• Blog
  • Dolar Menguat Pasca Rilis Data Sektor Tenaga Kerja di AS

Dolar Menguat Pasca Rilis Data Sektor Tenaga Kerja di AS

News Forex, Index &  Komoditi

( Senin,  07  September  2020 )

Dolar Menguat Pasca Rilis Data Sektor Tenaga Kerja di AS

Dolar Amerika Serikat bergerak naik pada Senin (07/09) pagi setelah data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan mengalami perlambatan pada bulan Agustus dan trader kini mengalihkan fokusnya ke pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis.

Indeks dolar AS menguat 0,18% ke 92,882 menurut data Investing.com pukul 09.33 WIB. EUR/USD turun tipis 0,04% ke 1,1832 dan GBP/USD melemah 0,30% di 1,3242. USD/JPY naik 0,03% di 106,27.

Sedangkan rupiah stabil di level 14.740,0 per dolar AS sampai pukul 09.32 WIB.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (07/09) pagi, laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat dan jumlah warga kehilangan pekerjaan bertambah seiring mulai habisnya pendanaan pemerintah AS. Hal tersebut meningkatkan keraguan atas keberlanjutan pemulihan ekonomi, tapi tingkat pengangguran turun menjadi 8,4% dari 10,2% pada bulan Juli.

Selain itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan pada hari Jumat bahwa bank sentral AS berencana untuk mempertahankan suku bunga AS lebih rendah untuk jangka waktu lebih lama lagi.

Fokus minggu ini adalah keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis. Mayoritas analis tidak mengharapkan adanya perubahan langkah kebijakan tetapi berfokus pada proyeksi inflasi yang akan disampaikan ECB.

 

 

Wall Street jatuh karena aksi jual saham teknologi berlanjut

Saham-saham di Wall Street lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah perdagangan berfluktuasi karena investor terus merotasi saham terkait teknologi karena kekhawatiran tentang valuasi tinggi dan pemulihan ekonomi yang lemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,42 poin atau 0,56 persen, menjadi berakhir pada 28.133,31, setelah diperdagangkan lebih dari 600 poin lebih rendah di awal sesi. Indeks S&P 500 berkurang 28,10 poin atau 0,81 persen menjadi 3.426,96. Indeks Komposit Nasdaq berakhir jatuh 144,97 poin atau 1,27 persen, menjadi 11.313,13 poin.

Saham-saham teknologi utama melemah, dengan saham Facebook, Amazon dan induk perusahaan Google-Alphabet semuanya merugi lebih dari dua persen. Netflix dan Microsoft masing-masing jatuh 1,8 persen dan 1,4 persen.

Sektor teknologi S&P 500 merosot 1,34 persen, menyusul penurunan 5,83 persen di sesi sebelumnya.

Pata investor meneliti data pekerjaan AS yang baru dirilis. Pengusaha-pengusaha AS menambahkan 1,4 juta pekerjaan pada Agustus, dan tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen, karena pasar tenaga kerja yang dilanda pandemi terus perlahan pulih, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (4/9).

Para ekonom yang disurvei Dow Jones telah memperkirakan pertumbuhan 1,32 juta pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 9,8 persen dari 10,2 persen pada Juli.

Tingkat pengangguran AS sebelumnya melonjak ke rekor 14,7 persen pada April. Data penggajian (payrolls) masih sekitar 11 juta di bawah tingkat pra-pandemi.

Wall Street mengakhiri sesi terburuknya dalam beberapa bulan pada Kamis (3/9/2020) yang melihat Dow merosot lebih dari 800 poin di tengah aksi jual di sektor teknologi.

 

 

 

 

Yuan melemah lagi 27 basis poin menjadi 6,8386 terhadap dolar AS

Yuan melemah lagi 27 basis poin menjadi 6,8386 terhadap dolar AS pada Senin, setelah akhir pekan lalu turun 40 basis poin menghentikan reli panjang delapan hari berturut-turut, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS).

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

 

 

 

 

 

Bursa Asia melemah di tengah ketegangan teknologi AS dan China

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Senin (7/9) pagi. Tertekan ketegangan baru antara Washington dan Beijing di pasar industri teknologi.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,47% pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix turun 0,17% dan Kospi Korea Selatan datar.

Di Australia, S&P / ASX 200 diperdagangkan 0,7% lebih rendah. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia kecuali Jepang sedikit berubah.

Pasar akan mengamati saham Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), produsen semikonduktor terbesar di China, setelah juru bicara Departemen Pertahanan mengatakan pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan ekspor pada perusahaan tersebut.

SMIC dipandang sebagai pemain penting dalam ambisi China untuk mengembangkan industri semikonduktor domestiknya.

Rencana Washington ini bakal menandai peningkatan tensi perang pasar teknologi antara AS dan China.

 

Saham Hong Kong dibuka turun lagi, indeks HSI tergerus 0,30 persen

Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Senin pagi, setelah mencatat kerugian selama tiga hari berturut-turut, dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) tergerus 0,30 persen atau 74,43 poin, menjadi diperdagangkan di 24.621,02 poin. Indeks Hang Seng terpangkas 1,25 persen atau 312,15 poin menjadi 24.695,45 poin pada penutupan perdagangan Jumat lalu (4/9/2020), dengan nilai transaksi mencapai 213,16 miliar dolar Hong Kong (sekitar 27,50 miliar dolar AS).

 

 

Kepada Trump, Raja Salman menginginkan solusi yang adil untuk masalah Palestina

Raja Arab Saudi Salman mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump melalui panggilan telepon pada hari Minggu bahwa kerajaan ingin mencapai solusi yang adil dan permanen untuk masalah Palestina, yang menurutnya adalah titik awal utama dari usulan kerajaan Arab.

Dilaporkan media lokal setempat, inisiatif Perdamaian dibuat oleh Arab Saudi pada tahun 2002, di mana negara-negara Arab menawarkan hubungan yang dinormalisasi kepada Israel dengan imbalan kesepakatan kenegaraan dengan Palestina dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang direbut pada tahun 1967.

Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi, penguasa de facto Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan pihaknya dan Israel setuju untuk bekerja membangun hubungan bilateral. Dan, Israel juga telah setuju untuk menghentikan aneksasi lebih lanjut atas wilayah Palestina.

kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina. UEA dan Israel juga setuju untuk bekerjasama dan menetapkan peta jalan menuju pembentukan hubungan bilateral.

Pernyataan bersama Israel, UEA, dan Amerika Serikat yang dikeluarkan di Washington memuji perjanjian itu sebagai "terobosan diplomatik bersejarah" yang akan memajukan perdamaian di Timur Tengah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menhan China kepada India: Kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami

Menteri pertahanan China dan India mengadakan pertemuan di Moskow dalam upaya menurunkan ketegangan di sepanjang perbatasan mereka di wilayah timur Ladakh.

Melansir People's Daily, dalam pertemuan pada hari Jumat, Penasihat Negara dan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, mendesak India untuk secara ketat mematuhi serangkaian kesepakatan yang dicapai antara kedua belah pihak. Yakni: menahan diri dari provokasi pada Garis Kontrol Aktual saat ini, menahan diri dari tindakan yang dapat menyebabkan situasi memanas, dan menahan diri dari membesar-besarkan dan menyebarkan informasi negatif.

"Militer China bertekad penuh, mampu dan percaya diri dalam menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial," kata Wei di sela-sela pertemuan para menteri pertahanan Organisasi Kerjasama Shanghai di Moskow. Organisasi tersebut terdiri dari China, India, Pakistan, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan.

People's Daily memberitakan, ini adalah pembicaraan tatap muka tingkat pertama dan tertinggi antara keduanya setelah bentrokan perbatasan baru-baru ini. Menteri luar negeri dan pejabat lain dari kedua negara telah berbicara melalui telepon sejak terjadi kebuntuan pada bulan Mei.

Wei mengatakan, penyebab dan kebenaran dari ketegangan saat ini di perbatasan sangat jelas, dengan tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan India.

"China tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayahnya," katanya seperti dikutip People's Daily.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan India, Rajnath Singh mengatakan situasi saat ini harus ditangani secara bertanggung jawab, dan tidak ada pihak yang harus mengambil tindakan lebih lanjut yang dapat memperumit situasi atau meningkatkan masalah di daerah perbatasan.

China telah mengupayakan dialog dan solusi politik untuk ketegangan perbatasan dengan India, dan mengkritik campur tangan pejabat Amerika Serikat.

Ji Rong, juru bicara kedutaan besar China di New Delhi, menanggapi pernyataan yang dibuat minggu lalu oleh wakil menteri luar negeri AS Stephen Biegun, yang menyalahkan perselisihan di wilayah Lembah Galwan yang diperebutkan itu atas "tuntutan besar" Beijing. Dia membuat pernyataan itu dalam pembicaraan selama Forum Kemitraan Strategis AS-India.

"China selalu bersikeras untuk menyelesaikan sengketa teritorial dan maritim dengan negara-negara tetangga melalui konsultasi dan negosiasi atas dasar menghormati fakta sejarah, untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional," kata Ji.

Dia menambahkan, "China dan India memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan secara bilateral. Kami tidak menerima negara-negara di luar kawasan menuding, apalagi mencampuri atau membuat hasutan, yang hanya akan membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan."

Menurut para ahli, Rusia, yang bertanggung jawab untuk memimpin pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai tahun ini, dapat memainkan peran kunci dalam penurunan ketegangan dengan menawarkan platform bagi China dan India untuk merundingkan perselisihan tersebut.

Danil Bochkov, seorang ahli di Dewan Urusan Internasional Rusia, mengatakan Rusia menghargai India dan China sebagai mitra diplomatik yang penting, dan Rusia dan China memiliki visi yang sama tentang tatanan global.

 

 

 

 

 

Australia Perpanjang Lockdown di Melbourne Meski Kasus Covid-19 Turun

Pemerintah Australia memutuskan untuk tetap memperpanjang 'penguncian' atau lockdown di kota Melbourne meski grafik kasus infeksi Covid-19 mulai turun.

Menyadur Channel News Asia (CNA), Minggu (6/9/2020), kebijakan memperpanjang lokdown selama dua pekan di kota terbesar kedua setelah Sydney itu resmi ditekan hari ini.

Penduduk Melbourne sebelumnya dijadwalkan bebas dari lockdown yang telah berlangsung selama enam minggu pekan depan.

Namun, berpotensi terkena pembatasan terus-menerus selama bulan-bulan mendatang mengacu pada pernyataan menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews. Dia menyebut penguncian saat ini akan tetap berlaku hingga 28 September.

"Jika kami membuka terlalu cepat maka kami memiliki kemungkinan yang sangat tinggi bahwa kami tidak benar-benar terbuka sama sekali - kami baru memulai gelombang ketiga," kata Andrews.

"Dan kami akan kembali masuk dan keluar dari batasan, masuk dan keluar dari lockdown, sebelum akhir tahun."

Hanya 63 kasus baru dan lima kematian tercatat di Victoria pada Minggu (6/9/2020), setelah sempat mencatatkan 700 kasus perhari.

Harapan untuk kembali normal bulan ini telah pupus, dengan jam malam, pembatasan pengunjung ke rumah dan batas perjalanan lebih dari 5 km ditetapkan untuk tetap berlaku hingga setidaknya 26 Oktober.

Daniel Andrews menjelaskan bahwa melonggarkan lockown terburu-buru justru akan berbahaya di mana infeksi virus Corona bisa kembali menyebar dan lepas kendali.

Aturan terberat akan dilonggarkan di Melbourne mulai 13 September, dengan jam malam dimulai pada pukul 21:00. Sedangkan durasi olahraga harian ditingkatkan menjadi dua jam dan "gelembung sosial" kecil dibuat untuk orang yang tinggal sendirian.

Berdasarkan rencana pemerintah, pusat pengasuhan anak akan dibuka kembali dan hingga lima orang akan dapat berkumpul di luar ruangan mulai akhir September--namun hanya jika kasus turun di bawah rata-rata 50 kasus per hari.

Aturan untuk orang yang tinggal di daerah dan pedesaan Victoria akan lebih cepat dilonggarkan, karena sejumlah kecil kasus aktif di daerah tersebut.

Australia relatif berhasil dalam menahan virus, dengan negara mencatat lebih dari 26.000 kasus dan 753 kematian dalam populasi 25 juta.

Sebagian besar dilaporkan di Melbourne selama dua bulan terakhir, sementara wilayah lain telah membatalkan pembatasan setelah sebagian besar mampu mengendalikan virus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minyak Tertekan Hebat Sepanjang Pekan Lalu

Harga minyak jatuh di atas tiga persen pada akhir perdagangan Jumat (4/9) atau Sabtu (5/9) dan membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Juni karena kekhawatiran pasar terhadap pemulihan ekonomi yang lambat akibat pandemi covid-19.

Sentimen tersebut menambah kekhawatiran pasar tentang permintaan minyak yang lemah.

Dikutip dari Antara, Senin (7/9), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November, merosot US$1,41 atau 3,2 persen ke US$42,66 per barel.

Sementara itu minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun US$1,60 atau 3,9 persen ke US$39,77 per barel.

Dengan kondisi tersebut, minyak mentah Brent telah merosot 5,3 persen selama sepekan kemarin dan WTI melemah 7,4 persen.

Harga tertekan oleh penurunan berkepanjangan di pasar ekuitas AS dan oleh laporan yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih jauh pada Agustus, ketika bantuan keuangan dari pemerintah habis.

Data penggajian (payrolls) non-pertanian AS meningkat sebanyak 1,37 juta pekerjaan bulan lalu, meskipun pekerjaan masih 11,5 juta di bawah tingkat pra-pandemi dan tingkat pengangguran 4,9 poin persentase lebih tinggi daripada Februari.

 

Tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan 9,8 persen, yang menurut beberapa analis pasar akan mengurangi urgensi di Washington D.C. untuk mengesahkan undang-undang stimulus ekonomi tambahan.

"Harapan untuk lebih banyak stimulus tidak lagi berpengaruh. Kami perlu melihat aktivitas ekonomi kembali naik untuk mendapatkan aliran permintaan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Sebuah laporan pemerintah AS minggu ini menunjukkan permintaan bensin domestik telah turun lagi. Sementara persediaan distilat di pusat minyak Singapura di Asia telah melampaui level tertinggi sembilan tahun.

"Gambaran pasar yang lebih besar adalah sentimen bearish secara keseluruhan yang dimulai dengan laporan permintaan bensin yang lebih rendah pada Rabu," kata Paola Rodriguez-Masiu, analis di Rystad Energy.

 

 

Korut Bersiap Luncurkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Pusat Studi Strategis dan International (CSIS) Amerika Serikat melaporkan merekam kegiatan di Korea Utara yang diduga sebagai persiapan uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM).

Seperti dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, Senin (7/9), CSIS menyatakan mereka melakukan analisis dari citra satelit terhadap dermaga Sinpo di Korut yang memperlihatkan bahwa ada sebuah kapal selam yang saat ini berada di tengah laut. Kapal selam itu sebelumnya sempat digunakan untuk uji rudal beberapa waktu lalu.

CSIS juga menyatakan dari citra satelit terlihat ada dua kapal selam kelas Romeo milik Korut yang berlabuh di Pulau Mayang, di lepas pantai Sinpo.

"Persiapan peluncuran rudal ini kemungkinan besar sejalan dengan perkiraan tentang 'Kejutan Oktober' yang sesuai dengan data sejarah yang memperlihatkan ada kecenderungan lonjakan provokasi menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat," demikian isi laporan tersebut.

Uji peluncuran rudal balistik dari kapal selam (SLBM) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan Korut yang bisa memicu kekhawatiran selain peluncuran rudal balistik dari darat.

Apalagi sampai saat ini perundingan terkait pencabutan sanksi dan pelucutan senjata nuklir antara AS dan Korut mandek.

Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menjatuhi sanksi bagi negara dan entitas yang menyediakan bahan baku dan peralatan untuk mendukung misi pengembangan rudal balistik Korea Utara.

Kementerian Keuangan, Perdagangan, dan Luar Negeri AS merinci adanya upaya berkelanjutan yang dilakukan Korut untuk mendapatkan bahan baku pengembangan rudal balistik.

Bahan baku yang dimaksud meliputi truk kehutanan untuk peluncur rudal hingga logam dan bahan baku lain yang digunakan untuk pengembangan roket. AS memperingatkan agar penyedia bahan baku mewaspadai sanksi tersebut.

 

 

Polisi Portland Tangkap 50 Orang Usai Bentrokan Demonstrasi

Kepolisian Portland, Amerika Serikat, menangkap 50 orang demonstran antirasisme yang berujung bentrokan pada Sabtu malam waktu setempat.

Seperti dilansir CNN, Senin (7/9), bentrokan terjadi ketika sejumlah orang di antara massa pengunjuk rasa melempar bom molotov ke arah polisi. Bom molotov itu lantas mengenai seorang penduduk.

Penduduk itu langsung ditangani oleh petugas pemadam kebakaran dan dilarikan ke rumah sakit setempat.

 

Menurut keterangan kepolisian Portland, aksi unjuk rasa menentang kekerasan polisi, ketidakadilan hukum dan diskriminasi rasial terjadi di Taman Ventura pada pukul 21.00 waktu setempat. Massa lantas bergerak ke gedung Pusat Kebijakan Masyarakat Portland Timur.

Polisi menyatakan para demonstran sebagian besar mengenakan pakaian hitam-hitam. Beberapa dari mereka dilaporkan membawa perisai dan mengenakan pakaian pelindung, helm, masker gas dan baju zirah.

"Terlihat jelas bahwa niat massa bukan menggelar demonstrasi damai," demikian isi pernyataan Kepolisian Portland.

Demonstrasi di Portland kini sebagian besar berujung kericuhan dan bentrokan massa dengan aparat.

Sejumlah polisi terluka akibat lemparan batu. Bahkan, seorang di antaranya terkena kembang api yang dilemparkan massa.

Demonstrasi di Portland sudah memasuki hari ke-100, setelah kematian seorang penduduk kulit hitam, George Floyd, di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota.

Dua pekan lalu, seorang demonstran kelompok sayap kanan tewas tertembak dalam bentrokan massa pro Presiden AS, Donald Trump, dan demonstran sayap kiri.

Insiden penembakan oleh polisi terhadap seorang warga kulit hitam lain, Jacob Blake, dari belakang sebanyak tujuh kali tembakan.

Pihak keluarga mengklaim saat itu Jacob hanya mencoba melerai pertengkaran. Namun, kepolisian Portland mengatakan petugas yang menangani melihat Blake membawa pisau dan dinilai membahayakan.

 

 

 

 

 

 

 

Aktivis Hong Kong Ditangkap Karena Dugaan Penghasutan

Seorang aktivis oposisi Hong Kong, Tam Tak-chi, ditangkap oleh pasukan baru kepolisian pada Minggu (6/9), karena mengucapkan kata-kata yang mengandung unsur penghasutan. Penangkapan tersebut beberapa jam sebelum unjuk rasa menentang undang-undang keamanan yang kontroversial.

AFP melaporkan penangkapan Wakil Presiden dari Partai Demokrasi Radikal People Power, Tam Tak-chi, tersebut terjadi pada pagi hari.

Aksi protes tidak sah yang bertentangan dengan undang-undang baru tersebut telah diikuti lebih dari sepuluh ribu orang secara daring.

Tam yang juga dikenal sebagai mantan presenter radio yang dikenal lewat "Fast Beat", ditangkap di kediamannya di timur laut Hong Kong oleh petugas polisi dari regu keamanan nasional.

Polisi mengatakan meski Tam ditangkap, ia tidak ditahan di bawah undang-undang keamanan baru.

"Pria yang kami tangkap pagi ini ditangkap karena mengucapkan kata-kata menghasut di bawah pasal sepuluh Undang-Undang Kejahatan," ujar Pengawas Senior, Li Kwai-wah merujuk pada UU yang diberlakukan di era kolonial Inggris untuk menekan ekspresi anti-pemerintah.

Menurut Li, Tam ditahan karena menggunakan kata-kata yang "membawa kebencian dan penghinaan terhadap pemerintah dan menimbulkan ketidakpuasan di antara warga Hong Kong" dalam pidato yang dibuatnya di seluruh Hong Kong pada musim panas ini.

Dia menambahkan polisi keamanan nasional memimpin penangkapan tersebut karena pada tahap awal penyelidikan, pasukan itu mencurigai Tam melakukan "hasutan untuk [Hong Kong] memisahkan diri" sesuai dengan pasal 21 undang-undang keamanan nasional.

"Tapi setelah mengumpulkan bukti dan berkonsultasi dengan Departemen Kehakiman, kami memutuskan bahwa lebih sesuai untuk menggunakan Undang-undang Kejahatan," kata Li.

Sejak undang-undang keamanan nasional disahkan di Beijing dan diterapkan di Hong Kong pada 30 Juni, 21 orang termasuk maestro media pro-demokrasi, Jimmy Lai, dan aktivis terkenal, Agnes Chow, telah ditangkap.

Mereka ditangkap atas tuduhan "menghasut untuk memisahkan diri", "berkolusi dengan pasukan asing", dan melakukan "aksi terorisme".

Pemerintah Hong Kong bersikeras bahwa undang-undang tersebut tidak melanggar hak kebebasan berbicara dan berkumpul yang dijamin di wilayah tersebut ketika Hong Kong kembali ke pemerintahan China pada 1997.

Tapi terdapat beberapa pendapat dan ekspresi tertentu yang sebelumnya bebas diutarakan di Hong Kong kemudian menjadi ilegal di bawah UU tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kim Jong-un Suruh 12 Ribu Pejabat Partai Urus Dampak Topan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan 12 ribu pejabat partai di Pyongyang untuk membantu upaya pemulihan dua provinsi yang terdampak topan Maysak.

Diberitakan kantor berita Pemerintah Korut, topan Maysak telah menghancurkan lebih dari seribu rumah, fasilitas umum, serta tanah pertanian di Provinsi Hamgyung Utara dan Selatan.

Kim memeriksa kerusakan pada Sabtu (5/6) waktu setempat dan mengadakan pertemuan dengan para elit partai Komunis tentang upaya bantuan bencana. Dia juga dikabarkan memecat ketua komite partai di provinsi Hamgyong Selatan dalam pertemuan tersebut.

Dalam sebuah surat dua halaman yang ditulis tangan kepada para pejabat Partai Buruh di Pyongyang, Kim mengatakan sebanyak 12 ribu anggota partai yang menetap di ibu kota tersebut akan dikirim ke lokasi bencana.

Belasan ribu pejabat elit tersebut diperintahkan untuk mempercepat penanganan dampak topan Maysak sebelum musim liburan penting di Korea Utara tiba pada bulan depan.

Selain sebagai Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un juga sebagai Pemimpin Partai Buruh Korea yang merupakan satu-satunya partai legal de-facto di Korea Utara.

"Kami tidak bisa membiarkan banyak orang di Provinsi Hamgyong Selatan dan Provinsi Hamgyong Utara yang baru mengalami kerusakan menghabiskan liburan mereka sebagai tunawisma," kata Kim dikutip dari AFP.

"Kerusakan itu merupakan 'situasi mendesak' yang perlu ditangani bahkan tanpa penundaan sesaat," imbuhnya.

Surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun merilis sejumlah foto kondisi dua provinsi di kawasan Korea Utara tersebut dan menunjukkan Kim berdiri di depan reruntuhan rumah dan pepohonan.

AFP menyebut jumlah korban, baik terluka, hilang, ataupun meninggal tidak dilaporkan oleh media setempat.

Topan Maysak membawa hujan lebat selama berhari-hari ke pantai timur negara tesebut pada awal pekan ini. Sementara itu, badai lain diperkirakan akan melanda semenanjung Korea Utara pada Selasa (8/9) waktu setempat.

AFP menyebut bencana alam bisa membawa dampak lebih besar di Korea Utara karena infrastruktur yang lemah dan negara tersebut rentan banjir karena banyak bukit serta pegunungan yang semakin gundul.

 

 

Memanas, China dan AS Masuk ke Perlombaan Senjata Laser

Penggunaan laser berenergi tinggi untuk aplikasi Angkatan Laut semakin meningkat di antara kekuatan militer dunia. China berada di antara mereka yang bersiap untuk berlomba dengan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan supremasi.

Senjata berenergi terarah yang didasarkan pada laser dapat menawarkan biaya rendah per tembakan dan magasin yang hampir tak terbatas untuk menyediakan cara yang efisien dan efektif untuk bertahan dari serangan rudal atau kawanan drone.

Banyak negara, seperti AS, China, Israel, Prancis, Jerman, dan Rusia, telah meneliti senjata untuk waktu yang lama, dan negara-negara besar sedang meningkatkan perkembangan mereka untuk mendapatkan keunggulan.

Song Zhongping, seorang analis militer yang berbasis di Hong Kong, mengatakan senjata laser termasuk dalam senjata generasi baru yang berpotensi mengubah wajah perang dan sangat penting.

"Perlombaan senjata laser telah lama dimulai. AS memiliki pondasi teknologi yang lebih kokoh, tetapi China sedang bekerja untuk mempersempit kesenjangan," ucapnya, seperti dilansir South China Morning Post.

Senjata laser juga dapat dilihat sebagai simbol penting dari transformasi militer China, mengingat adopsi mereka akan mengubah bentuk peperangan di masa depan.

Menurut laporan Layanan Riset Kongres pada awal Agustus, AS telah meneliti energi terarah sejak 1960-an dan tidak diragukan lagi merupakan pemimpin dalam pengembangan senjata laser. Pada Mei, kapal USS Portland milik Angkatan Laut AS menguji senjata laser yang mampu menghancurkan ancaman darat, laut, dan darat di Pasifik.

Angkatan Laut Amerika memasang senjata laser di atas kapal perusak kelas Arleigh Burke USS Dewey pada November tahun lalu, sebelum mengumumkannya pada akhir Februari.

Disebut Optical Dazzling Interdictor Navy, atau ODIN, sistem ini adalah penerus teknologi dari Laser Weapons System (LaWS), laser 30 kilowatt yang dipasang pada tahun 2014 di dok transportasi amfibi USS Ponce. Angkatan Laut AS mengharapkan memiliki delapan kapal perang yang dapat dilengkapi dengan ODIN dalam tiga tahun ke depan.

China juga mengembangkan senjata laser, baik di kapal Angkatan Laut maupun pesawat tempur. Pada akhir Juli, media pemerintah melaporkan bahwa China telah melengkapi kapal perangnya dengan generator canggih untuk menggerakkan senjata berenergi tinggi, seperti laser dan railgun.

Jenis pasti kapal tersebut tidak diungkapkan, tetapi secara luas diyakini sebagai kapal perusak paling canggih di negara itu, seperti kapal perusak berpeluru kendali Type 055.

Pemberitahuan pengadaan yang diterbitkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China pada bulan Januari menunjukkan bahwa mereka dapat mengembangkan kemampuan untuk memasang senjata laser baru ke pesawatnya.

Meskipun persyaratan rinci untuk peralatan tersebut tidak diketahui, kemungkinan besar itu adalah senjata serbu taktis jenis baru, daripada perangkat panduan laser untuk rudal yang sudah banyak digunakan.

Polong laser udara akan dipasang ke pesawat tempur China seperti pesawat tempur berbasis kapal induk "Flying Shark" Shenyang J-15, pesawat tempur berat "Mighty Dragon" J-20, dan pesawat pendukung seperti angkutan berat Xian Y-20.

Perkembangan senjata laser oleh AS dan China telah menimbulkan konfrontasi. Pada bulan Februari, Angkatan Laut AS mengatakan sebuah kapal perang China menembakkan senjata laser ke salah satu pesawat pengintai.

Ini bukan pertama kalinya AS menuduh China menargetkan pasukannya dengan senjata laser. Pada 2018, pejabat militer memperingatkan pilot bahwa pangkalan udara China di Djibouti mungkin telah menargetkan pesawatnya dengan "sinar laser kelas militer", yang juga menyebabkan protes diplomatik.

Peraturan penggunaan senjata semacam itu telah diterapkan selama beberapa waktu. Pada tahun 1995, untuk membantu meredakan potensi konflik di masa depan, PBB mengeluarkan Protokol Senjata Laser yang Membutakan, yang mulai berlaku pada Juli 1998. Hingga April 2018, protokol tersebut telah disetujui oleh 108 negara.

Protokol melarang penggunaan senjata laser yang dirancang khusus, sebagai satu-satunya fungsi tempur atau sebagai salah satu fungsi tempurnya, untuk menyebabkan kebutaan permanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rusia Akui Dipaksa Ikut Perlombaan Senjata

Rusia tidak tertarik pada perlombaan senjata, tetapi dipaksa untuk melakukannya sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat oleh NATO. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu.

"Semua tindakan yang diambil ditujukan secara eksklusif untuk memperkuat pertahanan, terbatas dalam skala dan sesuai dengan bahaya militer modern," kata Shoigu dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak tertarik dengan perlombaan senjata. Untuk mengurangi ketegangan, kami bermaksud untuk mematuhi keterbukaan maksimum mengenai kegiatan militer", sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (6/9/2020).

 

Shoigu mengatakan bahwa Rusia telah menawarkan NATO pengurangan jumlah latihan di tengah pandemi untuk mencegah kesulitan lebih lanjut, tetapi aliansi tersebut menanggapi secara negatif.

"Pimpinan militer Rusia telah berulang kali mengusulkan untuk menyetujui langkah-langkah bersama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dalam hubungan," kata Shoigu. (Lihat grafis: Pesawat-Pesawat Tempur Paling Berbahaya yang Dimiliki Rusia)

Menurutnya, langkah-langkah ini termasuk memindahkan lokasi latihan militer ke daerah pedalaman dari garis kontak antara Rusia dan NATO, menyepakati jarak minimum yang diizinkan dari pendekatan kapal dan pesawat, mengurangi jumlah latihan, dan aktivitas lain dari angkatan bersenjata Rusia dan angkatan bersenjata gabungan NATO selama pandemi.

"Inisiatif ini masih relevan. Namun, Brussels memandangnya secara negatif. NATO belum siap untuk bekerja sama secara konstruktif untuk meningkatkan stabilitas regional," tambah Shoigu.