastruktur Chris Krebs karena menolak klaimnya atas kecurangan dalam pilpres, Selasa (17/11).


Trump mengumumkan pemecatan itu di Twitter dan langsung mengaitkannya dengan pernyataan Krebs yang menyebutkan bahwa tidak ada bukti sistem pemungutan suara telah dicurangi dengan cara apa pun.
 
"Pernyataan baru-baru ini oleh Chris Krebs tentang keamanan Pemilu 2020 sangat tidak akurat, karena ada ketidakwajaran dan penipuan besar-besaran. Oleh karena itu, efektif dengan segera, Chris Krebs telah diberhentikan sebagai Direktur Keamanan Siber dan Infrastruktur," cuit Trump.
CNN melaporkan bahwa Krebs, yang menjalankan divisi siber dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, diperkirakan akan dipecat.
 
Menjelang pilpres, Krebs sering diam-diam membantah klaim palsu Trump tentang surat suara yang masuk, tapi ia berusaha keras untuk tidak mengkritik Trump karena telah menyebarkan kebohongan.
Tapi beberapa hari berikutnya, ia mengambil tindakan yang lebih kuat dengan memposting bantahan atas pernyataan Trump di Twitter, sering kali postingannya diikuti dengan emoji sirine merah.
 
Sebagai direktur pertama CISA, Krebs menjabat sebagai salah satu pejabat keamanan nasional federal paling utama yang mengawasi pemilu yang menurut berbagai pihak telah berjalan lancar.
 
Menurut kelompok pejabat pemilu publik dan swasta, musuh asing tidak dapat mempengaruhi suara apa pun dan ini adalah "pemilu paling aman dalam sejarah Amerika".

Pemecatan Krebs terjadi setelah beberapa pejabat sipil paling senior Pentagon diganti dengan pejabat yang dianggap setiap kepada Trump, dan di tengah laporan tentang meningkatnya rasa frustrasi Trump terhadap Direktur CIA Gina Haspel.

Trump memecat Menteri Pertahanan Mark Esper, lalu menunjuk Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, Christopher Miller sebagai penggantinya.

Joe Biden Terima Pengarahan Keamanan Nasional dari Para Ahli

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden menerima pengarahan pada Selasa (17/11) tentang keamanan dan diplomasi nasional dari belasan ahli di luar pemerintahan.

 
"Anda tahu bahwa saya tidak bisa mendapatkan pengarahan yang biasanya akan datang sekarang. Jadi saya hanya ingin mendapatkan masukan Anda tentang apa yang Anda lihat di depan," kata Biden di awal pertemuan yang digelar daring.
 
Peserta dalam arahan tersebut meliputi banyak tokoh yang dikenal dari cakrawala keamanan nasional Obama-Biden.

Di antara mereka ada mantan wakil penasihat keamanan nasional Tony Blinken, mantan wakil direktur CIA Avril Haines, mantan Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power, mantan komandan Operasi Khusus Laksamana William McRaven, dan mantan komandan CENTCOM Jenderal Lloyd Austin

Hadir pula pensiunan Jenderal Angkatan Darat Stanley McChrystal, yang pada 2009 mengundurkan diri dari jabatannya sebagai komandan pasukan AS di Afghanistan setelah dia menghina Biden di artikel Rolling Stone saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden.
 
Pernyataan tim transisi Biden seusai pertemuan tersebut mengatakan para ahli memberi pengarahan kepada Biden dan Harris "tentang tantangan diplomatik, pertahanan, dan intelijen yang akan diwarisi oleh pemerintah pada hari pertama, dengan fokus pada lanskap strategis serta kebijakan luar negeri serta departemen dan badan nasional".
Pernyataan itu juga mengatakan anggota tim transisi akan terus bertemu dengan para ahli di luar pemerintahan, "terutama karena kurangnya kepastian GSA menghalangi transisi dari pertemuan dan dengar pendapat dari pejabat Cabang Eksekutif saat ini, termasuk mengenai masalah mendesak keamanan nasional dan kebijakan asing".
 
Karena penolakan Donald Trump atas kekalahannya masih berlanjut, maka keputusan pejabat tinggi di Administrasi Layanan Umum, Emily Murphy untuk menahan surat yang diperlukan guna memulai transisi formal menjadi semakin kontroversial.
 
"Musuh kita tidak akan menunggu (Biden) menyusul untuk mengambil tindakan. Memberi (Biden) akses ke informasi tambahan tidak merugikan klaim pemilu presiden," kata Senator Republik, Marco Rubio seperti dikutip dari CNBC.
 
Hal senada juga diutarakan oleh pejabat Republik dari Oklahoma, Senator James Lankford dalam wawancara radio pekan lalu. Dia mengatakan memberi Biden akses ke pengerahan rahasia "perlu dilakukan sehingga terlepas dari hasil pemilu, ke mana pun arahnya, orang dapat siap untuk tugas yang sebenarnya".

Namun baik Rubio maupun Lankford atau rekan Republikan mereka tampaknya enggan menekan pemerintah untuk memulai proses transisi formal.
 
Biden secara luas dipandang sebagai pemimpin andal dan terinformasi dalam hal masalah keamanan nasional. Dia pernah menjabat sebagai wapres dan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Jelang Lengser Trump Tarik Pasukan dari Afganistan dan Irak

Amerika Serikat (AS) bakal kembali mengurangi jumlah pasukannya di Afganistan dan Irak ke titik paling rendah selama 20 tahun terakhir. Penarikan pasukan ini diumumkan Pentagon pada Selasa (17/11) setelah Presiden AS Donald Trump berjanji mengakhiri konflik di luar negeri.

Plt Menteri Pertahanan AS Chris Miller mengatakan sekitar 2 ribu pasukan akan ditarik dari Afganistan pada 15 Januari 2021 dan 500 lainnya dari Iraq. Setelah proses ini berhasil jumlah pasukan AS masih tersisa 2.500 di tiap negara.

Miller menjelaskan AS sudah mendapatkan tujuannya, yang ditetapkan pada 2021 setelah serangan Al Qaeda di AS, untuk menumpas ekstremis Islam dan untuk membantu 'mitra lokal dan sekutu memimpin pertempuran'.

"Kami akan menyelesaikan perang pada generasi ini dan membawa kembali pria dan wanita kami ke rumah," kata Miller, disitat dari AFP.

"Kami akan melindungi anak-anak kami dari beban berat dan korban perang abadi, kami akan menghormati pengorbanan yang terjadi saat pelayanan perdamaian dan kestabilan di Afganistan, Irak, dan seluruh dunia," ucapnya lagi.

Penarikan pasukan ini diumumkan 10 hari setelah Trump memecat Menteri Pertahanan Mark Esper yang beranggapan perlu mempertahankan 4.500 pasukan di Afganistan untuk mendukung pemerintahan setempat yang sedang bernegosiasi dengan pemberontak Taliban.

Sejauh ini pasukan AS telah dipangkas dua per tiga yakni sebanyak 13 ribu orang pada tahun ini yang dimulai dari 29 Februari atas perjanjian perdamaian antara AS dan Taliban. Kedua pihak setuju Taliban akan bernegosiasi damai dengan pemerintah Afganistan dan pasukan AS akan pergi sepenuhnya pada Mei 2021.

Namun sampai pergantian Esper ke Miller, Pentagon mengatakan Taliban tidak memenuhi janji untuk mengurangi serangan terhadap pasukan pemerintah Afganistan.

Mengurangi pasukan AS juga mendapat kritikan dari politisi senior AS yang khawatir hal itu akan melemahkan Afganistan dan Irak dari kelompok ekstremis.

"Afganistan berisiko menjadi sekali lagi platform teroris internasional untuk merencanakan dan mengatur serangan pada negara kita," kata kepala NATO Jens Stoltenberg.

Jelang Tenggat Brexit, Negosiasi Inggris-UE Masih Alot

Perundingan antara Inggris dan Uni Eropa jelang tenggat akhir Brexit pada 31 Desember mendatang masih berjalan alot.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (17/11), kedua belah pihak masih belum sepakat dalam sejumlah hal jika Inggris resmi bercerai dari Uni Eropa. Di antaranya soal rantai pasokan barang dan aturan pekerjaan yang akan mempengaruhi nasib ratusan ribu penduduk dari kedua belah pihak.

"Kami bekerja keras untuk mencapai kesepakatan, tetapi memang banyak hal yang harus dilakukan," kata juru runding Inggris, David Frost.

Sampai saat ini sikap Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, masih tetap berkeras tidak akan membuat kesepakatan apapun jika negaranya resmi hengkang dari Uni Eropa.

"Jika kita akan membuat perubahan dalam beberapa hari mendatang, maka kita berharap sikap terbaik dari Uni Eropa supaya Inggris bisa menjadi negara mandiri. Tidak ada yang berubah dalam pendekatan kami," kata juru bicara perdana menteri Inggris, James Slack.

Jika tidak tercapai kesepakatan di antara kedua belah pihak, maka 27 negara anggota Uni Eropa menyatakan tidak akan memaksakan.

"Segala kondisinya harus benar," kata Juru Bicara Komisi Eropa, Eric Mamer.

Uni Eropa mengatakan Inggris berkeras untuk tetap bisa memasuki pasar mereka, tetapi tidak harus mengikuti aturan blok itu. Mereka khawatir Inggris akan menurunkan standar sosial dan lingkungan dalam kegiatan ekonomi mereka, dan mengucurkan subsidi bagi industri dalam negeri untuk bisa bersaing dengan Uni Eropa.

Akan tetapi, Inggris mengklaim Uni Eropa mengajukan permintaan yang tidak masuk akal dan mencoba mengancam mereka.

Kemungkinan terburuk yang terjadi jika sampai tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak hingga tenggat yang ditentukan, maka Inggris akan menghadapi tarif dan mengalami hambatan dalam sejumlah kegiatan perdagangan. Jika hal itu terjadi, maka perekonomian Inggris dan Uni Eropa bakal terguncang.

Akan tetapi, dampak yang lebih besar bakal dirasakan Inggris karena perekonomian mereka saat ini juga terseok-seok akibat dampak pandemi virus corona.

Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari lalu. Namun, Uni Eropa memberikan masa transisi hingga 1 Januari 2021 untuk membicarakan kesepakatan dalam bidang perdagangan dan bea cukai.

Putin Desak 4 Negara Produksi Vaksin Buatan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin meminta kepada negara dalam aliansi BRICS untuk memproduksi massal vaksin virus corona buatan Rusia. Ia mengatakan hal itu saat pertemuan para anggota secara daring pada Selasa (17/11).

BRICS merupakan aliansi lima negara berkembang, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Selain memproduksi Putin juga mendorong para anggota mendistribusikan vaksin yang dikembangkan Rusia.

"Ada vaksin Rusia, itu bekerja, bekerja efektif dan aman ... Sangat penting untuk bersatu untuk produksi massal produk ini ke sirkulasi lebih luas," kata Putin seperti diberitakan AFP.

Rusia telah memiliki perjanjian dengan Brasil dan India untuk uji klinis vaksin corona Sputnik V, selain itu juga terdapat kesepakatan produksi dengan China dan India. Produsen vaksin terbesar di dunia ada di India, yaitu Serum Institute of India.

Putin tidak menjelaskan lebih detail upaya lima negara itu untuk memproduksi vaksin secara massal. Dia juga tidak membeberkan syarat-syarat masuk ke tahap komersialisasi.

Rusia sudah mendaftarkan dua vaksin corona, yaitu Sputnik V pada Agustus dan EpiVacCorona pada Oktober. Rusia juga sudah mengajukan ke World Health Organization untuk mempercepat pendaftaran dan pra kualifikasi Sputnik V yang diklaim efektif 92 persen melawan Covid-19.

Vaksin Sputnik V, yang dinamakan seperti satelit luar angkasa era Soviet, sempat mendapat kritikan dari kalangan ilmuwan yang menyebut merilisnya terlalu cepat bisa berbahaya.

Saat ini sudah ada berbagai perusahaan farmasi yang mengklaim telah memproduksi vaksin dengan efektivitas tinggi, yaitu Pfizer yang mengklaim efektif 90 persen dan Moderna 94,5 persen.

WHO Selidiki Potensi Klaster Covid-19 di Kalangan Staf

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tengah menyelidiki klaster infeksi virus corona (Covid-19) yang dideteksi di kalangan staf organisasi tersebut.

Direktur Eksekutif Program Keadaan Darurat WHO, Michael Ryan, mengatakan wilayah Jenewa, Swiss, tempat markas WHO, dan wilayah Vaud di dekatnya memiliki "sejumlah penularan paling parah di dunia saat ini."

"Sepengetahuan saya klaster yang sedang diselidiki tersebut merupakan bukti awal potensi penularan di markas WHO, namun kami tidak dapat sepenuhnya melindungi diri kami sendiri dari hubungan sosial dan hubungan lain dengan keluarga dan sekolah dan banyak lainnya," kata Ryan seperti dikutip Japan Times pada Selasa (17/11).

 

Sebuah surel internal yang diperoleh oleh Associated Press menunjukkan terdapat 65 kasus corona di markas WHO.

Menurut surel itu, 49 dari keseluruhan kasus terjadi dalam delapan pekan terakhir. Pengungkapan itu muncul di tengah lonjakan kasus di Eropa dan kota Jenewa sendiri.

Dilansir Associated Press, surel itu tidak menyebutkan siapa yang terinfeksi, tapi seorang staf WHO tanpa menyebut nama mengatakan kepada pers bahwa lima kasus terkait termasuk anggota kepemimpinan direktur jenderal WHO yang juga tim spesialis pengendalian infeksi.

Kepala teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan lima anggota staf WHO terbukti positif pekan lalu.

Meski begitu, ia menekankan bahwa, "Kami semua baik-baik saja, semuanya mengalami penyakit ringan atau tanpa gejala."

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada awal pekan ini telah selesai melakukan karantina setelah menjalin kontak dengan seseorang yang terbukti positif Covid-19.

"Saya sehat, tidak ada gejala. Sekarang hari ke-17. Saya mengikuti protokol. Karena tidak bergejala dan juga mematuhi protokol, saya merasa tidak perlu melalukan tes. Saya yakinkan anda bahwa saya baik-baik saja dan sebenarnya sangat, sangat sibuk," kata Tedros.

Prancis Mulai Vaksinasi Corona Januari 2021

Prancis mengungkapkan rencana untuk mulai vaksinasi virus corona secara nasional pada Januari 2021. Pemerintah Prancis berharap telah ada vaksin corona yang mendapat persetujuan dan tersedia untuk digunakan di awal tahun depan.

Dalam sebuah jajak pendapat Ipsos yang dirilis pada September mengungkap 59 persen orang Prancis siap untuk divaksinasi corona. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan 74 persen orang di seluruh dunia.

Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal kepada televisi France 2 mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan kampanye vaksinasi untuk meningkatkan kesiapan warga.

"Kami sedang mempersiapkan kampanye vaksinasi agar saat vaksin disetujui oleh otoritas kesehatan Eropa dan nasional kami dapat segera meluncurkan vaksin [kepada warga," kata Attal seperti mengutip AFP.

Skeptisisme vaksin corona di kalangan warga Prancis hingga saat ini masih terjadi. Kendati WHO menyatakan sejauh ini ada 42 calon vaksin yang masih menjalani uji klinis.

"Ketakutan saya adalah tidak cukup banyak [antusiasme] orang Prancis yang bersedia divaksinasi," kata PM Jean Castex.

Prancis telah menganggarkan 1,5 miliar euro atau sekitar Rp25 triliun untuk membeli ratusan juta dosis vaksin corona yang telah dipesan dari beberapa perusahaan farmasi.

European Medicine Agency mengatakan vaksin pertama kemungkinan siap disahkan pada akhir 2020.

Prancis mencatat saat ini ada 33.500 orang yang dirawat di rumah sakit karena infeksi virus corona. Sekitar 5.000 diantaranya mendapat perawatan intensif.

Lockdown nasional tahap kedua yang diberlakukan pada 30 Oktober mencatat kasus baru corona di Prancis setiap harinya mengalami penurunan.

Hingga saat ini Prancis berada di urutan keempat sebagai negara dengan kasus corona tertinggi di dunia setelah AS, India, dan Brasil. Prancis mencatat 2.041.293 kasus dengan 45.122 kematian.

Vaksin Moderna Bikin Kurs Dolar Australia Merosot 0,6%

 Nilai tukar dolar Australia melemah melawan rupiah hingga pertengahan perdagangan Selasa (17/11/2020) setelah membukukan penguatan awal pekan kemarin.

Dolar Australia memang cukup kuat dibandingkan dolar Amerika Serikat (AS) dan Singapura, kemarin 2 dolar tersebut tumbang melawan rupiah, tetapi Mata Uang Kanguru justru menguat 0,33%.

Pada pukul 13:13 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.257,64. Dolar Australia merosot 0,6% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Kemarin, dolar Australia mampu menguat setelah data dari China menunjukkan investasi asing (foreign direct investment/FDI) naik 6,4% pada periode Januari-Oktober dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut lebih tinggi dari bulan sebelumnya 5,2%, dan sudah tercatat mengalami peningkatan dalam 4 bulan beruntun.

Kembali mengalirnya arus modal ke Negeri Tiongkok menunjukkan perekonomiannya bangkit dari kemerosotan akibat pandemi penyakit virus corona (Covid-19), serta kepercayaan investor yang mulai pulih. Sebelumnya, FDI di China mengalami penurunan pada periode Februari-Juni.

China merupakan mitra dagang utama Australia, pulihnya perekonomian Negeri Tiongkok tentunya akan mengerek naik perekonomian Negeri Kanguru.

Sementara pada perdagangan hari ini, rupiah lebih bertenaga merespon kabar vaksin virus corona dari perusahaan farmasi asal AS lainnya, Moderna.

CEO Moderna, Stephane Bancel, kemarin mengatakan hasil sementara uji coba tahap III

"Ini merupakan momentum perbaikan dalam perkembangan kandidat vaksin Covid-19 milik kami. Sejak awal Januari kami mengejar virus ini dengan intens untuk melindungi manusia di seluruh dunia sebisa mungkin. Analisis positif dari studi fase III memberikan validasi klinis awal bahwa vaksin bisa mencegah Covid-19," ujarnya.

Kabar tersebut membuat sentimen pelaku pasar kembali membaik dan memburu aset-aset berisiko. Aliran investasi kembali masuk ke Indonesia yang membuat rupiah perkasa.

Di pasar saham, pada perdagangan sesi I investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 562,66 miliar.

Sementara itu di pasar obligasi, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun hari ini turun 5,1 basis poin ke 6.231%. Untuk diketahui pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga SBN, ketika yield turun harganya naik, begitu juga sebaliknya. Saat harga naik, artinya ada aksi beli di pasar obligasi, yang bisa menjadi indikasi masuknya aliran modal.

Dua Bomber B-1B AS Tembus Zona Pertahanan Udara China

 Amerika Serikat (AS) terus memproyeksikan kekuatannya di wilayah Selat Taiwan. Terbaru, dua pembom Angkatan Udara AS (USAF) terlihat menembus zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) China dan mendekati sudut timur laut Taiwan pada Selasa (17/11/2020).

Meskipun ada kebuntuan terkait transfer kekuasaan antara Presiden terpilih Joe Biden dan Presiden Donald Trump, USAF melanjutkan misinya di Asia Timur. Situs pelacak pesawat Aircraft Spots pada Selasa pagi men-tweet bahwa dua pembom B-1B USAF diterbangkan ke ADIZ China.

Pada pukul 09:46, pesawat pengintai melaporkan bahwa dua pesawat pembom Lancer B-1B USAF telah meninggalkan Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam dalam perjalanan ke Laut China Timur. Jalur penerbangan yang ditunjukkan oleh Aircraft Spots di cuitannya menunjukkan lokasi terakhir pembom yang tercatat berada tepat di dalam ADIZ China di Laut China Timur itu.

Penerbangan pembom itu juga membuat pesawat tempur sangat dekat dengan sudut timur laut ADIZ Taiwan. Jika mereka melanjutkan lintasan yang sama, mereka juga akan memasuki ADIZ Taiwan.

Situs pemantau pesawat itu menambahkan bahwa dua Boeing KC-135R Stratotanker USAF juga telah terdeteksi menyediakan pengisian bahan bakar udara untuk pesawat pembom itu seperti dikutip dari Taiwan News.

Selama dua bulan terakhir, Angkatan Udara China telah secara dramatis meningkatkan intrusi agresif ke ADIZ Taiwan. Selain itu, sejak 30 Oktober, dermaga pendaratan helikopter Type 075 (LHD) terbaru China, telah menjelajahi Laut China Selatan di lepas pantai Pulau Hainan di lokasi yang sangat dekat dengan pulau Taiwan, bunyi lapor kantor berita negara China, Global Times.

Laporan media lokal mengutip pakar militer yang menyatakan bahwa penerbangan pesawat tempur USAF di wilayah tersebut merupakan peringatan bagi China untuk tidak mengambil tindakan agresif selama transisi presiden.

Sebelumnya Angkatan Laut Taiwan mengatakan anggota Marinir AS secara resmi memulai operasi pelatihan di negara itu untuk membantu meningkatkan kesiapan tempur militernya.

Latihan ini menandai pengakuan publik pertama pasukan Amerika di Taiwan sejak Washington dan Taipei mengakhiri hubungan diplomatik formal pada 1979. 
China menganggap Taiwan, yang diperintah secara demokratis, sebagai wilayahnya sendiri tanpa hak untuk hubungan formal dengan negara lain. Negara itu kerap memberikan peringatan seiring meningkatnya dukungan AS untuk pulau itu, termasuk penjualan senjata baru dan kunjungan ke Taipei oleh pejabat senior Washington.