Wabah Bisa Berakhir pada April, Dolar AS Naik ke Level Tertinggi

Wabah Bisa Berakhir pada April, Dolar AS Naik ke Level Tertinggi

Hot News Market Hari Ini

( Kamis, 13 Februari 2020 )

Minyak Mentah Catat Penguatan Terbesar sejak Awal Januari

Harga minyak mentah membukukan penguatan terbesar dalam hampir enam pecan kterakhir karena tanda-tanda perlambatan penyebaran virus corona meningkatkan kepercayaan investor bahwa pasar minyak mentah akan pulih.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup menguat 2,5 persen atau 1,23 poin ke level US$ 51,17 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak Brent untuk kontrak April ditutup naik 3,3 persen ke level US$55,79 per barel di ICE Futures Europe exchange di London, menempatkan premi di atas WTI sebesar US$4,38.

Dilansir Bloomberg, harga minyak mentah menguat menyusul data di China yang menunjukkan penurunan dugaan infeksi coronavirus (Covid-19). Sentimen positif sebagian besar tidak terpengaruh oleh laporan pemerintah yang menunjukkan stok minyak mentah AS membukukan kenaikan terbesar sejak November.

“Pasar mungkin telah mencapai puncak ketakutan terhadap virus corona. Investor yang bearish berpikir mereka ingin mulai bergerak,” kata Daniel Ghali, analis komoditas di TD Securities, seperti dikutip Bloomberg.

Harga juga telah menarik beberapa dukungan dari sinyal bahwa OPEC dan mitra-mitranya dapat melakukan intervensi untuk menopang pasar. Koalisi ini memangkas estimasi pertumbuhan permintaan pada kuartal pertama sebesar 440.000 barel per hari, karena COvid-19 memukul konsumsi bahan bakar di China.

Dalam pertemuan dengan Menteri Energi Alexander Novak, produsen minyak utama Rusia menyuarakan dukungan untuk gagasan memperpanjang pengurangan produksi OPEC+ hingga kuartal kedua, tetapi tidak membuat keputusan akhir.

Arab Saudi telah menjadi pendukung terkuat untuk pemangkasan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari. Namun, Rusia tetap tidak berkomitmen dan mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk mempelajari proposal tersebut.

Sementara itu, Energy Information Administration AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah nasional naik 7,46 juta barel pekan lalu, lebih dari dua kali lipat dari estimasi sebesar 3,2 juta barel oleh analis dalam survei Bloomberg. Laporan itu juga menunjukkan penurunan stok bensin sebanyak 95.000 barel.

Optimisme Tumbuh, Wall Street Cetak Rekor Baru

Bursa saham Amerika Serikat kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (12/2/2020) karena tumbuhnya optimisme bahwa ekonomi global dapat pulih dari dampak coronavirus (Covid-19) di tengah tanda-tanda penyebaran penyakit yang melambat.

Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,94 persen atau 275,08 poin ke level 29.551,42, sedangkan indeks S&P 500 ditutup menguat 0,65 persen atau 21,70 poin ke level 3.370,45.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite ditutup menguat 0,9 persen atau 87,02 poin ke level 9.725,96, setelah bergerak pada kisaran 9.666,68-9.728,77.

Indeks S&P 500 naik untuk sesi ketiga berturut-turut, sedangkan Dow Jones dan Nasdaq juga mencatat level tertinggi babru, setelah provinsi Hubei China melaporkan jumlah kasus virus baru terendah bulan ini dan dugaan infeksi di daratan menurun.

Keyakinan sejumlah investor meningkat bahwa dampak wabah Covid-19 pada akhirnya terbukti tidak berlangsung lama.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping berjanji China akan memenuhi tujuan ekonominya serta memenangkan pertarungan melawan virus corona mematikan yang hingga Rabu (12/2) pagi telah merenggut total 1.115 nyawa.

Sebelumnya, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral mengawasi dengan seksama dampak ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19.

“Virus Covid-19 masih merupakan ketidakpastian, tetapi tampaknya lebih merupakan ketidakpastian yang dapat dikelola dan saya pikir itulah cara pasar melihatnya,” kata Chuck Cumello, CEO Essex Financial Services, seperti dikutip Bloomberg.

Saham Unitedhealth Group Inc yang menguat 4,36 persen mencatat kenaikan terbesar pada indeks Dow Jones, disusul oleh saham Nike Inc yang ditutup menguat 2,98 persen.

Di sisi lain, saham Merck & Co. Inc. yang melemah 2,35 persen menjadi penekan terbesar indeks Dow Jones, disusul oleh saham Travelers Cos Inc yang turun 1,22 persen.

Keyakinan Pasar Perlahan Pulih, Indeks Stoxx Ditutup Menguat

Bursa saham Eropa berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (12/2/2020), karena keyakinan investor meningkat mengenai pemulihan gejolak yang diakibatkan virus corona.

Indeks Stoxx 600 ditutup menguat 0,63 persen atau 2,68 poin ke level 431,16 di akhir perdagangan, setelah sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,12 persen atau 0,52 poin ke level 429.

Indeks melanjutkan penguatannya di hari ketiga, setelah pada akhir perdagangan Selasa (11/2) ditutup menguat 0,9 persen atau 3,84 poin ke level 428,49.

Saham Evolution Gaming Group AB mencatat penguatan saham terbesar mencapai 14,72 persen, disusul oleh NMC Health PLC yang ditutup menguat 9,77 persen. Di sisi lain, saham ABN Amro Bank NV merosot paling tajam sebesar 5,82 persen.

Produsen mobil dan bank memimpin kenaikan di Stoxx Europe 600 Index, bahkan ketika data menunjukkan penurunan tajam output industri di zona euro pada akhir tahun lalu.

Dilansir Bloomberg, sentimen serta keyakinan pasar mulai pulih setelah China melaporkan bahwa jumlah kasus baru inveksi virus Covid-19 turun ke level terendah bulan ini.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping berjanji China akan memenuhi tujuan ekonominya serta memenangkan pertarungan melawan virus corona mematikan yang hingga Rabu (12/2) pagi telah merenggut total 1.115 nyawa.

Sebelumnya, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral mengawasi dengan seksama dampak ekonomi yang diakibatkan oleh Covid-19.

“Virus Covid-19 masih merupakan ketidakpastian, tetapi tampaknya lebih merupakan ketidakpastian yang dapat dikelola dan saya pikir itulah cara pasar melihatnya,” kata Chuck Cumello, CEO Essex Financial Services, seperti dikutip Bloomberg.

Wabah Bisa Berakhir pada April, Dolar AS Naik ke Level Tertinggi

Greenback atau dolar AS mencapai level tertinggi lebih dari 2 tahun terhadap euro pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Analis menyebut bahwa investor memasukkan lebih banyak uang ke pasar saham Amerika Serikat di tengah meningkatnya optimisme bahwa virus corona (Covid-19) akan teratasi.

China melaporkan pada Rabu (12/2) bahwa jumlah terendah kasus virus corona baru dalam 2 minggu, memperkuat perkiraan oleh penasihat medis senior Beijing untuk wabah di negara itu berakhir pada April 2020. Meski begitu, kekhawatiran penyebaran internasional lebih lanjut tetap ada.

“Pasar cukup yakin bahwa China akan dapat mengendalikan virus, meskipun mungkin perlu waktu,” kata Steve Englander, kepala penelitian global valas G10 di Standard Chartered di New York. “Fakta bahwa [virus] itu sepertinya tidak mematikan di luar China adalah sesuatu yang menenangkan pasar.”

Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrials mencapai tertinggi sepanjang masa pada Rabu (12/2).

Investor juga tumbuh lebih nyaman dengan risiko di tengah pandangan bahwa bank-bank sentral kemungkinan akan menyediakan peningkatan akomodasi jika virus corona membahayakan ekonomi global.

Pada Selasa (11/2), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Kongres bahwa ekonomi AS berada di tempat yang baik, bahkan ketika ia mengutip ancaman potensial dari virus coron di China dan beberapa kekhawatiran jangka panjang.

Dolar naik 0,26 persen terhadap yen Jepang menjadi 110,06 yen. Euro melemah 0,41 persen terhadap greenback menjadi 1,0869 dolar, level terendah sejak Mei 2017.

Greenback telah menguat terhadap euro karena data ekonomi menunjukkan prospek ekonomi yang lebih cerah untuk Amerika Serikat daripada untuk zona euro.

“Data ekonomi AS masih lebih unggul dari ekonomi lain dan kesenjangan pertumbuhan dengan seluruh dunia tetap besar,” kata Ugo Lancioni, manajer portofolio Neuberger Berman Macro Opportunities FX Fund.

Angela Merkel Calonkan Diri

Ketidakpastian politik di Jerman merupakan hambatan tambahan untuk mata uang tunggal.

Annegret Kramp-Karrenbauer, pemimpin Demokrat Kristen (CDU) Kanselir Angela Merkel, pada Senin (10/2) menegaskan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri sebagai kanselir dalam pemilihan federal tahun depan, tetapi mengatakan ia akan tetap menjadi ketua partai sampai calon lain ditemukan.

Dolar Selandia Baru melonjak ke tertinggi satu minggu setelah bank sentral menghapus kemungkinan penurunan suku bunga dari proyeksinya ke depan.

Diprediksi, WHO: Butuh 18 Bulan Ciptakan Vaksin Corona Baru

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan, vaksin virus Corona baru, COVID-19 belum akan tersedia dalam waktu dekat. Dia mengatakan, setidaknya butuh 18 bulan untuk menciptakan dan memproduksi vaksin virus tersebut.

Tedros mengatakan, untuk saat ini dia merekomendasikan tindakan pencegahan dasar agar tidak terpapar virus tersebut, seperti mencuci tangan secara baik dengan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol.

“Selain itu, menjaga jarak dari orang yang batuk atau bersin, dan menutupi mulut dan hidung dengan tisu atau siku ketika batuk atau bersin,” ucapnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Xinhua pada Rabu (12/2/2020).

Sambil menegaskan kembali bahwa sekarang ini adalah peluang jendela untuk melawan virus ini karena sebagian besar kasus terjadi di China, Tedros juga menyatakan keprihatinannya terhadap penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan masyarakat yang lebih lemah. Dia menyebut hal itu akan menciptakan kekacauan.

Menurutnya, seiring berjalannya waktu, kepercayaan untuk menghentikan wabah akan tergantung pada kekuatan tindakan yang diambil. Oleh karena itu, dia meminta semua negara untuk seagresif mungkin dan tidak membiarkan virus memiliki ruang untuk terus menyebar.

 

 

Dolar AS Terus Menguat di Tengah Wabah Virus Covid-19

Investing.com – Dolar AS terus menunjukkan tren penguatan pada hari Rabu, ditopang oleh komentar kepala bank sentral AS bahwa wabah virus korona yang mematikan di Cina hanya sedikit berpengaruh terhadap suku bunga AS.

Pada pukul 03:10 ET (15.10 WIB), EUR/USD diperdagangkan pada 1,0916, tidak jauh dari level terendah empat bulan pada Senin. GBP/USD diperdagangkan pada 1,2969, hanya 0,1% lebih tinggi. Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya di level 98,627, naik 0,1%.

Semalam, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bank sentral memantau dengan seksama dampak dari wabah virus korona mematikan di Cina, “yang dapat menyebabkan gangguan domestik dan meluas ke seluruh ekonomi global.”

Namun, Powell berhenti mengatakan penyakit itu telah mengubah pandangan dasar bank sentral bagi ekonomi AS.

“FOMC percaya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini akan mendukung kelanjutan pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang kembali ke tujuan simetris komite yang sebesar 2%,” kata Powell. “Selama informasi yang masuk tentang ekonomi tetap konsisten secara luas dengan pandangan ini, sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan tidak akan berubah.”

Futures dana The Fed Januari 2021 saat ini menunjukkan pasar menghargai setidaknya satu pemotongan suku bunga 25 basis poin pada akhir 2020, tetapi pertumbuhan lapangan kerja telah jauh lebih kuat dari yang diharapkan selama beberapa bulan terakhir.

Bahkan jika Fed melakukan pemangkasan seperempat poin tahun ini – nilai penuh pada September – tingkat dasar 1,5% untuk dana fed akan masih jauh lebih tinggi dari yang ditawarkan oleh kebanyakan bank sentral pasar maju. Sisi lain dari kekuatan dolar adalah kelemahan euro.

EUR/USD terus terbebani oleh kekhawatiran tentang wabah virus Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi zona euro,” kata analis di ING dalam sebuah catatan penelitian.

Poin data suram pertama kemungkinan akan menjadi angka produksi industri Desember untuk zona euro, pada pukul 05:00 pagi ET (17:00 WIB), yang diperkirakan telah turun 1,6% bulan pada bulan Desember, penurunan tahunan 2,3%.

Bank sentral Swedia juga membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah, seperti yang diharapkan, setelah mengejutkan pasar dengan kenaikan sebesar 25 basis poin pada bulan Desember silam menjadi 0%, mengakhiri suku bunga negatif selama lima tahun. Dengan demikian setiap langkah akan berdampak pada krona Swedia. Pada pukul 03:10 ET (08:10 GMT), EUR / SEK diperdagangkan pada 10,5076.

Dolar AS Terus Menguat di Tengah Wabah Virus Covid-19

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu