Dolar AS Melemah Ditengah Sinyal Beragam Perundingan Dagang

Dolar AS Melemah Ditengah Sinyal Beragam Perundingan Dagang

Hot News Market Hari Ini

( Jum’at, 06 Desember 2019 )

Lupakan Sejenak Perang Dagang, Pemakzulan Trump Membara di AS

Hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China belum juga menemui titik terang. Hingga kini belum diketahui kapan kedua ekonomi terbesar di dunia ini akan menandatangani kesepakatan dagang Fase I yang mereka lahirkan dari perundingan bulan Oktober di Washington.

Namun kini, di tengah isu bahwa perang dagang mungkin akan berlanjut hingga tahun depan, isu mengenai proses penyelidikan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Donald Trump muncul menjadi topik hangat untuk diperbincangkan.

Pasalnya, pada Kamis (5/12/2019), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS Nancy Pelosi telah meminta komite DPR untuk menyusun pasal-pasal pemakzulan Trump.

Langkah ini semakin memperbesar kemungkinan Trump akan dilengserkan dari jabatannya.

Pelosi menyebut hal itu perlu dilakukan karena merasa Trump memang telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai pemimpin AS. Pelosi juga mengatakan bahwa demokrasi di AS sedang dipertaruhkan.

“Demokrasi kita dipertaruhkan. Presiden tidak meninggalkan pilihan bagi kita selain bertindak karena dia mencoba untuk merusak, sekali lagi, pemilihan untuk keuntungannya sendiri. Presiden telah terlibat dalam penyalahgunaan kekuasaan, merusak keamanan nasional kita dan membahayakan integritas pemilu kita,” kata Pelosi, sebagaimana dikutip dari Reuters.

“Menyedihkan, tetapi dengan keyakinan dan kerendahan hati, dengan kesetiaan kepada pendiri kami dan hati kami yang penuh cinta untuk Amerika, hari ini saya meminta ketua kami (pimpinan Komite Kehakiman DPR Jerrold Nadler) untuk melanjutkan dengan (membuat) pasal-pasal impeachment.”

Sementara itu, dua orang sumber yang memiliki pengetahuan tentang proses tersebut mengatakan bahwa panel dapat membuat rancangan dan mengajukan pasal-pasal impeachment kepada DPR paling lambat 12 Desember. Demokrat mengatakan anggota parlemen akan bekerja sepanjang akhir pekan untuk membuat kerangkanya.

Tuduhan terhadap Trump dapat mencakup penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, menyalahi Kongres dan menyalahi keadilan.

Jika pasal pemakzulan disahkan seperti yang diharapkan, maka akan digelar proses pengadilan di Senat untuk memutuskan apakah Trump akan dihukum dan dilengserkan dari jabatannya. Namun, Partai Republik yang mengontrol Senat, hanya menunjukkan sedikit dukungan untuk melengserkan Trump.

Menanggapi isu ini, Trump telah berulang kali menentang melakukan kesalahan. Ia juga yakin akan menang pada akhirnya.

“Kubu Kiri Radikal Demokrat yang Tidak Melakukan Apa-Apa baru saja mengumumkan bahwa mereka akan berusaha untuk membuat saya terkena hukuman karena TIDAK MELAKUKAN APA-APA.” tulis Trump di Twitter-nya.

“Hal yang baik adalah bahwa Partai Republik TIDAK PERNAH lebih bersatu dari ini. Kami akan menang!” tambah Trump.

Proses penyelidikan pemakzulan terhadap Trump telah dilakukan sejak September lalu. Alasan utama DPR AS melakukan proses yang bisa melengserkan presiden dari kubu Republik itu dari jabatannya, adalah permintaan Trump terhadap Ukraina untuk melakukan penyelidikan yang menargetkan Joe Biden.

Biden merupakan mantan presiden di era Barack Obama. Perwakilan utama dari Demokrat itu berniat melenggang ke pemilu presiden 2020 melawan Trump.

Seperti diketahui, pada 25 Juli lalu Trump telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Dalam kesempatan itu Trump meminta Zelenskiy untuk menyelidiki Biden dan putranya Hunter. Banyak pihak menyebut alasan Trump melakukan ini adalah untuk memastikan kemenangannya di pemilu tahun depan

Cina Minta Tarif Impor Harus Dikurangi untuk Perjanjian Perdagangan Tahap Satu

Kementerian Perdagangan Cina menekankan tarif impor harus dikurangi jika Amerika Serikat ingin kesepakatan sementara mengenai perdagangan ditandatangani, yang disampaikan Kamis petang, dan meyatakan bahwa beberapa tarif AS harus dibatalkan untuk kesepakatan tahap satu.

“Pemerintah Cina percaya jika kedua belah pihak ingin mencapai kesepakatan fase satu, maka yang perlu dilakukan tarif harus diturunkan,” kata juru bicara kementerian Gao Feng kepada wartawan, menambahkan bahwa kedua belah pihak tetap menjaga komunikasi yang erat.

Menurut berita yang dilansir Reuters Kamis (05/12) Pada panggilan telepon pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Cina Liu He membahas “masalah inti yang menjadi perhatian” dengan perwakilan perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Penyelesaian kesepakatan fase satu antara dua ekonomi terbesar di dunia pada awalnya diharapkan selesai pada November, menjelang putaran baru tarif AS yang dijadwalkan dimulai pada 15 Desember, yang mencakup sekitar $ 156 miliar produk impor asal Cina.

Dolar AS Melemah Ditengah Sinyal Beragam Perundingan Dagang

Dolar beranjak lemah terhadap sejumlah mata uang pesaing pada hari Kamis (05/12) setelah pesan beragam terkait perdagangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendorong harapan bahwa Cina dan AS akan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang perdagangan yang telah berlangsung lama.

Trump mengatakan Rabu bahwa perundingan perdagangan dengan Cina berjalan dengan “sangat baik,” terdengar lebih positif daripada Selasa ketika ia mengatakan kesepakatan perdagangan mungkin harus menunggu hingga setelah pemilihan presiden AS tahun 2020.

Komentarnya Selasa itu memukul sentimen pasar karena meningkatkan prospek berlanjutnya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Pasar rebound Rabu ketika Bloomberg melaporkan bahwa kedua belah pihak hampir menyetujui kesepakatan.

“Saya pikir pasar telah berhenti memainkan berita utama seputar perdagangan, tetapi jelas tidak,” kata kepala strategi FX National Australia Bank, Ray Attrill. “Hari lain, terjadi pembalikan lain dari apa yang terjadi hari sebelumnya.”

Jika Beijing dan Washington tidak dapat segera mencapai kesepakatan, tanggal penting berikutnya yang patut diawasi adalah 15 Desember, ketika AS akan mengenakan tarif lebih besar lagi atas produk asal Cina.

Pergerakan mata uang utama terbatas. Yen stabil di 108,86 per dolar pada pukul 02:56 AM ET (7:56 GMT), sementara franc Swiss menguat ke 0,9879 per dolar.

Euro naik terhadap dolar di 1,1083 dan membuat indeks dolar AS turun 0,1%.

Di kawasan euro, data menunjukkan bahwa pesanan pabrik Jerman tak diduga menurun pada bulan Oktober, menunjukkan bahwa sektor manufaktur pada negara dengan perekonomian terbesar di blok tersebut sedang berjuang menjauh dari kemerosotan lebih dari setahun lalu.

Pound Inggris menyentuh level tertinggi baru delapan bulan, didukung oleh harapan bahwa Perdana Menteri Boris Johnson akan memenangkan suara mayoritas pada pemilihan umum minggu depan dan hal tersebut membuka jalan bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari mendatang.

Trader mata uang kini mengalihkan perhatian kepada laporan upah nonpertanian di AS Jumat untuk menentukan seberapa baik ekonomi AS bertahan di tengah perlambatan global.

Dolar Australia turun ke 0,6843 setelah data penjualan ritel dirilis lebih rendah dari perkiraan.

Dolar Selandia Baru berada di 0,6536 setelah naik ke level tertinggi Agustus di 0,6562. Kiwi telah menguat minggu ini dipicu rebound sentimen bisnis domestik sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter berkurang.

5 Hal yang Perlu Diketahui di Pasar Global

  1. Shinzo Abe meluncurkan paket stimulus fiskal

Jepang meluncurkan paket stimulus fiskal terbesarnya dalam tiga tahun terakhir dengan harapan dapat mengangkat ekonomi yang telah terpukul oleh perlambatan ekonomi Cina, perang dagang terpisah dengan Korea Selatan, kenaikan pajak konsumsi domestik dan, rentetan topan dalam 12 bulan terakhir.

Paket stimulus keseluruhan senilai 13,2 triliun yen ($ 121 miliar) lebih besar dari yang diharapkan, dan sekitar 1,9% dari produk domestik bruto.

Berita itu mendorong yen melemah terhadap dolar ke 108,96 pada pukul 6:15 ET (18.15 WIB).

  1. OPEC pemanasan untuk keputusan penting

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu di Wina hari ini untuk menentukan posisi apakah akan memangkas produksinya lebih lanjut tahun depan untuk mendukung harga minyak dunia. Pertemuan tersebut merupakan awal dari pertemuan lain dengan produsen non-OPEC (yang paling penting, Rusia), keesokan harinya.

Pertemuan hari Jumat akan menentukan nasib perjanjian OPEC+ yang akan berakhir pada akhir Maret. Pertemuan bilateral antar menteri sejauh ini tidak menghasilkan hasil yang nyata. Sementara beberapa – terutama Irak – telah berbicara tentang kemungkinan menambah pengurangan produksi yang ada dengan tambahan 400.000 barel per hari, tidak ada yang secara resmi mendukung gagasan itu di depan umum.

Minyak Mentah WTI Berjangka AS naik 0,1% menjadi $ 58,52, sementara patokan internasional Minyak Brent Berjangka naik 0,5% menjadi $ 63,33 per barel.

  1. Bursa Saham diprediksi menguat

Bursa Saham AS diprediksi dibuka menguat, dan masalah likuiditas mengalahkan kekhawatiran perang perdagangan yang berkelanjutan.

Pada 6:15 ET (18.15 WIB), Dow futures naik 113 poin, atau 0,4%, S&P 500 Futures juga naik 0,4% dan Nasdaq 100 futures naik lebih tinggi, 0,5%. Nikkei 225Jepang juga naik 0,5% semalam didorong paket stimulus Abe.

Terdapat berbagai laporan pendapatan dari sektor ritel, dengan Dollar General, Kroger, Tiffany & Co (NYSE:TIF) (NYSE: TIF) dan grup kosmetik Ulta Beauty siap merilis laporannya. Slack naik 1,9% dalam setelah jam perdagangan pada hari Rabu didorong prospek yang lebih kuat dari perkiraan.

Arab Saudi juga akan menutup penawaran umum perdana Saudi Aramco.

  1. Survei bulanan Challenger, klaim pengangguran awal

Survei bulanan Challenger Job Cuts dan klaim pengangguran awal mingguan dijadwalkan rilis hari Kamis, sehari menjelang laporan resmi pasar tenaga kerja untuk bulan November.

Tanda-tanda pertama, yang keluar pada hari Rabu, tidak baik: penilaian ADP hanya 67.000 pekerjaan sektor swasta pada bulan lalu merupakan yang terlemah dalam enam bulan.

  1. Tarik ulur Cina

Ada peningkatan suasana tarik ulur dalam perundingan dagang antara AS dan Cina, dan Beijing kembali mengulangi pada hari Kamis bahwa AS perlu memotong tarif impor sebagai bagian dari kesepakatan tahap satu.

“Pemerintah Cina percaya bahwa jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan tahap satu, maka tarif harus diturunkan,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Gao Feng, dan menambahkan bahwa kedua belah pihak mempertahankan komunikasi yang erat, meskipun Cina kesal pada upaya pemaksaan AS melalui elemen non-perdagangan seperti hak asasi manusia dan masalah Hong Kong.

Masih tersisa 10 hari sebelum putaran baru tarif AS dimulai, mencakup sekitar $ 156 miliar produk impor Cina.

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Close Menu