Fed Isyaratkan Rate Cut Dalam Waktu Dekat, Dolar AS Merosot

Fed Isyaratkan Rate Cut Dalam Waktu Dekat, Dolar AS Merosot

Hot News Market Hari Ini

( Jum’at, 21 Juni 2019 )

Trump Tuduh Iran Buat Kesalahan Besar Gara-Gara…

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah membuat kesalahan besar karena menembak jatuh drone milik militer AS.

“Iran membuat kesalahan yang sangat besar!” kata Trump dalam akun resmi Twitter-nya, Kamis (20/6/2019).

Sebelumnya, pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan telah menembak jatuh drone milik AS, RQ-4 Global Hawk di wilayah udara Iran. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS bahwa pesawat tak berawak AS yang digunakan untuk pengawasan, ditembak jatuh oleh rudal Iran.

Meski begitu, pihak AS mengklaim drone tersebut terbang di wilayah udara internasional di atas Selat Hormuz, dan bukan di atas wilayah udara Iran. Konfirmasi itu muncul di tengah meningkatnya permusuhan di wilayah Teluk antara AS dan Iran.

“Tidak ada pesawat AS yang beroperasi di wilayah udara Iran,” ujar juru bicara Komando Pusat Militer AS, Bill Urban.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan pesawat tanpa awak AS itu telah melakukan pelanggaran karena berada di wilayah udara Iran. Pihak Iran memperingatkan konsekuensi dari tindakan provokatif seperti itu.

Juru Bicara Kemenlu Iran, Abbas Mousavi mengecam pelanggaran terhadap perbatasan Iran. “Kami peringatkan konsekuensi dari tindakan provokatif dan ilegal seperti itu,” ujar Mousavi.

 

Mantan Pejabat Fed: Trump Akan Picu Gejolak Jika Pecat Powell

Rumor mengenai kemungkinan Presiden Donald Trump memecat Ketua Fed Jerome Powell makin santer. Sejumlah tokoh pun ikut angkat bicara.

Rumor mengenai ketidakpuasan Presiden AS Donald Trump terhadap Ketua Fed Jerome Powell semakin santer belakangan ini. Trump menginginkan agar Federal Reserve memangkas suku bunga dan meluncurkan stimulus moneter secara agresif, untuk mengimbangi kebijakan serupa yang dilakukan oleh People Bank’s of China (PBoC) dan bank sentral negara mayor lainnya. Namun, dalam pengumumannya hari ini (20/Juni), Powell lagi-lagi memilih untuk tak mengubah kebijakan sama sekali. Hal itu makin meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan Trump bakal memecat Powell.

Secara publik, Trump sudah berulang kali menyalahkan Federal Reserve sebagai salah satu penyebab mengapa perekonomian Amerika Serikat seret. Bahkan, narasumber anonim yang diwawancarai Bloomberg baru-baru ini mengklaim kalau Trump telah meminta para penasehatnya untuk menyelidiki cara agar bisa melengserkan Powell, meski masa jabatannya belum berakhir.

Penasehat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, menepis rumor itu dengan mengatakan bahwa mereka tidak sedang mempertimbangkan untuk memecat Jerome Powell. Namun, pada hari Selasa (sebelum pengumuman Fed), saat ditanya mengenai apakah ia masih ingin memecat Powell, Trump menjawab “Mari kita lihat apa yang akan ia lakukan.”

Sejumlah pakar hukum dan tata negara AS meyakini kalau Trump tidak bisa mengganti Ketua Fed semata-mata karena mereka tak sependapat. Namun, hingga saat ini ia telah melangkahi sejumlah batas kewenangannya tanpa konsekuensi apapun, lantaran besarnya dominasi partai Republik di parlemen. Karenanya, banyak pihak memeringatkan kemungkinan gejolak yang akan timbul sebagai imbas dari anjloknya sentimen investor, jika sang presiden AS ke-45 itu memaksa mengganti Powell dengan sosok yang lebih pro pada aspirasinya.

(Langkah) memecat ketua atau gubernur Federal Reserve akan menjadi suatu tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, itu akan mengakibatkan gejolak di pasar keuangan, (dan) itu akan menjadi sesuatu yang sama sekali tidak Anda inginkan karena Anda tak mau (menyaksikan) peningkatan ketidakpastian absolut yang akan ditimbulkannya,” kata Robert Heller, mantan anggota Dewan Gubernur Federal Reserve 1986-1989, kepada CNBC.

Sementara itu, meski pernyataan Fed hari ini sangat dovish, tetapi sejumlah pakar menilai kalau pemangkasan suku bunga belum tentu diumumkan pada bulan depan. Dennis Lockhart, mantan Presiden Fed wilayah Atlanta, mengungkapkan tak banyak rilis data antara sekarang hingga rapat Fed berikutnya pada 30-31 Juli yang bisa menambah pertimbangan bank sentral untuk mengubah kebijakan.

Situasi ini membuat kasak-kusuk mengenai keinginan Trump memecat Powell menjadi susah surut. Walaupun begitu, Jerome Powell dengan percaya diri mengatakan dalam konferensi pers tadi pagi, “Undang-undangnya sudah jelas menyatakan Saya punya masa jabatan empat tahun.

 

Fed Isyaratkan Rate Cut Dalam Waktu Dekat, Dolar AS Merosot

Pernyataan FOMC bulan ini memberikan sinyal kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan selanjutnya. Hal ini pun menekan Dolar AS.

Usai pertemuan FOMC pada bulan Juni 2019, bank sentral AS (The Fed) menyatakan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada level 2.50 persen. Namun dalam konferensi pers pasca pertemuan tersebut, Jerome Powell selaku Ketua The Fed mengisyaratkan bakal melakukan pemotongan suku bunga (Rate Cut) dalam waktu dekat. Selain itu, Powell juga tidak lagi menyinggung sifat sementara dari lemahnya trend inflasi AS. Hal ini semakin mempertegas pandangan pasar bahwa kebijakan penurunan suku bunga adalah hal yang tak terhindarkan di pertemuan FOMC selanjutnya.

Keputusan The Fed untuk segera melakukan Rate Cut seolah menjadi akhir dari sikap wait and see yang selama ini ditegaskan Powell. Meskipun pertumbuhan ekonomi Paman Sam diperkirakan tetap akan melaju, Powell mengatakan bahwa perhatian pembuat kebijakan saat ini tertuju pada eskalasi perang dagang AS-China yang secara tidak terduga kembali meruncing, begitu pula dengan deklarasi perang tarif oleh Trump kepada banyak negara.

“Tujuh pekan lalu, kami memiliki laporan pekerjaan yang positif dan kami (saat itu) menyakini perekonomian berada di tempat yang baik. Hal ini memicu sentimen positif untuk sementara waktu. (Namun) kami sangat memperhatikan risiko terhadap prospek ekonomi ke depan, dan siap untuk bergerak serta menggunakan kebijakan kami sesuai kebutuhan guna mempertahankan ekspansi ekonomi yang sudah terjadi hampir 10 tahun,” kata Jerome Powell.

Tanggapan Ekonom Atas Pernyataan Powell

Proyeksi ekonomi terbaru yang dirilis Fed menunjukkan bahwa hampir setengah dari 17 anggota FOMC bersedia untuk menurunkan suku bunga selama enam bulan ke depan. Tujuh orang di antaranya bahkan melihat kemungkinan Fed akan memangkas suku bunga hingga 50 basis poin, seperti ekspektasi pelaku pasar sebelumnya. Lantas, bagaimana tanggapan ekonom atas Statement resmi terbaru Fed bulan ini?

“Saya pikir (hal) yang menjadi kejutan adalah berapa banyak anggota FOMC yang berubah padangan terkait prospek suku bunga lebih rendah. Sekarang The Fed memiliki tujuh anggota yang mendukung dua kali pemotongan suku bunga pada 2019,” kata Jacob Oubina, ekonom senior di RBC Capital Markets.

Dolar AS Melemah Versus Mata Uang Mayor

Pernyataan Fed yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga di bulan Juli mendatang langsung memukul mundur pergerakan Dolar AS pada perdagangan pagi ini (20/Juni). Indeks DXY yang mengukur kekuatan Dolar AS versus enam mata uang mayor lain saat ini berada di level 96.97, melanjutkan penurunan dari pergerakan hari sebelumnya.

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu