• Blog
  • News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 20 September 2022)

News Forex, Index & Komoditi (Selasa, 20 September 2022)

News Forex, Index & Komoditi

( Selasa,  20  September 2022 )

Wall Street Naik, Investor Mengalihkan Fokus Pada Pertemuan The Fed Pekan Ini

Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (19/9) setelah sesi perdagangan yang fluktuatif. Investor mengalihkan fokus perhatian ke pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan ini dan seberapa agresif mereka akan menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 197,26 poin atau 0,64% ke 31.019,68, S&P 500 naik 26,56 poin atau 0,69% ke 3.899,89 dan Nasdaq Composite naik 86,62 poin atau 0,76% ke 11.535,02.

Mayoritas sektor di S&P 500 naik. Kecuali sektor perawatan kesehatan yang turun 0,6% karena terbebani penurunan saham Moderna Inc sehari setelah Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pandemi telah berakhir.

Mengutip Reuters, langkah bank sentral AS mendorong sentimen pasar karena para trader berusaha memposisikan diri mereka pada kondisi suku bunga yang naik.

S&P 500 dan Nasdaq rebound setelah sebelumnya mencatat penurunan dengan persentase mingguan terburuk sejak Juni pada hari Jumat, karena pasar sepenuhnya menghargai setidaknya kenaikan suku bunga 75 basis poin pada akhir pertemuan kebijakan Fed pada 20-21 September, dengan Fed funds futures menunjukkan peluang 15% dari peningkatan 100 bps.

Data inflasi Agustus yang panas secara tak terduga pekan lalu juga meningkatkan taruhan pada kenaikan suku bunga di masa depan, dengan tingkat terminal untuk dana fed AS sekarang di 4,46%.

"Ini semua tentang apa yang akan terjadi pada hari Rabu, dan apa yang keluar dari tangan The Fed pada hari Rabu, jadi saya pikir orang hanya akan menunggu dan melihat sampai saat itu," kata Josh Markman, mitra di Bel Air Investment Advisors.

"Kami memiliki hasil yang buruk ketika CPI masuk, jadi The Fed - yang berada di belakang bola 8 - sekarang mencoba untuk maju dari kurva dan mengekang inflasi, dan itu (kesadaran) mendorong pasar ekuitas."

Mencerminkan kehati-hatian untuk taruhan baru menjelang pertemuan Fed, hanya 9,58 juta saham yang diperdagangkan di bursa AS pada hari Senin, hari keenam volume perdagangan paling ringan tahun ini.

Fokus juga akan pada proyeksi ekonomi baru, yang akan dipublikasikan bersamaan dengan pernyataan kebijakan The Fed pada pukul 2 siang. ET (1800 GMT) pada hari Rabu.

Kekhawatiran pengetatan Fed telah menyeret S&P 500 turun 18,2% tahun ini, dengan laporan pendapatan mengerikan baru-baru ini dari perusahaan pengiriman FedEx Corp, kurva imbal hasil Treasury AS terbalik dan peringatan dari Bank Dunia dan IMF tentang perlambatan ekonomi global yang akan datang menambah kesengsaraan.

Goldman Sachs memangkas perkiraannya untuk PDB AS 2023 pada Jumat malam karena memproyeksikan Fed yang lebih agresif dan melihat hal itu mendorong tingkat pengangguran lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

"The Fed akan terus membajak, kita akan mendapatkan 75 (bps) pada hari Rabu, tetapi apa yang terjadi selanjutnya dan apakah mereka akan berhenti atau tidak setelah Rabu, itu akan menjadi bagian yang menarik," kata Markman dari Bel Air.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubel Rusia pangkas kenaikan setelah tertinggi 1 bulan terhadap dolar

Rubel menyentuh level tertinggi satu bulan terhadap dolar pada awal perdagangan Senin, sebelum memangkas kenaikan di awal sesi yang bergejolak, karena harga minyak turun dan investor menilai dampak dari penurunan suku bunga Bank Sentral Rusia menjadi 7,5 persen pada Jumat (16/9/2022).

Pemotongan 50 basis poin telah diprediksi oleh para analis, tetapi Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina menyatakan bahwa siklus penurunan suku bunga bank sentral mungkin hampir berakhir karena ekspektasi inflasi meningkat dan mengabaikan tentang perlunya mempelajari pemotongan (suku bunga) di masa depan.

Pada pukukl 07.33 GMT, rubel stabil terhadap dolar di 60,26, setelah menyentuh 59,0025 di awal perdagangan, level terkuat sejak 19 Agustus. Rubel telah kehilangan 0,6 persen untuk diperdagangkan pada 60,16 terhadap euro dan menguat 0,2 persen terhadap yuan menjadi 8,566.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan global untuk ekspor utama Rusia, merosot 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 90,65 dolar AS per barel.

Rubel telah menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di dunia tahun ini, didukung oleh kontrol modal darurat yang diluncurkan oleh bank sentral dalam upaya untuk menghentikan aksi jual massal.

"Dalam perjalanan perdagangan, kami memperkirakan rubel untuk mencoba menguat," kata Kepala Analis Banki.ru Bogdan Zvarich, menunjuk pada periode pajak akhir bulan yang biasanya melihat eksportir Rusia mengubah pendapatan mata uang asing mereka menjadi rubel buat membayar ke departemen keuangan yang puncaknya jatuh pada 26 September.

"Akibatnya, akan ada peningkatan pasokan mata uang asing di pasar, yang akan berkontribusi pada kenaikan rubel."

Sementara itu indeks saham Rusia diperdagangkan lebih tinggi. Indeks RTS berdenominasi dolar menguat 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 1,281,3 poin. Indeks MOEX Rusia berbasis rubel naik 0,7 persen, menjadi diperdagangkan pada 2.449,2 poin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biden Menyatakan Militer AS Siap Membela Taiwan Jika China Melakukan Invasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan bahwa pasukan militernya akan siap membela Taiwan, jika negara tersebut mendapat serangan dari China. Pernyataan Biden ini disampaikan dalam wawancara di program CBS 60 Minutes yang tayang hari Minggu (18/9). Wawancara ini dilakukan minggu lalu. Saat ini Biden sedang berada di Inggris untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II pada hari Senin (19/9). "Ya, jika pada kenyataannya, ada serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Biden ketika ditanya apakah pasukan AS akan mempertahankan Taiwan jika China melakukan invasi. Baca Juga: Hadapi China, India dan Jepang Perbanyak Latihan Militer untuk Perkuat Hubungan Pernyataan ini jadi pernyataan paling eksplisit yang pernah dikeluarkan Biden terkait dukungannya pada Taiwan. Sikap Biden ini pun dianggap berbeda dengan kebijakan AS yang mendukung kebijakan Satu-China. Dalam wawancaranya dengan CBS pun Biden menegaskan bahwa AS  tidak mendukung kemerdekaan Taiwan dan tetap berkomitmen pada kebijakan Satu-China, di mana AS secara resmi mengakui China, bukan Taiwan. Sementara itu, juru bicara Gedung Putih menegaskan bahwa sikap AS terhadap Taiwan dan China masih belum berubah.  Baca Juga: Ada RUU Dukungan Militer ke Taiwan, China Ajukan Ketidakpuasan Diplomatik ke AS "Hal itu sudah dikatakan Presiden sebelumnya, termasuk di Tokyo awal tahun ini. Dia juga menjelaskan bahwa kebijakan Taiwan kami tidak berubah. Itu tetap benar," ungkap Gedung Putih, seperti dikutip Reuters. AS telah lama terjebak pada kebijakan yang tidak secara rinci menjelaskan apakah mereka akan merespons serangan terhadap Taiwan secara militer. Pada bulan Mei lalu, Biden juga mengatakan bahwa AS akan bersedia terlibat secara militer untuk membela Taiwan sebagai bentuk komitmen yang telah mereka buat.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uni Eropa Siap Pangkas Bantuan Finansial ke Hungaria karena Melanggar Demokrasi

Dewan Uni Eropa (UE), Komisi Eropa, pada hari Minggu (18/9) memberi rekomendasi untuk menghapus bantuan finansial senilai 7,5 miliar euro ke Hungaria karena dianggap telah melanggar prinsip-prinsip demokrasi. Pemerintah Hungaria dianggap telah melakukan korupsi dana UE dan tidak menggunakan dana pembangunan itu dengan semestinya. "Ini tentang pelanggaran aturan hukum yang membahayakan penggunaan dan pengelolaan dana UE. Kami tidak dapat menyimpulkan bahwa anggaran UE cukup terlindungi," kata Komisaris Anggaran UE Johannes Hahn, seperti dikutip Reuters. Dalam pernyataannya, Hahn menggarisbawahi adanya kekacauan sistemik dalam undang-undang pengadaan publik Hungaria hingga kekurangan dalam tindakan anti-korupsi lainnya. Atas dasar temuan tersebut, Komisi Eropa merekomendasikan agar sepertiga dana kohesi untuk Hungaria segera ditangguhkan. Jumlahnya adalah 7,5 miliar euro, setara dengan 5% dari perkiraan PDB 2022 negara itu. Baca Juga: Kremlin: Eropa Bukan Satu-satunya Konsumen Gas Alam Rusia, Ada Kawasan Lain Komisi Eropa saat ini memberi waktu tiga bulan kepada negara-negara anggota UE untuk memutuskan proposal tersebut. Jika disetujui, Hungaria akan menjadi negara pertama yang terkena sanksi di bawah aturan baru yang dirancang untuk melindungi supremasi hukum dengan lebih baik. Sanksi ini diperkenalkan oleh UE dua tahun lalu sebagai tanggapan atas rusaknya demokrasi di Polandia dan Hungaria.  Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban dianggap telah melanggar prinsip demokrasi dengan melemahkan pengadilan, media, LSM dan akademisi. Orban juga dinilai membatasi hak-hak migran, gay dan perempuan selama lebih dari satu dekade berkuasa. Baca Juga: Uni Eropa Menyatakan Hungaria Bukan Lagi Negara Demokrasi Menyusul rencana sanksi dari UE, pemerintah Orban mengusulkan pembentukan badan anti-korupsi baru dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah kesulitan ekonomi yang dialami, Orban berharap masih bisa mempertahankan bantuan dari UE. Mata uang Hungaria, forint, juga menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan timur Uni Eropa. Hungaria juga telah berjanji untuk menerapkan beberapa perlindungan anti-korupsi lainnya. Salah satunya adalah merilis aturan yang lebih ketat tentang konflik kepentingan, memperluas cakupan laporan keuangan dan memperluas kekuasaan hakim untuk mengejar tersangka korupsi. Di tengah banyaknya tekanan, Orban telah berulang kali menyangkal bahwa Hungaria lebih korup daripada negara lain di UE. Sayangnya, klaim tersebut tidak membuat UE melunak.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Otoritas Kesehatan China Meminta Warga Jauhi Orang Asing di Tengah Wabah Cacar Monyet

Pejabat senior dari otoritas kesehatan China menyarankan seluruh warga untuk tidak melakukan kontak fisik langsung dengan orang asing demi mengurangi risiko cacar monyet. Kekhawatiran mulai muncul setelah kasus cacar monyet pertama di China ditemukan pada hari Jumat (16/9) lalu. Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengajak seluruh warga agar menghindari kontak fisik langsung dengan orang asing agar risiko penularan berkurang. "Untuk mencegah kemungkinan infeksi cacar monyet dan sebagai bagian dari gaya hidup sehat kita, disarankan agar Anda tidak melakukan kontak kulit langsung dengan orang asing," tulis Wu dalam halaman Weibo pribadinya hari Sabtu (17/9). Baca Juga: WHO: Kita Bisa Menghilangkan Penularan Cacar Monyet Wu juga meminta warga untuk menghindari kontak antar-kulit dengan orang-orang yang baru kembali dari luar negeri dalam kurun waktu tiga minggu terakhir. "Perlu dan sangat penting untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan epidemi cacar monyet di tingkat sosial," lanjut Wu, seperti dikutip Reuters. Pesan Wu mendapat beragam respons dari warga China. Bahkan, kolom komentar sempat ditutup pada hari Minggu hingga Senin dini hari. Beberapa warga mempertanyakan mengapa hanya orang asing yang diwaspadai dan dianggap berbahaya. Padahal, sebagian besar dari mereka telah terjebak di China dalam waktu lama karena pembatasan Covid-19 yang ketat. Baca Juga: China Daratan Melaporkan Kasus Cacar Monyet Pertama Kasus cacar monyet pertama di China ditemukan pada seseorang yang tiba dari luar negeri di Chongqing, wilayah barat daya China. Pemerintah memastikan bahwa risiko penularan sangat rendah karena orang tersebut langsung dikarantina setibanya di Chongqing. Semua kontak dekat diisolasi dan ditempatkan di bawah pengawasan medis. Cacar monyet hingga saat ini telah hadir di sekitar 90 negara. Virus ini telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global.  WHO mencatat ada lebih dari 60.000 kasus yang dikonfirmasi. Beberapa negara non-endemik untuk virus ini pun telah melaporkan kematian terkait penyakit tersebut.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Volkswagen Bidik Dana US$ 9,41 Miliar untuk IPO Porsche

Volkswagen AG membidik dana segar 9,4 miliar euro atau sekitar US$ 9,41 miliar dari penawaran umum perdana anak usahanya Porsche AG. Aksi ini berpotensi menjadi IPO terbesar di Eropa dalam lebih dari satu dekade.  Dilansir dari Bloomberg, produsen mobil Jerman itu mengatakan pada Minggu malam bahwa perusahaan mengincar valuasi sekitar 70 miliar euro hingga 75 miliar euro, di bawah perkiraan sebelumnya sebanyak 85 miliar euro. Adapun pasar saham Eropa sebagian besar tampak bergejolak tahun ini, dengan investor menghindar dari IPO karena krisis energi di kawasan tersebut dibarengi kenaikan suku bunga dan rekor inflasi. Di tengah kemerosotan pasar saham, rencana untuk mencatatkan saham perdana Porsche mendapat dorongan komitmen kuat dari investor utama. Otoritas Investasi Qatar, dana kekayaan negara Norwegia, T. Rowe Price dan ADQ akan menyerap IPO Porsche dengan saham preferen sebanyak 3,7 miliar euro. Baca Juga: Otoritas Kesehatan China Meminta Warga Jauhi Orang Asing di Tengah Wabah Cacar Monyet Porsche tidak sendirian dalam mengurangi target valuasi menjelang IPO, sebelumnya Intel Corp. menurunkan ekspektasi untuk IPO Mobileye-nya.  “Kami sekarang berada di tahap final dengan rencana IPO untuk Porsche dan menyambut komitmen investor utama kami,” kata Chief Financial Officer VW Arno Antlitz. Periode penawaran saham perdana akan dimulai pada 20 September 2022 dengan rencana awal perdagangan pada 29 September 2022 di Bursa Efek Frankfurt. Nantinya, IPO Porsche akan menyerahkan kembali kekuatan pengambilan keputusan yang signifikan kepada keluarga Porsche-Piech, yang kehilangan kendali atas produsen mobil sport tersebut lebih dari satu dekade lalu, setelah berlarut-larut dalam perseteruan dengan VW untuk pengambilalihan Porsche. Untuk memperhitungkan kepentingan keluarga miliarder, yang memegang 53% saham voting VW melalui Porsche Automobil Holding SE yang terdaftar secara terpisah, IPO Porsche ini terbilang rumit dan telah memicu kekhawatiran tata kelola yang mencerminkan struktur VW yang berbelit-belit. Investor akan dapat menyerap 25% saham preferen Porsche, yang tidak memiliki hak suara. Sementara Keluarga Porsche-Piech akan membeli 25% ditambah satu saham biasa Porsche dengan hak suara, yang berarti mereka akan menerima saham pemblokiran minoritas dan memengaruhi keputusan penting di masa depan.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Presiden AS Joe Biden: Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir

Presiden AS Joe Biden mengatakan, pandemi Covid-19 telah berakhir, meskipun negaranya terus bergulat dengan infeksi virus corona baru yang membunuh ratusan orang Amerika setiap hari. "Pandemi sudah berakhir," kata Biden dalam wawancaradengan program 60 Minutes CBS yang disiarkan Minggu (18/9), seperti Reuters. "Kita masih memiliki masalah dengan Covid. Kita masih melakukan banyak hal untuk itu. Tetapi pandemi sudah berakhir," ujarnya. Baca Juga: WHO: Akhir dari Pandemi Covid-19 Sudah di Depan Mata "Jika Anda perhatikan, tidak ada yang memakai masker. Semua orang tampaknya dalam kondisi yang cukup baik. Jadi, saya pikir itu berubah," sebut Biden. Angka kematian akibat Covid-19 di AS telah berkurang secara signifikan sejak awal masa jabatan Biden, ketika mencatat lebih dari 3.000 orang Amerika per hari meninggal. Tapi, hampir 400 orang setiap hari terus meninggal akibat Covid-19 di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Biden telah meminta Kongres AS untuk anggaran Covid-19 mencapai US$ 22,4 miliar guna mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus.


 

Presiden Iran tak Berencana Bertemu Biden di Sidang Umum PBB

 

Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Senin (19/9/2022) bertolak ke New York dan akan berbicara di hadapan  Majelis Umum PBB akhir pekan ini. Raisi mengatakan tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di sela-sela acara PBB tersebut.

"Tidak ada rencana untuk pertemuan atau negosiasi dengan para pemimpin AS. Kami tidak punya rencana apa pun untuk bertemu dengan mereka," kata Raisi.

Raisi mengatakan, kehadirannya di PBB sebagai kesempatan untuk menjelaskan kepada dunia tentang dugaan "kebencian" dunia internasional terhadap Iran. Namun dia tidak menguraikan lebih lanjut tentang pidato yang akan disampaikan dalam pertemuan PBB.

Raisi bertolak ke New York dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian dan perunding nuklir Ali Bagheri Kani. Raisi akan berpidato di Majelis Umum dan menghadiri pertemuan UNESCO tentang agama.

Iran dan AS tidak memiliki hubungan diplomatik sejak pengambilalihan Kedutaan Besar AS oleh kelompok militan di Teheran pada 1979. Pada Ahad (18/9), dalam tayanhan wawamcara dengan 60 Minutes CBS, Raisi mengatakan, Amerika Serikat tidak dapat dipercaya. Dia menuntut jaminan bahwa Washington tidak akan menarik diri lagi dari kesepakatan nuklir seperti yang dilakukan Presiden Donald Trump pada 2018.

Raisi juga mengatakan kepada CBS bahwa, Iran bersedia untuk membahas pertukaran tahanan dengan AS. Raisi mengatakan, Teheran berkomitmen untuk mengejar “keadilan” atas pembunuhan seorang komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani, dalam serangan udara AS di Baghdad pada Januari 2020.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biden Sebut Cara Trump Tangani Dokumen Rahasia Sangat tidak Bertanggung Jawab

 

Dalam wawancaranya dengan program 60 Minutes stasiun televisi CBS, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan cara mantan Presiden Donald Trump menangani dokumen rahasia "sangat tidak bertanggung jawab." Tapi, ia mengatakan tidak akan mencampuri penyelidikan.

Badan Investigasi Federal AS (FBI) menggeledah kediaman Trump di Florida untuk mencari dokumen rahasia pemerintah pada 8 Agustus lalu. Biden mengatakan "bagaimana ada orang bisa sangat tidak bertanggung jawab."

"Saya pikir, data apa yang ada di sana yang mungkin membahayakan sumber dan metode? Dan maksud saya, nama-nama orang yang membantu dan lain-lain, dan itu benar-benar tidak bertanggung jawab," kata Biden, Ahad (18/9/2022).

Pernyataan ini mematahkan pola Biden menghindari memberi komentar pada penyelidikan Departemen Kehakiman pada mantan lawan politiknya itu. Trump mengambil materi yang sangat sensitif ke kediamannya setelah masa jabatannya berakhir pada Januari 2021.

Biden dari Partai Demokrat mengalahkan Trump yang diusung Partai Republik dalam pemilihan presiden 2020 lalu. Trump yang hendak maju lagi dalam pemilihan berikutnya mengatakan penyelidikan yang disetujui pengadilan terhadapnya bermotif politik.

Biden mengatakan, ia tidak menerima pengarahan rahasia mengenai isi dokumen-dokumen yang disimpan Trump di kediaman pribadinya Mar-a-Lago. "Saya belum bertanya dengan spesifik mengenai dokumen-dokumen itu," katanya.

"Karena, saya tidak ingin mencampuri apa yang harus atau tidak harus dilakukan Departemen Kehakiman pada tindakan tertentu yang dapat mereka ambil, saya sepakat untuk tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan dan yang tidak, sebenarnya, terlibat memberitahu bagaimana menuntut atau tidak," katanya.

Departemen Kehakiman menyelidiki Trump atas dugaan menghapus catatan Gedung Putih karena mereka yakin ia menyimpan dokumen-dokumen itu secara ilegal. Termasuk terlibat dalam pengumpulan data intelijen dan sumber daya manusia rahasia dan rahasia-rahasia Amerika lainnya.

Kepala intelijen pemerintah Biden juga menyelidiki apakah bila informasi itu diungkapkan ke publik dapat mengancam keamanan nasional.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekjen PBB Antonio Guterres akan Hadiri KTT G20 di Bali

 

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mengonfirmasi akan hadir dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November di Bali. Pertemuan antara Retno Marsudi dan Antonio Guterres itu berlangsung di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Demikian menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Senin (19/9/2022). Retno menyampaikan apresiasi atas konfirmasi kehadiran Sekjen PBB di KTT G20 dan menjelaskan mengenai persiapan KTT G20 di Bali sejauh ini.

Pertemuan tersebut mengawali rangkaian kunjungan kerja Menlu RI untuk menghadiri Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-77. Dalam pertemuan dengan Sekjen PBB itu, Retno juga membahas berbagai isu global yang menjadi perhatian bersama, termasuk Presidensi Indonesia di G20.

Retno menyampaikan mengenai pentingnya KTT G20 untuk dapat menghasilkan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi dunia. Selain itu,Retno juga bertukar pikiran dengan Guterres mengenai perkembangan isu Myanmar.

Keduanya menyatakan keprihatinan dan kekecewaan yang sama terhadap junta militer Myanmar yang tidak menunjukkan komitmen untuk melaksanakan 5 poin konsensus (5 Point of Consensus/5PC) yang telah dimandatkan oleh para pemimpin anggota ASEAN lainnya pada April 2021. Kelima poin konsensus yang disepakati Myanmar dengan para pemimpin ASEAN adalah pengakhiran segera kekerasan di Myanmar, dialog antara semua pihak terkait, penunjukan utusan khusus, penyaluran bantuan kemanusiaan oleh ASEAN untuk Myanmar, dan kunjungan utusan khusus ASEAN ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak.

Terkait hal itu, Sekjen PBB pun menyatakan kembali dukungannya terhadap 5 poin konsensus ASEAN tentang Myanmar itu kepada Retno. Retno juga menyebutkan bahwa komunikasi dan koordinasi Indonesia dengan PBB akan semakin intensif mengingat Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023.

Sidang Majelis Umum ke-77 PBB dibuka pada 13 September 2022. High Level Week (HLW) sidang umum itu berlangsung pada 20-26 September 2022 di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. Tema HLW tahun ini adalah "Momen penting: solusi transformatif untuk tantangan dunia yang saling terkait" (A watershed moment: transformative solutions to interlocking challenges).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Kunjungi China

 

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev melakukan kunjungan ke China, Senin (19/9/2022). Dia diagendakan mengadakan konsultasi bilateral tentang keamanan.

“(Patrushev) akan mengadakan konsultasi Rusia-China tentang stabilitas strategis dengan Yang Jiechi, anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis China (PKC), dan konsultasi Rusia-China tentang keamanan publik, keadilan, serta hukum dan ketertiban dengan anggota Politbiro PKC Guo Shengkun,” kata layanan pers Dewan Keamanan Rusia, dilaporkan kantor berita Rusia, TASS.

Patrushev dan para pejabat China yang ditemuinya juga akan membahas tentang tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping baru-baru. Kedua pemimpin berkeinginan memperkuat kerja sama bilateral di bidang keamanan.

Putin dan Xi Jinping melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Samarkand, Uzbekistan, Kamis (15/9/2022) lalu. Pada kesempatan itu, Xi mengatakan negaranya siap bekerja sama dengan Rusia untuk mengambil peran sebagai “kekuatan besar”.

"China siap melakukan upaya bersama dengan Rusia untuk mengambil peran kekuatan besar serta memainkan peran utama dalam membawa stabilitas dan energi positif ke dunia yang diguncang oleh pergolakan sosial," kata Xi kepada Putin.

Sementara itu Putin memuji sikap seimbang China dalam konflik di Ukraina. "Kami sangat menghargai posisi seimbang dari teman-teman China dalam hal krisis Ukraina. Kami memahami pertanyaan dan kekhawatiran Anda tentang hal ini. Selama pertemuan hari ini, kami tentu saja akan menjelaskan posisi kami," ujar Putin.

Hingga kini, China memang tak mengecam langkah Rusia menyerang Ukraina. Beijing pun beberapa kali menekankan bahwa pendekatan sanksi tidak akan bisa menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina. Komentar Beijing tampaknya mengacu pada keputusan negara-negara Barat yang menjatuhkan sanksi ke Rusia sebagai bentuk dukungan mereka kepada Ukraina.