Hot News Market Hari Ini

Hot News Market Hari Ini

Hot News Market Hari Ini

( Senin, 17 Juni 2019 )

Harga Saham Global dan Emas Turun, Sementara Minyak Naik

Saham-saham AS secara umum ditutup melemah pada Jumat kemarin sejalan dengan langkah investor menunggu hasil meeting The Fed yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan. Sementara konfrontasi AS-Iran di Teluk Oman yang menambah ketidakpastian geo politik, membuat harga minyak meningkat.

Situasi perang dagang AS-China juga turut menambah bobot ketakutan investor. Di China melemahnya bursa akibat turunnya permintaan chip dari Broadcomm Inc dianggap sebagai tanda-tanda melemahnya perekonomian akibat penerapan tarif kedua negara.

Meeting The Fed, pada Selasa dan Rabu, dianggap momen yang sangat penting bagi Wall Street. Saham-saham bisa turun jika The Fed gagal memenuhi ekspektasi dari para regulator yang berharap ada penurunan suku bunga acuan.

“Terjadi kekurangan informasi untuk bertransaksi dan magnitude pentingnya keputusan The Fed mempengaruhi perdagangan. Kita tak ingin ada pada posisi di depan sesuatu yang besar, tapi kita tak tahu arahnya kemana,” ujar Brian Battle, direktur perdagangan pada Performance Trust Capital Partners di Chicago, sebagaimana dilansir Reuters.

Data perdagangan ritel yang psotif membantu meningkatkan nilai US$ dan hasil dari Treasury dalam jangka pendek.

Dow Jones Industrial Average turun 17,16 poin, atau 0,07 persen menjadi 26.089,61, S&P 500 turun 4,66 poin, atau 0,16 persen menjadi 2.886,98 dan Nasdaq Composite jatuh 40,47 poin, atau 0,52 persen, menjadi 7.7796,66.

Indeks MSCI seluruh dunia turun 0,33 persen, sementara indeks Pan-European STOXX 600 turun 0,40 persen.

Meningkatnya kehawatiran tentang konflik AS-Iran di Teluk menyebabkan minyak crude meningkat. US crude naik 0,44 persen menjadi US$52,51 per barel, sementara Brent future naik 1,1 persen menjadi US$62,01 per barel.

Sementara indeks dollar mencapai puncak tertingginya dalam dua minggu ini pada Jumat (14/6) setelah data perdagangan ritel menurun, khawatir perekonomian AS menurun secara tajam.

Dollar Index naik 0,58 persen, sementara euro turun 0,61 persen menjadi US$1,1206.

Harga emas turun setelah mencapai harga tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Harga spot emas turun 0,1 persen menjadi US$1.341,23 per ons.

Analisa Emas Mingguan: Statement Dan Konferensi Pers FOMC

Minggu lalu, harga emas menguat karena ekspektasi Rate Cut The Fed. Namun, XAU terkoreksi di akhir pekan akibat data Retail Sales AS. Minggu ini, Statement dan konferensi pers FOMC akan menjadi katalis.

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (14 Juni 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, emas melanjutkan pergerakan bullish hingga mencapai USD 1358 per troy ounce yang merupakan level tertinggi sejak April tahun lalu, sebelum ditutup pada level USD 1341.15, atau menguat tipis 0.04% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya. Penguatan harga emas terutama disebabkan oleh lemahnya data inflasi AS bulan Mei, yang memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Di akhir pekan, logam mulia mengalami koreksi setelah rilis data penjualan ritel AS bulan Mei mengalami perbaikan. Naiknya penjualan ritel dalam 3 bulan terakhir menunjukkan daya beli konsumen yang masih solid, meski inflasi melambat. Selain itu, merosotnya harga emas Jumat pekan lalu juga disebabkan oleh aksi ambil untung setelah mengalami kenaikan yang signifikan.

Minggu ini, fokus perhatian pelaku pasar akan tertuju pada pertemuan FOMC tanggal 19-20 mendatang. Pertemuan bulan ini akan disertai dengan revisi proyeksi ekonomi dan konferensi pers. Meski santer diberitakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan dalam waktu dekat, tapi indikator CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemotongan suku bunga pada meeting bulan ini hanya 22.5%. Sementara itu, peluang Fed Rate Cut untuk bulan Juli sebesar 88.5% dan bulan September 97.5%.

Secara umum, konsensus pasar menunjukkan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada +2.50% pada bulan ini. Perhatian akan tertuju pada Statement dan pernyataan ketua Jerome Powell dalam konferensi pers. Jika secara keseluruhan sikap The Fed dianggap dovish, maka hampir bisa dipastikan US Dollar akan berbalik melemah, dan harga emas akan kembali bullish. Sebaliknya, jika tidak ada isyarat cut rate pada bulan Juli, maka sentimen pasar terhadap emas akan berlanjut bearish.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas masih akan bullish. Sekitar 73% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 14% bearish, dan 14% netral atau cenderung sideways. Sementara itu, 70% pemain Main Street memperkirakan bullish, 22% bearish, dan 8% netral.

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu