• Blog
  • Dolar bertahan, yen merayap naik saat para pembicara Fed jadi focus

Dolar bertahan, yen merayap naik saat para pembicara Fed jadi focus

News Forex, Index &Komoditi

( Senin,  21  September 2020 )

Dolar bertahan, yen merayap naik saat para pembicara Fed jadi focus

Dolar bertahan di kenaikan akhir pekan lalu pada Senin pagi, sementara yen dan yuan masing-masing naik tipis di perdagangan Asia, ketika investor menunggu banyak pembicara Federal Reserve AS minggu ini dan keputusan tentang dimasukkannya obligasi pemerintah China dalam indeks global.

Pembelian obligasi China oleh orang asing telah membantu mendorong yuan naik lebih dari satu persen bulan ini dan merangkak kembali ke tertinggi 16 bulan yang dicapai minggu lalu di awal perdagangan luar negeri, menguat 0,2 persen menjadi 6,7648 per dolar.

Pencantuman obligasi China dalam FTSE Russell World Government Bond Index kemungkinan akan meningkatkan arus masuk dan mendukung mata uang. Keputusan dari FTSE Russell akan mulai efektif pada Kamis (24/9/2020).

"Orang-orang mencoba untuk melangkah lebih dulu," kata analis mata uang Commonwealth Bank of Australia Joe Capurso.

Suku bunga pinjaman acuan China juga akan ditetapkan pada pukul 01.00 GMT (08.00 WIB) dan diperkirakan akan tetap stabil selama lima bulan berturut-turut.

Pergerakan mata uang lainnya moderat dan volumenya ringan karena hari libur umum di Jepang.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar stabil di 92.943, kira-kira di tengah kisaran yang telah dipertahankan selama sekitar dua bulan.

Euro sedikit lebih tinggi di 1,1847 dolar dan pound menguat menjadi 1,2933 dolar, meskipun kegelisahan tentang meningkatnya kasus virus corona di Eropa dan gejolak Brexit terus membatasi kenaikan.

Negara-negara Eropa dari Denmark hingga Yunani mengumumkan pembatasan baru pekan lalu untuk mengekang lonjakan infeksi, sementara Inggris dilaporkan sedang mempertimbangkan penguncian nasional baru.

Yen, yang memiliki minggu terbaik sejak Juni minggu lalu, naik tipis 0,07 persen menjadi 104,50 per dolar.

Itu tidak jauh dari tertinggi tujuh minggu di 104,27 yang dicapai pada Jumat (18/9/2020), yang terjadi karena ketidakpastian atas segala hal, mulai dari pemilihan AS hingga pemulihan ekonomi global membuat investor mencari tempat aman, dan karena imbal hasil riil di AS jatuh.

Ketua Fed Jerome Powell akan tampil di depan komite Kongres pekan ini, sementara anggota komite Fed Charles Evans, Raphael Bostic, Lael Brainard, James Bullard, Mary Daly dan John Williams juga akan memberikan pidato umum.

Pendapat mereka tentang bagaimana Fed harus menangani pendekatan yang lebih akomodatif terhadap inflasi dapat mendorong penguatan yen lebih lanjut jika mereka menyiratkan pengaturan kebijakan moneter yang lebih longgar.

"Yen adalah mata uang yang menarik, saya tidak melihat alasan untuk menjualnya," kata Chris Weston, kepala penelitian di pialang Melbourne Pepperstone, mencatat bahwa imbal hasil riil di Jepang positif.

"Ini membuat yen sangat menarik, terutama terhadap pound dan dolar, di mana kurs riil tidak hanya negatif tetapi dalam kasus The Fed, mereka secara aktif mencari suku bunga yang lebih rendah."

Di tempat lain, dolar Selandia Baru datar di 0,6762 dolar, tertinggal dari kenaikan 0,2 persen pada dolar Australia menjadi 0,7301 dolar AS menjelang pertemuan penetapan suku bunga bank sentral Selandia Baru (RBNZ) pekan ini.

Tidak ada perubahan kebijakan yang diharapkan pada pertemuan RBNZ pada Rabu (23/9/2020), tetapi mengisyaratkan suku bunga negatif, atau penyesuaian pada program pembelian obligasi, pembelian aset skala besar (LSAP) bank dapat mendorong volatilitas pada mata uang kiwi.

"Kami tidak memperkirakan adanya perubahan pada kebijakan, tetapi nadanya akan dovish dan mereka mungkin menandakan niat untuk lebih melenturkan laju LSAP guna membantu meratakan kurva, yang akan mengurangi tekanan pada kiwi," kata analis ANZ dalam catatan pada Senin.

 

 

Wall Street catat kerugian minggu ke 3, penurunan teknologi berlanjut

Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena saham-saham teknologi terus dilanda aksi jual untuk hari ketiga berturut-turut, sementara ketiga indeks utama saham-saham AS membukukan penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 244,56 poin atau 0,88 persen, menjadi ditutup di 27.657,42 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 37,54 poin atau 1,12 persen, menjadi berakhir di 3.319,47 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup merosot 117,00 poin atau 1,07 persen, menjadi 10.793,28 poin.

Dow berakhir sedikit lebih rendah pada minggu ini, sementara S&P 500 turun 0,7 persen dan Nasdaq turun 0,6 persen.

Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com Inc dan Alphabet Inc, yang membantu mendorong reli pasar dari posisi terendah Maret, termasuk di antara yang mencatat penurunan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq pada Jumat (18/9/2020), sementara indeks teknologi S&P 500 jatuh 1,7 persen, bobot terbesar di antara sektor S&P 500.

"Kami mengalami puncak pasar pada 2 September, dan kemudian kami mengalami penurunan yang cepat dan banyak di antaranya terjadi di saham-saham teknologi dan pertumbuhan yang telah berkinerja sangat baik," kata Tom Martin, manajer portofolio senior di Globalt Investments di Atlanta.

Tetapi meskipun pasar dilanda aksi jual di saham-saham teknologi dan pertumbuhan, "itu tidak berarti (valuasi) yang ekstrem berkerja sepenuhnya," katanya.

Jumat (18/9/2020) menandai berakhirnya kuartalan dari kontrak opsi saham, kontrak indeks saham berjangka dan kontrak opsi indeks di AS, yang dikenal sebagai "quadruple witching," membawa peningkatan volume perdagangan pada penutupan pasar.

Volume di bursa AS mencapai 14,31 miliar saham, tertinggi sejak rekonstitusi tahun ini oleh FTSE Russell dari indeksnya pada Juni.

Pakar strategi mengatakan investor tampaknya melanjutkan perputaran baru-baru ini dari saham-saham terkait teknologi yang terbang tinggi ke sektor lain.

“Tampaknya didorong oleh sentimen dan, sampai batas tertentu, tampaknya bergilir bagi kami,” kata Rob Haworth, ahli strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management di Seattle.

“Kami tidak yakin ini benar-benar menunjukkan ada masalah dengan pertumbuhan ekonomi, melainkan, ada beberapa aksi ambil untung, beberapa penyesuaian dan rotasi” antar sektor, katanya. “Anda beralih dari bobot terbesar di pasar ke bobot terkecil.”

Investor terus mencermati meningkatnya kasus virus corona di luar negeri. Negara-negara Eropa dari Denmark hingga Yunani mengumumkan pembatasan baru pada Jumat (18/9/2020) untuk mengekang infeksi virus corona yang melonjak di beberapa kota terbesar mereka, sementara Inggris dilaporkan sedang mempertimbangkan penguncian nasional baru.

 

 

Deutsche Bank Izinkan Karyawan WFH hingga Juli 2021

Deutsche Bank mengumumkan kepada seluruh karyawannya agar tak perlu kembali bekerja ke kantor mereka di 60 Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) hingga Juli 2021.

 

Hal tersebut terungkap dari memo internal kepada para karyawan Deutsche Bank pada Rabu lalu yang dilansir CNN.com.

Bank yang memiliki sekitar 5.000 pekerja di New York itu memberikan pilihan kepada karyawan untuk bekerja dari rumah guna mengakomodasi orang tua yang perlu menyeimbangkan pekerjaan dengan "jadwal sekolah sporadis" anak-anak.

"Terlepas dari keberhasilan New York dalam mengatasi Covid, dengan kekhawatiran yang dapat dimengerti tentang transportasi umum, kebersihan, keamanan dan masalah kualitas hidup lainnya, banyak dari Anda tidak ingin segera kembali ke 60 Wall Street," tulis manajemen dalam memo tersebut.

Berita tentang keputusan Deutsche Bank muncul sehari setelah bank besar lainnya, JPMorgan Chase (JPM), menjadi berita utama karena mengirim beberapa karwayannya pulang setelah mereka dinyatakan positif Covid-19.

Laporan kasus positif di Gedung JPMorgan di Madison Avenue sangat penting karena CEO JPMorgan Jamie Dimon menyatakan skeptis terhadap aturan work from home yang diperpanjang dan telah mulai menarik kembali beberapa karyawan.

Langkah JPMorgan untuk memanggil kembali beberapa karyawan tersebut juga sempat memicu cuitan yang salah dari Presiden Trump. Dalam cuitan tersebut, Trump memberi selamat kepada bank tersebut di Twitter karena telah "memerintahkan semua orang kembali ke kantor."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gedung Putih Tangkap Wanita Diduga Pengirim Amplop Beracun

Seorang perempuan yang dicurigai mengirimkan amplop berisi racun ricin yang dialamatkan ke Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Amerika Serikat telah ditangkap di perbatasan New York-Kanada pada Minggu (20/9).

Perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu kemudian ditahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Tiga pejabat penegak hukum kepada Associated Press mengatakan, ia diperkirakan akan menghadapi tuntutan federal atas tindakannya.

Pada Sabtu (19/9), petugas keamanan berhasil mengintersep sebuah amplop berisi racun ricin yang ditujukan kepada Presiden Trump.

Surat berisi ricin telah berhasil dideteksi sebelum sempat mencapai Gedung Putih. The New York Times memberitakan surat itu disebut dikirim dari Kanada.

Surat itu ditujukan ke Gedung Putih, dan berhasil terdeteksi pada inspeksi awal surat-surat ke pusat pemerintahan AS tersebut di sebuah depot di luar kota Washington.

CNN memberitakan amplop tersebut telah dites berulang-ulang di sebuah depot, dan telah terkonfirmasi mengandung ricin.

"FBI dan Secret Service AS, serta mitra Layana Inspeksi Pos AS menginvestigasi surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemreintah AS, " demikian pernyataan FBI.

"Untuk kali ini, belum dapat disimpulkan (ditemukan) ancamannya bagi keselamatan publik."

Ricin adalah racun ampuh yang berasal dari biji jarak, biji-bijian Ricinus communis. Cara kerja racun ini adalah mencegah sel-sel membuat protein yang dibutuhkan.


Tanpa protein, maka sel-sel dalam tubuh akan mati. Itu akan membahayakan seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala keracunan ricin sangat cepat termasuk dehidrasi yang parah serta menyerang hati dan ginjal.

 

 

AS Tunda Blokir TikTok hingga Pelaku Penembakan New York

Serangkaian peristiwa terjadi selama akhir pekan, mulai dari penundaan blokir TikTok di AS hingga dugaan pelaku penembakan di New York lebih dari satu orang dirangkum dalam kilas internasional.

AS Tunda Larangan TikTok hingga 27 September

Kementerian Perdagangan Amerika Serikat mengumumkan penundaan larangan aplikasi berbagi video singkat, TikTok di negeri Paman Sam setidaknya hingga 27 September mendatang.

Melansir AFP, keputusan diambil tak lama setelah aplikasi populer asal China tersebut mengkonfirmasi kesepakatan mengenai usulan pengelolaan operasional TikTok di AS dengan melibatkan Oracle sebagai mitra teknologi dan Walmart sebagai mitra bisnis.

Konfirmasi atas kesepakatan tersebut dikeluarkan TikTok pada Sabtu (19/9), satu hari sebelum rencana pelarangan aplikasi diberlakukan.

"Kami senang bahwa kerja sama TikTok, Oracle, dan Walmart akan menyelesaikan masalah pertanyaan seputar masa depan TikTok di AS," ujar juru bicara TikTok kepada AFP.

Oracle disebut akan menjadi penyedia teknologi yang bertanggung jawab untuk menampung semua data pengguna TikTok di AS dan memastikan keamanan nasional AS.

"Saat ini juga kami bekerja sama dengan Walmart dalam kemitraan bisnis," ujar juru bicara TikTok.

China Bakal Balas AS atas Larangan TikTok

China dengan tegas menentang larangan Amerika Serikat (AS) terhadap aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi pembayaran serta jejaring pertemanan WeChat.

"Larangan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan AS atas kedua aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan asal China itu dinilai sangat merugikan," tulis Kementerian Perdagangan China, melansir China Daily.

Pemerintah China sendiri telah menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah AS atas larangan tersebut.

"Jika AS bertahan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," tambahnya

Polisi Duga Pelaku Penembakan New York Lebih dari Satu Orang

Polisi menduga pelaku penembakan di pesta halaman belakang sebuah rumah di Rochester, New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/9) kemarin, lebih dari satu orang. Penembakan itu mengakibatkan dua orang tewas dan 14 orang lainnya luka-luka.

"Dua orang korban kehilangan nyawa akibat tiga atau empat orang pelaku yang menembak kerumunan, yang terdiri dari 100 hingga 200 orang," ucap pihak Kepolisian Rochester, Frank Umbrino dalam konferensi pers, mengutip Associated Press, Minggu (20/9).

Polisi pada Sabtu (19/9) malam mengidentifikasi dua korban meninggal dunia yakni Jaquayla Young yang merupakan lulusan East High School dan Jarvis Alexander lulusan University Preparatory Charter School for Young Men.

Umbrino mengatakan, pesta itu seharusnya menjadi pertemuan kecil. Namun, sekelompok orang dari dua pesta di tempat lain yang berdekatan, pergi ke pesta yang dihadiri dua korban dan terjadi pertengkaran.

 

 

Badai Tropis Beta Disertai Hujan Deras dan Angin Hantam AS

Badai tropis Beta menuju pantai Texas dan Louisiana, Amerika Serikat disertai hujan deras dan angin kencang pada Minggu (20/9). Intensitas hujan hingga 51 cm diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Badan Cuaca Nasional memperkirakan hujan yang turun tidak akan mencapai intensitas badai seperti yang terjadi pada Minggu.

Badai Beta mulai bergerak lebih cepat ke sepanjang Pantai Teluk tengah pada Minggu sore hingga ke Texas pada Senin (21/9) malam.

 

Pusat Badai Nasional diperkirakan akan terus bergerak ke sepanjang pantai dan menuju Louisiana pada pertengahan pekan, dengan curah hujan yang dikhawatirkan menjadi ancaman terbesar.

Kendati demikian, badai Beta diperkirakan tidak akan separah hantaman badai Harvey yang menghantam pada 2017 lalu atau badai Imelda tahun lalu di Texas.

Hujan diperkirakan akan mulai turun pada Minggu, dengan puncaknya terjadi pada Senin hingga Selasa (22/9).

Pejabat setempat mengatakan belum mengeluarkan perintah untuk mewajibkan warga melakukan evakuasi. Sejauh ini warga hanya diminta untuk tetap tinggal di rumah dalam beberapa hari ke depan jika terjadi banjir.

Wali Kota Houston Sylvester Turner mengatakan badai Beta diperkirakan tidak akan membawa hujan dan angin sehebat badai Harvey, kendati tetap memperingatkan warga untuk mewaspadai perubahan cuaca.

"Waspada cuaca karena banyak hal bisa berubah. Ini adalah tahun 2020 dan karenanya kami harus mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga, "kata Turner seperti dilansir Associated Press.

Pusat Badai Nasional AS mengatakan badai Beta yang berputar melalui Teluk Meksiko pada Minggu sore diperkirakan membawa angin berkecepatan maksimal 60 mph dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 6 mph.

Badai Beta merupakan tiga badai yang berputar di cekungan Atlantik dan menjadi badai kesembilan yang menghantam benua AS sepanjang tahun 2020.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Polisi Duga Pelaku Penembakan New York Lebih dari Satu Orang

Polisi menduga pelaku penembakan di pesta halaman belakang sebuah rumah di Rochester, New York, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/9) kemarin, lebih dari satu orang.

"Dua orang korban kehilangan nyawa akibat tiga atau empat orang pelaku yang menembak kerumunan, yang terdiri dari 100 hingga 200 orang," ucap pihak Kepolisian Rochester, Frank Umbrino dalam konferensi pers, mengutip Associated Press, Minggu (20/9).

Polisi pada Sabtu (19/9) malam mengidentifikasi dua korban meninggal dunia yakni Jaquayla Young yang merupakan lulusan East High School dan Jarvis Alexander lulusan University Preparatory Charter School for Young Men.

Umbrino mengatakan, pesta itu seharusnya menjadi pertemuan kecil. Namun, sekelompok orang dari dua pesta di tempat lain yang berdekatan, pergi ke pesta yang dihadiri dua korban dan terjadi pertengkaran.

Polisi menemukan lebih dari 40 selongsong peluru di tempat kejadian usai empat pelaku itu melepaskan tembakan.

Polisi saat ini masih berusaha menelusuri pelaku dan alasannya melepaskan tembakan. Mereka meminta pada para saksi untuk menyampaikan pernyataan dan foto atau video apa pun.

Sementara 14 korban yang terluka akibat tembakan tidak mengalami cedera yang mengancam jiwa. Korban luka rata-rata berusia 17-23 tahun.

"Dua orang lagi terluka ketika mereka diinjak-injak saat melarikan diri. Tapi diperkirakan akan pulih," katanya.

Kasus penembakan ini menambah trauma warga Rochester yang belum lama ini mengungkap kasus kematian Daniel Prude. Prude ditemukan meninggal pada Maret lalu akibat sesak napas setelah sekelompok polisi menutupi kepalanya dan mendorongnya ke trotoar.

"Komunitas kami telah cukup terluka," kata Wakil Presiden Dewan Kota Rochester Willie Lightfoot. "Ini hanya satu hal dari semua yang telah kita alami," sambungnya.

Namun, penembakan di pesta itu belum pasti terkait dengan kematian Prude.

Kepala Polisi Mark Simmons menyesalkan insiden di pesta yang menyebabkan dua korban meninggal dan 14 orang luka-luka itu.

"Ini benar-benar tragedi yang luar biasa," kata Simmons. "Maksud saya belum pernah ada peristiwa yang menyebabkan 16 korban. Bagi komunitas kita yang mengalami begitu banyak hal, kemudian harus menangani tragedi ini. Orang yang memutuskan untuk bertindak dengan cara kekerasan sangat disayangkan dan memalukan," tuturnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rochester diguncang dengan berbagai peristiwa, mulai dari aksi protes harian, seruan pengunduran diri wali kota, dan penangkapan petugas kepolisian yang terlibat dalam kematian Prude.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

China Bakal Balas AS atas Larangan TikTok

China dengan tegas menentang larangan Amerika Serikat (AS) terhadap aplikasi berbagi video TikTok dan aplikasi pembayaran serta jejaring pertemanan WeChat.

"Larangan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan AS atas kedua aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan asal China itu dinilai sangat merugikan," tulis Kementerian Perdagangan China, melansir China Daily.

Pemerintah China sendiri telah menyiapkan tindakan balasan terhadap pemerintah AS atas larangan tersebut.

"Jika AS bertahan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, dan WeChat per 20 September 2020.

Keputusan AS dinilai sangat tidak berdasar dan dapat merusak kepercayaan investor global yang hendak berinvestasi di sana.

"Kami kecewa atas keputusan tersebut dan aplikasi ini diblokir bagi pengunduh baru mulai Minggu serta aplikasi ini dilarang mulai 12 November. Di AS, kami punya komunitas pengguna TikTok sebanyak 100 juta karena ini telah menjadi tempat hiburan, ekspresi pribadi, dan menjalin koneksi," sebut manajemen TikTok perwakilan AS, mengutip Xinhua.

Kementerian Perdagangan AS telah mengeluarkan keputusan untuk meniadakan aplikasi TikTok di Apple Store dan Google Play terhitung sejak 20 September 2020.

 

 

 

China Kirim 19 Jet Buat Kepung Taiwan

Ketegangan antara China dan Taiwan terus berlanjut. Terlebih lagi ketika China mendapat kabar bahwa Taiwan berencana membeli sejumlah alat pertahanan atau senjata dari musuh China, Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat ini.

China tidak membiarkan negara tetangganya itu berada di bawah bayang-bayang AS. Hal itu disikapi China dengan melakukan latihan militer di Selat Taiwan bersamaan dengan kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi Keith Krach tiba di Taipei pada hari Kamis kemarin untuk kunjungan kenegaraannya menghadiri upacara peringatan mantan presiden Lee Teng-hui yang dijuluki Mr.Demokrasi oleh warga Taiwan.

Kedatangan Keith Krach ke Taiwan itu telah membuat China marah. China menganggap Amerika terlalu jauh ikut campur dengan urusan negara Taiwan yang diklaim China sebagai wilayah otoritas China. Kemarahan China memuncak setelah mendengar bahwa kedatangan diplomat senior AS, Keith Krach itu juga dilakukan dalam rangka memuluskan rencana Taiwan mendapatkan sejumlah sistem pertahanan baru dari AS.

Presiden Xi Jinping langsung unjuk kekuatan. Dia langsung mengerahkan pasukan militernya untuk melakukan latihan militer di Selat Taiwan untuk menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak bisa semena-mena masuk ke Taiwan begitu saja. China dengan tegas mengatakan bahwa latihan militer di Selat Taiwan sebagai tindakan nyata menolak kehadiran kehadiran AS di Taiwan.

Tidak hanya itu, ternyata Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) juga telah mengirim 19 jet tempurnya melintasi Selat Taiwan mendekati pulau pada saat Keith Krach menghadiri upacara peringatan mediang mantan Presiden Taiwan Lee Teng-hui pada hari Sabtu, 19 September 2020.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, 19 jet tempur China yang melintas mendekati Taiwan dan berhasil diidentifikasi oleh Angkatan Udara Taiwan terdiri dari 12 pesawat tempur J-16, dua pesawat tempur J-10, dua pesawat tempur J-11, dua pesawat pembom H-6, dan satu pesawat anti-kapal selam Y-8.

"ROCAF mengacak pesawat tempur dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memantau aktivitas mereka," kata Kementerian Pertahanan Taiwan dikutip dari Reuters, Minggu, 20 September 2020.

Sementara itu, dalam laporan Global Times menyatakan, belum pernah terjadi sebelumnya Angkatan Udara Taiwan melihat pesawat PLAAF terbang dekat dengan pulau Taiwan dalam skala besar selama dua hari berturut-turut.

"Saya percaya ini adalah latihan praktis PLA untuk pengambilalihan pulau. Ini dengan jelas menyatakan bahwa daratan Cina tidak lagi mentolerir kolusi curang antara pemerintah AS dan pasukan separatis pulau itu. Kolusi semacam itu telah menjadi target utama dan China daratan utama untuk diserang. Itu harus dihentikan jika tidak PLA akan terus meningkatkan operasi militernya, sampai pertarungan pamungkas," katanya.

Alasan meningkatnya ketegangan lintas Selat adalah karena pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen meninggalkan "Konsensus 1992" setelah menjabat dan mengubah situasi di Selat Taiwan.

Selain itu, AS telah meningkatkan hubungan politik dan militernya dengan Taiwan dengan menyetujui Undang-Undang Perjalanan Taiwan dan meningkatkan penjualan senjatanya ke pulau itu. Jika AS masih tetap ngotot melanjutkan kerjasamanya dengan Taiwan, kemungkinan perang besar antara China dan Taiwan akan pecah dalam waktu dekat ini.

"Jet PLA hanya "satu inci" dari pulau Taiwan. Jika AS dan pulau itu melanjutkan kolusi mereka untuk memisahkan pulau itu dari China, kami yakin PLA cukup tegas untuk meluncurkan rudal jelajah ke seluruh pulau," paparnya.

 

WHO Siapkan Uji Klinis Herbal Afrika sebagai Obat Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengesahkan protokol untuk menguji obat-obatan herbal Afrika sebagai pengobatan potensial untuk virus Corona dan epidemi lainnya. Covid-19 telah mengangkat masalah penggunaan obat-obatan tradisional untuk memerangi penyakit kontemporer.

Pengesahan protokol tersebut diprediksi akan mendorong pengujian dengan kriteria yang serupa dengan yang digunakan untuk molekul yang dikembangkan oleh laboratorium di Asia, Eropa, atau Amerika.

"Para ahli WHO dan kolega dari dua organisasi lain mengesahkan protokol untuk uji klinis pengobatan herbal fase III untuk Covid-19 serta piagam dan kerangka acuan untuk pembentukan data dan papan pemantauan keamanan untuk klinis pengobatan herbal. Uji klinis Fase III sangat penting dalam menilai sepenuhnya keamanan dan kemanjuran produk medis baru," kata Direktur Regional WHO, Prosper Tumusiime.

"Jika produk obat tradisional terbukti aman, berkhasiat dan terjamin kualitasnya, WHO akan merekomendasikan (itu) untuk manufaktur lokal skala besar yang dapat dilacak dengan cepat,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (20/9/2020).

Tumusiime mengatakan, mitra WHO dalam hal ini adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, dan Komisi Urusan Sosial Uni Afrika.

“Permulaan Covid-19, seperti wabah Ebola di Afrika Barat, telah menyoroti kebutuhan untuk memperkuat sistem kesehatan dan mempercepat program penelitian dan pengembangan, termasuk pada obat-obatan tradisional,” ungkapnya.

Dia tidak merujuk secara spesifik pada minuman Madagaskar Covid-Organics, juga disebut CVO, yang oleh Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina dianggap sebagai obat untuk virus tersebut.

Minuman itu telah didistribusikan secara luas di Madagaskar dan dijual ke beberapa negara lain, terutama di Afrika.

 

 

Joe Biden Kritik Kebijakan Trump atas Ekonomi AS: Dia Tak Punya Rencana

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) Partai Demokrat Joe Biden mengkritik cara Presiden AS Donald Trump menangani ekonomi AS.

Kritikan itu muncul saat keduanya berkampanye di negara bagian Minnesota satu dari empat negara bagian yang menggelar voting lebih awal. Trump kalah dengan Biden dalam beberapa jajak pendapat nasional menjelang pemilu 3 November.

Meski demikian, Trump berupaya memperkuat dukungan di Minnesota, negara bagian yang dia kalah 1,5% terhadap Hillary Clinton dalam pemilu 2016.

 

Mantan Wakil Presiden AS Biden menyalahkan Trump atas penurunan ekonomi. Menurut Biden, Trump hanya melakukan sedikit tindakan untuk mengatasi krisis kesehatan publik.

“Trump sudah menyerah daripada melakukan pekerjaannya,” kata Biden.

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) Partai Demokrat Joe Biden mengkritik cara Presiden AS Donald Trump menangani ekonomi AS.

Kritikan itu muncul saat keduanya berkampanye di negara bagian Minnesota satu dari empat negara bagian yang menggelar voting lebih awal. Trump kalah dengan Biden dalam beberapa jajak pendapat nasional menjelang pemilu 3 November.

Meski demikian, Trump berupaya memperkuat dukungan di Minnesota, negara bagian yang dia kalah 1,5% terhadap Hillary Clinton dalam pemilu 2016.

Biden mengunjungi pusat pelatihan tukang kayu di Hermantown, pinggiran kota pelabuhan Lake Superior, Duluth, dan menjelaskan gambaran suram situasi ekonomi di wilayah tambang bijih besi Minnesota. Menurut Biden, pandemi virus corona menambah jumlah pengangguran.

Mantan Wakil Presiden AS Biden menyalahkan Trump atas penurunan ekonomi. Menurut Biden, Trump hanya melakukan sedikit tindakan untuk mengatasi krisis kesehatan publik.

“Trump sudah menyerah daripada melakukan pekerjaannya,” kata Biden.

Biden berulang kali berjanji menginvestasikan USD2 triliun pada perbaikan infrastruktur AS daripada mengatasi perubahan iklim. Biden juga berjanji akan memastikan semua proyek federal menggunakan material buatan AS dan tenaga kerja setempat.

Menurut Biden, Trump terus berjanji pada rencana infrastruktur tapi tak satu pun yang pernah terwujud. “Dia tak punya rencana,” kata Biden.

Trump berbicara di depan ribuan orang yang berkumpul di luar hangar bandara di Bemidji, Minnesota pada Jumat (18/9) malam.

Menurut Trump, dia akan menang di Minnesota karena prestasi ekonomi, terutama pada 2019 sebelum terjadi pandemi virus corona.

Trump juga menyerang kebijakan Biden pada pengungsi. “Semoga beruntung, Minnesota. Negara bagian Anda akan diserbu dan dirusak jika Biden dan sayap kiri radikal menang,” papar Trump.

 

 

 

Diduga Kuat Mata-mata China, India Tangkap Jurnalis Ini!

Otoritas keamanan India dilaporkan telah menangkap seorang jurnalis yang berbasis di New Delhi. Jurnalis tersebut ditangkap karena memberikan informasi sensitif kepada intelijen China.

"Sebuah kasus di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi India telah didaftarkan terhadap Rajeev Sharma pada 13 September dan dia ditangkap keesokan harinya," kata polisi India dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (20/9/2020).

Sel Khusus Kepolisian Delhi menuduh Sharma bekerja untuk petugas intelijen China, mengklaim bahwa dokumen rahasia yang terkait dengan departemen Pertahanan India telah dikirimkan oleh oleh pria berusia 61 tahun tersebut.

Mereka kemudian menuturkan, selain Sharman, mereka juga menangkap dua orang lainnya yang diduga menjadi mata-mata China. Kedua orang tersebut adalah seorang wanita asal China dan seorang pria asal Nepal.

Polisi mengidentifikasi wanita China itu sebagai Qing Shi dan pria asal Nepal bernama Sher Singh. Sel Khusus Kepolisian Delhi mengatakan keduanya ditangkap karena membayar Sharma sejumlah besar uang melalui saluran ilegal untuk menyampaikan informasi sensitif kepada Intelijen China.

"Perusahaan cangkang, yang dioperasikan oleh intelijen asing, digunakan untuk mentransfer dana," kata Sel Khusus Kepolisian Delhi.