Wall Street Menguat

Wall Street Menguat

Hot News Market Hari Ini

( Kamis, 22 Agustus  2019 )

The Fed Perdebatkan Pangkas Suku Bunga Lebih Agresif,

 Wall Street Menguat

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) kompak ditutup menguat pada perdagangan Rabu (21/8/2019), setelah laporan kinerja keuangan yang optimistis dari peritel menunjukkan kekuatan dalam permintaan konsumen AS.

Wall Street kemudian mempertahankan penguatannya setelah rilis risalah rapat Federal Reserve (Fed minutes) pada Juli menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan telah memperdebatkan penurunan suku bunga yang lebih agresif.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,82 persen atau 23,92 poin di level 2.924,43, indeks Nasdaq Composite menanjak 0,90 persen atau 71,65 poin di level 8.020,21, dan indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 0,93 persen atau 240,29 poin di posisi 26.202,73.

Bursa saham AS bergerak kuat ke posisi lebih tinggi setelah peritel Target Corp. dan Lowe’s Cos Inc. menyampaikan laporan kinerja yang lebih baik dari perkiraan.

Saham Target melonjak 20,4 persen setelah peritel ini menaikkan perkiraan laba tahunannya. Saham Lowe’s juga naik tajam 10,4 persen setelah laporan perusahaan perbaikan rumah ini mengalahkan estimasi laba.

Pengeluaran konsumen AS yang kuat telah membantu mencegah kekhawatiran akan terjadinya resesi. Pekan lalu, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi meningkat karena kurva imbal hasil antara Treasury 2 tahun dan 10 tahun berinversi secara singkat.

Meski kurva imbal hasil berbalik lagi secara singkat pada Rabu (14/8/2019), kondisi itu berdampak kecil pada saham saat ini.

“Selama kita memiliki lingkungan yang sehat dalam pekerjaan yang kita miliki saat ini, akan sangat sulit untuk menggoyahkan kepercayaan masyarakat,” ujar JJ Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade, Chicago.

Sementara itu, risalah pertemuan kebijakan moneter The Fed pada 30-31 Juli, ketika bank sentral AS ini memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperdebatkan pemotongan suku bunga secara lebih agresif.

Beberapa pembuat kebijakan lebih menyukai pemangkasan sebesar 50 basis poin. Namun The Fed sepakat untuk menghindari kesan berada di arah menuju penurunan suku bunga lebih lanjut.

Gubernur The Fed Jerome Powell dijadwalkan akan berpidato dalam konferensi bank-bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (23/8/2019) waktu setempat.

Sebagian analis mengatakan komentar Powell nanti akan menawarkan petunjuk yang lebih besar tentang arah kebijakan moneter ketimbang risalah rapat The Fed pada Juli, mengingat adanya perkembangan termasuk pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang rencana pengenaan tarif terhadap barang-barang tambahan asal China senilai US$300 miliar.

“Risalah rapat itu memberi sedikit petunjuk ke depan. Jackson Hole akan menjadi kesempatan pertama (Powell) untuk benar-benar menyampaikan pandangannya sejak pengumuman tarif terbaru,” terang Robert Phipps, Direktur di Per Stirling Capital Management, Texas.

 

 

Italia Pulih, Pasar Saham Eropa Naik Tajam

Bursa saham Italia berhasil rebound dan mendorong bursa Eropa naik ke level tertingginya dalam dua pekan pada akhir perdagangan Rabu (21/8/2019), saat investor bertaruh lebih banyak pada sinyal konkret stimulus dari bank-bank sentral.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa ditutup naik tajam 1,2 persen, sedangkan indeks saham blue chip Milan melonjak 1,8 persen setelah tertekan di zona merah sehari sebelumnya akibat aksi jual yang dipicu krisis politik.

Pengunduran diri Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada Selasa (20/8/2019), telah meresahkan para investor tentang terus berkurangnya stabilitas politik di Roma. Di sisi lain, ini juga mengisyaratkan kemungkinan berjalannya pengaturan koalisi baru.

Partai oposisi utama Italia, Partai Demokrat (PD), mengatakan pada hari Rabu (21/8) bahwa pihaknya siap untuk mengadakan pembicaraan dengan Gerakan 5-Bintang mengenai pembentukan pemerintahan menyusul keruntuhan koalisi populis sebelumnya.

“Mayoritas baru akan dianggap sebagai hasil yang relatif lebih positif untuk sentimen pasar dibandingkan dengan pemilihan dini,” terang analis ING dalam sebuah catatan, dikutip dari Reuters.

Di sisi korporasi, saham otomotif mendapat dorongan dari pembicaraan merger yang dilaporkan antara Fiat Chrysler dan Renault.

Surat kabar Italia, Il Sole 24 Ore melaporkan bahwa pembicaraan antara produsen mobil Prancis dan Italia-Amerika mungkin akan kembali, setelah usulan merger multi-miliar dolar, yang ditetapkan untuk membuat perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia, runtuh pada bulan Juni.

Sektor otomotif Eropa telah terpukul perlambatan otomotif global dengan penjualan mobil yang merosot ketika sektor tersebut berjuang atas transisi ke kendaraan listrik dan bahan bakar alternatif lainnya.

“Ini adalah contoh yang bagus dari dua perusahaan yang bersatu, mengatakan bahwa lingkungan berubah dan kita harus beradaptasi. Ini merupakan kelanjutan dari konsolidasi di sektor ini untuk bertahan dalam lingkungan yang berubah,” kata analis CMC Markets, David Madden.

Perhatian pasar kini akan tertuju pada Simposium bank sentral AS Federal Reserve di Jackson Hole mulai Kamis (22/8/2019) waktu setempat, di mana investor berharap pelaku bank-bank sentral termasuk Gubernur The Fed Jerome Powell akan menyampaikan komentar bernada dovish.

Tanda-tanda bahwa pemerintah dan bank-bank sentral siap untuk masuk dengan langkah-langkah tambahan guna mendorong pertumbuhan global yang lesu telah membantu pasar saham bertahan dalam beberapa pekan bergejolak. Meski demikian, indeks Stoxx masih dalam jalur untuk mengakhiri Agustus di posisi lebih rendah.

 

 

Donald Trump “Telanjangi” China (Lagi), Indeks Shanghai Jatuh

Bursa saham China ditransaksikan melemah pada perdagangan hari ini. Pada pembukaan perdagangan, indeks Shanghai turun sebesar 0,14 poin ke level 2.880,19. Sementara itu, indeks Hang Seng naik tipis 0,01% ke level 26.272,91.

Kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China akan tereskalasi melandasi aksi jual di bursa saham China. Untuk kesekian kalinya, Presiden AS Donald Trump kembali “menelanjangi” China di hadapan publik.

Berbicara di hadapan reporter sebelum berangkat ke Kentucky, Trump mengatakan bahwa dirinya merupakan “sosok yang terpilih” karena berani melawan praktek perdagangan curang yang selama ini dieksekusi oleh China.

“Ini bukanlah perang dagang saya, ini adalah sebuah perang dagang yang harusnya sudah berlangsung sejak dulu,” kata Trump di area Gedung Putih, melansir CNBC International.

“Seseorang harus melakukannya. Saya adalah sosok yang terpilih (the Chosen One),” lanjut Trump sembari memandang ke langit.

Trump juga mengumbar bahwa sejauh ini, AS merupakan pihak yang menjadi pemenang dalam perang dagang dengan China.

“Saya melawan China di bidang perdagangan, dan anda tahu? Kita memenangkannya.”

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara pihak China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Pada awal bulan ini, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS merubah keputusannya.

Belum lama ini, Kantor Perwakilan Dagang AS pada hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Namun, penundaan bea masuk tersebut dilakukan guna menjaga konsumsi masyarakat AS di musim liburan sehingga tak begitu dipandang sebagai etikat baik oleh China.

Kini, aksi Trump yang kembali “menelanjangi” China di hadapan publik dikhawatirkan akan membuat perang dagang kedua negara kembali tereskalasi.

Pada hari ini, tidak ada data ekonomi yang dijadwalkan dirilis di China dan Hong Kong.

 

 

Walau AS-China Bisa Panas Lagi, Bursa Asia Tetap Menghijau

Mayoritas bursa saham utama kawasan Asia ditransaksikan di zona hijau pada perdagangan hari ini. Pada pembukaan perdagangan, indeks Nikkei menguat 0,42%, indeks Hang Seng naik tipis 0,01%, indeks Straits Times terapresiasi 0,14%, dan indeks Kospi bertambah 0,1%. Hanya indeks Shanghai yang tercatat melemah, yakni sebesar 0,14 poin.

Bursa saham Benua Kuning berhasil mengikuti jejak Wall Street yang mengakhiri perdagangan kemarin (21/8/2019) di zona hijau: indeks Dow Jones melejit 0,93%, indeks S&P 500 naik 0,82%, dan indeks Nasdaq Composite bertambah 0,9%.

Kinerja Wall Street yang oke dilandasi oleh rilis kinerja keuangan yang menggembirakan dari para peritel yang melantai di sana, yakni Target and Lowe’s. Pada penutupan perdagangan, harga saham Target melesat 20,4%, sementara harga saham Lowe’s melejit 10,4%.

Di sisi lain, kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China akan tereskalasi membatasi aksi beli yang dilakukan pelaku pasar saham Benua Kuning. Untuk kesekian kalinya, Presiden AS Donald Trump kembali “menelanjangi” China di hadapan publik.

Berbicara di hadapan reporter sebelum berangkat ke Kentucky, Trump mengatakan bahwa dirinya merupakan “sosok yang terpilih” karena berani melawan praktek perdagangan curang yang selama ini dieksekusi oleh China.

“Ini bukanlah perang dagang saya, ini adalah sebuah perang dagang yang harusnya sudah berlangsung sejak dulu,” kata Trump di area Gedung Putih, melansir CNBC International.

“Seseorang harus melakukannya. Saya adalah sosok yang terpilih (the Chosen One),” lanjut Trump sembari memandang ke langit.

Trump juga mengumbar bahwa sejauh ini, AS merupakan pihak yang menjadi pemenang dalam perang dagang dengan China.

“Saya melawan China di bidang perdagangan, dan anda tahu? Kita memenangkannya.”

Sejauh ini, AS telah mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai US$ 250 miliar, sementara pihak China membalas dengan mengenakan bea masuk baru bagi produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Pada awal bulan ini, Trump mengumumkan bahwa AS akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang hingga kini belum terdampak perang dagang. Kebijakan ini sejatinya akan mulai berlaku pada tanggal 1 September, sebelum kemudian AS merubah keputusannya.

Belum lama ini, Kantor Perwakilan Dagang AS pada hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan menghapus beberapa produk dari daftar produk impor asal China yang akan dikenakan bea masuk baru pada awal bulan depan.

Kantor Perwakilan Dagang AS dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa keputusan ini dilandasi oleh alasan “kesehatan, keselamatan, keamanan nasional, dan faktor-faktor lainnya”, dilansir dari CNBC International.

Lebih lanjut, pengenaan bea masuk baru senilai 10% untuk berbagai produk lainnya yang sejatinya akan mulai berlaku efektif pada awal September diputuskan ditunda hingga 15 Desember. Produk-produk yang akan ditunda pengenaan bea masuknya mencakup ponsel selular, laptop, konsol video game, dan monitor komputer.

Namun, penundaan bea masuk tersebut dilakukan guna menjaga konsumsi masyarakat AS di musim liburan sehingga tak begitu dipandang sebagai etikat baik oleh China.

Kini, aksi Trump yang kembali “menelanjangi” China di hadapan publik dikhawatirkan akan membuat perang dagang kedua negara kembali tereskalasi.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu