8 Aug

Forex – Survei Bisnis NAB Optimis, Aussie Menguat Jelang Data China

Investing.com – Aussie menguat di sesi Asia pada hari Selasa setelah survei pandangan bisnis bank optimis dan data regional sekarang terfokus pada perdagangan China bulan Juli.

USD/JPY turun 0,06% menjadi 110,68, sementara AUD/USD diperdagangkan di 0,7933, naik 0,25%.

China diperkirakan akan melaporkan ekspor naik 10,9% pada bulan Juli tahun ke tahun, turun dari kenaikan 11,3% di bulan Juni, sementara impor naik 16,6% dibandingkan dengan kenaikan 17,2% di bulan sebelumnya untuk surplus neraca perdagangan sebesar $46,08 miliar, lebih besar dari $42,77 miliar di bulan Juni.

Sebelumnya, Jepang mengatakan bahwa transaksi berjalan yang tidak disesuaikan pada bulan Juni mencapai 935 miliar yen, lebih besar dari surplus 814 miliar yen yang terlihat, namun lebih kecil dari ¥1,654 triliun di bulan Mei. Ke depan, Australia melaporkan survei Kepercayaan Bisnis NAB untuk bulan Juli dan Survei Bisnis NAB, diamati dengan cermat sebagai indikator sentimen.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, turun 0,12% menjadi 93,19.

Semalam, dolar secara umum tidak berubah terhadap sejumlah mata uang global pada hari Senin, berjuang untuk menambah kenaikan menyusul laporan pekerjaan AS yang kuat pada hari Jumat pekan lalu, setelah pejabat teras Fed berusaha untuk mendinginkan ekspektasi kenaikan suku bunga.

Setelah meraup keuntungan terbesar satu hari pada hari Jumat, dolar membuat awal yang tenang minggu ini, karena investor menunggu data inflasi utama pada pekan ini sementara Presiden Fed St. Louis James Bullard menyarankan agar suku bunga yang rendah “mungkin tetap tepat” dalam waktu dekat.

“Tingkat kebijakan suku bunga saat ini kemungkinan akan tetap tepat dalam waktu dekat,” kata Bullard dalam presentasi yang disiapkan menjelang pidato Konferensi Pemasaran Kapas Amerika 2017 di Nashville, Tennessee.

Bullard tidak memberikan suara pada kebijakan moneter tahun ini di The Fed, meskipun ia berpartisipasi dalam diskusi kebijakan reguler bank sentral di Washington.

Komentar Bullard itu muncul menjelang pidato Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari di mana pelaku pasar cenderung memonitor petunjuk baru mengenai kebijakan moneter, menyusul angka pekerjaan AS yang kuat pada Jumat minggu lalu.

Juga yang membebani dolar adalah ketidakpastian terkini geopolitik, setelah sanksi baru diberlakukan terhadap Korea Utara terkait program nuklir dan misilnya.

Namun, data inflasi pada minggu ini diperkirakan akan mendominasi pergerakan dolar, dengan indeks harga produsen dan data indeks harga konsumen masing-masing diumumkan pada hari hari Kamis dan Jumat.

Sterling berjuang untuk mengatasi kenaikan greenback, diberatkan oleh efek kesengsaraan Brexit setelah anggota parlemen Konservatif bersumpah melawan biaya £36 miliar untuk meninggalkan blok Eropa.

sumber : https://id.investing.com/news/forex-news/article-364285

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment