Wall Street Berakhir Variatif

Wall Street Berakhir Variatif

Hot News Market Hari Ini

( Kamis, 07  November 2019 )

Kesepakatan Perdagangan Berpotensi Ditunda, Wall Street Berakhir Variatif

Bursa saham Amerika Serikat ditutup mixed dengan pergerakan yang relatif tipis pada perdagangan Rabu (6/11/2019) menyusul kemungkinan ditundanya kesepakatan perdagangan AS-China hingga Desember.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,07 poin menjadi 27.492,56, sedangkan indeks S&P 500 menguat 2,16 poin atau 0,07 persen persen ke level 3.076,78 dan Nasdaq Composite turun 24,05 poin atau 0,29 persen ke 8.410,63.

Dilansir Reuters,seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan kepada Reuters bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cjoma Xi Jinping untuk menandatangani perjanjian perdagangan sementara bisa ditunda hingga Desember, karena diskusi mengenai persyaratan dan tempat masih berlanjut.

“Berita utama besar adalah Reuters melaporkan bahwa penandatanganan ‘fase pertama berpotensi diundur ke Desember. Pasar mencerna berita tersebut tetapi tidak ada yang utama, dan saat ini investor berada dalam pola holding,” kata Michael O’Rourke, kepala analis pasar di JonesTrading, seperti dikutip Reuters.

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan masih mungkin kesepakatan “tahap pertama” tidak akan tercapai, tetapi kesepakatan masih lebih dicapai daripada tidak.

Reli baru-baru ini ke rekor tertinggi telah dipicu oleh tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China bersama dengan serangkaian laporan keuangan emiten yang positif.

Pada hari Rabu, Humana Inc naik 3,5 persen karena firma asuransi kesehatan ini melaporkan laba kuartalan di atas estimasi menyusul penjualan asuransi kesehatan Mediacare Advantage yang lebih tinggi.

CVS Health Corp naik 5,4 persen setelah jaringan farmasi ini membukukan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh bisnis asuransi kesehatan Aetna dan unit manajemen manfaat farmasi. Sektor kesehatan S&P naik 0,6 persen.

Indeks sektor keuangan S&P 500 masih bertahan di zona hijau dengan ditutpu menguat 0,4 persen, sedangkan indeks energi S&P 500 turun 2,3 persen menyusul penurunan harga minyak.

Match Group Inc turun 2,5 persen karena pemilik Tinder ini memperkirakan pendapatan kuartal keempat di bawah perkiraan dalam menghadapi persaingan yang ketat dari saingan layanan kencan online. Perusahaan induknya, IAC/InterActiveCorp, turun 4,3 persen.

 

Minyak Mentah Ditutup Melemah, Ini Sentimen Penekannya

Sejumlah sentimen menekan harga minyak mentah hingga ditutup melemah pada perdagangan Rabu (6/11/2019). Di antaranya laporan bahwa produsen terbesar di OPEC+ tidak mendorong pengurangan pasokan minyak yang lebih dalam.

Minyak turun lebih lanjut setelah Reuters melaporkan bahwa pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump dapat ditunda hingga Desember.

Narasi seputar pemotongan OPEC berubah, kata Rob Thummel, direktur pelaksana dan manajer portofolio di Tortoise. “Jika itu masalahnya, bersama dengan minyak yang lebih tinggi dari perkiraan, harga minyak harus terus turun,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 7,93 juta barel pekan lalu. Cadangan Bensin dan minyak distilasi turun, sementara stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, naik 1,7 juta barel.

AS mencatat surplus perdagangan minyak bumi pertamanya dalam lebih dari empat dekade terakhir pada September karena produksi melonjak ke rekor tertinggi.

Minyak menguat awal pekan ini di tengah optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China berkurang, yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap pada ekonomi global.

Namun, harga masih lebih rendah 15 persen dari level puncak yang dicapai pada bulan April di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan konsumsi yang lemah dan rekor produksi minyak shale AS akan menciptakan surplus baru tahun depan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun 0,88 poin ke level US $ 56,35 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, Brent untuk kontrak Januari turun 1,22 poin dan ditutup di posisi US$61,74 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada premium US$5,36 premium untuk WTI kontrak bulan yang sama.

Lokasi A.S. untuk pertemuan Trump-Xi yang telah diusulkan oleh Gedung Putih, termasuk Iowa dan Alaska, telah dikesampingkan, dengan terbukanya kemungkinan lokasi perundingan di Asia dan Eropa.

“Pasar minyak mentah jauh lebih skeptis jika mengenai kesepakatan,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York. Dengan masalah lebih lanjut antara kesepakatan perdagangan AS-China, harga minyak tidak akan naik sekarang, lanjutnya.

 

 

Xi-Trump Kemungkinan Besar Bertemu di Iowa

© Reuters.

Gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di Iowa telah menebar kebahagiaan di Muscatine, kota di tepi Sungai Mississippi, Iowa dan telah menerima kunjungan Xi sebanyak dua kali sejak tahun 1985.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Rabu (06/11) pagi, Xi disambut dengan baik penduduk kota yang berjumlah sekitar 24.000 jiwa tersebut selama kunjungan pertamanya. Di Kota Muscatine, ia memimpin kelompok studi pertanian dan tinggal di rumah keluarga setempat. Ia juga bertemu dan berteman dengan gubernur saat itu Terry Branstad yang sekarang menjadi duta besar AS untuk Cina.

Saat menjabat sebagai Wakil Presiden Cina Xi kembali lagi ke Muscatine tahun 2012 dan disambut meriah. Ia mengunjungi rumah yang sama dan bertemu kembali dengan selusin “Teman Lama” – orang-orang yang ia temui pada tahun 1980-an.

Itu merupakan momen yang sarat harapan dalam hubungan AS-Cina sebelum Trump memulai perang tarif yang memperlemah kedua negara. Dan Menteri Luar Negeri AS mendeklarasikan Partai Komunis berkuasa yang dipimpin Xi “benar-benar memusuhi Amerika Serikat dan nilai-nilai kita.”

Tim perunding AS dan Cina sekarang berlomba menyelesaikan teks tertulis kesepakatan “tahap satu” yang dapat meredakan perang dagang 16 bulan. Perang tarif tersebut berdampak besar bagi para petani di Iowa yang sebagian besar pengekspor kedelai.

Trump pekan lalu mengatakan berharap akan menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Xi di suatu wilayah di Amerika Serikat, mungkin di Iowa. Lokasinya masih mungkin berubah-ubah, tetapi seorang pejabat Beijing mengatakan Xi bersedia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

 

 

5 Hal yang Wajib Diketahui di Pasar Global

  1. Jangan Menyesal

SoftBank mengalami kerugian $ 6,4 miliar dalam tiga bulan hingga September, karena dipaksa mengurangi kepemilikannya di WeWork dan, secara tidak langsung, Uber Technologies Inc (NYSE:UBER) setelah mengalami kerugian besar.

“Penilaian investasi saya sendiri sangat buruk. Saya menyesal dalam banyak hal,” ungkap pendiri SoftBank Masayoshi Son dalam konferensi pers. Dia menambahkan bahwa dia menutup mata mengenai kelemahan pendiri WeWork, Adam Neumann, yang digulingkan sebagai CEO bulan lalu dengan pembayaran sejumlah $ 1,7 miliar.

Pada 30 September, Softbank telah menginvestasikan $ 10,3 miliar di WeWork, sebanyak $ 4,3 miliar melalui Dana Visi yang didukung Saudi. Vision Fund juga mencatat kerugian operasi yang besar di kuartal ini, karena WeWork dan Uber, nilai sahamnya turun tajam sejak terdaftar di New York awal tahun ini.

  1. Xerox incar kesepakatan $27 M

Xerox ingin melakukan penawaran tunai dan saham untuk pembuat printer HP, menurut sumber The Wall Street Journal.

Kesepakatan itu akan menjadi konsolidasi utama dalam industri yang sedang mengalami penurunan jangka panjang. WSJ mengatakan Dewan direksi HP sedang membahas kemungkinan itu Selasa.

Langkah ini patut diperhatikan karena fakta bahwa nilai pasar Xerox kurang sepertiga dari HP. Xerox (NYSE: XRX), namun dapat mengerahkan anggaran sekitar $ 2,3 miliar yang diharapkan berasal dari penjualan saham dalam bisnis patungan dengan Fujifilm Jepang.

  1. Saham ditahan

Pasar saham AS akan dibuka flat setelah beberapa hari mencatat rekor sebagai dampak dari perundingan dagang Cina dan AS yang perkembangannya menunjukan ke arah positif. Hanya ada sedikit berita perdagangan baru sepanjang malam.

Pada 06:15 ET (1115 GMT), ketiga indeks patokan utama hampir sepenuhnya datar dibanding penutupan Selasa. futures Dow 30 naik 15 poin, S&P 500 futures naik 1 poin, sementara Nasdaq 100 futures naik 3 poin.

Pemilik situs kencan Match turun 16% dalam perdagangan after-hour Selasa.

Daftar laporan pendapatan hari ini diantaranya pembuat chip Qualcomm (NASDAQ: QCOM), CVS, Humana (NYSE: HUM), Baidu (NASDAQ: BIDU), Barrick Gold , perusahaan pembayaran Square (NYSE: SQ)), Fox, Expedia (NASDAQ: EXPE) dan pembuat TV pintar Roku.

  1. Saudi bersandar pada anggota OPEC

Harga Crude oil turun setelah data dari American Petroleum Institute menunjukkan besarnya peningkatan cadangan minyak AS minggu lalu.

API mengatakan stok minyak mentah telah naik 4,26 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan yang hanya sebesar 1,5 juta barel. Data resmi pemerintah akan dirilis pada pukul 10:30 ET.

Sementara The Wall Street Journal melaporkan bahwa Arab Saudi sangat bergantung pada anggota OPEC lain seperti Nigeria untuk mematuhi plafon output yang disepakati dalam kesepakatan yang disebut OPEC+.

Namun, masih belum ada tanda-tanda produsen kartel terbesar akan menyerukan pengurangan output ketika kelompok OPEC+ meninjau kesepakatan saat ini pada minggu pertama Desember.

Kerajaan telah membuat insentif yang kuat bagi dirinya sendiri untuk menjaga harga minyak, mengingat rencana memasarkan IPO Saudi Aramco masih akan berlanjut.

  1. Jerman turun tapi tidak ada rebound

Pesanan pabrik Jerman naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan dan indeks manajer pembelian untuk sektor jasa memperkuat harapan ekonomi zona euro akan keluar dari posisi terbawahnya.

Pesanan sektor manufaktur terbesar di Eropa naik 1,3% pada bulan September tetapi masih turun 5,4% tahun-ke-tahun, menjaga rasa optimisme tetap terkendali. Dewan penasihat ekonomi pemerintah Jerman memangkas perkiraan pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 0,5% dan mengatakan 2020 hanya akan ada rebound moderat sebesar 0,9% pada 2020.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu