Hot News Market 14 Juni 2019

Hot News Market 14 Juni 2019

Hot News Market Hari Ini

( Jum’at, 14 Juni 2019 )

  1. Harga Minyak Melesat setelah Dugaan Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman

Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada hari Kamis setelah laporan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Oman.

Anggota kru dievakuasi dari kapal-kapal yang berada di dekat Selat Hormuz, jalur perairan strategis utama yang dilalui seperlima dari konsumsi minyak global yang melewati produsen Timur Tengah.

Berita itu menyebabkan pemulihan harga minyak yang telah jatuh hampir 4% pada hari Rabu setelah kenaikan yang mengejutkan dan besar dalam persediaan minyak mentah AS memicu kekhawatiran lebih lanjut atas kondisi permintaan.

OPEC diperkirakan akan merilis laporan pasar minyak bulanan pada pukul 17.40 WIB pada hari Kamis yang akan memberikan pandangan grup itu mengenai penawaran dan permintaan.

  1. China Serukan Stimulus Lebih Besar di tengah Kebuntuan Perdagangan

Wakil Perdana Menteri China Liu He pada hari Kamis menyerukan regulator untuk meningkatkan dukungan ekonomi dan menyediakan likuiditas yang cukup bagi perekonomian terbesar kedua di dunia ini saat ia masih menggali lebih dalam pertikaian yang terjadi berlarut-larut dengan AS.

Beijing memiliki banyak alat kebijakan dan mampu menghadapi berbagai tantangan, Reuters melaporkan Liu yang mengatakan dalam sebuah forum keuangan di Shanghai.

Pernyataan Liu menunjukkan bahwa Tiongkok sedang mempersiapkan kebijakan ekonomi lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan guna mengimbangi dampak pada sektor ekspornya dari tarif dan boikot AS.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pada hari Kamis bahwa Beijing tidak akan menyerah dari “tekanan maksimum” Washington, dan segala upaya oleh AS untuk memaksa China agar menerima kesepakatan perdagangan akan gagal.

  1. Pergerakan Saham Global Dibayangi oleh Perkembangan Minyak

Bursa saham global bergerak beragam dengan pelaku pasar fokus pada berita utama seputar dugaan serangan kapal tanker.

Kontrak berjangka AS mengarah ke pembukaan yang lebih tinggi dan mengantisipasi lonjakan saham-saham energi yang telah terpukul dalam beberapa hari terakhir. Investor kemungkinan akan terus mempertimbangkan setiap ketegangan yang meningkat dari masalah perdagangan hingga harapan bahwa Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneter. Dow Berjangka mendaki 77 poin, atau 0,3% pada pukul 17.38 WIB, S&P 500 Berjangka bertambah 9 poin, atau 0,3%, sementara Nasdaq 100 Berjangka diperdagangkan naik 35 poin, atau 0,5%.

Di tempat lain, pasar saham Eropa meningkat ketika lelang besar kedua spektrum 5G mendorong harga sektor telekomunikasi beranjak lebih tinggi dan produsen minyak diuntungkan oleh lonjakan harga minyak mentah.

Saham-saham Asia berakhir beragam meskipun Hang Seng Hong Kong berakhir datar, mengakhiri penurunan hari Rabu yang disebabkan oleh bentrokan yang terjadi antara pemrotes dan polisi terkait RUU ekstradisi.

  1. Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Juli Semakin Tinggi Menjelang Data

Kalender ekonomi hari Kamis akan menghasilkan klaim pengangguran mingguan bersama dengan perkiraan untuk mengurangi tekanan harga pada impor dan ekspor. Kedua laporan akan dirilis pada pukul 19.30 WIB.

Meskipun Fed diperkirakan akan menjaga suku bunga stabil dalam keputusan kebijakannya minggu depan, pasar terus meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS akan bergerak untuk melakukan pemotongan pada pertemuan Juli berikutnya dalam kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan China – AS yang memberi tekana pada perekonomian global.

Dana Fed berjangka dihargai dengan penurunan seperempat poin pada 31 Juli sebesar 87%, naik dari 68% minggu lalu dan sekitar 26% sebulan lalu.

Sebuah laporan ketenagakerjaan yang lemah dirilis Jumat lalu dan angka inflasi rendah yang dicapai minggu ini telah membantu memperkuat harapan itu.

  1. Pencatatan Saham Baru dalam Pantauan: Alibaba , Fiverr dan Chewy

Alibaba (NYSE:BABA) dilaporkan secara rahasia mengajukan pencatatan saham di Hong Kong yang bisa terjadi segera setelah kuartal ketiga ini. Spekulasi bulan lalu menyatakan bahwa perusahaan e-commerce China tersebut dapat mengumpulkan dana sebanyak $20 miliar dalam suatu langkah yang menawarkan ukuran asuransi terhadap kemungkinan tindakan keras terhadap perusahaan China yang terdaftar di AS.

Sementara itu, Fiverr menetapkan harga penawaran umum perdana sebesar $21 pada hari Kamis, di atas proyeksi minggu lalu sebesar $18 – $20. Harga IPO akan meningkatkan nilai $110 juta atas platform freelancer online yang berbasis di Israel ini dan menghargai nilai ekonomi perusahaan di angka $650 juta. Saham ini seharusnya mulai diperdagangkan pada hari Jumat ini di Wall Street dengan ticker FVRR.

Sementara itu, perusahaan makanan hewan piaraan online, Chewy menaikkan kisaran target Rabu malam waktu setempat menjadi $19 menjadi $21 per saham dari $17 menjadi 19. Harga diperkirakan mulai diterapkan setelah bel penutupan Kamis waktu setempat dan memulai perdagangan Jumat di bawah ticker CHWY.

Perang Dagang Diprotes 600 Pengusaha AS

Walmart Inc, Target Corp (NYSE:TGT) dan lebih dari 600 perusahaan lainnya menuntut Presiden AS, Donald Trump agar segera mengakhiri perang dagang dengan China. Dalam sebuah surat yang diajukan pada Kamis waktu setempat, mereka mengatakan bahwa perang dagang ini hanya akan menyakiti konsumen dan perusahaan AS.

Surat ini merupakan yang terbaru dari berbagai surat yang dikirim ke pemerintahan Trump soal pengenaan tarif ke perusahaan-perusahaan China. Kampanye nasional menentang pengenaan tarif ini didukung oleh lebih dari 150 kelompok yang mewakili industri pertanian, manufaktr, ritel dan ICT.

Hal ini jadi signifikan pada saat tensi perang dagang AS-China terus meningkat dan terjadi pada saat aka nada pertemuan antara Trump dengan Presiden China Xi Jining pada G20 Summit tanggal 28-29 Juni di Osaka, Jepang. Trump mengatakan bahwa dia ingin bertemu Xi di sana dan akan memutuskan pada akan memperluas tarif ke seluruh impor dari China setelah itu.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, dengan waktu hanya tiga minggu sebelum pembicaraan antara kedua pemimpin, tanda-tanda perang dagang akan berakhir tampaknya jauh dari harapan. Sumber-sumber Gedung Putih mengatakan bahwa hanya sedikit persiapan yang dilakukan menjelang pertemuan ini, walaupun mereka menyadari bahwa perekonomian global sedang dalam pertaruhan.

“Kami sangat prihatin dengan eskalasi yang terjadi dari perang dagang,” ujar surat tersebut. “Tapi pengenaan tarif yang meluas bukan cara yang efektif untuk memperbaiki pola dagang China. Tarif adalah pajak yang diabayar langsung oleh perusahaan AS….. bukan China.”

Sejauh ini belum ada komentar dari Gedung Putih.

“Perdagangan secara umum baik bagi Amerika, baik juga bagi konsumen… dan saya menyadari sekarang dikritisi soal itu,” ujar Dough McMillon, Chief Executive Walmart (NYSE:WMT).

Dia mendesak agar Trump fokus tentang bagaimana perdagangan membantu seluruh rakyat Amerika dan “bukan menyakitinya.”

“Penambahan tarif 25% terhadap impor seniliau US$300 miliar, di atas berbagai pajak dan pungutan lainnya, akan menghilangkan lebih dari 2 juta tenaga kerja,” ujar surat tersebut.

Angka ini, lanjutnya, didapat dari perkiraan konsultan internasional Trade Partnership.

Hal ini juga, lanjutnya, akan menambah biaya rata-rata biaya tambahan sebesar US$2.000 per keluarga (4 orang) dan mengurangai PDB AS sebesar 1 persen.

“Yang pasti eskalasi perang dagang bukan yang terbaik bagi negeri ini, kedua pihak akan kalah…” tandas surat tersebut.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu