• Blog
  • Dolar AS Makin Melemah Dipicu Pertumbuhan Data Ekonomi Cina

Dolar AS Makin Melemah Dipicu Pertumbuhan Data Ekonomi Cina

News Forex, Index &  Komoditi

( Rabu,  16  September 2020 )

Wall Street menguat di tengah harapan Fed akan tetap akomodatif

Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor berharap Federal Reserve akan tetap dengan sikap kebijakan moneter akomodatif yang mendukungnya ketika pertemuan dua hari bank sentral AS sedang berlangsung.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,27 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup di 27.995,60 poin. Indeks S&P 500 bertambah 17,66 poin atau 0,52 persen, menjadi berakhir di 3.401,20 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 133,67 poin atau 1,21 persen, menjadi 11.190,32 poin.

Tetapi pasar keluar dari tertinggi sesi ketika saham Apple Inc. menghapus sebagian besar keuntungan mereka pagi hari. Saham berakhir datar setelah sempat melemah sesaat setelah acara produknya, yang mencakup peluncuran layanan kebugaran virtual baru dan semua pelangganannya, Apple One.

Saham Apple, yang naik sebanyak sekitar tiga persen di awal sesi dan terangkat tiga persen pada Senin (14/9/2020), sering turun setelah naik sebelum acara itu.

Saham-saham perusahaan teknologi besar AS lainnya, seperti Amazon, Facebook, Netflix, dan induks perusahaan Google, Alphabet semuanya ditutup lebih tinggi.

Nasdaq mengungguli dua indeks utama lainnya, sementara indeks teknologi S&P 500 menguat satu persen, memperpanjang pemulihannya dari aksi jual brutal awal bulan ini yang telah menghentikan reli Wall Street.

Para investor optimistis ketika The Fed memulai pertemuan kebijakan pertamanya sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan sikap yang lebih akomodatif terhadap inflasi.

"Sementara ekonomi melambat, berita makro yang akan datang akan bersahabat, yang seharusnya mengindikasikan The Fed tidak akan mengubah kebijakan," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Data pada Selasa (15/9/2020) menunjukkan produksi pabrik AS meningkat kuat pada Agustus. Secara terpisah, harga impor AS meningkat lebih besar dari yang diperkirakan untuk bulan yang sama, mendukung pandangan bahwa tekanan inflasi sedang meningkat.

Indeks keuangan S&P 500 jatuh 1,4 persen, dengan Citigroup Inc C.N anjlok 6,9 persen menyusul laporan bahwa regulator federal sedang bersiap untuk menegur pemberi pinjaman AS karena gagal meningkatkan sistem manajemen risikonya.

JPMorgan Chase & Co JPM.N tergelincir 3,1 persen karena menurunkan perkiraan pendapatan bunga bersih setahun penuh.

 

 

 

 

 

 

 

Dolar AS Makin Melemah Dipicu Pertumbuhan Data Ekonomi Cina

Dolar Amerika Serikat makin melemah terhadap mata uang aset berisiko pada Selasa (125/09) petang didorong oleh harapan perkembangan seputar vaksin covid-19 setelah Cina mengumumkan pertumbuhan produksi industri dan penjualan ritel.

Indeks dolar AS kian melemah 0,15% ke 92,922 menurut data Investing.com pukul 13.57 WIB. EUR/USD menguat 0,14% ke 1,1885 dan GBP/USD naik 0,11% di 1,2858. USD/JPY turun tipis 0,02% di 105,70.

Sedangkan rupiah stagnan di level 14.860,0 per dolar AS hingga pukul 13.58 WIB.

Menopang sentimen aset risiko dilansir dari Reuters Selasa (15/09) petang, AstraZeneca kembali melanjutkan uji klinis vaksin covid-19, yang dianggap sebagai salah satu pengembangan vaksin yang paling maju sementara Pfizer Inc. dan BioNTech SE mengajukan perluasan uji coba vaksin covid-19 tahap 3.

“Sungguh menggembirakan karena Pfizer telah menjelaskan target vaksinnya. Kala aset berisiko bangkit kembali, dolar kehilangan momentum,” kata Kyosuke Suzuki, direktur valas di Societe Generale (PA:SOGN).

Sementara produksi industri Cina mengalami peningkatan pada bulan Agustus dan penjualan ritel tumbuh untuk pertama kalinya tahun ini. Hal tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi semakin cepat karena mengindikasikan mulai meningkatnya permintaan dari krisis pandemi virus.

Pergerakan poundsterling terjadi setelah pemerintah Inggris memenangkan pemungutan suara awal di parlemen soal RUU kontroversial yang melanggar kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Namun, trader mengatakan mata uang tersebut tampaknya masih rentan karena Uni Eropa memperingatkan RUU Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan membatalkan perundingan perdagangan dan mendorong Inggris menuju kesepakatan Brexit yang berantakan.

Trader juga akan menyoroti pertemuan kebijakan bank sentral di Amerika Serikat pada hari Rabu serta di Jepang dan Inggris pada hari Kamis.

 

 

Mayoritas bursa Asia menguat jelang rapat sejumlah bank sentral

Bursa Asia mayoritas bergerak menguat pada Rabu (16/9) pagi. Pukul 8.23 WIB, indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,01% ke 23.456. Hang Seng menguat 0,37% ke 24.823.

Taiex melonjak 1,15% ke 12.994. Sedangkan Kospi melemah 0,08% ke 2.441. Straits Times menguat 0,30% ke 2.492.

Kemarin, pasar saham global menguat setelah China melaporkan kenaikan produksi industri dan penjualan ritel. Mata uang sejumlah negara dengan komoditas besar seperti Australia, Selandia Baru, dan Kanada menguat setelah laporan tersebut.

Tapi, pasar saham global masih dibayangi aksi tunggu paket stimulus baru di Amerika Serikat (AS). "Ada prediksi bahwa Kongres AS tidak akan bisa mencapai persetujuan paket fiskal baru sehingga kebijakan moneter diperlukan untuk mengisi kekosongan," kata Tapas Strickland, analis NAB dalam catatan yang dikutip Reuters.

Strickland mengatakan pasar akan fokus pada perubahan apapun dalam kebijakan bank sentral AS Federal Reserve. Bank of Japan dan Bank of England akan mengumumkan kebijakan setelah rapat esok.

 

Saham Hong Kong dibuka menguat dengan indeks HSI terkerek 0,37 persen

Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Rabu pagi, setelah membukukan keuntungan selama tiga hari berturut-turut, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) terkerek 0,37 persen atau 91,20 poin, menjadi diperdagangkan di 24.823,96 poin.

Indeks Hang Seng meningkat 0,38 persen atau 92,48 poin menjadi 24.732,76 poin pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2020), dengan nilai transaksi mencapai 115,94 miliar dolar Hong Kong (sekitar 14,96 miliar dolar AS).

 

 

Saham Tokyo dibuka melemah karena apresiasi yen tekan eksportir

Saham-saham Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Rabu pagi, karena kenaikan yen terhadap dolar AS menekan saham-saham yang secara luas memiliki eksposur ke pasar luar negeri seperti para eksportir, setelah sehari sebelumnya dilanda aksi ambil untung,

Pada pukul 09.15 waktu setempat, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) kehilangan 47,43 poin atau 0,20 persen, dari penutupan Selasa (15/9/2020), menjadi diperdagangkan di 23.407,46 poin. Sehari sebelumnya, Nikkei 225 merosot 104,41 poin atau 0,44 persen menjadi 23.454,89 poin.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas dari seluruh saham papan utama di pasar Tokyo turun 2,54 poin atau 0,15 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.638,30 poin. Indeks Topix merosot 10,26 poin atau 0,62 persen menjadi 1.640,84 poin pada penutupan perdagangan Selasa (15/9/2020).

Saham-saham perusahaan yang berhubungan dengan angkutan udara, produk karet, dan alat angkut mencatat kerugian paling banyak pada menit-menit pembukaan setelah bel perdagangan pagi.

 

 

WTO: Kebijakan Tarif Amerika Serikat ke China Ilegal

Panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memutuskan, tarif perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS merupakan tindakan ilegal. Keputusan ini diambil pada Selasa (15/9).

Keputusan WTO terhadap sikap AS menandai pertama kalinya  badan perdagangan yang bermarkas di Jenewa, Swiss itu menolak serangkaian tarif tinggi yang diberlakukan Trump di sejumlah negara, baik sekutu ataupun saingannya. Trump telah berurangkali mengeklaim, WTO memperlakukan AS secara tidak adil.

Secara teori, putusan WTO akan memungkinkan China memberlakukan tarif pembalasan terhadap barang-barang AS senilai miliaran dolar AS. Tapi, kemungkinan, putusan itu tidak memiliki banyak dampak praktis, setidaknya dalam jangka pendek.

Sebab, AS dapat mengajukan banding atas keputusan WTO dan pengadilan banding WTO kini tidak lagi berfungsi mengingat adanya penolakan satu pihak dari Washington untuk menerima anggota baru.

Seperti dilansir di Associated Press (AP), Selasa (15/9), dalam dalam keputusannya, badan penyelesaian sengketa WTO menentang argumen pemerintah AS bahwa China telah terlibat dalam praktik yang merugikan kepentingan AS. Di antaranya mengenai pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi.

Keputusan ini secara cepat menuai kritik dari perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer. Dalam sebuah pernyataan, ia menyebutkan, laporan panel WTO menegaskan pandangan pemerintahan Trump terhadap WTO.

"WTO sama sekali tidak memadai untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," katanya.

Lighthizer menyebutkan, AS telah memberikan bukti ekstensif tentang pencurian kekayaan intelektual China dan WTO tidak menawarkan solusi untuk itu.

Lighthizer menambahkan, AS harus diberi izin untuk membela diri terhadap praktik perdagangan yang tidak adil. "Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan China menggunakan WTO untuk mengambil keuntungan dari pekerja, bisnis, petani dan peternak Amerika," ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China mengatakan, keputusan WTO sudah objektif dan adil. Mereka meminta AS menghormatinya.

Pengadilan banding WTO telah mengeluarkan putusan akhir dalam kasus perdagangan dan berhenti berfungsi pada tahun lalu. Saat itu, masa jabatan dua dari tiga hakim terakhirnya berakhir tanpa ada penggantian.

Pengacara di Mayer Brown dan mantan kepala staf perwakilan perdagangan AS Timothi Keeler menjelaskan, situasi itu memunkginkan AS dapat mengajukan banding atas keputusan terbaru WTO in to the void. Artinya, banding baru dapat ditangani sampai krisis terkait pengangkatan anggota pengadilan banding selesai. Sementara itu, laporan panel tidak akan mengikat.

Sebagai informasi, pemerintahan Trump menargetkan produk China dalam dua batch. Bea masuk sebesar 10 persen dikenakan terhadap barang-barang senilai sekitar 200 miliar dolar AS pada September 2018 yang kemudian dinaikkan hingga 25 persen pada delapan bulan kemudian.

Pajak tambahan 25 persen diberlakukan pada Juni 2018 terhadap barang-barang China senilai 34 miliar dolar AS terhadap perdagangan tahunan. Tarif kedua ini menargetkan produk industri seperti baling-baling pesawat, pemurni air dan sepeda motor.

Pemerintahan Trump telah membenarkan sanksi tersebut merujuk pada Bagian 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974. Beleid ini pernah menjadi rujukan yang digunakan pemerintahan AS dalam menjatuhkan sanksi dan baru-baru ini dihidupkan kembali oleh Trump.

AS berargumen, tindakan China merupakan pencurian yang sudah disetujui negara dan penyalahgunaan teknologi, kekayaan intelektual dan rahasia komersial AS.

Pengacara perdagangan Mark Herlach, mitra dari firma Eversheds Sutherland, mengatakan, konsistensi undang-undang 301 terhadap aturan WTO sudah lama menjadi kontroversi. "Tidak mengherankan jika panel WTO tidak menyukai apa yang dilakukan AS," katanya.

Panel WTO memutuskan, tindakan AS melanggar aturan perdagangan internasional yang sudah lama berlaku ini karena hanya diaplikasikan untuk produk China. Washington juga dianggap tidak cukup bukti untuk mengklaim produk China yang mendapatkan bea tambahan itu telah melalui praktik perdagangan tidak adil.

 

 

 

 

Badai Ganggu Pasokan AS, Harga Minyak Dunia Melejit

Harga minyak mentah dunia berbalik menguat di perdagangan global pada Selasa (15/9) atau Rabu waktu Indonesia. Penguatan ditopang gangguan pasokan minyak AS akibat Badai Sally.

Dilansir dari Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November melejit 92 sen atau 2,3 persen menjadi US$40,53 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober meroket US$1,02 atau 2,7 persen menjadi US$38,28 per barel di New York Mercantile Exchange.

Penguatan harga minyak ditopang oleh penurunan produksi minyak dan gas (migas) di lepas pantai AS yang berkurang sekitar seperempat dari posisi normal. Kilang pun ditutup karena lintasan Badai Sally yang menerjang sejak pekan lalu bergeser ke timur menuju Alabama barat dan hanya menyisakan beberapa kilang di Pantai Teluk.

"Peristiwa cuaca buruk di AS menyebabkan beberapa ketidakpastian tentang produksi minyaknya dan itu selalu menjadi kabar baik untuk harga," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

Selain itu, permintaan minyak juga diramal menurun. Badan Energi Internasional (Energy Information Administration/EIA) turut memangkas prospek permintaan sekitar 200 ribu barel per hari (bph) menjadi 91,7 juta bph karena mempertimbangkan kecepatan pemulihan ekonomi global.

"Kami memperkirakan pemulihan dalam permintaan minyak melambat secara nyata pada paruh kedua 2020, bersama sebagian besar keuntungan mudah yang telah dicapai," kata IEA dalam laporan bulanannya.

IEA mencatat stok minyak komersial di negara-negara maju mencapai level tertinggi sepanjang masa, yakni 3,225 miliar barel pada Juli 2020. IEA memberi sinyal para negara akan melakukan pemangkasan perkiraan stok pada paruh kedua tahun ini.

Lebih lanjut, pemangkasan prospek permintaan minyak dari IEA sejalan dengan perkiraan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) yang telah menurunkan prospek lebih dulu. OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia akan turun 9,46 juta bph pada tahun ini.

Jumlah ini meningkat dari proyeksi bulan sebelumnya sekitar 9,06 juta bph. Kendati begitu, pertemuan OPEC ditambah Rusia atau dikenal dengan OPEC+ diperkirakan tidak akan membuat rekomendasi pengurangan produksi lagi yang lebih dalam.

Kabarnya, pertemuan OPEC+ pada 17 September nanti akan lebih banyak membahas soal mekanisme kepatuhan dan kompensasi untuk pemotongan produksi yang sudah dilakukan. Sebelumnya, perusahaan minyak asal Inggris, BP juga memperkirakan puncak permintaan minyak terhenti pada 2019 dan tidak terjadi lagi pada tahun ini.

Di sisi lain, tingkat produksi minyak China justru mencapai level tertinggi kedua dalam catatan pada Agustus 2020. Hal ini terjadi karena kilang-kilang bekerja untuk mengolah rekor impor minyak pada awal tahun ini.

Di Amerika Serikat, data American Petroleum Institute mencatat persediaan minyak mentah turun 9,5 juta barel menjadi sekitar 494,6 juta barel per 11 September 2020. Namun, analis memperkirakan persediaan minyak akan naik lagi sekitar 1,3 juta barel.

 

 

 

 

 

 

 

Corona, 2,7 Juta Warga Inggris Minta Tunjangan Pengangguran

Pemerintah Inggris mencatat 2,7 juta warga mengajukan klaim tunjangan pengangguran pada Agustus. Angka itu menanjak hampir 121 persen sejak Inggris menerapkan penguncian wilayah (lockdown) untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona pada Maret lalu.

Kenaikan klaim itu sejalan dengan meningkatnya tingkat pengangguran Inggris hingga menembus 4 persen dari total angkatan kerja.

Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris mencatat tingkat pengangguran Inggris mencapai 4,1 persen selama periode Mei-Juli. Angka itu lebih tinggi dari periode Februari-April,3.9 persen.

ONS juga mencatat sebanyak 695 ribu pekerja tidak lagi menerima gaji sejak Maret.

"Dengan jumlah pegawai yang menerima gaji menurun lagi pada Agustus dan baik jumlah pengangguran dan pengurangan pekerja meningkat pada Juli, jelas bahwa virus corona masih berdampak besar pada dunia kerja," ujar Direktur Statistik Ekonomi ONS Darren Morgan seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/9).

Di sisi lain, peningkatan angka pengangguran sebagian tertahan oleh meningkatnya lapangan kerja di sektor makanan. Pandemi covid-19 membuat warga lebih memilih berbelanja online.

Grup Domino's Pizza di Amerika Serikat telah merekrut 5.000 pekerja. Sementara, supermarket Tesco menambah jumlah pekerja hingga 16 ribu orang.

"Beberapa dampak pandemi pada pasar tenaga kerja mulai memudar pada Juli seiring sebagian kegiatan ekonomi kembali dibuka," tambah Morgan.

Analis memperkirakan situasi akan memburuk dalam beberapa bulan ke depan mengingat program subsidi upah dari pemerintah akan berakhir pada Oktober. Sebagai catatan, hampir 10 juta pekerja menerima bantuan subsidi upah dari pemerintah Inggris.

"Jumlah tenaga kerja akan turun tajam dan jumlah pengangguran bakal naik lebih cepat seiring memudarnya dampak skema bantuan subsidi yang akan berakhir pada akhir Oktober," ujar Ekonom Capital Economics Paul Dales.

 

 

Sembuh Corona, Eks PM Italia Silvio Berlusconi Keluar dari RS

Mantan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona. Senin (14/9) waktu setempat.

Berlusconi bersyukur karena bisa selamat dari virus ganas tersebut. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah membantunya berjuang melawan Covid-19.

Pria 83 tahun itu mengatakan bahwa pengalaman tersebut menjadi ujian paling berat dalam hidupnya.

"Itu adalah hal yang sangat sulit. Terima kasih Tuhan, terima kasih para dokter, saya mungkin selamat dari pengalaman terberat dalam hidup saya," kata Berlusconi kepada media dikutip dari Tv6, Selasa (15/9).

Berlusconi dirawat di rumah sakit San Raffaele pada 3 September karena pneumonia, dia kemudian dinyatakan positif corona.

Sebelum dirawat intensif di rumah sakit, Berlusconi pada Rabu (2/9) menjalankan karantina mandiri terlebih dulu di rumahnya.

Dokter yang menangani Berlusconi di rumah sakit, Alberto Zangrillo mengatakan mantan PM itu dinyatakan positif corona setelah kembali dari berlibur di vila mewahnya di Emerald Coast, Sardinia.

Meski dirawat, Zangrillo mengatakan Berlusconi tidak menggunakan ventilator.

Italia mencatat enam kematian baru akibat virus corona dalam 24 jam terakhir, sehingga total mencapi 35.610 jiwa.

Jumlah pasien dalam perawatan intensif terus meningkat, mencapai 187 pada hari Minggu. Namun, beberapa sekolah di Italia dibuka kembali pada hari Senin.

Siswa dan guru diwajibkan memakai masker dan pembersih tangan, tetapi beberapa sekolah belum menerima penambahan meja untuk bisa menjaga jarak sosial.

 

 

 

 

 

 

 

 

China Sebut Vaksin Corona Siap Awal November

Vaksin virus corona yang dikembangkan oleh produsen China, Sinovac Biotech dan Sinopharm siap digunakan untuk umum di awal November 2020.

Wu Guizhen, Kepala Ahli Biosafety di Pusat Pengendalian Penyakit China mengatakan kepada lembaga penyiaran CCTV bahwa vaksin akan tersedia untuk masyarakat umum "sekitar November atau Desember".

Guizhen tidak merinci vaksin mana yang dirujuknya, tapi dia mengatakan "berdasarkan hasil klinis fase 3, kemajuan saat ini sangatlah mulus".

Ia juga mengatakan jika dirinya telah mengikuti uji klinis vaksinasi pada April lalu dan merasa baik-baik saja selama beberapa bulan terakhir. Kendati ia tidak menyebutkan secara spesifik kandidat vaksin yang disuntikkan ke tubuhnya.

Kedua produsen optimis dengan perkembangan vaksin yang tengah dikembangkan. Pernyataan ini disampaikan di tengah upaya global yang berlomba untuk menyelesaikan putaran final uji klinis vaksin yang kian memanas.

Perwakilan kedua perusahaan kepada AFP mengatakan, harapan mereka vaksin yang dikembangkan akan disetujui setelah uji coba fase ketiga yang dilakukan paling cepat akhir tahun ini.

Saat ini ada sembilan kandidat vaksin yang berada dalam uji coba tahap akhir pada manusia, namun baru-baru ini beberapa di antaranya menemui kendala.
 
Pekan lalu, perusahaan raksasa farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford untuk sementara menghentikan uji klinis vaksin setelah seorang sukarelawan menunjukkan terkena penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Beberapa kandidat vaksin di China telah diuji coba kepada pekerja penting di bawah program penggunaan darurat.

Bulan ini, seorang juru bicara Sinovac mengatakan kepada AFP bahwa "puluhan ribu" orang secara sukarela telah mengambil vaksinnya, termasuk 90 persen karyawannya beserta keluarga mereka yang berjumlah antara 2.000 hingga 3.000 orang.

Sementara pada Juni lalu, militer China menyetujui penggunaan vaksi terhadap para personelnya. Vaksin itu dikembangkan oleh unit penelitian dan perusahaan bioteknologi.

 

 

Trump sebut vaksin corona akan ada beberapa minggu lagi

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (15/9) mengatakan vaksin untuk melawan virus corona yang mematikan akan ada tiga sampai empat minggu lagi.

Hal tersebut berdasarkan prediksi yang dibuat oleh pejabat kesehatan masyarakat AS dan Pfizer Inc awal bulan ini.

Trump, berbicara di balai kota yang diselenggarakan oleh ABC News di Philadelphia, membela penanganannya terhadap krisis virus corona.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa vaksin segera siap untuk didistribusikan

"Kami sangat dekat untuk mendapatkan vaksin," katanya.

"Jika Anda ingin mengetahui kebenarannya, pemerintahan sebelumnya mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan vaksin karena harus memenuhi semua persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Dan kami dalam beberapa minggu setelah mendapatkan persetujuannya bisa jadi tiga minggu, empat minggu."

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada masa awal pandemi virus corona mengaku kepada seorang jurnalis bahwa ia meremehkan krisis kesehatan meskipun punya bukti bahwa virus itu berbahaya, menurut sebuah buku baru.

"Saya ingin selalu menganggapnya kecil," kata Trump kepada penulis Bob Woodward pada 19 Maret, beberapa hari setelah dia menyatakan keadaan darurat nasional.

"Saya masih suka menganggapnya kecil, karena saya tidak ingin membuat kepanikan," ujar Trump.

CNN pada Rabu (9/9) menyiarkan wawancara Woodward dengan Trump menyangkut buku barunya, "Rage."

 

 

Seluruh Anggota Kabinet Irlandia Jalani Isolasi Covid-19

Semua anggota kabinet Irlandia diperintahkan melakukan isolasi mandiri usai Menteri Kesehatan Stephen Donnelly menunjukkan gejala positif Covid-19.

Perdana Menteri Irlania Micheal Martin mengatakan Donnelly saat ini sedang dites dan komunikasi telah ditujukan kepada semua menteri untuk membatasi pergerakan sambil menunggu hasil tes seperti dilansir dari AFP.

Sikap ini diambil atas dasar pencegahan sebab Donnelly sebelumnya menggelar rapat tentang virus corona bersama seluruh anggota kabinet pada Senin (15/9) malam. Pada Selasa (16/9) Donnelly menghadiri konferensi pers bersama Martin dan pejabat lainnya.

Kabar isolasi mandiri ini terpaksa menunda berbagai agenda, termasuk rapat parlemen. Meski begitu Martin bilang parlemen dapat berkumpul kembali diwakili pejabat kementerian.

Sejauh ini terdapat 1.787 kematian karena Covid-19 di Irlandia. Jumlah kematian harian memuncak pada April, namun saat ini Irlandia terus melawan lonjakan kasus baru yang mendorong diberlakukannya pembatasan baru di ibu kota.

Penduduk Dublin diminta membatasi pertemuan tidak lebih dari enam orang dan menghindari perjalanan ke luar wilayah.

Fasilitas seperti restoran mulai diizinkan dibuka pekan depan di wilayah selain Dublin setelah enam bulan ditutup. Sementara Dublin tetap menjalani pembatasan.

 

 

Iran Peringatkan AS Agar Tak Membuat Kesalahan Strategis

Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak membuat kesalahan strategis. Hal itu diungkapkan Iran setelah Presiden Donald Trump mengancam Teheran atas laporan yang menyebut mereka berencana membalas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

"Kami berharap mereka tidak membuat kesalahan strategis baru, dan tentunya jika mereka melakukan kesalahan strategis, akan menyaksikan tanggapan tegas Iran," kata Juru Bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, Selasa (15/9) seperti dikutip dari AFP.

Trump sebelumnya bersumpah bahwa setiap serangan oleh Iran akan direspons dengan tanggapan 1.000 kali lebih besar.

Pernyataan itu dikeluarkan Trump untuk menanggapi laporan yang mengungkapkan bahwa Iran berencana membunuh Duta Besar AS di Afrika Selatan Lana Marks sebagai tindakan balas dendam atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran itu tewas dalam serangan drone di dekat Bandara Baghdad yang diluncurkan AS pada Januari lalu.

Sebuah laporan media AS, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Iran diduga merencanakan pembunuhan itu menjelang pemilihan presiden AS pada November.

"Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan, atau serangan lain, terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani," kata Trump lewat Twitter.

"Setiap serangan oleh Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan dibalas dengan serangan terhadap Iran yang akan 1.000 kali lebih besar!"

Rabiei menyayangkan Trump terlalu tergesa-gesa dalam menanggapi sebuah laporan yang belum tentu kebenarannya.

Dia memperingatkan bahwa bereaksi terhadap laporan semacam itu akan sia-sia, justru mengganggu stabilitas di kawasan dan ketenangan dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga menyebut laporan itu tidak berdasar. Menurut juru bicara, laporan itu adalah bagian dari metode berulang dan busuk untuk menciptakan kampanye anti-Iran di panggung internasional.

 

 

 

 

China Ancam AS Jika Tak Setop Kerja Sama dengan Taiwan

China memperingatkan potensi 'kerusakan serius' apabila Amerika Serikat tidak menarik diri dari segala bentuk kerja sama dengan Taiwan. Pejabat AS dan Taiwan rencananya akan melakukan pertemuan untuk membahas kerja sama ekonomi dan komersial akhir pekan ini.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Wang Wanbin mendesak AS untuk menghentikan semua bentuk kerja sama dengan Taiwan.

"China dengan tegas menentang pertemuan delegasi AS dan Taiwan. Saya ingin menekankan sekali lagi bahwa pertanyaan Taiwan berkaitan dengan kedaulatan dan integritas teritorial China dan menyangkut kepentingan inti China," ucap Wang dalam konferensi pers harian, Senin (14/9) seperti diwartakan Associated Press.

"Ini adalah masalah paling penting dan sensitif dalam hubungan China-AS. Prinsip satu-China adalah landasan politik hubungan China-AS. Kami mendesak pihak AS untuk mematuhi prinsip satu China dan tiga komunike bersama China-AS, dan untuk menghentikan semua bentuk hubungan resmi antara AS dan Taiwan," ucapnya melanjutkan.

Mengutip Associated Press, Wang mengancam AS untuk menghentikan semua bentuk hubungan resmi dengan Taiwan untuk menghindari kerusakan serius pada hubungan AS-China serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Ketegangan antara AS dan China belakangan kian meruncing dalam berbagai aspek termasuk perdagangan, keamanan siber, teknologi, dan undang-undang keamanan nasional Hong Kong.

Menteri luar negeri AS untuk pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan, Keith Krach diagendakan mengunjungi Taiwan untuk membahas kerja sama ekonomi dan komersial.

Kunjungan Krach merupakan kelanjutan dari kunjungan Menteri Kesehatan AS Alex Azar bulan lalu. Azar menjadi pejabat tinggi AS pertama yang mengunjungi Taiwan sejak hubungan kedua negara putus pada 1979.

Kunjungan Krach ke Taiwan kemungkinan besar akan memicu amarah berkelanjutan dari Cina. Negeri Tirai Bambu menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang setiap kontak resmi dengan negara lain.

Kementerian Luar Negeri Taiwan pekan lalu mengonfirmasi bahwa pihaknya dalam tahap negosiasi dengan AS. Namun mereka tidak mengungkap kapan atau siapa yang mungkin menjadi perwakilan dari Washingto