Blog

apa-itu-slippage-dan-apa-dampaknya-dalam-trading-forex
30 Dec

Apa itu Slippage dan Apa Dampaknya Dalam Trading Forex

Di dalam dunia trading ada banyak istilah-istilah yang bisa kita temui, salah satunya adalah slippage. Tidak semua trader sudah familiar dengan system slippage ini, dan kurang mengerti pengaruhnya terhadap trading, padahal slippage ini bisa terjadi. Pengertian dari slippage sendiri  adalah saat order kita terpenuhi  pada harga berbeda dengan harga permintaan. Jadi order yang kita pesan bisa meleset akibat adanya perubahan yang sebenarnya di pasar, terutama posisi untuk pending order seperti buy stop, sell stop.

Tetapi meskipun harga meleset, bukan berarti kita akan selalu dirugikan pada saat slippage ini terjadi, broker yang bekerja sama dengan penyedia likuiditas (ECN/STP) pada umumnya akan memberikan harga terbaik berikutnya selama likuiditas masih tersedia.

Contoh kemungkinan dampak jikalau slippage terjadi
Slippage positif, misalnya jikalau ada open posisi buy GBP/USD pada harga 1.3150. Pada waktu order ditransmisikan harga penawaran terbaik tiba-tiba berubah ke 1.3140 (10 pip di bawah harga permintaan), maka otomatis harga akan tereksekusi pada harga lebih baik di 1.3140.
Slippage negatif, posisi sama seperti di atas dengan perbedaan harga penawaran terbaik mendadak berubah ke 1.3160 (10 pip di atas permintaan). Harga akan tereksekusi pada harga lebih buruk di 1.3160.
Biasanya slippage bisa terjadi terutama pada saat kondisi pasar sedang tidak seimbang atau  jumlah volume trading dan permintaan harga antara buyer dan seller terpaut jauh. Misalnya kita akan memasang posisi (menggunakan stop order) pada pair GBP/USD saat rilis data NFP (non-farm payroll). Diketahui berikutnya, NFP AS lebih baik daripada ekspektasi.

Bagi sebagian besar trader, terutama trader yang masih pemula, biasanya tidak menyadari bahwa slippage telah terjadi karena pada kondisi pasar normal harga jarang meleset (kalaupun ada maka hanya beberapa pip saja). Tapi bagi para trader yang biasanya trading dengan menggunakan analisa fundamental dan tidak mengetahui dampak slippage ini  maka akan bisa mengalami kerugian besar bahkan sampai margin call. Oleh sebab itu para trader perlu memiliki pemahaman akan slippage ini dan dampaknya bagi market.

Sebenarnya, slippage tidak bisa kita kontrol sepenuhnya karena hal tersebut berada di tangan pasar, tetapi kita dapat mengurangi resikonya dengan menggunakan metode misalnya Limit Order dan Market Order Deviation Range.  Pada umumnya kita menggunakan limit order untuk membuka posisi baru atau menutup posisi profitable yang telah berjalan. Limit order hanya akan tereksekusi pada harga permintaan kita atau lebih baik. Beberapa broker menyediakan fitur agar harga permintaan kita tereksekusi dengan toleransi slippage sebesar input yang kita inginkan. Pada saat melakukan open posisi anda membuat maksimum deviasi sebesar 5 pip, maka harga akan masih tereksekusi selama slippage hanya sebesar atau kurang dari 5 pip. Di luar batas deviasi tersebut maka harga permintaan tidak akan tereksekusi.

Apapun system trading anda, diperlukan pengetahuan yang dalam untuk trading menghasilkan profit.

Happy trading!

Source : http://belajarforexsimpro.com/

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment